Anda di halaman 1dari 16

“EKOSISTEM LAUT”

KELOMPOK 1
NAMA :
RISTA MONITA
RAHMA SARI
AYU NINGSIH
SISKA IRAWATI SUBHANUDIN
NOVIA AULIA UMAR
ANDRIANI PRADITA
• Apa pengertian ekosistem air laut ?
1 • Bagaimana ciri-ciri ekosistem air laut ?

• Bagaimana ciri-ciri ekosistem air laut ?


2 • Apa yang dimaksud dengan pencernaran laut ?

• Apa yang menjadi sumber dan bahan perncemaran


laut ?
• Bagaimana cara mencegah dan menanggulangi
3
terjadinya pencemaran laut dan kebijakan untuk
menangani perihal tersebut ?
Ekosistem air laut merupakan ekosistem yang paling luas
di bumi ini. Luas ekosistem air laut hampir lebih dari dua
per tiga dari permukaan bumi ( + 70 % ), karena luasnya
dan potensinya sangat besar, ekosistem laut menjadi
perhatian orang banyak, khususnya yang berkaitan
dengan revolusi biru. Ekosistem laut atau disebut juga
ekosistem bahari merupakan ekosistem yang
terdapat di perairan laut, terdiri atas ekosistem
perairan dalam, ekosistem pantai pasir
dangkal/bitarol, dan ekosistem pasang surut. Seperti
halnya ekosistem air tawar, pada ekosistem air laut
merupakanmedia internal dan eksternal bagi
organisme yang hidup didalamnya
 Memiliki salinitas (kadar garam) tinggi, semakin
mendekati khatulistiwa semakin tinggi.
 NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga
mencapai 75%.
 Iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh pada
ekosistem laut.
 Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan
dengan di kedalaman.
 Memiliki kadar mineral yang tinggi, ion terbanyak
ialah Cl`(55%), namun kadar garam di laut
bervariasi, ada yang tinggi (seperti di daerah tropika)
dan ada yang rendah (di laut beriklim dingin).
 Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan
cuaca.
 Lautan/laut
 Pantai
 Terumbu Karang
 Dari sisi Bahasa Indonesia pengertian laut adalah
kumpulan air asin dalam jumlah yang banyak dan
luas yang menggenangi dan membagi daratan
atas benua atau pulau. Jadi laut adalah merupakan
air yang menutupi permukaan tanah yang sangat
luas dan umumnya mengandung garam dan
berasa asin. Pada hewan dan tumbuhan tingkat
rendah tekanan osmosisnya kurang lebih sama
dengan tekanan osmosis air laut sehingga tidak
terlalu mengalami kesulitan untuk beradaptasi.
 Adapun pembagian daerah pantai terbagi atas 3, yaitu :
1. Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang
naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis
ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi
bagi kepiting dan burung pantai.
2. Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan
pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang,
porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivora
dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikan-
ikan kecil.
3. Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun
surut. Daerah ini dihuni oleh beragam invertebrata dan
ikan serta rumput laut. Komunitas tumbuhan berturut-
turut
 Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang
yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga
yang disebut zooxanhellae. Koloni karang dibentuk
oleh ribuan hewan kecil yang disebut Polip. Dalam
bentuk sederhananya, karang terdiri dari satu polip
saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti tabung
dengan mulut yang terletak di bagian atas dan
dikelilingi oleh Tentakel Terumbu karang secara
umum dapat dinisbatkan kepada struktur fisik
beserta ekosistem yang menyertainya yang secara
aktif membentuk sedimen kalsium karbonat akibat
aktivitas biologi (biogenik) yang berlangsung di
bawah permukaan laut.
 Pencemaran air laut didefinisikan sebagai
peristiwa masuknya partikel kimia, limbah industri,
pertanian dan perumahan, kebisingan, atau
penyebaran organisme invasif (asing) ke dalam
laut, yang berpotensi memberi efek berbahaya.
Dalam sebuah kasus pencemaran, banyak bahan
kimia yang berbahaya berbentuk partikel kecil
yang kemudian diambil oleh plankton dan
binatang dasar, yang sebagian besar adalah
pengurai ataupun filter feeder (menyaring air).
Dengan cara ini, racun yang terkonsentrasi dalam
laut masuk ke dalam rantai makanan, semakin
panjang rantai yang terkontaminasi, kemungkinan
semakin besar pula kadar racun yang tersimpan.
 Pencemaran oleh minyak
 Pencemaran oleh logam berat
 Pencemaran oleh sampah
 Pencemaran oleh pestisida
 Pencemaran akibat proses Eutrofikasi
 Pencemaran akibat peningkatan
keasaman
 Pencemaran akibat polusi kebisingan
1. Pencemaran oleh minyak

