Anda di halaman 1dari 14

PERAWATAN ANTENATAL

Objectives: (Tujuan Pembelajaran)


 Describe the objectives of antenatal care
(Menjelaskan tujuan dari pemeriksaan kehamilan)
 Discuss different models of antenatal care
(Mendiskusikan jenis-jenis perawatan antenatal)
 Describe activities of antenatal care
(Menjelaskan kegiatan perawatan antenatal)
 Detail essential diagnostic work-up during antenatal care
(Menjelaskan detil diagnostik utama yang dipakai untuk perawatan
antenatal)
 Outline ANC fetal well being assessment strategies
(Menentukan strategi penilaian ANC untuk kesejahteraan janin)
 Discuss health interventions during antenatal.
(Mendiskusikan intervensi kesehatan selama fase antenatal)
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIC PRENATAL
• Blood test for Hepatitis B, HIV, Rubella, Syphilis, Gonorrhea and Glucose
(Pemeriksaan darah untuk Hepatitis B, HIV, Rubella, Syphilis, Gonorrhea dan
Glukosa)
• Urine– micro, sugar and albumin (Pemeriksaan mikro urine, gula dan
albumin)
• Pap smear
Above all test can done as early as possible in pregnancy, but can be done at
any time.(Pemeriksaan di atas dapat dilakukan sedini mungkin ketika hamil,
tetapi bisa juga dilakukan kapan saja).
• Blood test for Thalassemia & Sickle Cell – ideally before 10 wks. Not all
women will be offered a test for sickle cell.
(Pemeriksaan darah untuk Thalasemia dan Sickle Cell, idealnya sebelum
kehamilan pada minggu ke 10. Tidak semua wanita akan ditawarkan untuk tes
Sickle Cell)
DEFINITION: (DEFENISI)
 Antenatal care refers to the care that is given to an expected mother from time of
conception is confirmed until the beginning of labor.(Perawatan antenatal
mengacu pada perawatan yang diberikan kepada ibu mulai dari masa konsepsi
sampai proses awal kelahiran.)
Tujuan :
 To reduce maternal mortality and morbidity rates.(Untuk mengurangi angka
kematian dan kesakitan ibu.)
 To improve the physical and mental health of women and children.

(Untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental ibu dan anak.)


 To prevent, identify, maternal and fetal abnormality that can adversely affect
pregnancy outcome.(Untuk mencegah, mengindentifikasi kelainan pada ibu dan
janin yang dapat mempengaruhi kehamilan.)
 To decrease financial recourses for care of mothers.(Untuk menghemat sumber
daya keuangan dalam perawatan ibu.)
Untuk memastikan
kehamilan normal dengan
melahirkan bayi yang
sehat dari ibu yang sehat
MODELS OF ANTENATAL CARE PROVISION
Model Traditional ANC:
 Began two hundred years ago and instituted programs and interventions
that were traditionally thought to benefit the mother and her fetus (Dimulai
dari 200 tahun yang lalu yang mana program dan intervensinya yang secara
tradisional, menguntungkan ibu dan janinnya.)

 Activities were not scientifically tested as to their effectiveness or benefit.


(Kegiatan ini tidak diuji secara ilmiah untuk ke efektifan atau keuntungan
mereka.)

 Followed a visit pattern of once in a month until 28th week; then every 2
weeks until 36th week and a weekly visit until delivery.(Mengikuti pola
kunjungan sekali dalam satu bulan sampai minggu ke 28, kemudian setiap 2
minggu sampai minggu ke 36, dan kunjungan setiap minggu sampai
melahirkan.)
 It has recently been suggested that the traditional ANC practice be replaced
by new models of focused ANC programs.(Baru saja disarankan bahwa
praktik ANC traditional diganti menjadi model baru yaitu program ANC
terfokus)
 (WHO menyarankan 4 kunjungan rutin, yaitu pada minggu ke 16, 28, 32, dan
minggu ke 36)
Pengkajian

