Anda di halaman 1dari 72

PERAN PMIK DALAM IMPLEMENTASI

SNARS DI RUMAH SAKIT

ELISE GARMELIA
2
TATA KELOLA RS  MUTLAK
(SE.KARS NO. 864/KARS/VIII/2017)
1. RS DIPIMPIN OLEH TENAGA MEDIS (DR/DRG)
2. RS MEMILIKI IJIN OPERASIONAL DAN IJIN IPAL YANG VALID
3. RS MENGADAKAN OBAT2AN DARI JALUR DISTRIBUTOR
RESMI
4. BILA RS MELAKSANAKAN PELAYANAN KEMOTERAPI, HARUS
SESUAI STANDAR DAN PERPU
5. SELURUH STAF MEDIS YANG MELAKUKAN ASUHAN KEPADA
PASIEN DI RS MEMPUNYAI STR DAN SIP YANG VALID
DASAR HUKUM
UU.RI No.36 TH.2014

• Tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik wajib


memberikan Yankes sesuai dengan standar profesi,
Bab. IX standar pelayanan profesi dan etika profesi. (
Pasal. 58 Bab.III, Pasal 18, KMK No.42 th.2016 )

• Tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik harus


sesuai dengan kewenangan yang didasarkan pada
BAB. X kompetensi yang dimiliki.
Pasal. 62
ayat.1

• Pemerintah dan pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan dan


pengawasan kpd Nakes dg melibatkan konsil” masing” Nakes dan Organisasi
Profesi sesuai kewenangannya.
Bab.XII
Pasal.80
Pembinaan dan pengawasan sebagaimana di maksud pd pasal 80, di
tujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, melindungi
XII
penerima pelayanan kesehatan serta memberikan kepastian hukum
Pasal.81
bagi masyarakat dan Nakes.
NAKES  menjalankan praktik wajib memenuhi standar:
(UU 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan: Pasal 66)

• batasan kemampuan minimal berupa


pengetahuan, keterampilan, & perilaku
1. Standar profesional yg harus dikuasai & dimiliki oleh
seorang individu utk dpt melakukan kegiatan
Profesi profesionalnya pd masy secara mandiri yg dibuat
oleh OP bidang kesehatan

2. Standar • pedoman yang diikuti oleh Tenaga


Pelayanan Kesehatan dalam melakukan
pelayanan kesehatan.
Profesi
• suatu perangkat instruksi/langkah2 yg dibakukan
3. Standar utk menyelesaikan proses kerja rutin ttt dgn
memberikan langkah yg benar & terbaik
Prosedur berdasarkan konsensus bersama utk
Operasional melaksanakan berbagai kegiatan & fungsi pely yg
dibuat oleh Fasyankes berdasarkan StanPro.
SNARS Ed.1 TAHUN 2017
TATA KELOLA RS  MUTLAK
(SE.KARS NO. 864/KARS/VIII/2017)
1. RS DIPIMPIN OLEH TENAGA MEDIS (DR/DRG)
2. RS MEMILIKI IJIN OPERASIONAL DAN IJIN IPAL YANG VALID
3. RS MENGADAKAN OBAT2AN DARI JALUR DISTRIBUTOR
RESMI
4. BILA RS MELAKSANAKAN PELAYANAN KEMOTERAPI, HARUS
SESUAI STANDAR DAN PERPU
5. SELURUH STAF MEDIS YANG MELAKUKAN ASUHAN KEPADA
PASIEN DI RS MEMPUNYAI STR DAN SIP YANG VALID
SASARAN KESELAMATAN PASIEN
1 • IDENTIFIKASI PASIEN

2 • KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

3 • HIGH ALERT MEDICATION

4 • LOKASI PEMBEDAHAN

5 • RISIKO INFEKSI

6 • RISIKO CIDERA
KELOMPOK STANDAR PELAYANAN
BERFOKUS PADA PASIEN
1 • ARK ( Akses ke Rumah Sakit dan Kontinuitas )

2 • HPK ( Hak Pasien dan Keluarga)

3 • AP ( Asesmen Pasien)

4 • PAP (Pelayanan Asuhan Pasien )

5 • PAB (Pelayanan Anestesi dan Bedah )

6 • PKPO (Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat )

7 • MKE (Manajemen Komunikasi dan Edukasi )


