Anda di halaman 1dari 51

Seorang Bayi Perempuan dengan Meteorismus dan Ileus

Obtruktif

Disusun oleh :
Mahmudin Ardian Ashadi-30101206663
Pembimbing Klinik :
dr. Saiful Mujab, Sp. A
KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK
RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK
FK UNISSULA SEMARANG
Identitas Penderita
○Identitas Penderita
▸Nama : By. Ny. MA
▸Umur : 21 hari
▸Jenis Kelamin : Perempuan
▸Agama : Islam
▸Alamat : Demak

▸Bangsal : Dahlia
▸No. CM : KLG0066XXXX
▸Masuk RS : 16 April 2018
▸Jam : 21.40 WIB
▸Pulang RS :-
Identitas Orang Tua
▸Nama Ayah : Tn. MB
▸Umur : 38 tahun
▸Agama : Islam
▸Pekerjaan : Petani S
▸Pendidikan : SLTA/Sederajat

▸Nama Ibu : Ny. MA


▸Umur : 35 tahun
▸Agama : Islam
▸Pekerjaan : Ibu rumah tangga
▸Pendidikan: SLTA/Sederajat
Alloanamnesis dengan ibu penderita dilakukan
pada tanggal 16 April 2018 pukul 08.00 WIB di
ruang Perinatologi No.10 dan didukung dengan
catatan medis no KLG00066XXX.
Keluhan utama : Perut Kembung
Keluhan tambahan : Muntah
Riwayat Penyakit Sekarang :

▸Seorang bayi perempuan lahir dari ibu


P4A0 usia 30 tahun, usia kehamilan 40
minggu lahir spontan di bidan pada
tanggal 25 Maret 2018 jam 23.30. APGAR
score 8-9-10, berat badan lahir 2900
gram, panjang badan 50 cm, lingkar
kepala 33 cm, dan lingkar dada 32 cm,
plasenta lahir lengkap, tidak ada lilitan tali
pusat.
RIWAYAT PASIEN SEKARANG

▸Pasien mengeluh perut membesar sejak


2 hari sebelum masuk RS membesar
pada seluruh lapang perut secara
perlahan, terus menerus, nyeri saat di
tekan, sampai sekarang belum pernah
berobat. Ibu pasien mengaku pernah
memijatkan pasien ke dukun pijat
sebelum nya, BAB terakhir 10 jam SMRS
dan kentut terakhir 11 jam SMRS.
LANJUTAN RPS

▸Pasien juga mengeluh muntah 4x sehari


muntah berwarna hijau dan ber ampas,
pasien juga mengeluh mual, Pasien
hanya mengkonsumsi ASI saja.
▸Pasien tidak mengeluh demam, kejang (-
), batuk (-) pilek (-)
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat penyakit kelainan bawaan, trauma saat hamil,
hipertensi disangkal.

Riwayat Sosial Ekonomi


 Ibu merupakan pasien BPJS PBI. Pasien
merupakan pasienBPJS PBI.
Kesan ekonomi menengah ke bawah.
Riwayat Pemeliharaan Prenatal

Ibu memeriksakan kandungannya secara teratur sejak usia


kehamilan 5 minggu. Mulai usia kehamilan 5 minggu
hingga mendekati persalinan, pemeriksaan dilakukan 10
kali di bidan. Pemeriksaan USG tidak pernah dilakukan.
Selama kehamilan berat badan ibu bertambah sebanyak 3
kg/bulan. Ibu makan dengan nasi, lauk dan pauk cukup,
serta minum 1500 ml air/hari.
Riwayat anemia saat kehamilan disangkal. Riwayat
perdarahan selama kehamilan disangkal. Riwayat pre-
eklamsia selama kehamilan disangkal. Riwayat ketuban
pecah dini disangkal.

Kesan : riwayat pemeliharaan prenatal kurang baik


Riwayat Pemeliharaan Postnatal :

Pemeliharaan postnatal dilakukan di rumah dan


mengkonsumsi ASI saja, Imunisasi Hb0 sudah di lakukan
di bidan

Kesan : riwayat pemeliharaan postnatal baik


Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan Anak :

Pertumbuhan
Pertumbuhan
Pasien sering dibawa kontrol ke posyandu untuk
mengisi KMS.
Usia : 21 hari
BB Sekarang : 3950 gr
TB Sekarang : 55 cm
Lingkar Kepala : 35 cm
Lingkar Dada : 35 cm

Kesan  Status Gizi baik


Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan Anak :

Usia 6 tahun :
Personal Sosial :
Tersenyum Spontan (-)
Menatap Pemeriksa (-)
Membalas Senyum (-)
Motorik Halus :
Mengikuti Garis Tengah (-)
Bahasa :
Mengikuti Suara bel (+)
Bersuara (-)
Motorik Kasar : Gerakan seimbang (-)

Kesan : perkembangan baik sesuai


umur
Riwayat Imunisasi :

Hepatitis B : 1x, umur 0 bulan


Kesan : Imunisasi dasar belum lengkap, hanya
berdasarkan aloanamnesa dengan ibu pasien. Ibu sadar
imunisasi
▸ Pemeriksaan fisik dilakukan dilakukan pada
tanggal 1 Mei 2018 pukul 08.00 WIB di ruang Dahlia
No. 23.
▸ Anak Perempuan usia 6 tahun
▸ BB 15 kg, TB 108 cm.