Pemeriksaan Investigation
Riwayat

 Riwayat:  History:
 Riwayat Pribadi  Personal history
 Riwayat Keluarga  Family history
 Riwayat Medis dan  Medical and surgical history
Pembedahan  Menstrual history
 Riwayat Menstruasi  Obstetrical history
 Riwayat Kandungan  History of present pregnancy
 Riwayat Kehamilan Saat ini
ISITLAH DALAM OBGYN DAN PENGERTIAN
 TPAL terminology= Sebuah sistem yang digunakan untuk riwayat obstetry.
 T= term births (waktu kelahiran)
 P= preterm births (prior to 37 weeks gestation) (kelahiran prematur sebelum
kehamilan minggu ke 37)
 A= abortions (Aborsi)
 L= living children (anak yang hidup)
 G = gravida (number of pregnancies) : (jumlah kehamilan)
 P = para (number of births of viable offspring) : (jumlah kelahiran keturunan
yang layak)
 A= or Ab abortus (abortions) : (Aborsi)
 nulligravida gravida - 0 no pregnancies : (tidak ada kehamilan)
 primigravida gravida 1 : (kelahiran pertama)
 second gravida gravida 2 : (kelahiran kedua)
 Nullipara para 0 offspring : (tidak ada anak)
 LMP- last menstruation period : (periode haid Terakhir)
 EDD- Expected date of delivery : (Tafsiran persalinan atau tafsiran partus)
INITIAL VISIT AND PHYSICAL EXAMIANTION (KUNJUNGAN AWAL –
PEMERIKSAAN FISIK)