KELOMPOK STANDAR MANAJEMEN
RUMAH SAKIT
1 • PMKP (Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

2 • PPI ( Pencegahan dan Pengendalian Infeksi )

3 • TKRS ( Tata Kelola Rumah Sakit )

4 • MFK (Manajemen Fasilitas dan Keselamatan)

5 • KKS ( Kompetensi dan Kewenangan Staf)

6 • MIRM (Manajemen Informasi dan Rekam Medis )


PROGRAM NASIONAL
1. Menurunkan angka kematian ibu dan bayi
dan meningkatkan angka kesehatan ibu dan
bayi,
2. Menurunkan angka kesakitan HIV/AIDS,
3. Menurunkan angka kesakitan tuberkulosis,
4. Pengendalian resistensi antimikroba dan
5. Pelayanan Geriatri

INTEGRASI PENDIDIKAN KESEHATAN


DALAM PELAYANAN RS (IPKP)
Management of Management of
Communication and Medical Record and
Information Information
MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN
INFORMASI ( MKI)
• Bab ini Fokus pada komunikasi dan informasi untuk
keselamatan pasien dan kualitas pelayanan
• Bab ini berisi 20 standar terdiri dari :
1. Komunikasi dengan komunitas
2. Komunikasi dengan pasien dan keluarganya
3. Komunikasi antara pengelola dengan organisasi lain
4. Kepemimpinan dan perencanaan
5. Rekam Medis
6. Data agregat dan informasi
Jumlah Standard MIRM
Total EP MKI = 109 khusus RM 28 EP

No KRITERIA Standard
MANAJEMEN INFORMASI
1 STD. 1 1
2 STD. 2 1
3 STD. 3 1
4 STD. 4 1
5 STD. 5 4
6 STD. 6 4
7 STD. 7 4
Jumlah EP 16
MANAJEMEN REKAM MEDIS
8 STD. 8 3
9 STD. 9 4
10 STD. 10 3
11 STD. 11 4
12 STD. 12 2
13 STD. 13 5
14 STD. 13.1 5
15 STD. 13.1.1 4
16 STD. 13.2 3
17 STD. 13.3 2
18 STD. 13.4 7
19 STD. 14 3
20 STD. 15 6
51
STANDAR KE 14
sakit harus lebih efektif dalam:
 mengidentifikasi kebutuhan informasi;
 merancang suatu sistem manajemen informasi;
 mendefinisikan serta mendapatkan data dan
informasi;
 menganalisis data dan mengolahnya menjadi
informasi;
 mengirim serta melaporkan data dan informasi;
juga
 mengintegrasikan & menggunakan informasi.
REKAM
MEDIS
Penyelenggaraan rekam medis
• merupakan proses kegiatan yang dimulai saat
pasien diterima di rumah sakit sampai dengan
pencatatan data medis, keperawatan, manajer
pelayanan pasien (MPP), serta PPA lainnya
selama pasien mendapat asuhan.
• Kegiatan dilanjutkan dengan penanganan rekam
medis yang meliputi penyimpanan dan
penggunaan untuk kepentingan pasien atau
keperluan lainnya.
RUANG LINGKUP PELAYANAN
 Mengumpulkan, mengintegrasikan, menganalisis data
pelayanan kesehatan primer dan sekunder, menyajikan dan
mendesiminasi, menata sumber informasi kesehatan bagi
kepentingan riset, perencanaan, monitoring dan evaluasi
pelayanan kesehatan;
 Membuat standar dan pedoman manajemen informasi
kesehatan meliputi aspek legal dengan unsur keamanan
(safety), kerahasiaan (confidential), sekuritas, privasi serta
integritas data;
 Manajemen operasional unit kerja manajemen informasi
kesehatan, dibagi berdasarkan kemampuan sarana pelayanan
kesehatan dalam menjalankan manajemen informasi
kesehatannya.
REKAM MEDIS

• bukti tertulis (kertas/eletronik) yang merekam


berbagai informasi kesehatan pasien seperti
temuan hasil asesmen, rencana asuhan,
rincian pelaksanaan asuhan dan pengobatan,
catatan perkembangan pasien terintegrasi,
serta ringkasan kepulangan pasien yang dibuat
oleh profesional pemberi asuhan (PPA).
Tenaga Kesehatan Profesional Pemberi Asuhan Pasien (TKPPAP)

