Anda di halaman 1dari 25

HIDRONEFROSIS GRADE III SINISTRA E.C. NEFROLITHIASIS Oleh : M.

Muharrary Akbar
SINISTRA Pembimbing : dr. Ali Hanafiah
Sp.B,
PENDAHULUAN

Terbentuknya batu saluran kemih


Penyakit batu saluran kemih Salah satu dari tiga diduga ada hubungannya dengan
sudah dikenal sejak jaman penyakit terbanyak di gangguan aliran urine, gangguan
Babilonia dan zaman Mesir metabolik, infeksi saluran kemih,
kuno  ditemukan batu bidang urologi disamping dehidrasi dan keadaan keadaan
pada kandung kemih mumi ISK dan BPH lain yang masih belum terungkap
(idiopatik).
Nama : Wagimin
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal Lahir/ Umur : 12 Oktober 1962/ 55 tahun
Pekerjaan : Buruh

Kisaran 1 bulan lalu


Kisaran 3 hari SMRS pasien
mengeluh disertai nyeri pada
pinggang kiri semakin intens,
Kisaran 6 bulan lalu hilang timbul, nyeri tidak
pasien mengeluh nyeri dipengaruhi perubahan posisi,
pinggang kiri lebih sering, nyeri tidak hilang saat istirahat. Sulit
dirasakan hilang timbul, tidak BAK (+), BAK sedikit (-), BAK
dipengaruhi oleh perubahan keluar batu (-), nyeri setelah
posisi, tidak hilang dengan BAK (-), BAK berdarah (-), BAK
Kisaran ± 6 bulan lalu, tidak puas (-), BAK menetes (-),
penderita mengeluh nyeri istirahat. Nyeri menjalar ke
perut sebelah kanan. Keluhan BAK sering (-), sulit menahan
pinggang kiri, nyeri dirasakan BAK (-), penurunan nafsu makan
hilang timbul, mual (-) muntah (- lainnya yaitu pasien mengeluh
BAK sedikit-sedikit dan sering (- (+), mual muntah (-), penurunan
Keluhan Utama: ). Keluhan lainnya yaitu BAK
), nyeri saat BAK (-), nyeri berat badan (-). Pasien
sedikit-sedikit dan sering (-), kemudian berobat ke IGD RSUD
Nyeri pinggang kiri nyeri saat BAK (-), nyeri setelah setelah BAK (), BAK menetes (-),
BAK sering (-), sulit menahan Dr. H.M. Rabain Muara Enim.
BAK (-), BAK kemerahan (-), BAK
Keluhan Tambahan: keluar batu (-) Demam (-), BAK (-). Pasien berobat ke
menggigil (-) dan gelisah (-), dokter, diberi obat namun lupa Kisaran 3 hari lalu
Sulit BAK BAB normal. Pasien masih dapat nama obatnya.
beraktivitas dan tidak berobat..
PEMERIKSAAN FISIK
(ST. GENERALIS)
KU : Sakit sedang
Sensorium : CM
Tekanan darah : 110/70
Nadi : 84 x/m
Laju pernafasan: 20 x/m
SpO2 : 97%
Temperatur : 36,70C
PEMERIKSAAN FISIK
(ST. UROLOGI)
Regio CVA Dextra Sinistra
Inspeksi Bulging (-) Bulging (-)
Palpasi Ballotement (-) Ballotement (+)
Perkusi Nyeri ketok CVA (-) Nyeri ketok CVA (+)
LABORATORIUM BNO
Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal
Hematologi Lengkap
Leukosit 20.75* ribu/µl 3.8 – 10.6
Hitung Jenis
B/E/N/L/M 0.1/2.4/74.7*/17.4*/5.4 %
Ginjal
Ureum 23 mg/dL 13 – 43
Kreatinin 0.9 mg/dL <1.2
Asam urat 5.3 mg/dL <7
Urinalisis
Kejernihan Keruh Jernih
Sedimen urin
Leukosit <4 / LPB <5
Eritrosit <4/ LPB <2
Epitel Positif (skuamosa) Positif
Silinder negatif Negatif
Kristal negatif Negatif
Bakteri negatif Negatif
IVP
5 MENIT 15 MENIT
IVP
30 MENIT POST MICTIO
USG ABDOMEN
CONT’

