Anda di halaman 1dari 34

Mekanika Fluida

Pencampuran Cair-Gas
Disusun oleh :

Henry Arka R Said Wigo A


Joanne Salres R Tri Ilma H
M. Dzuhri Ferianto Yashinta Isnaeni
Nurul Isnaningrum Witri Nur
MATERI

Dasar Pencampuran Cair-Gas

Peralatan Pencampuran Cair-Gas

Desain Pencampuran Cair-Gas

Aplikasi
Dasar Pencampuran

TUJUAN MIXING PENCAMPURAN

PENGERTIAN MIXING (PENCAMPURAN)

RUANG LINGKUP

PERSOALAN DALAM PENCAMPURAN

SELEKSI PERALATAN
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

TUJUAN MIXING PENCAMPURAN


Tujuan dari proses pencampuran yaitu mengurangi ketidaksamaan atau
ketidakrataan dalam komposisi, temperature atau sifat-sifat lain yang
terdapat dalam suatu bahan atau terjadinya homogenisasi,
kebersamaan dalam setiap titik dalam pencampuran.
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

PENGERTIAN MIXING (PENCAMPURAN)


Pencampuran (mixing) adalah proses yang menyebabkan tercampurnya
suatu bahan ke bahan lain dimana bahan-bahan tersebut terpisah
dalam fasa yang berbeda.
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

RUANG LINGKUP
Panduan Rekayasa Proses ini berkonsentrasi pada proses di mana gas
terlarut dalam cairan dengan ukuran gelembung atau area antarmuka
yang dibutuhkan dan kapasitas pemindahan massa. Terkadang ini
dipengaruhi antara tingkat transfer yang tinggi dan pelepasan gas yang
cepat.
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

PERSOALAN DALAM PENCAMPURAN

bagaimana mendistribusikan cairan secara merata kedalam


gas yang mengalir kontinyu. Pada pencampuran gas dengan
cairan akan terjadi tetesan ataupun kabut.
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

SELEKSI PERALATAN
Pemilihan peralatan didasarkan pada viskositas cair, intensitas transfer
yang dibutuhkan dan pilihan pola aliran (batch, plug flow atau back-
mixed). Kinerja sangat bergantung pada sifat fisik, dan konsentrasi zat
terlarut dan aktivitas permukaan, reaksi atau partikel kecil di dekat
antarmuka gas-cair. Ini adalah efek yang kompleks sehingga desain
paling baik dilakukan dengan skala yang matang dari eksperimen pada
kondisi yang relevan.
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta
EQUIPMENT

JET MIXER

Air Jet mixer

Sulzer statis gas-mixer

Aerasi gas mixing


JET MIXER
 Terdiri dari kapal dan alat pencampur yang dikenal sebagai Jet.
 Sistem pencampuran jet yang khas memiliki 12 jet yang disusun
secara radial di sebuah cluster di tengah tangki pencampur. Cluster
dari jet disebut mixer jet eddy.
 Jet individu memiliki dua nosel konsentris dengan ruang hisap di
antara keduanya.
 Isi tangki dipompa melalui bagian atas mixer ke nozel utama.
Kemudian, setelah melewati ruang hisap umum, 12 aliran cairan
dibuang ke dalam tangki melalui nosel sekunder.
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

Air Jet mixer


 Prinsip: Bila jet udara bertekanan dilewati di bagian bawah kapal,
gelembung udara terbentuk dalam fase cair
 Cairan mengalir turun dari tepi bejana dan masuk dari bawah karena
efek hisap.
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

Sulzer statis gas-mixer


 Sebuah mixer statis adalah alat perekam presisi untuk pencampuran
terus menerus bahan fluida.
 Energi yang diperlukan untuk pencampuran berasal dari kehilangan
tekanan saat cairan mengalir melalui mixer statis
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

Aerasi gas mixing


 Mixing Systems, Inc. berfokus pada penyampaian sistem aerasi jet
yang tahan lama, yang menghasilkan gelembung halus melalui
gunting hidrolik melalui nosel jet konsentris.
 Sistem aerasi jet Mixing Systems, Inc. terdiri dari tiga komponen
utama:
 Manifold aerasi terletak di dalam tangki
 Pompa resirkulasi yang menarik cairan (air) dari tangki dan secara
hidrolik memompanya kembali melalui manifold aerasi pada tingkat
operasi yang dirancang.
 Blower yang menyediakan udara ke dalam sistem
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta
Desain Pencampuran Cair-Gas

Design Of Bubble Columns

Design Of Gas-liquid Stirred Vessels (Re >


104 Only)

Design Of Gas-liquid Static Mixers


Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

DESIGN OF BUBBLE COLUMNS


Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

DESIGN PROCEDURE
 calculate gas and liquid throughputs, QG and QL
 Calculate required volume of liquid in vessel, VL
 Choose a superficial gas velocity VSG
 Calculate bubble column diameter T from:

 Calculate gassed liquid height H from :


Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

MASS TRANSFER AND VOIDAGE

Measure KLa experimentally if possible; otherwise:


a. For aqueous systems use KLa = (0.6 εG) sec-1
b. For others use the smallest value from:
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

MASS TRANSFER AND VOIDAGE


Voidage should be measured experimentally if possible,
otherwise:
a. For aqueous systems use:

a. For others use:


Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

Heat Transfer
 Heat transfer coefficient, h, for internal surfaces may be
estimated from:

 though this takes no account of position or orientation of


surfaces.
MIXING PATTERNS
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

DESIGN OF GAS-LIQUID STIRRED VESSELS (Re > 104 ONLY)


Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

DESIGN PROCEDURE
 Dengan percobaan laboratorium – Reaksi Zat dan εG
 Hitung volume cairan VL yang diperlukan untuk menjaga (VL /
QL) konstan

 Mmm
 M,

 Hitung Fr , Faktor recirculation gas , heat transfer , suspense


partikel dll
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

TRANSFER MASSA

Grafik Power : Coalescing System


Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

Grafik Power : Non - Coalescing System


Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

DESIGN OF GAS-LIQUID STATIC MIXERS


 Sesuai untuk fluida yang dapat mencapai aliran
turbulen (Re > 1000)
 Intensitas transfer massa sangat tinggi
 Waktu tinggal pendek
 Mendekati aliran plug (kecepatan fluida diasumsikan
konstan)
 Digunakan untuk reaksi yang sangat cepat
 Dipasang pada ailran vertikal
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

VL = Liquid velocity
D = Impeller diameter
L = Length of static mixer
Ɛg = gas voidage fraction
Ɛm = fluid volume/solid volume within static mixer
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

∆p = pressure drop
f = friction factor
L = Length of static mixer
ρL = density
QL = Volumetric flow rate
ФL = Ratio of two phase pressure drop
DH = Hidraulic diameter
D = Impeller diameter
Ɛm = fluid volume/solid volume within static mixer
Aplikasi pencampuran Cair-Gas

Proses hidrogenisasi pada pembuatan minyak.margarine

Proses Klorinasi pengolahan air bersih dan air limbah


sebagai Oksidator dan desinfektan

Meningkatkan kadar (melarutkan) gas dalam cairan


(meningkatkan kadar oksigen dalam air)

Oksidasi cairan oleh udara (fermentasi, memasukkan


udara ke dalam lumpur dalam instalasi penjernih biologis)

Proses fosfogensi

Membangkitkan basa (misalnya busa pemadam api).


Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional Yogyakarta

Proses kloronasi (water treatment)


MATUR NUWUN
TERIMAKASIH