1. Tenaga kesehatan adalah tenaga kesehatan pemberi pelayanan langsung kepada pasien
(Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014).
– Tenaga Kesehatan Profesional Pemberi Asuhan Pasien diposisikan mengelilingi pasien
– Kompetensi yang memadai
– Berkontribusi setara dalam fungsi profesinya
– Tugas mandiri, kolaboratif, delegatif, bekerja sebagai satu kesatuan memberikan asuhan
yang terintegrasi

2. Interprofesional (Interprofessionality)
– Kolaborasi interprofesional (Interprofessional Collaboration)
– Edukasi Interprofesional (Interprofessional Education
– Kolaborasi Kompetensi Praktis Interprofesional (Interprofessional Collaborative Practice
Competency)

3. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) adalah Pemimpin Klinis (Clinical Leader)
– DPJP melakukan koordinasi, sintesis, review dan mengintegrasikan asuhan pasien

4. Personalisasi Asuhan (Personalized Care) & BPIS (Bila Pasien Itu Saya)
– Keputusan klinis selalu diproses berdasarkan juga nilai-nilai pasien
– Setiap Dr memperlakukan pasiennya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan
Rekam medis memiliki aspek-aspek
yang sangat penting.
ADM
DOKU
MENTA MEDIS
SI

REKAM
MEDIS
PENDI HUKUM
DIKAN

PENELI KEUAN
TIAN GAN
Standar MIRM 1

Penyelenggaraan DATA DAN


INFORMASI
sistem informasi KLINIK

manajemen rumah
sakit (SIM RS)
harus mengacu MANAJERIAL

PERPU-Standar
MIRM 1.1
SIM RS
Elemen Penilaian MIRM 1
1. Terdapat unit kerja yang mengelola SIMRS. (R)
2. Sumber daya manusia dalam unit kerja SIMRS
yang memiliki kompetensi dan sudah terlatih.
(D,W)
Elemen Penilaian MIRM 1.1
1. Terdapat regulasi tentang pengelolaan data
dan informasi. (R) – SIMRS Permenkes 1171/2015
2. Data serta informasi klinik dan manajerial
diintegrasikan sesuai dengan kebutuhan untuk
mendukung pengambilan keputusan. (D,W)
Standar MIRM 2
Elemen Penilaian MIRM 2
1. Proses perencanaan kebutuhan informasi melibatkan:
a) para profesional pemberi asuhan (PPA);
b) para kepala bidang/divisi dan kepala unit pelayanan;
c) badan/pihak lain di luar rumah sakit yang membutuhkan
data atau informasi tentang operasional dan pelayanan
rumah sakit.
2. Proses perencanaan kebutuhan informasi mengacu
pada peraturan perundang-undangan. (D,W)
3. Perencanaan disesuaikan dengan besar dan
kompleksitas rumah sakit. (D,W)
Standar MIRM 3
Elemen Penilaian MIRM 3
1. Dalam membangun sistem informasi rumah
sakit melibatkan profesional pemberi asuhan
(PPA). (D,W)
2. Dalam membangun sistem informasi rumah
sakit melibatkan kepala bidang/divisi dan
kepala unit pelayanan. (D,W)
Computerized Patient Record dan Electronic Health
Record dapat dilihat dalam bagan berikut ini:
STANDAR MIRM 4
No Elemen Penilaian R D O/S W
1 Rumah sakit menyediakan kumpulan V V
data :
a) data mutu dan insiden keselamatan
pasien
b) data surveilans infeksi;
c) data kecelakaan kerja. untuk PPA,
kepala bidang/divisi, dan kepala unit
pelayanan
MFK.10
2 Rumah sakit memberikan data yang V V
dibutuhkan oleh badan/pihak lain di
luar rumah sakit sesuai PERPU.
PMKP 6 dan TKRS 5
Standar MIRM 5

No Elemen Penilaian R D O/S W

1 Terdapat bukti bahwa data dianalisis diubah v v


menjadi informasi mendukung asuhan pasien.
2 Terdapat bukti bahwa data dianalisis diubah v v
menjadi informasi mendukung manajemen
rumah sakit.
3 Terdapat bukti bahwa data dianalisis diubah v v
menjadi informasi mendukung program
manajemen mutu.
4 Terdapat bukti bahwa data dianalisis diubah v v
menjadi informasi mendukung pendidikan dan
penelitian.
Standar MIRM 6
No Elemen Penilaian R D O W