Diagnosis Kerja Penatalaksanaan

• Hidronefrosis sinistra grade III • Oksigen via nasal canule 15


e.c nefrolitiasis sinistra. lpm
• IVFD gtt xx/m
• Prognosis • Inj. Antibiotik i.v.
• Vitam : bonam • Inj. Analgesik i.v.
• Fungsional : dubia ad • Kultur urine dan darah
malam • Diet NB
• Pro nefroliotomi sinistra
ANATOMI GINJAL
BATU SALURAN KEMIH
ETIOLOGI
Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran
urin, gangguan metabolic, infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan keadaan-keadaan lain
yang belum diketahui (idiopatik).
BATU SALURAN KEMIH
FAKTOR FAKTOR PENCETUS
1.INSTRINSIK
Herediter (keturunan) : penyakit ini diduga diturunkan dari orang tua
Umur : paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun
Jenis Kelamin : jumlah pasien laki-laki:perempuan 3:1
BATU SALURAN KEMIH
FAKTOR PENCETUS
2. EKSTRINSIK
Asupan air : kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium
pada air yang dikonsumsi, dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih
Diet : diet tinggi purin, oksalat,dan kalsium mempermudah
terjadinya penyakit batu saluran kemih
Pekerjaan : sering dijumpai pada orang dengan pekerjaan yang
banyak duduk atau kurang aktifitas atau sedentary life.
TEORI PEMBENTUKAN BATU SALURAN KEMIH
KLASIFIKASI BATU SALURAN KEMIH
1. Kalsium
2. Asam Urat
3. Struvit (Magnesium-Ammonium-Phosphate)
4. Sistin
GAMBARAN KLINIS
1.NYERI PINGGANG (JIKA BATU TERDAPAT DI GINJAL ATAU UERETER BAGIAN
PROKSIMAL)
2.NYERI KETIKA MIKSI
3.HEMATURIA
4.SULIT MIKSI
DIAGNOSIS
ANAMNESIS
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PENUNJANG
FOTO POLOS ABDOMEN
USG
BNO IVP
PENATALAKSANAAN
MEDIKA MENTOSA
ESWL
ENDOEUROLOGI
BEDAH LAPAROSKOPI
BEDAH TERBUKA
PENCEGAHAN
JENIS BATU FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA BATU JENIS OBAT/TINDAKAN MEKANISME KERJA OBAT

Kalsium Hiperkalsiuri absorbtif Natrium selulosa fosfat Mengikat Ca dalam usus 


Thiazide absorbsi
Orthofosfat reabsorbsi Ca di tubulus
sintesa vitamin D
urin inhibitor
Hiperkalsiuri renal Thiazide reabsorbsi Ca di tubulus

Hiperkalsiuri resorptif Paratiroidektomi resorpsi Ca dari tulang

Hipositraturi Potasium sitrat pH sitrat Ca urin

Hipomagnesiuri Magnesium sitrat Mg urin


Hiperurikosuri Allopurinol urat
Potasium alkalali pH
Hipemoksaluria Allopurinol urat
Pyridoxin
Kalsium Suplemen
MAP Infeksi Antibiotika Eradikasi infeksi
AHA (amino hydroxamic acid) Urease inhibitor
Urat Dehidrasi Hidrasi cukup pH
(pH urin ) Potasium Alkali (Nat Bik) urat
UROSEPSIS
Sepsis yang disebabkan oleh mikrobakteria yang berasal dari saluran urogenitalia.
Diagnosis  bakteri pada kultur darah sama dengan bakteri pada kultur urine
Keadaan Kriteria
SIRS Terdapat paling sedikit dua dari beberapa kriteria dibawah ini :
 Suhu tubuh >380 C atau <360C
 Denyut nadi >90
 Frekuensi nafas >20 atau PaCO2 <32
 Leukosit darah >12000 atau <4000 atau >10% bentuk leukosit muda.

Sepsis SIRS dengan tanda – tanda infeksi


Sepsis Berat Sepsis serta dengan hipotensi (sistole <90 mmHg), atau terdapat disfungsi organ, atau hipoperfusi (terdapatnya salah satu dari
keadaan ini: hipoksemi, peningkatan asam laktat, atau oliguri)

Syok Septik Sepsis disertai dengan hipotensi dan hipoperfusi.


ANALISIS KASUS

Laki-laki, 55 tahun
mengeluh nyeri Pasien juga mengeluh Dibuktikan dengan
pinggang kiri, hilang Dibuktikan dengan mual, muntah,dan pemeriksaan fisik:,
BNO-IVP, USG, dan
timbul, menjalar ke
pemeriksaan sedimen anorexia  uremia ballotement (+), nyeri
perut depan  urine akibat telah terjadinya ketok CVA (+), BNO-
obstruksi traktus
urinarius (batu) hidronefrosis IVP dan USG
ANALISIS KASUS

Terjadi stasis urine Oksigen 15 lpm


 koloni bakteri Dibuktikan IVFD RL gtt XX/m
hidronefrosis sinistra
meningkat  dengan leukosit e.c. Nefrolitiasis
Inj. Antibiotik
bakteremia  20.075 sinistra Inj analgesik
menuju urosepsis Kultur urine dan darah
Pro nefroliotomi sinistra