Anda di halaman 1dari 22

Disusun Oleh:

Ahmad Panji Bhaskoro - 1706617114


Ilal Hilaliyah – 1706617034
Lianita Dian Rahmawati – 1706617076
Mas Gilang Ramadhan – 8335152912
Uhkti Wahidniawati - 1706617033
Pengertian Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
Sengketa adalah suatu situasi di Dalam konteks hukum kontrak,
mana ada pihak yang merasa dirugikan yang dimaksud dengan
oleh pihak lain. Pihak yang merasa sengketa adalah perselisihan
dirugikan ini menyampaikan yang terjadi di antara para pihak
ketidakpuasannya itu kepada pihak kedua, karena adanya pelanggaran /
dan apabila pihak kedua tidak menanggapi wanprestasi terhadap
dan memuaskan pihak pertama, serta kesepakatan yang telah
menunjukkan perbedaan pendapat di dituangkan dalam suatu
antara mereka, maka terjadilah apa yang kontrak, baik sebagian maupun
dinamakan dengan sengketa. keseluruhan.
Pengertian Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
Penyelesaian sengketa perdata Penyelesaian sengketa perdata
jalur non litigasi adalah penyelesaian jalur non litigasi pada
masalah hukum di luar proses peradilan, umumnya dilakukan pada kasus
dengan tujuan memberikan bantuan dan perdata saja, karena lebih
nasehat hukum dalam rangka bersifat privat secara
mengantisipasi, mengurangi adanya kekeluargaan atau musyawarah
sengketa, pertentangan, perbedaan, serta mufakat.
mengantisipasi adanya masalah-masalah
hukum yang timbul.
Dasar Hukum
• Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang
Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.
• UU Nomor 14 Tahun 1970 Pasal 3 tentang
Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman.
• Peraturan MA No. 01 Tahun 2008 Pasal 1 angka 7
tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.
• UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian
Perselisihan Hubungan Industrial
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
1. Konsultasi Konsultan hanya
Konsultasi adalah cara penyelesaian yang memberikan
bersifat personal antara suatu pihak (klien) pendapat (hukum)
dengan pihak lain (konsultan) yang sebagaimana diminta
memberikan pendapatnya atau saran kepada oleh kliennya.
klien tersebut untuk memenuhi keperluan Keputusan mengenai
dan kebutuhan klien. penyelesaian
sengketa tersebut
akan diambil oleh
para pihak (klien).
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
2. Negosiasi Pihak yang
Negosiasi adalah cara penyelesaian sengketa melakukan negosiasi
dimana antara dua orang / lebih para pihak disebut negosiator.
yang bersengketa saling melakukan
Kesepakatan
kompromi atau tawar menawar terhadap mengenai
kepentingan penyelesaian suatu hal atau penyelesaian
sengketa untuk mencapai kesepakatan. sengketa harus
Tahapan-tahapan dalam proses negosiasi dituangkan dalam
ada empat, yakni: (1) Tahap persiapan; (2) bentuk tertulis yang
Tahap penawaran awal; (3) Tahap pemberian disetujui oleh para
konsensi; (4) Tahap akhir. pihak.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
Kelebihan penyelesaian sengketa melalui
negosiasi adalah pihak-pihak yang
bersengketa sendiri yang akan menyelesaikan
sengketa tersebut, sehingga mereka sangat
mengetahui mengenai masalah yang menjadi
sengketa dan bagaimana cara penyelesaian
yang mereka inginkan. Dengan demikian,
pihak yang bersengketa dapat mengontrol
jalannya proses penyelesaian sengketa ke arah
yang diharapkan.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
3. Mediasi Mediator tidak
Mediasi adalah cara penyelesaian sengketa di mempunyai
luar peradilan yang kurang lebih hampir sama kewenangan untuk
dengan negosiasi. Bedanya terdapat pihak memaksakan suatu
ketiga yang netral dan berfungsi sebagai penyelesaian pada