▸Keadaan Umum, kesadaran: Lemas, Rewel, CM

▸Tanda vital
○Nadi : 120 x/menit, reguler, isi dan
tegangan cukup.
○Laju nafas : 37 x/ menit reguler, kedalaman
cukup
○Suhu : 36, 6 °C ( aksila )
Status Generalis
bentuk normal,
Mesocephale, rambut
sekret (+/+),
hitam dan tidak mudah
nafas cuping
dicabut.
hidung (-),
epistaksis (-/-)

Pupil bulat, isokor, refleks


cahaya (+/+), diameter pupil
(3mm/3mm) konjungtiva sianosis (-),
anemis (-/-), sklera ikterik (-/- pendarahan gusi (-),
), cekung (-/-), air mata (+/+). kering (+), mukosa
Perdarahan subkonjunctiva (- hiperemis (-), tonsil T1-
/-) T2, faring hiperemis (-
), eksudat (-), kripte
melebar(-), granular (-
). Stomatitis (-)
bentuk normal, serumen
(-/-), discharge (-/-)
sianosis (-), pendarahan gusi (-),
kering (-), mukosa hiperemis (-),
tonsil T1-T2, faring hiperemis (-),
eksudat (-), kripte melebar(-),
granular (-). Stomatitis (+)

simetris, pembesaran
kelenjar limfe (-), kaku
kuduk (-)
Palpasi :
Inspeksi : ictus cordis teraba di
ICS V, 2 cm medial
pulsasi ictus
linea mid clavicula
cordis tak
sinistra, tidak
tampak
melebar, tidak kuat
angkat

Auskultasi :
Perkusi :
BJ I-II normal, murmur (-),
redup
gallop (-), bising (-)
Pulmo

Inspeksi:
Hemithoraks dextra et sinistra Palpasi:
simetris dalam keadaan statis
stem fremitus dextra
maupun dinamis, retraksi
= sinistra
suprasternal, intercostal dan
epigastrial (-). Ruam merah (-)

Auskultasi:
Perkusi: suara dasar : vesikuler (+/+)
sonor (+) Suara tambahan: RBHN (-/-),
wheezing (-/-)
Abdomen

Inspeksi
:Cembung, Auskultasi :
distensi, Bising usus
simetris, lingkar (+) normal
perut 36 cm

Palpasi :
Perkusi : Supel, turgor kembali cepat,
Hipertimpani massa (-), hepar dan
lien tidak teraba, nyeri
tekan (+)
\

Ekstremitas

Superior Inferior

Refleks Fisiologis +/+ +/+

Refleks Patologis -/- -/-

Capillary refill time < 2”/ < 2” < 2”/ < 2”

Akral dingin -/- -/-


Problem aktif Problem pasif
• Distensi Abdomen • Tidak bisa BAB
• Vomitus 4x
DIAGNOSIS BANDING
1. Meteorismus
2. Ileus Obstruktif
3. Ileus Paralitik
DIAGNOSIS KERJA

Diagnosis utama : Meteorismus


Diagnosis komorbid : Ileus Obstruktif
Diagnosis komplikasi :-
Diagnosis sosial ekonomi : Cukup
Diagnosis Imunisasi : Imunisasi belum lengkap
Diagnosis Pertumbuhan : Pertumbuhan baik sesuai
usia
Diagnosis Perkembangan : Perkembangan baik sesuai
usia
TERAPI
O2 Nasal Cannul 2 lpm
Inf. D5 ¼ NS 20 tpm mikro
Inj. Cefotaxim 2x150 mg iv
OGT terbuka (-)
Initial Plan

Ip. Dx : Ip. Tx :
a. Subyektif : - Medikamentosa
b. Obyektif : Colon In ▸O2 Nasal Cannul 2 lpm
Loop ▸Inf. D5 ¼ NS 20 tpm mikro
▸Inj. Cefotaxim 2x150 mg iv
Non medikamentosa
▸OGT terbuka (-)
Initial Plan

Ip. Ex :
Ip. Mx :
○Jangan pernah pijat bagian
○Awasi KU dan tanda vital
perut
▸RR, HR, Retraksi, Nafas
○Pastikan minum tetap masuk
cuping, Ronkhi
▸Ukur Lingkar Perut
PROGNOSIS

