Anda di halaman 1dari 45

Transaksi Bidang Dana Syariah

Kelas X Semester Genap

1
2
2
Jasa Perbankan

Wakalah • LC, Transfer, Inkaso &


Kliring
Kafalah • Bank Garansi

Hiwalah • Anjak Piutang

Rahn • Gadai

Qard • Dana Talangan

Sharf • Jual beli Valas


3
• WAKALAH
Adalah Akad pemberian kuasa dari pemberi
kuasa (muwakil) Kepada penerima kuasa
(wakil) untuk melaksanakan suatu kegiatan
(taukil) atas nama pemberi kuasa

4
Skema al-Wakalah
Nasabah
Muwakil KONTRAK + FEE

• Transfer
• Kliring
• Collection BANK
• L/C
•Dll WAKIL

TAUKIL

5
RUKUN WAKALAH
1. Ada yang mewakilkan (Muwakil)
2. Wakil
3. Ada sesuatu yang diwakilkan (Taukil)
4. Shigat

6
Dasar Hukum
1. Al-Qur’an
a. QS Al-Kahfi (18:19).
Demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara
mereka sendiri. berkatalah salah seorang di antara mereka: sudah berapa
lamakah kamu berada (disini?)”. mereka menjawab: “Kita berada (disini) sehari
atau setengah hari”. berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui
berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara
kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah
Dia Lihat manakah makanan yang lebih baik, Maka hendaklah ia membawa
makanan itu untukmu, dan hendaklah ia Berlaku lemah-lembut dan janganlah
sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.
b. QS Al-Baqarah (2:283).
Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang
kamu tidak memperoleh seorang penulis, Maka hendaklah ada barang
tanggungan yang dipegang[1] (oleh yang berpiutang). akan tetapi jika sebagian
kamu mempercayai sebagian yang lain, Maka hendaklah yang dipercayai itu
menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah
Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) Menyembunyikan persaksian. dan
Barang siapa yang menyembunyikannya, Maka Sesungguhnya ia adalah orang
yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
7
2. Al-Hadits:
Banyak hadits yang dapat dijadikan landasan keabsahanWakalah,
diantaranya:
a. “Bahwasanya Rasulullah mewakilkan kepada Abu Rafi’ dan seorang
Anshar untuk mewakilkannya mengawini Maimunah binti Al Harits”. HR.
Malik dalam al-Muwaththa’)
b. “Perdamaian dapat dilakukan di antara kaum muslimin kecuali
perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang
haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali
syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang
haram.” (HR Tirmidzi dari ‘Amr bin ‘Auf)

8
Aplikasi wakalah
1. Transfer uang
2. LC ( Leter of Credit)
3. Inkaso
4. Kliring

9
Berakhirnya akad wakalah
1. Bila salah satu pihak yang berakad Wakalah itu gila.
2. Bila maksud yang terkandung dalam akad Wakalah sudah
selesai pelaksanaannya atau dihentikan.
3. Diputuskannya Wakalah tersebut oleh salah satu pihak yang
berWakalah baik pihak pemberi kuasa ataupun pihak yang
menerima kuasa.
4. Hilangnya kekuasaan atau hak pemberi kuasa atau sesuatu
obyek yang dikuasakan.
5. Salah seorang dari yang berakad meninggal

10
Hikmah Wakalah
1. Mengajarkan prinsip tolong menolong antara satu
dengan yang lainnya untuk tujuan kebaikan bukan
untuk kejahatan/kemaksiatan.
2. Mengajarkan kepada manusia untuk merenungi
bahwa hidup ini tidak sempurna dalam memenuhi
kebutuhannya, tidak semua pekerjaan dapat
dilakukan sendiri.
3. Memberikan kesempatan bagi orang lain untuk
melakukan sesuatu sehingga mengurangi
pengangguran.
11
• KAFALAH
Adalah Akad pemberian jaminan (makful
alaih) yang diberikan satu pihak kepada pihak
lain dimana pemberi jaminan (kafiil)
bertanggung jawab atas pembayaran kembali
suatu hutang yang menjadi hak penerima
jaminan.
Skema al-Kafalah