1 Data dan informasi disampaikan sesuai v v


kebutuhan pengguna.
2 Pengguna menerima data dan informasi v v
dalam format yang sesuai dengan yang
dibutuhkan.
3 Pengguna menerima data dan informasi v v
tepat waktu.
4 Staf pengolah data memiliki hak akses ke v v
data dan informasi yang dibutuhkan
sesuai dengan tanggung jawabnya.
Standar MIRM 7
No Elemen Penilaian R D O W

1 Rumah sakit menyediakan fasilitas utk mendapat v v v


kan informasi ilmiah terkini & informasi lain
secara tepat waktu utk mendukung asuhan pasien.

2 Rumah sakit menyediakan fasilitas untuk v v v


mendapatkan Informasi ilmiah terkini & informasi
lain secara tepat waktu utk mendukung
pendidikan klinik.
3 Rumah sakit menyediakan fasilitas untuk v v v
mendapat kan informasi ilmiah terkini dan
informasi lain secara tepat waktu untuk
mendukung penelitian.
4 Rumah sakit menyediakan fasilitas internet untuk v v v
mendapatkan informasi ilmiah terkini dan
informasi lain secara tepat waktu untuk
mendukung manajemen
Computerized Patient Record dan Electronic Health
Record dapat dilihat dalam bagan berikut ini:
Standar MIRM 8
Elemen Penilaian MIRM 8
1. Terdapat unit kerja yang mengelola rekam medis
yang memiliki regulasi dan program untuk
mengelola rekam medis sesuai dengan peraturan
perundangan-undangan. (R) UU No.44/2009 dan Perpres 77/2015

2. Organisasi pengelola rekam medis dipimpin


tenaga rekam medis yang memiliki kompetensi
dan kewenangan mengelola rekam medis sesuai
dengan peraturan perundangan-undangan. (D,
W)
 Stanpro, Permenkes 377/2007, Kewenangan PMIK, Permenkes 55/2013
 Jabfung PM, Permenpan 30/2013
Kewenangan PMIK – Permenkes 55/2013
• Pelaksana, Mengelola UKRM
D3 • Pengelolaan RM Manual

• Identifikasi, validasi, evaluasi, Analisa


D4 • Pengelolaan RM Manual/elektronik

• Identifikasi, Validasi, Evaluasi, Analisa


• Merancang dan mengembangkan
S1 • Pengelolaan RM manual / elektronik

• Mengembang Design RMIK, Modul Riset


S2 • Evaluasi, Analisis Trend
Standar MIRM 8

Elemen Penilaian MIRM 8


3. Tersedia tempat penyimpanan rekam medis
yang menjamin keamanan dan kerahasiaan
rekam medis. (D,O,W)
HAK AKSES -MIRM 9
1. Tenaga kesehatan adalah tenaga kesehatan pemberi pelayanan langsung kepada pasien
(Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014).
– Tenaga Kesehatan Profesional Pemberi Asuhan Pasien diposisikan mengelilingi pasien
– Kompetensi yang memadai
– Berkontribusi setara dalam fungsi profesinya
– Tugas mandiri, kolaboratif, delegatif, bekerja sebagai satu kesatuan memberikan asuhan
yang terintegrasi

2. Interprofesional (Interprofessionality)
– Kolaborasi interprofesional (Interprofessional Collaboration)
– Edukasi Interprofesional (Interprofessional Education
– Kolaborasi Kompetensi Praktis Interprofesional (Interprofessional Collaborative Practice
Competency)

3. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) adalah Pemimpin Klinis (Clinical Leader)
– DPJP melakukan koordinasi, sintesis, review dan mengintegrasikan asuhan pasien

4. Personalisasi Asuhan (Personalized Care) & BPIS (Bila Pasien Itu Saya)
– Keputusan klinis selalu diproses berdasarkan juga nilai-nilai pasien
– Setiap Dr memperlakukan pasiennya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan
Identifikasi dan Level Akses
No Nama Dokter Spesialisasi NIP Contoh Contoh Contoh
paraf TTD Stampel
1. Dr. Andi SpA 197003262981
021002

No Nama Dokter Spesialisasi Login Level Akses Hak Akses Otorisasi


1 Dr. Andi SpA Ada PPAP Pasien Rajal
Ranap
Permenkes 269 tahun 2008  (MIRM 10)
Sistem Manajemen Dokumen (MIRM 11)

• RM non elektronik
– Dokumen kertas dialihmediakan ke bentuk
digital, kemudian disimpan di dalam server,
dikelola oleh alat penyimpan.

