Anda di halaman 1dari 44

PRESENTASI KASUS

Pembimbing: dr. Luse, Sp.PD

Disusun Oleh:
Ryan Wijaya Kusuma (2013-061-003)
Jade Irene (2013-061-005)
Priska Valinia (2014-061-184)
Identitas Pasien
Nama : Tn.LSM
Usia : 64 Tahun
Jenis Kelamin : Pria
Alamat : Teluk Gong
Pekerjaan : Pensiun
Agama : Buddha
Suku Bangsa : Tiong Hoa
Tanggal Masuk : 27 Agustus 2015
Tanggal Pemeriksaan : 28 Agustus 2015
Anamnesis
Secara auto dan alloanamnesis
 Keluhan Utama : Sesak napas sejak 2 hari SMRS

 Keluhan Tambahan : Bengkak di kedua kaki sejak 1

hari SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang

Sesak 2 hari SMRS


Bengkak pada kedua
•Saat beraktivitas (jalan ke kaki sejak 1 minggu
kamar mandi)
•Berkurang saat isitrahat
SMRS
•Saat tidur dan sering • Bertambah saat berdiri
terbangun • Berkurang saat berbaring
•Membaik jika tidur dengan 5
bantal ditumpuk

Tidak disertai nyeri dada


Riwayat Penyakit Dahulu

 Riwayat dirawat di RSAJ (Juni & Juli 2015) dengan


keluhan serupa ⇒ membaik
 Dilanjutkan Rawat Jalan di Poli Jantung dengan:
 Captopril 2x12.5 mg
 Spironolaktone 1x100 mg
 Furosemide 1x40 mg
 Tromboaspilet 1x1 tab
 Omeprazole 1x20 mg
Riwayat Penyakit Dahulu

 Pasien pernah diecho pada Juni 2015


 Fungsi jantung 21%
 Riwayat darah tinggi disangkal
 Riwayat kencing manis disangkal

 Riwayat penyakit serupa di keluarga


disangkal
Riwayat kebiasaan

Riwayat merokok sejak 17 tahun (selama


40 tahun) sebanyak 20 batang/hari.
Pemeriksaan Fisik
 Keadaan umum :Tampak sakit sedang
 Kesadaran :Compos Mentis
 TTV
 TD = 100/70 mmHg
 HR = 96x/menit, kuat dan teratur
 RR = 32x/menit, dalam dan reguler
 Suhu = 36.8C
 SaO2 = 97% (via nasal canule 4 lpm)
 Status gizi:
 BB = 65 kg
 TB = 170 cm

 BMI = 20.8 kg/m2 (Normal)

 Kepala :Normocephali
 Mata : Konjungtiva anemis -/-; Sklera ikterik -/-; Pupil
isokor 3mm/3mm; Refleks Cahaya +/+
 Hidung : Nasal flaring (-)
 Mulut : Mukosa mulut lembab
 Leher : JVP meningkat 5+4 cmHg
 Paru Anterior:
 I = Gerakan nafas simetris, pola pernafasan
torakoabdominal, retraksi costae (-) deformitas (-)
 P = Pergerakan dinding dada simeteris, fermitus
taktil ka = ki, menurun pada basal paru bilateral
 P = Peka pada basal paru bilateral, BPH di ICS VI
dextra dengan peranjakan I interkostal
 A = Suara napas vesikuler ↓/↓, rhonki +/+, vokal
fremitus menurun di basal paru bilateral, wheezing
-/-
 Paru Posterior:
 I = Gerakan nafas simetris, retraksi costae (-)

 P = Pergerakan dinding dada simetris, fremitus


taktil ka = kiri, menurun pada basal paru bilateral
 P = Pekak pada basal paru bilateral

 A = Suara napas vesikuler ↓/↓, rhonki +/+, vokal


fremitus menurun di basal paru bilateral, wheezing
-/-, friction rub +/+
 Jantung
I = Iktus cordis tidak terlihat
 P= Iktus cordis teraba di ICS VI linea axillaris
anterior sinistra
 P= Batas atas ICS III midklavikularis sinistra
Batas kiri ICS V linea axillaris anterior sinistra
Batas kanan ICS V parasternal dextra
 A= Bunyi jantung I & II reguler, gallop (-), murmur
(+) sistolik tricuspid
 Abdomen :
I = Datar
 P = Supel, NT (-), hepar dan lien tidak teraba