PENANGGUNG DITANGGUNG
TERTANGGUNG
(Jasa/Objek)
BANK NASABAH
JAMINAN KEWAJIBAN

12
Landasan Syariah
1. Al-Qur’an
• “Penyeru-penyeru itu berseru,”Kami kehilangan piala Raja,
barangsiapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh
makanan (seberat) beban unta dan aku menjamin terhadapnya.”
(Q.S. Yusuf : 72).
2. Al-Hadits
“Telah dihadapkan kepada Rasulullah saw… (mayat seorang laki-
laki untuk dishalatkan). Rasulullah saw bertanya,”Apakah ia
mempunyai warisan?” Para sahabat menjawab,”Tidak.” Rasulullah
bertanya lagi,”Apakah ia mempunyai hutang?” Sahabat
menjawab,”Ya, sejumlah tiga dinar.” Rasulullah pun menyuruh para
sahabat untuk menshalatkannya (tetapi beliau sendiri tidak). Lalu
Abu Qatadah berkata, “Saya menjamin hutangnya, ya Rasulullah.”
Maka Rasulullah pun menshalatkan mayat tersebut. (H.R. Bukhari
no. 2127, kitab Al-Hawalah).

13
Rukun Kafalah
1. Penjamin (dhomin/kafiil),
2. Barang yang dijamin/utang (madhum),
3. Pihak yang dijamin (makful ‘anhu/madhum
‘anhu),
4. Sighat akad

14
Jenis Kafalah
Menurut ulama wahbah az-Zuhayliy dan Sayyid Sabiq, ditinjau dari segi
obyeknya Kafalah terbagi menjadi 2 Jenis, yaitu:
1. Kafalah bin Nafs (kafalah bil Wajhi), Merupakan akad jaminan dari kafil
untuk menghadirkan diri seseorang pada waktu tertentu di tempat
tertentu. Kafalah ini bukan merupakan kajian ekonomi Islam.
2. Kafalah bil Mal, Merupakan jaminan pembayaran barang atau pelunasan
hutang.
3. Kafalah bit Taslim, yaitu merupakan jaminan yang diberikan dalam rangka
menjamin penyerahan atas barang yang disewa pada saat berakhirnya
masa sewa.
4. Kafalah Munjazah, yaitu merupakan jaminan yang diberikan secara mutlak
tanpa adanya pembatasan waktu tertentu.
5. Kafalah muqayyadah/muallaqah, yaitu merupakan jaminan atau kafalah
yang dibatasi waktunya, sebulan, setahun dan sebagainya.

15
Manfaat Kafalah
1. Pihak yang dijamin (nasabah), bahwa dengan kafalah yang
diberikan oleh bank, nasabah bisa
mendapatkan/mengerjakan proyek dari pihak ketiga, karena
bisaanya pemilik proyek menentukan syarat-syarat tertentu
dalam mengerjakan proyek yang mereka miliki.
2. Pihak yang terjamin (pemilik proyek), bahwa dengan kafalah
yang diberikan oleh bank, pemilik proyek mendapat jaminan
bahwa proyek yang akan dikerjakan oleh nasabah tadi akan
diselesaikan dengan jadwal yang telah ditentukan, karena
kafalah merupakan pengambilalihan risiko oleh bank apabila
nasabah cidera janji melaksanakan kewajibannya.
3. Pihak yang menjamin (bank), bahwa dengan kafalah yang
diterbitkan oleh bank, maka pihak bank akan memperoleh
fee yang diperhitungkan dari nilai dan risiko yang ditanggung
oleh bank atas kafalah yang diberikan.
16
Aplikasi Kafalah

1. Bank Garansi
2. Leter of credit
3. Kartu kredit

17
HIWALAH
• Akad perpindahan piutang nasabah (muhil) kepada bank
(muhal’alaih) dari nasabah lain ( muhal)
• Muhil meminta muhal’alaih untuk membayar terlebih dahulu
piutang yang timbul dari jual beli
• Pada saat jatuh tempo muhal akan membayar ke muhal’alaih
• Muhal’alaih memperoleh imbalan sebagai jasa pemindahan

18
Skema al-Hiwalah

MUHAL’ALAIH
(BANK)

2 Dokumen 5 Bayar
3 Bayar 4 Tagih

MUHIL MUHAL
(PENYUPLAI) 1 Suplai Barang
(PEMBELI)