• RM Elektronik
– Dapat mengakses dokumen yang sama secara
bersamaan dengan hak akses yang berbeda
Alih Media  rekam medis
Regulasi MIRM 12

1. Standardisasi kode diagnosis


2. Standardisasi Prosedur/Tindakan Kedokteran
3. Definisi dan simbol yang digunakan & yang
tidak boleh digunakan
4. Daftar singkatan yang digunakan dan yang
tidak boleh digunakan
Pengelolaan RM – MIRM 13
• Sub Sistem Penyimpanan:
– Penyimpanan
– Pengambilan
– Penomoran
– Penjajaran
– Pengendalian / telusur RM
– Retensi dan Pemusnahan
• Asembling / Penataan RM ( RJ, RI dan GD
danhasil pemeriksaan penunjang)
• Monitoring pengisiannya ( AKPLRM)
Informasi dalam RM – MIRM 13.1
• Identifikasi pasien (semua Formulir)
• Diagnosis ( RMK, CPPT, Ringkasan Plg)
• Justifikasi asuhan dan pengobatan ( CPPT)
• Pemberian dan hasil pengobatan ( Lembar
Tindakan, Lembar Pengobatan, hasil
penunjang)
• Monitoring MPP  Case Manajer dan atau
Ka.Ru
Pengumpulan Analisis data
data klinis --> Dx • Hak Pasien
• General
consent
Lab, Rad
Rencana • Informasi Transfer
Asesmen asuhan Ke ruangan
Skrining asuhan Registrasi
SPO Yandok
Askep

Pelayanan fokus pasien: MULTI PROFESI - ASUHAN – EDUKASI

Asesmen Risiko Rawat inap Rawat jalan Resep obat


nyeri jatuh Surat rujuk
Skrining Surat kontrol
Risiko
malnutrisi prioritas

HPK PPK SKP MRM PPI


Standar MIRM 13.1

Elemen Penilaian MIRM 13.1


Ada regulasi tentang isi spesifik
dari rekam
medis pasien yang ditentukan
oleh RS untuk
kesinambungan asuhan oleh PPA.
(R)
Standar MIRM 13.1
No Elemen Penilaian R D O/S W
1 Ada regulasi tentang isi spesifik dari rekam v
medis pasien yang ditentukan oleh RS untuk
kesinambungan asuhan oleh PPA. (R)
2 Rekam Medis berisi informasi yang memadai
untuk mengidentifikasi pasien
3 Rekam Medis berisi informasi yang memadai v v
untuk mendukung Diagnosis
4 Rekam Medis berisi informasi yang memadai v v
untuk memberi justifikasi asuhan dan pengobatan
5 Rekam Medis berisi informasi yang memadai v v
untuk mendokumentasikan pemberian dan hasil
pengobatan
6 Aktifitas Manajer Pelayanan Pasien (MPP) dicatat v v v
dalam RM
Standar MIRM 13.1.1
No Elemen Penilaian R D O/S W
1 Terdapat regulasi tentang RM pasien gawat v
darurat yang memuat waktu kedatangan dan
keluar pasien, ringkasan kondisi pasien saat keluar
dari gawat darurat, dan instruksi tindak lanjut
asuhan.