 P = Timpani

 A = BU (+) 5-6 x/menit

 Punggung : Tulang bekang di tengah, nyeri ketok


CV -/-
 Ekstrimitas : Akral hangat, CRT <2 detik, edema -/-
/+/+ (pitting)
Pemeriksaan Penunjang
 Hematologi
 Hb = 15.5 g/dL
 Ht = 45%

 Leukosit =12.500 /mcl

 Trombosit = 238.000 / mcl

 GDS : 93 mg/dL
 Rongent Thorax

Kardiomegali dengan edema paru dan efusi pleura


bilateral
EKG

Sinus tachycardia dengan hipertrofi ventrikel kiri


Resume
Pria 64 tahun datang dengan dyspena d’effort dan
PND, edema ekstremitas bawah bilateral. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan takipnea, efusi pleura
bilateral, kardiomegali, murmur sistolik di trikuspid,
pitting edema di ekstremitas bawah bilateral.
PP ditemukan
 Leukositosis

 RO thorax : Cardimegali dengan edema paru dan

efusi pleura bilateral


 EKG: Sinus tachycardia dengan hipertrofi ventrikel
kiri
Diagnosa

 Laki-laki, 64 tahun dengan:


 CHF NYHA fc. III

 Tricuspid regurgitasi

 Efusi pleura bilateral


Saran Pemeriksaan

 Check elektrolit
 EKG ulang
Tatalaksana

 O2 4 lpm via nasal canule


 Diet rendah garam 1800 Kkal
 Furosemid drip 2.5 mg/jam IV
 Captopril 3 x 6.25 mg PO
CONGESTIVE HEART FAILURE
(CHF)
Heart Failure Incidensi dan Prevalensi

 Prevalence
Worldwide – 22 juta

 Incidence
Worldwide – 2 juta kasus baru per tahun

 10 dari setiap 1,000 people diatas 65 tahun di


amerika
(American Heart association - 2002)
CHF ?
 Jantung tidak bekerja secara efisien

 Jantung tidak dapat memompa cukup darah per


denyut
 Organ tubuh tidak mendapat cukup O2

 Akibat dari kelainan struktural atau fungsional


yang mengganggu kemampuan ventrikel untuk
mengeluarkan darah (sistolik Heart Failure) atau
untuk mengisi darah (diastolik Heart Failure).
Penyebab
 Coronary Artery Disease
 Tekanan darah tinggi
 Kelainan katub jantung
 Cardiomyopathy
 Kelainan Paru
 Diabetes
 Infeksi
 Alcoholism
 Toxic/Obat-obatan
Manifestasi Fisik
 ==
 Akumulasi cairan berlebihan:
 Dyspnea

 Edema

 Hepatic congestion
 Ascites

 Orthopnea, Paroxysmal Nocturnal Dyspnea (PND)


 Penurunan output jantung:
 Rasa lelah dan lemas
Diagnosa
JVP
Rogent Thorax
 Cardiomegaly
 Cephalization of the pulmonary vessels
 Kerley B-lines
 Pleural effusions
New York Heart Association Functional
Classification
Manifestasi awal gagal jantung

 Peningkatan BB
 Lemas
 Hilangnya nafsu makan
 Kembung
Terapi
Deuretik
 Furosemide, buteminide
 Diberikan untuk kontrol cairan
ACE inhibitor
Terapi diberikan dari dosis rendah:
 Enalapril – 2.5 mg po
 Captopril – 6.25 mg po
 Lisinopril – 5 mg po
Beta Blocker
 Carvedilol, metoprolol, bisoprolol dapat diberikan pada
pasien NYHA class II – III HF, dan IV.
 Contraindikasi:
 HR <60 bpm
 Symptomatic bradycardia
 peripheral hypoperfusion
 COPD, asthma
EFUSI PLEURA
Efusi pleura

Peningkatan cairan yang berlebihan diantara


kedua lapisan pleura

Etiologi:
 Pembentukan cairan pleura > penyerapan cairan
pleura
 Tersering: CHF, pneumonia, keganasan, emboli paru

 Bilateral dan right-sided


Efusi pleura pada CHF

Gagal jantung kiri Cairan dari p. Viseral


terakumulasi

Tekanan vena pulmonal   Tekanan vena sistemik

Alveolus edema  Filtrasi cairan dari


kapiler p. parietal

 Tekanan interstitial di
subpleural  Aliran limfatik
dari ruang pleura