Anda di halaman 1dari 16

REFERAT

URTIKARIA

Pembimbing :
dr. Dewi Anggreni, Sp.KK
dr. Iwan Trihapsoro, Sp.KK, Sp.KP, FINSDV, FAADV
dr. A. A. Sri Budhyani

oleh :
Jessy Maria Joltuwu (11-2016-166)
Pendahuluan
Urtikaria adalah kelainan kulit yang ditandai dengan peninggian kulit yang timbul
mendadak dan/atau disertai angiodema; ukurannya bervariasi, biasanya dikelilingi
eritema, terasa gatal atau sensasi terbakar, umumnya menghilang dalam 1-24 jam

Urtikaria pertama kali digambarkan dalam sastra Inggris pada tahun 1772, walaupun
sebenarnya penyakit telah diakui sepanjang sejarah. Urtikaria juga kadang dikenal
sebagai hives, nettle rash, biduran, kaligata

Urtikaria dapat terjadi secara akut maupun kronik. Urtikaria akut adalah gangguan
umum yang sering mendorong pasien untuk mencari pengobatan di unit gawat
darurat (UGD). Bahkan, urtikaria akut adalah penyakit kulit paling umum yang dirawat
di UGD. Urtikaria kronik yang terjadi setiap hari selama lebih dari 6 minggu dapat
mengganggu kualitas hidup seseorang
Epidemiologi
Prevalensi urtikaria di dunia berkisar antara 0,3-
11,3% pada tahun 2016

Hospitalisasi akibat urtikaria 3 kali lebih tinggi pada


anak usia 0-4 tahun. sedangkan hospitalisasi
akibat angioedema tinggi pada usia >65 tahun.

Palembang tahun 2007 pada 3000 remaja usia


14-19 tahun, mendapatkan prevalensi urtikaria
sebesar 42,78%.
Etiopatogenesis
Gejala klinis
Ditemukan edema sentral
dengan ukuran bervariasi, dan
bisa disertai eritema di
sekitarnya

Terasa gatal atau kadang-


kadang sensasi terbakar

Umumnya dapat hilang dalam 1-


24 jam, ada yang < 1 jam.
Klasifikasi urtikaria
Tipe Subtipe definisi

Urtikaria
spontan Urtikaria spontan akut Tidak ada faktor pencetus, < 6 minggu

Urtikaria spontan kronis Tidak ada faktor pencetus, >6 minggu

Urtikaria fisik Urtikaria kontak dingin Faktor pencetus: benda yang dingin/udara/
cairan/angin

Urtikaria kontak panas Faktor pencetus: panas yang terlokalisir

Urtikaria dermografik/ Urticaria factitia Faktor pencetus: tekanan atau goresan mekanis
(timbul setelah 1-5 menit)

Urtikaria solar Faktor pencetus: sinar UV dan/atau visible light

Delayed pressure urticaria Faktor pencetus: tekanan vertikal (timbul setelah


3-12 jam)

Urtikaria vibratori Faktor pencetus: getaran

Urtikaria tipe Urtikaria aquagenik Faktor pencetus: air


lain
Urtikaria kolinergik Faktor pencetus: peningkatan suhu tubuh akibat
olahraga atau makanan pedas

Urtikaria kontak Faktor pencetus: kontak dengan bahan yang


menyebabkan urtikaria

Urtikaria yang diinduksi olahraga Faktor pencetus: olahraga


Pemeriksaan lab darah

Pemeriksaan gigi, telinga-


hidung-tenggorok, serta
usapan vagina

Urtikaria
Anamnesis

Tes alergi

Pemeriksaan fisik

Tes provokasi

Pemeriksaan penunjang

Tes eleminisi makanan

Uji gores

Suntikan mecholyl
intradermal

Histopatologi PA
DIAGNOSIS BANDING

ERUPSI
Urtikaria ERITRODERMA
MAKULOPAPULAR

• Gatal : (+) • Gatal : (+) • Gatal : (+)


• Kemerahan: (+) • Kemerahan: (+) • Kemerahan: (+)
• Skuama :(-) • Lesi : Milimeter • Skuama :(+)
• Batas : diseluruh sampai 1 cm • Batas : Tegas
tubuh • Skuama :(-) • Penyebaran : Seluruh/
• edema sentral, hilang • Penyebaran : Batang hampir seluruh tubuh
dlm 1-24 jam tubuh keperifer

9
TERAPI
Emergensi Sistemik Antihistamin Topikal
Urtikaria+ • Antihistamin H-1 Bedak salisil acid
angiodema atau • Antihistmin H-2 2,5% atau bedak
terjadi syok
kocok
anafilaktik

ABC Kortikosteroid Krim menthol

Pemberian Imunosupresan
antihistamin, • Siklosporin
kortikosteroid dan • Siklofosfamid
bronkodilator • metrotrexat
inhalasi
Terapi
EDUKASI

Eliminasi
Identifikasi • Subtitusi
• Gunakan APD
Prognosis

Urtikaria akut prognosisnya lebih baik karena penyebabnya cepat dapat


diatasi, urtikaria kronik lebih sulit diatasi karena penyebabnya sulit
dicari. Namun secara garis besar urtikaria mempunyai prognosis yang
baik karena gejala yang timbul dapat diatasi dengan pemberian
pengobatan yang tepat
Kesimpulan

Urtikaria adalah kelainan kulit yang banyak dijumpai, jarang berbahaya,


umumnya menghilang sendiri. Urtikaria berdasarkan durasi dibedakan
menjadi urtikaria akut (<6 minggu) dan urtikaria kronis (>6 minggu).
Berdasarkan ada/tidaknya faktor pencetus, dibedakan menjadi urtikaria
spontan, urtikaria yang disebabkan agen fisik, dan urtikaria tipe lain.
Diagnostik meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, tes diagnostik rutin,
dan tes diagnostik lanjutan apabila diperlukan. Tatalaksana meliputi
identifikasi serta eliminasi faktor penyebab dan terapi simptomatis.
Prognosis urtikaria akut pada umumnya baik, sedangkan urtikaria kronis
prognosisnya bervariasi