2 Rekam medis pasien gawat darurat memuat waktu v v


kedatangan dan keluar dari unit pelayanan gawat
darurat.
3 Rekam medis pasien gawat darurat memuat v v
ringkasan kondisi pasien saat keluar dari unit
pelayanan gawat darurat.
4 Rekam medis pasien gawat darurat memuat v v
instruksi tindak lanjut asuhan.
Standar MIRM 13.2
No Elemen Penilaian R D O/S W
1 Terdapat regulasi yang menetapkan individu yang v
berwenang mengisi rekam medis dan memahami
cara melakukan koreksi.
2 Terdapat bukti yang mengisi RM hanya individu v v
yang mendapat otoritas untuk mengisi rekam
medis.
3 Terdapat bukti individu yang berwenang mengisi v v
rekam medis dan memahami cara melakukan
koreksi.
Standar MIRM 13.3
Setiap profesional pemberi asuhan (PPA) yang mengisi
rekam medis menulis identitas setelah pencatatan dibuat.
Maksud dan Tujuan MIRM 13.3
Terdapat proses untuk menjamin bahwa hanya profesional pemberi
asuhan (PPA) yang diberi kewenangan yang mengisi rekam medis
pasien dan bahwa setiap pengisian ditulis tanggal dan jam, serta
identifikasi profesional pemberi asuhan (PPA) berupa nama jelas dan
tandatangan/paraf.

Elemen Penilaian MIRM 13.3


1. Pada setiap pengisian rekam medis dapat diidentifikasi dengan jelas
PA yang mengisi. (D,O)
2. Tanggal dan jam pengisian rekam medis dapat diidentifikasi. (D,O)
Standar MIRM 13.4
Elemen Penilaian MIRM 13.4
1. Rumah sakit menetapkan individu atau tim yang
melakukan review rekam medis secara berkala. (R)
2. Rekam medis pasien di-review secara berkala. (D,W)
3. Review menggunakan sampel yang mewakili. (D,W)
4. Fokus review adalah pada ketepatan waktu,
keterbacaan, dan kelengkapan rekam medis. (D,W)
5. Proses review termasuk isi rekam medis harus sesuai
dengan peraturan dan perundang-undangan. (D,W)
6. Proses review termasuk rekam medis pasien yang
masih dirawat dan pasien yang sudah pulang. (D,W)
7. Hasil review dilaporkan secara berkala kepada direktur
rumah sakit. (D,W)
REVIEW MR
• Closelanjuti Medical Record Review
• Open Medical Record Review
• AKPLRM
• Temuan Review Medical Record yang ditindak
• 4 Indikator sesuai SPM
MIRM 14
Elemen Penilaian MIRM 14
1. Terdapat regulasi mengenai privasi dan
kerahasiaan informasi terkait data pasien dan
hak akses terhadap isi rekam medis berdasar
atas peraturan perundang-undangan. (R)
2. Terdapat bukti regulasi dilaksanakan. (D, W)
3. Kepatuhan pelaksanaan regulasi dimonitor.
(D,W)
ISI RINGKASAN PULANG -MIRM 15
1.riwayat kesehatan, pemeriksaan fisis, dan
pemeriksaan diagnostik
2. indikasi pasien dirawat inap, diagnosis, dan
komorbiditas lain
3. Prosedur terapi dan tindakan yang telah
dikerjakan.
4. Obat yang diberikan, termasuk obat setelah
pasien keluar rumah sakit.
5. Kondisi kesehatan pasien (status present) saat
akan pulang rumah sakit
6. Instruksi tindak lanjut, serta dijelaskan dan di TTD
oleh pasien dan keluarga
REGULASI
PANITIA/KOMITE/TIM

Komite Medik Komite Komite Etik


Keperawatan

Komite Mutu & Komite K3 KomitePPI


KP

Komite Tim Farmasi Komite PKRS


Rekam Medis danTerapi

Tim MDGs
57
REVIEW MR
• Closelanjuti Medical Record Review
• Open Medical Record Review
• AKPLRM
• Temuan Review Medical Record yang ditindak
• 4 Indikator sesuai SPM
KEWENANGAN DAN KOMPETENSI STAF -
PMIK
SDM TENAGA KESEHATAN

Structure Process Outcome

Standar

Standar Profesi

Kompetensi

Kewenangan

Djoti Atmodjo
Berkas Kepala Instalasi Rekam Medik dan
Staf Rekam Medik dilengkapi dengan:
• SK Jabatan dengan melampirkan uraian tugas
{KKS 2.3 -EP (1),(2) dan(3) danTKRS 3 –EP (1) dan(2)}