19
Rukun Hiwalah
1. muhil, yakni orang yang berhutang dan sekaligus
berpiutang
2. muhal , yakni orang berpiutang kepada muhil.
3. Muhal ‘alaih, yakni orang yang berhutang
kepada muhil dan wajib membayar hutang
kepada muhal.
4. muhal bih 1, yakni hutang muhil kepada muhal, dan
juga.
5. muhal bih 2 sebagai hutang muhal
alaih kepada muhil.
6. sighat (ijab-qabul).
20
Landasan Syariah
1. Sunnah
“Menunda-nunda pembayaran hutang yang dilakukan oleh
orang mampu adalah suatu kezaliman. Maka, jika seseorang
di antara kamu dialihkan hak penagihan piutangnya
(dihawalahkan) kepada pihak yang mampu, terimalah” (HR.
Bukhari).
2. Ijma
Ulama sepakat membolehkan hiwalah. Hiwalah
diperbolehkan pada utang yang tidak berbentuk
barang/benda karena hiwalah adalah perpindahan utang.

21
Macam Hiwalah

1. Berdasarkan jenis pemindahannya, terdiri dari dua


jenis Hiwalah, yaitu Hiwalah Dayn dan Hiwalah
Haqq. Hiwalah Dayn adalah pemindahan kewajiban melunasi
hutang kepada orang lain. Sedangkan Hiwalah Haqq adalah
pemindahan kewajiban piutang kepada orang lain.
• Hiwalah Dayn dan Haqq sesungguhnya sama saja, tergantung
dari sisi mana melihatnya. Disebut Hiwalah Dayn jika kita
memandangnya sebagai pengalihan hutang, sedangkan
sebutan Haqq, jika kita memandangnya sebagai pengalihan
piutang. Berdasarkan definisi ini, maka anjak piutang
(factoring) yang terdapat pada praktik perbankan, termasuk
ke dalam kelompok Hiwalah Haqq, bukan Hiwalah Dayn.

22
Lanjutan
2. Berdasarkan rukun Hiwalah, terdiri dari Hiwalah
Muqayyadah dan Hiwalah Muthlaqah. Hiwalah Muqayyadah
adalah Hiwalah yang terjadi dimana orang yang berhutang,
memindahkan hutangnya kepada Muhal Alaih, dengan
mengaitkannya pada hutang Muhal alaih padanya. Maka
dalam rukun Hiwalah, terdapat Muhal bih 2.
• Hiwalah Muthlaqah adalah Hiwalah dimana orang yang
berhutang, memindahkan hutangnya kepada Muhal alaih,
tanpa mengaitkannya pada hutang Muhal alaih padanya,
karena memang hutang muhal alaih tidak pernah ada
padanya. Dengan demikian, Hiwalah Muthlaqah ini sesuai
dengan konsep anjak piutang pada praktik Perbankan, dimana
tidak ada hutang muhal alaih kepadanya sehingga didalam
rukun hiwalahnya, tidak terdapat Muhal bih 2.
23
Berakhirnya Hiwalah
Jika muhal’alaih bangkrut (pailit) atau
meninggal dunia, maka menurut pendapat
Jumhur Ulama, muhal tidak boleh lagi kembali
menagih hutang itu kepada muhil. Menurut
Imam Maliki, jika muhil “menipu” muhal, di
mana ia menghiwalahkan kepada orang yang
tidak memiliki apa-apa (fakir),
maka muhal boleh kembali lagi menagih
hutang kepada muhil.
24
• RAHN
Adalah Akad penyerahan fisik barang/ harta
(marhun) dari nasabah (rahin) kepada bank
(murtahin) sebagai jaminan atas pinjaman
yang diterima

25
Landasan Syariah
1. Al- Qur'an
• "Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara
tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, Maka
hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang" (QS. Al-
Baqarah : 283).
• Ayat tersebut secara eksplisit menyebutkan "barang
tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang)". Dalam
dunia finansial,barang tanggungan biasa dikenal sebagai
jaminan (Collateral) atau objek pegadaian.
2. As-Sunah
• "Dari Siti Aisyah r.a. bahwa Rasulullah SAW. Pernah membeli
makanan dengan menggadaikan baju besi." (HR. Bukhari dan
Muslim)

26
Rukun Gadai

1. rahin (orang yang memberikan jaminan),


2. al-murtahin (orang yang menerima),
3. al-marhun (jaminan), dan
4. al-marhun bih (utang)

