Anda di halaman 1dari 65

ANATOMI

• Berasal dari bahasa Yunani


Ana : bagian
Tome/tomos : memotong/memisahkan
• Anatomi adalah ilmu yg mempelajari struktur
tubuh dan hubungan bagian-bagiannya satu
sama lain
FISIOLOGI
• Fisiologi adalah ilmu yg mempelajari tentang
berbagai fungsi tubuh dalam keadaan normal
Sikap atau Posisi Anatomi
• Berdiri tegak
• Kaki dirapatkan
• Ekstremitas atas di samping tubuh
• Wajah serta telapak tangan mengarah ke
depan
Bidang Anatomi
• Bidang sagital : membagi tubuh menjadi
bagian kanan dan kiri
• Bidang frontal/coronal : membagi tubuh
menjadi bagian depan dan belakang
• Bidang transversal/horisontal : membagi
tubuh menjadi bagian atas dan bawah
Istilah-istilah Anatomi
• Anterior X Posterior • Depan X Belakang
• Ventral X Dorsal • Depan X Belakang
• Superior X Inferior • Atas X Bawah
• Cranial X Caudal • Atas X Bawah
• Medial X Lateral • Simak penjelasan
• Proksimal X Distal • Simak penjelasan
• Superficial X Profunda • Lap atas X Lap bwh/dalam
• Dextra X Sinistra • Kanan X Kiri
• Eksternal X Internal • Luar X Dalam
Istilah yang berhubungan dengan gerak

• Fleksi X Ekstensi
• Abduksi X Adduksi
• Endorotasi X Eksorotasi
• Pronasi X Supinasi
• Inversi X Eversi
Tugas:
Carilah Definisi dari masing masing istilah diatas
beserta Contohnya minimal 2
STRUKTUR SEL MANUSIA
Sel
• Semua organisme di dunia terbentuk oleh sel
• Sebagai unit terkecil pembentuk organisme
• Sel terbagi atas dua kelompok, sel Prokariotik
dan sel eukariotik
• Penggolongan ini didasarkan atas ukuran dan
struktur internal
ORGANISME
SISTEM
ORGAN
ORGAN

JARINGAN

SEL
SEL
PROKARIOTIK
SEL
SEL
EUKARIOTIK
Sel Prokariotik
• Memiliki struktur yang sederhana
• Meliputi archaebakteria (bakteri purba) dan
eubakteria (bakteri modern/bakteri sejati)
• bakteri, mikoplasma dan alga hijau-biru
• Ukuran sel prokariotik berkisar antara 0,5 -3
mm
Struktur Sel Prokariotik
• Dinding sel
– berfungsi untuk menahan tekanan osmotik
sitoplasma sehingga sel tidak mudah pecah
– tersusun atas peptidoglikan atau mukopeptida
• Selaput sitoplasma
– Berfungsi dalam seleksi pengangkutan larutan kedalam sel
– Berperan dalam transfer elektron dan fosforilasi oksidatif
– terdapat kurang lebih 20.000 - 30.000 ribosom yang
tersusun atas RNA dan protein
– Tempat penyimpanan makanan dalam bentuk granula
Sel Eukariotik
• Penyusun struktur makhluk hidup multi
seluler
• tersusun atas membrane sel, sitoplasma,
nukleus, sentriol, retikulum endoplasma,
ribosom, komplek golgi, lisosom, badan mikro,
mitrokondria, mikrotubulus dan mikro filamen
Sel, Virus, dan Prion
• Sel
– Merupakan kesatuan struktur dan fungsi yang
sama
– Merupakan unit organisasi terkecil
– Menjadi dasar kehidupan organisme
– Secara umum setiap sel memiliki
• Membran Sel
• Sitoplasma, dan
• Inti sel atau nukleus.
• Virus
– Parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi
organisme biologis
– hanya dapat bereproduksi di dalam material
hidup
– tidak memiliki perlengkapan selular untuk
bereproduksi sendiri
– Asam nukleatnya dapat berupa DNA atau RNA;
tapi tidak keduanya
– selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu
• Prion
– Protein kecil yang dipercaya mampu menginfeksi
sel
– melakukan replikasi di dalamnya meski tidak
mengandung asam nukleat
– tersangka utama penyebab penyakit creutzfeld-
jakob dan penyakit neurodegeneratif
– Prion tidak dapat dimusnahkan dengan panas,
radiasi, atau formalin
Perbedaan Sel, Virus, & Prion
• Sel
– memiliki 2 tipe asam nukleat sekaligus
– dapat mereproduksi semua bagian selnya
– memiliki system metabolisme
• Virus
– hanya memiliki 1 tipe asam nukleat
– tidak dapat mereproduksi semua bagian Selnya
– hanya mereproduksi materi genetik dan selubung
proteinnya
– tidak dapat tumbuh dan bereproduksi tanpa
adanya sel inang
Prion
Pembawa penyakit menular yang hanya terdiri dari protein