• Ijazah, STR, SIP, Sertifikat Pelatihan


{KKS 16 -EP (2)}

• Bukti verifikasi ijazah


{KKS 16 -EP (3)}

• Sertifikat Bantuan Hidup Dasar dan Hand Hygyene dan K3


{KKS 8.1-EP (3)}
a. Peningkatan kualitas SDM sbg
jaminan trhdp keselamatan pasien
b. Memberikan kejelasan terhadap
kewenangan Klinis yg bisa
dilakukan.
c. Bukti fisik pendelegasian
kewenangan sesuai kompetensi
dari pimpinan fayankes.
Tujuan d. Legalitas dan perlindungan hukum
Kredensialing
Formulir Kajian Proses Evaluasi Tenaga Kesehatan Lainnya

Nama Tanggal Ijin, Dokumen Tanggung Evaluasi Paling sedikit Anggota staf yang
atau diangkat pendidikan, memuat jawab kemampuan 1 tahun sekali memberikan layanan
kategori pengalaman salinan ditetapka melaksanak evaluasi kepada pasien dilatih
staf terdokument (copy) ijin, n di uraian tugas dilakukan dan dan mempunyai
asi; Informasi pendidika uraian dilakukan terdokumenta kompetensi
diverifikasi n, tugas saat si melakukan teknik
dari pengalam KPS.1.1 diangkat KPS.3,EP.5 resusitasi
sumbernya an KPS.3,EP.2 KPS.8.1
KPS.12 KPS.12
KESIMPULAN
Kebijakan pelayanan
Pedoman pengorganisasian
Pedoman Pelayanan
SPO

 PMK 269/2008



Setiap EP  (R), (D), (W),(O), (S)
(R) Regulasi, yang dimaksud dengan regulasi adalah dokumen pengaturan yang disusun
oleh rumah sakit yang dapat berupa kebijakan, prosedur (SPO), pedoman,
panduan, peraturan Direktur rumah sakit, keputusan Direktur rumah sakit dan atau
program.
(D) Dokumen, yang dimaksud dengan dokumen adalah bukti proses kegiatan atau
pelayanan yang dapat berbentuk berkas rekam medis, laporan dan atau notulen
rapat dan atau hasil audit dan atau ijazah dan bukti dokumen pelaksanaan kegiatan
lainnya.
(O) Observasi, yang dimaksud dengan observasi adalah bukti kegiatan yang didapatkan
berdasarkan hasil penglihatan/observasi yang dilakukan oleh surveior.
(S) Simulasi, yang dimaksud dengan simulasi adalah peragaaan kegiatan yang dilakukan
oleh staf rumah sakit yang diminta oleh surveior.
(W) Wawancara, yang dimaksud dengan wawancara adalah kegiatan tanya jawab yang
dilakukan oleh surveior yang ditujukan kepada pemilik/representasi pemilik,
direktur rumah sakit, pimpinan rumah sakit, profesional pemberi asuhan (PPA), staf
klinis, staf non klinis, pasien, keluarga, tenaga kontrak dan lain-lain.
RINGKASAN MIRM > STD 1 - 7
Standard EP PERPU Regulasi Dokumen Obs/
Wawancara
1 1 √ √ √ √
1.1. √ √ √
2 2.1
2.2 √ √ √
2.3 √ √
3 3.1 - 2 √ √
4 4.1 – 2 √ √
5 5.1 - 4 √ √
6 6.1 - 4 √ √
7 7. 1 - 4 √ √
RINGKASAN MIRM > STD 8-12
Standard EP PERPU Regulasi Dokumen Obs/Wawancara
8 8.1 √ √
8.2 √ √ √
8.3 √ √
9 9.1 √
9.2-4 √ √
10 10.1 √
10.2-3 √ √
11 11.1 √
11.2-4 √ √
12 12.1 √
12.2 √ √
RINGKASAN MIRM > STD 13-15
Standard EP PERPU Regulasi Dokumen Obs/Wawancara
13 13. √
13.1 1/5 √ √
13.1.1 √
13.1.1 2-4 √ √
13.2 √
13.2 2-3 √ √
13.3 1-2 √ √
13.4 1 √
13.4 2-7 √ √
14 14. 1 √
14. 2-3 √ √
15 15 1-6 √ √
Standar terkait dengan MIRM
ARK
2/7
TKRS HPK

PMKP AP
6 1,2
MIRM

MFK PAP
10 2,3

MKE PAB
5 7.1
http://goo.gl/nKdB3c

http://www.kars.or.id