Saat ini industri minyak dunia telah berkembang pesat,


sehingga kecelakaan kecelakaan yang mengakibatkan
tercecernya minyak dilautan hampir tidak bias
dielakkan.Kapal tanker mengangkut minyak mentah
dalam jumlah besar tiap tahun. Pencemaran minyak
mempunyai pengaruh luas terhadap hewan dan tumbuh
tumbuhan yang hidup disuatu daerah. Minyak yang
mengapung berbahaya bagi kehidupan burung laut yang
suka berenang diatas permukaan air. Tubuh burung
akan tertutup minyak.
2.Pencemaran oleh logam berat

Logam berat memiliki densitas yang lebih dari 5


gram/cm3 dan logam berat bersifat tahan urai. Sifat
tahan urai inilah yang menyebabkan logam berat
semakin terakumulasi di dalam perairan. Logam berat
yang berada di dalam air dapat masuk ke dalam tubuh
manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Logam berat di dalam air dapat masuk secara langsung
ke dalam tubuh manusia apabila air yang mengandung
logam berat diminum, sedangkan secara tidak langsung
apabila memakan bahan makanan yang berasal dari air
tersebut. Di dalam tubuh manusia, logam berat juga
dapat terakumulasi dan menimbulkan berbagai bahaya
terhadap kesehatan.
3. Pencemaran oleh sampah

Plastik telah menjadi masalah global. Sampah plastik yang


dibuang, terapung dan terendap di lautan. 80% (delapan puluh persen)
dari sampah di laut adalah plastik, sebuah komponen yang telah
dengan cepat terakumulasi sejak akhir Perang Dunia II. Massa plastik
di lautan diperkirakan yang menumpuk hingga seratus juta metrik ton.
Sampah yang mengandung kotoran minyak juga dibuang kelaut
melalui sistem daerah aliran sungai (DAS). Sampah-sampah ini
kemungkinan mengandung logam berat dengan konsentrasi yang
tinggi. Tetapi umumnya mereka kaya akan bahan-bahan organik,
sehingga akan memperkaya kandungan zat-zat makanan pada suatu
daerah yang tercemar yang membuat kondisi lingkungan menjadi
lebih baik bagi pertumbuhan mikroorganisme.
4. Pencemaran oleh pestisida

Kerusakan yang disebabkan oleh pestisida adalah


bersifat akumulatif. Mereka sengaja ditebarkan ke
dalam suatu lingkungan dengan tujuan untuk
mengontrol hama tanaman atau organism-organisme
lain yang tidak diinginkan. Idealnya pestisida ini harus
mempunyai spesifikasi yang tinggi yaitu dapat
membunuh organism-organisme yang tidak
dikehendaki tanpa merusak hewan lainnya, tetapi pada
kenyataannya pestisida bisa membunuh biota air yang
ada di laut.
 Ekosistem air laut merupakan ekosistem yang paling luas di bumi ini. Luas
ekosistem air laut hampir lebih dari dua per tiga dari permukaan bumi ( + 70 % ),
karena luasnya dan potensinya sangat besar, ekosistem laut menjadi perhatian
orang banyak, khususnya yang berkaitan dengan revolusi biru.
 Memiliki salinitas (kadar garam) tinggi, semakin mendekati khatulistiwa semakin
tinggi, NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%, Iklim dan
cuaca tidak terlalu berpengaruh pada ekosistem laut,, Memiliki variasi perbedaan
suhu di permukaan dengan di kedalaman, Memiliki kadar mineral yang tinggi, ion
terbanyak ialah Cl`(55%), namun kadar garam di laut bervariasi, ada yang tinggi
(seperti di daerah tropika) dan ada yang rendah (di laut beriklim dingin),
Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.
 Pembagiaan ekosistem air laut meliputi, Lautan, Pantai dan Terumbu karang.
 Pencemaran air laut didefinisikan sebagai peristiwa masuknya partikel kimia,
limbah industri, pertanian dan perumahan, kebisingan, atau penyebaran
organisme invasif (asing) ke dalam laut, yang berpotensi memberi efek
berbahaya.
 Sumber dari pencemaran laut meliputi, sumer alami, lalulintas kapal,
. Eksplorasi dan Ekspoitasi Gas dan Minyak, Penelitian Oseanografi dan
Perikanan, Kegiatan militer.