Infeksi oleh prion memberikan gambaran


seperti spons pada jaringan
STRUKTUR SEL MANUSIA
• Merupakan sel hewan
• Merupakan sel eukariotik
• Mempunyai struktur sel
–Membran sel
–Organel sel
Membran Sel

• Memisahkan fluida atau cairan yang ada diluar


dan didalam sel
• Selektif permeabel
• Terdiri dari lapisan protein dan lipid
(Lipoprotein).
• Terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan lipid
rangkap dua (lipid bilayer)
• Hidrofilik dan hidrofobik
Fungsi Membran Plasma
• Sebagai reseptor atau penerima rangsang dari
luar (hormon / bahan kimia)
• Melindungi isi sel agar tidak meninggalkan sel
• Mengontrol zat-zat yang boleh masuk dan
boleh keluar
• Sebagai tempat terjadinya biokimiawi
(oksidasi dan respirasi)
Nukleus
• Membran rangkap
• Organel terbesar
• Mengontrol apa yang dilakukan sel
• Pengendali seluruh aktivitas sel
• Pengatur pembelahan sel
• Pembawa informasi genetika
Ribosom

• Tidak mempunyai membran


• Sub unit besar dan sub unit kecil
• Terbuat dari RNA ribosom dan protein
• Tempat berlangsungnya sintesis protein
Mitokondria
• Membran rangkap dari lipoprotein
• Membran dalam membentuk krista
• Berfungsi dalam respirasi sel
• Oksidasi makanan
• Dehidrodegenasi
• Fosforilasi oksidatif
• Sistem transfer
elektron
Retikulum Endoplasma
• Membran berbentuk kantong pipih
• RE kasar (diselubungi ribosom)
• RE halus (tidak diselubungi ribosom)
• Mensintesis lemak dan kolesterol
• Menampung protein : ribosom->golgi->keluar
sel
• Transpor molekul
• detoksifikasi
Badan Golgi
• Membran berbentuk kantong pipih dan datar
• Sekresi polisakarida dan mukus
• Membentuk membran plasma dan kantong
sekresi
• Membentuk akrosom (sperma), kuning telur
(ovum), dan lisosom.
Lisosom
• Agak bulat dengan membran tunggal
• Berisi enzim hidrolitik (protease, lipasie,
nuklease, fosfatase, dll.)
• Pencernaan intrasel
• Autofagi (menghancurkan struktur yang tidak
dikehendaki)
• Eksositosis (pembebasan enzim keluar sel)
• Autolisis (penghancuran diri sel)
• Menghancurkan senyawa karsinogenic
Badan Mikro
• Agak bulat dan bermembran tunggal
• Perioksisom dan glioksisom
• Peroksisom :
– Mengandung enzim katalase
– Oksidasi substrat
– Penyerapan cahaya
– Respirasi
– Perubahan lemak menjadi karbohidrat
– Perubahan purin dalam sel
Badan Mikro
• Glioksisom :
– Mengandung enzim katalase dan oksidase
– Metabolisme lemak dan siklus glioksilat
Sitoskeleton
• Pergerakan sel dan organela dalam sel
• Dibagi atas mikrofilamen, mikrotubulus, dan
filamen intermedier
• Mikrotubulus
– Rantai-rantai protein tubulin yang berbentuk
spiral
– Penyusun benang spindel, sentriol, silia, dan
flagella.
Sitoskeleton
• Mikrofilamen
– Rantai ganda protein aktin yang bertaut dan tipis
– Gerakan sel, sitoplasma, dan kontraksi otot
• Filamen Intermedier
– Rantai molekul protein yang membentuk untaian
melilit
Sentriol
• Sebaris silinder dari mikrotubulus
• Proses pembelahan sel (menarik kromosom ke
kutub)
Meiosis