 Vital signs and anthropometry (weight and height)- Tanda vital dan
anthropometry (beart dan tinggi badan)
 Detailed physical exam for medical or surgical illnesses (Pemeriksaan
fisik yang lebih rinci untuk penyakit medis dan bedah)
 Abdominal exam –objectives (Pemeriksaan Abdomen (objektif)
 Fundal height by symphysis- fundal height measurement by the tape
method (Pengukuran tinggi fundus berdasarkan letak simpisis – pengukuran
fundus dengan metode pita)
 Fetal heart auscultation after 10th week by doppler or 20th week by
fetal heart stethoscope (Auskultasi jantung janin setelah minggu ke-10
dengan doppler atau minggu ke-20 dengan stetoskop jantung janin)
 Fetal presentation after the 28th week but malpresentations abnormal after
the 34th week (Presentasi janin setelah minggu ke 28, presentasi tidak normal
di minggu le 34.)
INITIAL VISIT- PHYSICAL EXAM (LANJUTAN)
• Pemeriksaan Panggul - objectives
 For uterine size measurement (USG) if gestation is less than 12th week. (Untuk
pengukuran besar uterus jika kehamilan kurang dari 12 minggu)
 Adnexal abnormalities or masses (Kelainan adnexa ata ada massa)
 Early evidence of pregnancy on physical exam- cervical softening; Chadwick’s sign(
bluish color of vagina, cervix); Von-Fernwald’s sign( localized softening of the fundus)
and Hegar’s sign (Bukti awal kehamilan dalam pemeriksaan fisik – pelunakan servik;
Chadwick’s sign( bluish color of vagina, cervix); Von-Fernwald’s sign (lokasi pelunakan
fundus) Hegar’s sign)
Health Interventions during ANC (Intervensi kesehatan selama ANC)
Health education – topics (Pendidikan kesehatan – topik) :
 Prompt reporting of danger signs of pregnancy (Pelaporan cepat dari tanda-tanda
bahaya kehamilan)
 Balance diet.(Diet seimabang)
 Labor and delivery preparation (Persalinan dan persiapan persalinan
 Basics of family planning, child rearing and immunization (Dasar dasar keluarga
berencana, membesarkan anak, dan imunisasi)
• Iron supplementation (Suplemen zat besi)
• Psychological support (Dukungan psikology)
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIC SELAMA ANC
Diagnostic Procedure Gestational Age
Hemoglobin atau hemtokrit Kunjungan awal, diulangi di minggu 28- 32
ABO dan RH Kunjungan awal
VDRL Kunjungan awal dan diulangi di minggu 28
jika negativ
Urinalysis Setiap kunjungan untuk mendeteksi
proteinuria
Kultur urin dan sensitivitas Kunjungan awal untuk mendeteksi
asimptomatik bakteriuria
Inderect Coomb’s Test Kunjungan awal
Seruma lapha – fetoprotein test 16 – 18 minggu
USG rutin 16 – 18 minggu
Screening test for gestational diabetes 24 – 28 minggu
Pap smear Kunjungan awal
Cervical smear gram stain and culture Kunjungan awal
HBsAg; HIV tests Kunjungan awal
JAMINAN KESEHATAN JANIN PADA MASA ANC: STRATEGI
 Progressive increase in maternal weight is 11.5 to 16kg. (peningkatan progresif
berat badan ibu (11.5 to 16 kg)
 Progressive fundal height growth as per expectations (Pertumbuhan tinggi
fundus sesuai harapan)
 Adequate maternal perception of fetal movement ( at least 10 in 12
hours) (Persepsi ibu yang memadai tentang gerakan janin (setidaknya 10 kali
dalam 12 jam)
 Fetal well being tests (Tes kesejahteraan Janin)
 – from 28 weeks onwards (specific timing of follow up initiation
depends on the individual risk profile concerned)
(Dari 28 minggu dan seterusnya (waktu spesifik untuk inisiasi test sangat
tergantung pada risiko individu yang bersangkutan)
 Non stress test (Uji Non stress)
 Contraction stress test (Test Stress Kontraksi)
 Fetal biophysical profile score (Skor profil biofisik janin)
 Doppler ultrasound velocimetry (USG Doppler velocimetry)
 Ultrasonographic fetal scan for anomalies (pemindaian ultrasonografi
janin untuk kondisi anomali)
SCREENING TRIMESTER I
Sample Villus Chorionic - pada periode 10 -14 minggu
 Purpose – To diagnose fetal chromosome or metabolic abnormalities. (Tujuan - Untuk
mendiagnosa kromosom janin atau kelainan metabolik.)
 Indications - Woman who are at high risk for giving birth to an infant with genetic
anomalies.(Indikasi - Perempuan yang berisiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan
anomali genetik.)
Amniosentesis - periode 15-18 minggu
 Purpose – II Trimester : To identify chromosomal abnormality and intra uterine
infection.
Tujuan : Trimester II: Mengidentifikasi kelainan kromosom dan infeksi intra uterus .
Trimester III: To determine fetal lung maturity or evaluate fetal hemolytic
disease(Menentukan kematangan paru janin atau mengevaluasi penyakit hemolitik janin)
Indikasi : - maternal age 35 years or older (kehamilan pada usia ibu 35 tahun atau lebih tua)
-- Chromosomal abnormality in close family member(Kromosom kelainan pada
anggota keluarga dekat)
- Sex determination for maternal carrier of x- linked disorder (e.g., hemophilia)
(Kelainan bawaan yang terkait dengan kromosom X dari ibu (misalnya, hemofilia)
- previous history of infant with chromosomal abnormality or a neural tube defect
(Riwayat bayi dengan kelainan kromosom atau cacat defek saraf.)
PERCUTANEOUS UMBILICAL BLOOD (SAMPLING
PENGAMBILAN SAMPEL DARAH PERCUTANEOUS PADA DAERAH TALI
PUSAT
 Percutaneous umbilical blood sampling , also called as
cordocentesis (Pengambilan sampel darah percutaneous pada daerah tali
pusat juga disebut sebagai kordosentesis.)
 It is the aspiration of fetal blood from the umbilical cord near the
placenta or from the fetal hepatic vein .(Merupakan pengambilan darah
janin dari tali pusat dekat plasenta atau dari vena hepatika janin.)
 Indikasi: Chromosome abnormalities (karyotype), to diagnosis and
treatment. (untuk diagnosis dan pengobatanb pada kondisi kelainan
kromosom (kariotip)
 Risks or complications: Resiko atau komplikasi:
 Infection (Infeksi)
 Fetal bradycardia (bradikardia janin)
 Laserasi tali pusat dan hematoma (Cord laceration and hematoma)
 Thrombosis
 Preterm labour and premature rupture of membrane (persalinan
prematur dan ketuban pecah dini)