27
Skema ar-Rahn
Marhun Bih
Pembiayaan 2 Permohonan Pembiayaan

1c

3 Akad Pembiayaan
Murtahin Rahin
Bank 4 Utang + fee
Nasabah

1a

Marhun
1 b Titipan/Gadai Pembiayaan Jaminan

28
Aplikasi produk pelengkap

1. Sebagai Produk Pelengkap


Rahn dipakai sebagai produk pelengkap,artinya sebagai akad
tambahan (jaminan/collateral) terhadap produk lain seperti
dalam pembiayaan ba'i al murabahah. Bank dapat menahan
barang nasabah sebagai konsekuensi akad tersebut.
2. Sebagai Produk Tersendiri
Beberapa negara Islam termasuk diantaranya adalah Malaysia,
akad Rahn telah dipakai sebagai alternatif dari pegadaian
konvensional. Bedanya dengan pegadaian biasa, dalam rahn
nasabah tidak dikenakan bunga, yang dipungut dari nasabah
adalah biaya penitipan, pemeliharaan, penjagaan, serta
penaksiran.

29
Manfaat Rahn
1. Menjaga kemungkinan nasabah untuk lalai atau
bermain-main dengan fasilitas pembiayaan yang
diberikan bank.
2. Memberikan keamanan bagi semua penabung dan
pemegang deposito bahwa dananya tidak akan
hilang begitu saja jika nasabah peminjam ingkar
janji karena aa suatu aset atau barang (marhun)
yang dipegang oleh bank.
3. Jika Rahn diterapkan dalam mekanisme
pegadaian,sudah barang tentu akan membantu
saudara kita yang kesulitan dana,terutama di
daerah-daerah.
30
• QARDH
Adalah Akad pinjaman dari Bank (muqridh)
kepada pihak tertentu (muqtaridh) untuk
tujuan sosial yang wajib dikembalikan dengan
jumlah yang sama sesuai dengan
pinjamannya.

31
Landasan Syariah
1. Al-Qur’an
“Siapakah yang mau meminjamkan kepada ALLAH pinjaman
yang baik, ALLAH akan melipatgandakan (Balasan) pinjaman
itu untuknya dan dia akan memperoleh pahala yang banyak”.
(Al-Hadiid: 11)
2. Al-Hadits
“bukan seorang muslim (mereka) yang meminjamkanmuslim
(lainnya) dua kali kecuali yang satunya adalah (senilai)
sedekah”. ( HR Ibnu Majah no.2421, kitab al-ahkam;Ibnu
Hibban dan Baihaqi )
3. Ijma
para ulama menyepakati bahwa al-qard boleh dilakukan.
Kesepakatan ulama ini didasari tabiat manusia yang tidak
bisa hidup tanpa pertolongan dan bantuan saudaranya.
32
Skema al-Qardh

PERJANJIAN
QARDH

NASABAH BANK
TENAGA
MODAL
KERJA
100 %

PROYEK USAHA KEMBALI


100 %
MODAL

KEUNTUNGAN

33
Rukun Qard
a. Muqridh (pemilik barang)
b. Muqtaridh (yang mendapat barang atau
peminjam)
c. Qardh (barang yang dipinjamkan)
d. Ijab qabul

34
Aplikasi Qard

1. Sebagai produk pelengkap kepada nasabah yang


telah terbukti loyalitas dan bonafiditasnya, yang
membutuhkan dana talangan segera untuk masa
yang relatif pendek.
2. Sebagai fasilitas nasabah yang memerlukan dana
cepat, sedangkan ia tidak bisa menarik dananya
karena, misal tersimpan dalam bentuk deposito.
3. Sebagai produk unutuk menyumbang usaha yang
sangat kecil/membantu sektor sosial.

35
Sumber Dana
1. al-qard yang diperlukan untuk membantu
keuangan nasabah secara cepat dan
berjangka pendek. Talangan dana diatas
dapat diambilkan dari modal bank.
2. Al-qard yang diperlukan untuk membantu
modal usaha sangat kecil dan keperluan
sosial, dapat bersumber dari dana ZIS.

36
Manfaat qard
1. Memungkinkan nasabah yang sedang dalam
kesulitan mendesak untuk mendapatkan
talangan jangka pendek.
2. Al-qard al-hasan juga merupakan salah satu
ciri pembeda antara bank syariah dan bank
konvensional yang di dalamnya terkandung
misi sosial, di samping komersial.
3. Adanya misi sosial-kemasyarakatan ini akan
meningkatkan citra baik dan meningkatkan
loyalitas masyarakat terhadap bank syariah.