• Pembelahan
• sel

Mitosis
Mitosis
• Proses pembagian genom yang dihasilkan
oleh pembelahan sel
• Menghasilkan dua sel anakan yang identik
• Merupakan fase mitosis (Fase M) pada siklus
sel
• Hanya terjadi pada sel eukariotik
• Memiliki 2 fase yaitu kariokinesis dan
sitokinesis
Fase kariokinesis
• Profase:
- benang-benang kromatin yang terdapat pada
inti sel berkondensasi membentuk kromosom
- membran inti larut diikuti dengan
menghilangnya anak inti
- kromosom menduplikasi diri menjadi sepasang
kromosom
- terbentuk benang-benang spindel dan sentriol
terbelah dan menuju ke arah kutub yang
berlawanan
• Metafase:
- benang-benang spindel yang mengikat kedua
kromosom di kutub, terlihat makin jelas
- Kromosom mengatur diri di tengah-tengah
antarakedua kutub sel yang biasa disebut
bidang ekuator. Biasanya kromosom
berbentuk huruf V
• Anafase:
- Kromatid memisah satu sama lain dan tiap-
tiap kromatid tersebut disebut sentromer
- benang-benang spindel memendek sehingga
kromatid tertarik dan bergerak menuju kutub
yang berlawanan
• Telofase:
- Setelah kromatid sampai di kutub masing-masing,
bentuk kromatod menjadi kompak
- Membran inti mulai terbentuk dan melingkupi
kromatid pada masing-masing kutub
- Kromatid mulai samar-samar dan nukleus mulai
muncul
- Terjadi penebalan dan pembagian sitoplasma
Fase Sitokinesis
• Terbentuknya cincin kontraktil
• Sitoplasma hewan dibagi menjadi dua
• Terbentuknya alur pembelahan yang
menghasilkan dua sel anak
• Sering disebut fase telofase
Miosis
• Disebut juga pembelahan reduksi
• Terjadinya pengurangan jumlah kromosom
• Menghasilkan sel anakan dengan kromosom
separuh dari kromosom induk
• Terjadi dua pembelahan sel secara berturut-
turut tanpa interfase
Meiosis I
• Profase I
– Leptoten : kromotin menebal membentuk kromosom
– Zygoten : kromosom yang menebal mulai berpasangan dan
menuju kutub yang berlawanan
– Pakiten : Tiap kromosom menebal dan mengganda
menjadi dua kromatida dengan satu sentromer
– Diploten : Kromatida membesar dan memendek,
bergandengan yang homolog dan menjadi rapat
– Diakenesis : Ditandai dengan adanya pindah
silang (crossing over) dari bagian kromosom yang
telah mengalami duplikasi

• Metafase I
– Membran inti dan nukleolus menghilang
– Terbentuk benang-benang spindel
– Kromosom bergerak ke arah ekuator dan
sentromer mengarah ke kutub
• Anafase I
– Kromosom homolog berpisah dan bergerak ke
kutub berlawanan tanpa pemisahan sentromer
– Menarik belahan tetrad ke kutub sel berlawanan
– Kromosom homolog dipisahkan
– Kromosom bergerak ke kutub sel membawa
materi genetic berbeda
• Telofase I
– Membran sel membentuk sekat
– Terbentuk dua sel anakan yang haploid
– Setiap kromosom masih mengandung dua
kromatid
• Profase II
– Benang – benang kromatin berubah kembali
menjadi kromosom
– Kromosom yang terdiri dari 2 kromatida tidak
mengalami duplikasi lagi.
– Nucleolus dan dinding inti menghilang.
– Sentriol berpisah menuju kutub yang berlawanan.
– Serat – serat gelendong terbentuk diantara 2
kutub pembelahan.
• Metafase II
– Kromosom kebidang ekuator
• Anafase II
– Kromatida berpisah dari homolognya
– Bergerak menuju kutub yang berlawanan
• Telofase II
– Kromosom berubah menjadi benang – benang
kromatin kembali.
– Nukleus dan dinding inti terbentuk kembali
– Serat – serat gelendong menghilang dan
terbentuk sentrosom kembali.
Hasil Meiosis
• Satu sel induk yang diploid (2n) menjadi 4 sel
anakan yang masing – masing haploid (n)
• Jumlah kromosom sel anak setengah dari
jumlah kromosom sel induknya
• Pembelahan meiosis hanya terjadi pada sel –
sel generative atau sel – sel gamet seperti
sperma dan ovum (sel telur).
Sel Abnormal
• Pertumbuhan sel abnormal disebabkan oleh
pembelahan sel secara terus-menerus
(proliferasi) dan tidak terjadi apoptosis
• Sel kanker adalah suatu populasi sel yang
dalam pertumbuhannya mencapai suatu
densitas tertentu sehingga nutrient yang
tersedia untuk setiap sel tidak mencukupi.
• Sel tumor ganas (kanker) adalah sel yang
bersifat abnormal. Sel itu mugkin memiliki
jumlah kromosom yang tidak
biasa.metabolismenya mungkin dikacaukan.