penengah atau fasilitator di mediasi yakni para pihak yang
mediator. bersengketa.
Dalam mediasi tidak ada pihak yang
menang atau kalah, karena kesepakatan akhir
yang diambil adalah hasil dari kemauan para
pihak itu sendiri.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
Apabila terjadi kesepakatan melalui mediasi, Penyelesaian
maka dibuat Perjanjian Bersama yang perselisihan melalui
ditandatangani kedua belah pihak beperkara mediasi ini dalam
dan oleh mediator selaku saksi. Perjanjian jangka waktu paling
Bersama juga harus didaftarkan ke PHI untuk lambat 30 hari kerja.
mendapatkan Akta Bukti Pendaftaran.
Mediator adalah
Apabila kemudian salah satu pihak seorang PNS yang
beperkara tidak melaksanakan isi Perjanjian harus memenuhi
Bersama, pihak yang dirugikan dapat syarat-syarat tertentu.
mengajukan permohonan eksekusi kepada
PHI setempat.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
Bentuk lain dari mediasi yaitu :
a. Court Based Mediation (CBM)
CBM adalah penerapan mediasi pada proses
acara di pengadilan. CBM dianggap penting
karena:
 Dapat mencegah penumpukan perkara di
pengadilan,
 CBM adalah wadah membangun solusi
yang didasarkan pada kebutuhan dan
kepentingan masing-masing pihak yang
bersengketa sehingga dapat meraih peluang
win-win besar.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
b. Early Neutral Evaluation (ENE)
ENE berkembang di California sejak tahun
1982 yang bertujuan mengevaluasi kasus
secara tertutup dengan menggunakan jasa
evaluator yang dilakukan oleh advokat.
Dimana advokat dipersepsikan bertindak
netral dan disegani.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
4. Konsiliasi
Konsiliator berwenang
Dalam bahasa Inggris, Consiliation, artinya menyusun dan
perdamaian. Konsiliasi adalah cara penyelesaian merumuskan
sengketa melalui perundingan dengan melibatkan penyelesaian untuk
pihak ketiga yang netral (konsiliator) untuk ditawarkan kepada
membantu pihak yang bersengketa dalam para pihak.
menemukan bentuk penyelesaian yang disepakati Konsiliasi melibatkan
para pihak. rekomendasi dan
Konsiliator di sini hanyalah fasilitator dalam intervensi pihak ketiga
melakukan komunikasi di antara pihak yang yang lebih dalam dan
berselisih, seperti mengatur waktu pertemuan, aktif.
mengarahkan subjek pembicaraan, dll.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
Karakteristik konsiliasi yaitu:
 Konsiliasi adalah proses penyelesaian
sengketa di luar pengadilan secara
kooperatif.
 Konsiliator adalah pihak ketiga yang
netral yang terlibat dan diterima oleh para
pihak yang bersengketa di dalam
perundingan.
 Konsiliator bertugas membantu para pihak
yang bersengketa untuk mencapai
penyelesaian.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
 Konsiliator bersifat aktif dan mempunyai
kewenangan mengusulkan pendapat dan
merancang syarat-syarat kesepakatan di
antara para pihak.
 Konsiliator tidak mempunyai kewenangan
membuat keputusan selama perundingan
berlangsung.
 Konsiliasi bertujuan untuk mencapai atau
menghasilkan kesepakatan yang dapat
diterima pihak-pihak yang bersengketa
guna mengakhiri sengketa.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
Tahap penyelesaian konsiliasi dibidang industri, yaitu:
1. Dilakukan oleh konsiliator yang terdaftar di
Disnaker Kabupaten/Kota.
2. Dalam waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari
kerja, konsiliator harus sudah mengadakan
penelitian tentang duduknya perkara dan selambat-
lambatnya pada hari kerja kedelapan harus sudah
dilakukan sidang konsiliasi pertama
3. Konsiliator dapat memanggil saksi atau saksi ahli
untuk hadir dalam sidang konsiliasi serta meminta