Quo ad vitam
• Dubia ad bonam

Quo ad sanationam
• Ad bonam

Quo ad fungtionam
• Ad bonam

▸TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI

leus obstruktif adalah suatu penyumbatan


mekanis pada usus dimana merupakan
penyumbatan yang sama sekali menutup
atau menganggu jalannya isi usus.
ETIOLOGI

▸Adhesi
▸Herniasi
▸Volvulus
▸Karsinoma
Klasifikasi Ileus Obstruktif

▸. Lesi-lesi intraluminal, misalnya fekalit,


benda asing, bezoar, batu empedu.
▸b. Lesi-lesi intramural, misalnya
malignansi atau inflamasi.
▸c. Lesi-lesi ekstramural, misalnya
adhesi, hernia, volvulus atau intususepsi.
Klasifikasi

▸Ileus obstruktif sederhana, dimana obstruksi tidak


disertai dengan terjepitnya pembuluh darah.
▸2. Ileus obstruktif strangulasi, dimana obstruksi
yang disertai adanya penjepitan pembuluh darah
sehingga terjadi iskemia yang akan berakhir dengan
nekrosis ataugangren yang ditandai dengan gejala
umum berat yang disebabkan oleh toksindari
jaringan gangren.
▸3. Ileus obstruktif jenis gelung tertutup, dimana
terjadi bila jalan masuk dankeluar suatu gelung usu
tersumbat, dimana paling sedikit terdapat dua
tempatobstruksi.
Patofisiologi

▸Ileus obstruksi disebabkan oleh stasis kandungan


lumen usus yang akan menyebabkan perubahan
local dan sistemik pada keadaan obstruksi.
▸Distensi berat pada dinding usus akan mengurangi
pengaliran air dan natrium dari lumen usus ke
darah. Sekitar 8 liter cairan disekresi ke dalam
saluran cerna setiap hari, sehingga tidak adanya
absorpsi dapat mengakibatkan penimbunan
intralumen dengan cepat. Muntah merupakan
sumber kehilangan utama cairan dan elektrolit
▸. Pengaruh kehilangan ini adalah
pengerutan ruang cairanekstrasel yang
mengakibatkan syok hipovolemik
GEJALA DAN TANDA
▸Terdapat 4 tanda kardinal gejala ileus obstruktif
(Winslet, 2002; Sabiston,1995)

▸1. Nyeri abdomen
▸2. Muntah
▸3. Distensi
▸4. Kegagalan buang air besar atau gas (konstipasi)

▸Gejala ileus obstruktif tersebut bervariasi
tergantung kepada (Winslet,2002;Sabiston, 1995):
▸1. Lokasi obstruksi
▸2. Lamanya obstruksi
▸3. Penyebabnya
▸4. Ada atau tidaknya iskemia usus
Pemeriksaan Penunjang
▸Laboratorium mempunyai nilai terbatas pada
obstruksi mekanik. Parameter hematologi seperti
adanya leukositosis, atau tes laboratorium lainnya
digunakan untuk melihat adanya komplikasi.
Peningkatan amilase serum kadang-kadang
ditemukan padasemua bentuk ileus obstruktif,
khususnya jenis strangulasi. Hitung sel darah dan
hitung jenis, elektrolit,
kreatinin, urinalisis harus diperiksa untuk menentuka
n adanya gangguan cairan dan elektrolit serta
menyingkirkan adanya sepsis.

PENATALAKSAAN

Dekompresi sangat penting dilakukan pada pasien


dengan ileus paralitik dan ileusobstruksi.
Pemasangan NGT memperbaiki distensi abdomen.
Pemasangan tube yang lebih panjang ke intestinal
dengan bantuan endoskopi dan fluoroskopi akan
lebih baik .Dengan pemasangan NGT atau tube ke
intestinal, akan mengurangi distensi, nausea, vomit
serta dapat menurunkan bahaya komplikasi seperti
regurgitasi dan aspirasi.
▸Dekompresi usus perendoskopi. NGT,
puasa, dan perubahan posisi pasien
secara regular sangat diperlukan. Setelah
24 jam, keadaan klinis dinilai kembali
dandibuat keputusan apakah diperlukan
intervensi bedah.
OPERATIF

▸Tindakan bedah dilakukan bila:


▸1. Strangulasi
▸2. Obstruksi lengkap
▸3. Hernia inkarserata
▸4. Tidak ada perbaikan dengan
pengobatan konservatif
(denganpemasangan NGT, infus, oksigen
dan kateter)
▸Jika pasien yang diterapi secara non-
operatif mengalami obstruksi intervensi
bedah diperlukan.
▸Tanda dan gejala obstruksi adalah
demam,takikardi, leukositosis, nyeri tekan
terlokalisir, nyeri abdomen yang menetap
danperitonitis.