37
• SHARF
Adalah Akad jual beli Valuta asing yang
dilakukan secara tunai maupun non tunai
dengan tujuan tidak untuk berspekulasi

38
Skema Sharf

Valuta

Penjual Pembeli
Akad sharf

Valuta

39
Sumber Hukum
”Transaksi pertukaran emas dengan emas harus sama
takaran, timbangan dan tangan ke tangan (tunai),
kelebihannya adalah riba, perak dengan perak harus
sama takaran, timbangan dan tangan ke tangan
(tunai), kelebihannya adalah riba, gandum dengan
gandum harus sama takaran, timbangan dan tangan ke
tangan (tunai), kelebihannya adalah riba, tepung
dengan tepung harus sama takaran, timbangan dan
tangan ke tangan (tunai), kelebihannya adalah riba,
korma dengan korma harus sama takaran, timbangan
dan tangan ke tangan (tunai), kelebihannya adalah
riba, garam dengan garam harus sama takaran,
timbangan dan tangan ke tangan (tunai), kelebihannya
adalah riba, “ (HR Muslim) 40
Fungsi Uang dalam Islam
Uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan
bukan komoditas. Tanpa didayagunakan, uang
tidak dapat menghasilkan pendapatan atau
keuntungan dengan dirinya sendiri. Apabila
uang dapat ”bertambah” tanpa
didayagunakan, maka tambahan itu adalah
riba. Uang baru dapat menghasilkan
keuntungan atau kelebihan apabila
didayagunakan atau diinvestasikan bersama
dengan sumber daya lainnya.
41
Jenis Transaksi Valas
• Transaksi ”Spot” yaitu transaksi pembelian dan penjualan
valas dan penyerahannya pada saat itu atau
penyelesaiannya maksimal dalam jangka waktu dua hari.
Transaksi ini dibolehkan secara syari’ah.
• Transaksi ”Forward” yaitu transaksi pembelian dan
penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang
dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang. Jenis
transaksi seperti ini tidak diperbolehkan dalam syari’ah (ada
unsur ketidakpastian/gharar)
• Transaksi ”Swap” yaitu kontrak pembelian atau penjualan
valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan
pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga
forward. Hukumnya haram karena ada unsur
spekulasi/judi/maisir.
• Transaksi ”option”, yaitu kontrak untuk memperoleh hak
dalam rangka membeli (call option) atau hak untuk menjual
(put option) yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit
valas pada harga dan jangka waktu atau tanggal tertentu.
Hukumnya haram karena ada unsur spekulasi/judi/maisir.
42
Transaksi Valas sesuai Syariah
• dilakukan secara tunai
• tidak digunakan untuk tujuan spekulasi
• boleh menyimpan valas untuk kebutuhan
transaksi dikemudian hari

43
Rukun Sharf’
• Pelaku terdiri dari pembeli dan penjual,
harus cakap hukum dan baligh
• Obyek Akad berupa mata uang
• Ijab kabul/ serah terima

44
Ketentuan Syariah
Obyek Akad,
• Nilai tukar atau kurs mata uang telah diketahui oleh kedua belah
pihak.
• Valuta yang diperjualbelikan telah dikuasai, baik oleh pembeli
maupun oleh penjual, sebelum keduanya berpisah. Penguasaan bisa
berbentuk material maupun hukum.
• Apabila keduanya berpisah sebelum menguasai masing-masing uang
penukaran berdasarkan nilai tukar yang diperjualbelikan, maka
akadnya batal karena syarat penguasaan terhadap obyek transaksi
sharf itu tidak terpenuhi.
• Apabila mata uang atau valuta yang diperjualbelikan itu dari jenis
yang sama, maka jual beli mata uang itu harus dilakukan dalam
kuantitas yang sama, sekalipun model dari mata uang itu berbeda.
• Tidak boleh ada hak khiyar syarat bagi pembeli.
• Tidak boleh terdapat tenggang waktu antara penyerahan mata uang
yang saling dipertukarkan, karena sharf dikatakan sah apabila
penguasaan obyek akad dilakukan secara tunai atau dalam kurun
waktu 2 X 24 jam (harus dilakukan seketika itu juga dan tidak boleh
diutang) dan perbuatan saling menyerahkan itu harus telah
berlangsung sebelum kedua belah pihak yang melakukan jual beli
valuta itu berpisah. 45