keterangan (membuka buku dan melihat surat-surat
yang diperlukan).
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
4. Dalam hal tercapai kesepakatan penyelesaian
melalui konsiliasi, maka dibuat Perjanjian Bersama
(PB) yang ditandatangani para pihak dan diketahui
oleh konsiliator serta didaftar di Pengadilan HI
pada Pengadilan Negeri setempat.
5. Dalam hal tidak tercapai kesepakatan, maka
konsiliator mengeluarkan anjuran tertulis dalam
waktu selambat-lambatnya 10 hari kerja sejak
sidang konsiliasi pertama kepada para pihak.
6. Para pihak harus sudah memberikan jawaban
secara tertulis kepada konsiliator dalam waktu
selambat-lambatnya 10 hari kerja setelah menerima
anjuran tertulis. Pihak yang tidak memberikan
pendapatnya dianggap menolak anjuran tertulis.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
7. Dalam hal para pihak menyetujui anjuran tertulis,
dalam waktu selambat-lambatnya 3 hari kerja sejak
anjuran tertulis disetujui, konsiliator harus sudah
selesai membuat Perjanjian Bersama dan
didaftarkan di Pengadilan HI pada Pengadilan
Negeri setempat.
8. Dalam hal anjuran tertulis ditolak oleh salah satu
pihak atau para pihak, maka penyelesaian
perselisihan dilakukan melalui Pengadilan HI pada
Pengadilan Negeri setempat dengan pengajuan
gugatan oleh salah satu pihak.
9. Konsiliator menyelesaikan tugasnya dalam waktu
selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja sejak
menerima permintaan penyelesaian perselisihan.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
Kelebihan Konsiliasi:
 Cepat,
 Murah,
 Hasil efektif.
Kelemahan Konsiliasi:
Putusan kurang mengikat tergantung
sepenuhnya pada para pihak yang
bersengketa.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
5. Arbitrase
Klausula arbitrase atau
Dalam bahasa Latin, arbitrase (arbitrare), berarti perjanjian arbitrase
kekuasaan untuk menyelesaikan sesuatu menurut berisi bahwa para
kebijaksanaan. Arbitrase adalah cara penyelesaian pihak akan
sengketa perdata dimana yang memeriksa perkara menyelesaikan
tersebut bukanlah hakim tetapi seorang arbiter. sengketa melalui
arbitrase, sehingga
Untuk dapat menempuh prosesi arbitrase hal
menggugurkan
pokok yang harus ada adalah "klausula arbitrase" kewajiban pengadilan
di dalam perjanjian yang dibuat sebelum timbul untuk memeriksa
sengketa, atau "Perjanjian Arbitrase" dalam hal perkara tersebut.
sengketa tersebut sudah timbul namun tidak ada
klausula arbitrase dalam perjanjian sebelumnya.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
Arbitrase berbeda dengan mediasi dan
konsiliasi. Perbedaan pokoknya terletak pada
fungsi dan kewenangannya:
 Arbiter diberi kewenangan penuh oleh
para pihak untuk menyelesaikan
sengketa;
 Untuk itu arbiter berwenang mengambil
putusan yang lazim disebut award;
 Sifat putusan langsung final and binding
(final dan mengikat) kepada para pihak.
Bentuk Penyelesaian Sengketa Perdata
Jalur Non Litigasi
Kelebihan Arbitrase:
 Kecepatan dalam proses,
 Pemeriksaan yang dilakukan oleh ahli
dalam bidangnya,
 Konfidensialitas.
Kelemahan Arbitrase:
− Hanya untuk para pihak bonafit,
− Ketergantungan mutlak pada arbiter,
− Tidak ada precedence putusan terdahulu,
− Timbul masalah putusan arbitrase asing.
Perbandingan Litigasi dan Non Litigasi
KONSULTASI, NEGOSIASI,
PROSES ARBITRASE LITIGASI
MEDIASI, KONSILIASI

YANG MENGATUR
Para pihak Arbitrator Hakim
PROSES

Formal, resmi,
PROSEDUR Informal Sedikit formal
teknis
JANGKA WAKTU 3-6 minggu 3-6 bulan 5-12 tahun
BIAYA Murah Sedikit mahal Sangat mahal

ATURAN Sedikit formal, dokumen, Formal, teknis,


Tidak perlu pembuktian
PEMBUKTIAN saksi ahli resmi

Terbuka untuk
PUBLIKASI Bersifat pribadi Bersifat pribadi
umum