Anda di halaman 1dari 11

Patofisiologi Faring

Oleh :
Reza Rohmatullah
30101307059

Pembimbing:
Kolonel CKM dr. Budi Wiranto, Sp.THT-KL

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


Faringitis

Peradangan dinding faring yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, alergi, trauma, toksin

Klasifikasi :
1. Faringitis akut
2. Faringitis kronik
3. Faringitis spesifik
Faringitis akut

1. Faringitis viral
2. Faringitis bakterial
3. Faringitis fungal
4. Faringitis gonorea
Faringitis viral

penyebabnya : adenovirus, cytomegalovirus, EBV.


Gejala dan tanda : Demam disertai rinore, mual, nyeri tenggorok dan sulit menelan
Terapi :
• Istirahat
• Minum air yag cukup
• Kumur dengan air hangat
• Analgetika dan tablet hisap
• Antivirus  metisoprinol (isoprenosine) : infeksi Herpes Simpleks
Dosis : Dewasa  60-100 mg/kgBB 4-6 kali/hari
Anak <5th : 50mg/kgBB  4-6 kali/hari
Faringitis bakteri
Penyebab : streptokokkus beta-hemoliticus.
Gejala dan tanda : nyeri kepala hebat, muntah, kadang disertai demam suhu tinggi, faring tonsil hiperemis,
timbul bercak petechiae pada palatum dan faring. Kelenjar limfe leher anterior membesar, kenyal dan nyeri

Terapi :
AntibiotikGrup A Streptokokus β hemolitikus : Kortikosteroid :
Deksametason 8-16mg, IM 1kali
Penisilin G Banzatin 50.000 U/kgBB, IM dosis tunggal Anak : 0,08-0,3 mg/kgBB, IM 1 kali
Amoksisilin 50mg/kgBB 3 kali/hari 10 hari Analgetika
Dewasa : 3x500mg selama 6-10 hari/ Kumur dengan air hangat atau antiseptik
Eritromisin 4x500mg/hari
Faringitis fungal

Penyebab : Candida

Gejala dan tanda :


Nyeri menelan, nyeri tenggorok, plak putih pd orofaring, dan mukosa faring hiperemis

Terapi :
Nystatin 100.000-400.000 2 kali/hari
Analgetika
Faringitis gonore

terjadi pada pasien yang melakukan kontak orogenital

Terapi :
Sepalosporin generasi ke-3, ceftriakson 250mg IM
Faringitis Kronik

1. Faringitis kronik hiperplastik


Terjadi perubahan mukosa dinding posterior faring

Gejala :tenggorokan kering, gatal, batuk berdahak

Pemeriksaan :tampak mukosa dinding posterior tidak rata bergranular

Terapi
Terapi lokal dengan melakukan kaustik faring dg memakai zat kimia larutan nitras argenti atau dengan listrik
(electro cauter).
Simptomatis : obat kumur atau tablet hisap, obat batuk antitusif atau ekspektoran. Penyakit hidung dan sinus
paranasal harus diobati.
2. Faringitis kronik atrofi

Sering timbul bersamaan dengan rhinitis atrofi, pada rinitis atrofi udara pernapasan tidak diaur suhu serta kele
mbabannyasehingga menimbulkan rangsangan serta infeksi pasa faring.

Gejala :tenggorokan terasa kering dan tebal, mulut berbau


Pemeriksaan :mukosa faring ditutupi oleh lendir yang kental dan bila diangkat tampak mukosa kering

Terapi :
Pengobatan ditujukan pada rhinitis atrofinya dan untuk faringitis kronik atrofi ditambahkan dengan obat kumur
dab menjaga kebersihan mulut.
Faringitis Spesifik

Faringitis Luetika

3 stadium :
Stadium Primer  Terdapat pada lidah, palatum mole, tonsil & dinding posterior faring berbentuk berc
ak keputihan.
Lama terbentuk ulkus di daerah faring, tidak nyeri, pemkel mandibula
Stadium Sekunder Eritema pada dinding faring yang menjalar kearah laring
Stadium Tersier Terdapat guma. Predileksi : tonsil dan palatum
Free PPT _ Click to add title
Click to edit text styles - Widescreen(16:9)

This PowerPoint Template has clean and neutral design that can be adapted to
any content and meets various market segments. With this many slides you are
able to make a complete PowerPoint Presentation that best suit your needs.

This PowerPoint Template has clean and neutral design that can be adapted to
any content and meets various market segments. With this many slides you are
able to make a complete PowerPoint Presentation that best suit your needs.

This PowerPoint Template has clean and neutral design that can be adapted to
any content and meets various market segments. With this many slides you are
able to make a complete PowerPoint Presentation that best suit your needs.