Anda di halaman 1dari 39

REVITALISASI SMK

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
OUTLINE

01 ARAHAN KEBIJAKAN

02 PROFIL SMK REVITALISASI

03 HASIL PENDAMPINGAN

04 PENGEMBANGAN SMK
01 ARAHAN KEBIJAKAN

3
PERKEMBANGAN SMK
2015-2017 6,000,000 4.334.987 4.682.913 4.911.184
5,000,000
4,000,000
2,678,858 2.792.029
3,000,000 2,509,832

Jumlah SMK 2,000,000


Jumlah Siswa SMK 1,000,000 1,825,155 2,004,055 2.119.155

0
12.659 13.236 13.926 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017
15,000
Negeri Swasta
10,000
9,339 9,802 10.389
400,000
5,000
300,000
217,518
3,320 3,434 3.537 200,000 145,933 129.688
0
Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 100,000 141,581 127,420 133.869
0
Negeri Swasta Jumlah Guru SMK
Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017
Negeri Swasta

Sumber: Buku Data SMK 2017, 5 Desember 2017 4


Jumlah Siswa SMK Berdasar Bidang Keahlian

Teknologi dan Rekayasa Pariwisata Kemaritiman

1.633.251 332.886 24.854


Bisnis dan Manajemen Kesehatan Seni dan Kreatif
1.260.671 59.507 42.242
Teknologi Informasi dan Komunikasi Agribisnis dan Agroteknologi Energi
1.089.947 189.253 11.343

Total
4.911.184
Sumber: Diolah dari Dapodik data cut off 26 November 2017 5
INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 9 TAHUN 2016

Menteri Pendidikan dan


Kebudayaan

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Tinggi
Menteri BUMN
Menteri Perindustrian
Menteri Kesehatan
Menteri Tenaga Kerja
Revitalisasi
Menteri Perhubungan SMK Badan Nasional Sertifikasi Profesi

Menteri Kelautan dan Perikanan Menteri Keuangan

Gubernur
INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 9 TAHUN 2016

KEMENTERIAN, LEMBAGA & GUBERNUR TUGAS


Menteri Pendidikan dan a. Membuat peta jalan pengembangan SMK;
Kebudayaan b. Menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna
lulusan (link and match);
c. Meningkatkan jumlah dan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK;
d. Meningkatkan kerja sama dengan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, dan dunia usaha/industri;
e. Meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK dan akreditasi SMK; dan
f. Membentuk Kelompok Kerja Pengembangan SMK.

Menteri Riset, Teknologi, a. Mempercepat penyediaan guru kejuruaan SMK melalui pendidikan, penyetaraan, dan pengakuan; dan
dan Pendidikan Tinggi b. Mengembangkan program studi di Perguruan Tinggi untuk menghasilkan guru kejuruan yang dibutuhkan
SMK.

Menteri Perindustrian a. Menyusun proyeksi pengembangan, jenis, kompetensi (job title), dan lokasi industri khususnya yang terkait
dengan lulusan SMK;
b. Meningkatkan kerja sama dengan dunia usaha untuk memberikan akses yang lebih luas bagi siswa SMK
untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan program magang bagi pendidik dan tenaga
kependidikan SMK;
c. Mendorong industri untuk memberikan dukungan dalam pengembangan teaching factory dan
infrastruktur; dan
d. Mempercepat penyelesaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 9 TAHUN 2016

KEMENTERIAN, LEMBAGA DAN GUBERNUR TUGAS

Menteri Ketenagakerjaan a. Menyusun proyeksi kebutuhan tenaga kerja lulusan SMK yang meliputi tingkat kompetensi, jenis, jumlah,
lokasi, dan waktu;
b. Memberikan kemudahan bagi siswa SMK untuk melakukan praktek kerja di Balai Latihan Kerja (BLK);
c. Melakukan revitalisasi BLK yang meliputi infrastruktur, sarana prasarana, program pelatihan, dan sertifikasi;
dan
d. Mempercepat penyelesaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
Menteri Perhubungan a. Meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK yang terkait dengan bidang perhubungan;
b. Meningkatkan bimbingan bagi SMK yang kejuruannya terkait dengan perhubungan;
c. Memberikan kemudahan akses bagi siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk melakukan PKL dan
magang, termasuk berbagi sumber daya (resources sharing); dan
d. Mempercepat penyelesaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
Menteri Kelautan dan a. Meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK yang terkait dengan bidang kelautan dan perikanan;
Perikanan b. Meningkatkan bimbingan bagi SMK yang kejuruannya terkait dengan kelautan dan perikanan;
c. Memberikan kemudahan akses bagi siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk melakukan PKL dan
magang; dan
d. Mempercepat penyelesaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
Menteri Badan Usaha a. Mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyerap lulusan SMK sesuai dengan kompetensi
Milik Negara yang dibutuhkan SMK;
b. Mendorong BUMN untuk memberikan akses yang lebih luas bagi siswa SMK untuk melakukan PKL dan
magang bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK; dan
c. Mendorong BUMN untuk memberikan dukungan dalam pengembangan teaching factory dan infrastruktur.
Menteri Keuangan a. Menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria pengelolaan keuangan teaching factory di SMK yang
efektif, efisien, dan akuntabel; dan
b. Melakukan deregulasi peraturan yang menghambat pengembangan SMK.
INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 9 TAHUN 2016

KEMENTERIAN, LEMBAGA DAN GUBERNUR TUGAS

Menteri Energi dan Sumber a. Meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK yang terkait dengan bidang energi dan sumber daya mineral;
Daya Mineral b. Menyusun proyeksi pengembangan, jenis, kompetensi (job title), dan lokasi industri energi yang terkait
dengan lulusan SMK;
c. Mendorong industri energi untuk memberikan akses yang lebih luas bagi siswa SMK untuk melakukan
PKL dan magang bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK; dan
d. Mempercepat penyelesaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
Menteri Kesehatan a. Menyusun proyeksi pengembangan, jenis, kompetensi (job title), dan lokasi fasilitas kesehatan yang
terkait dengan lulusan SMK;
b. Mendorong rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya untuk memberikan akses yang lebih luas bagi
siswa SMK untuk melakukan PKL dan magang bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK;
c. Memberikan kesempatan yang luas kepada lulusan SMK bidang kesehatan untuk bekerja sebagai asisten
tenaga kesehatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya; dan
d. Mempercepat penyelesaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
Kepala Badan Nasional a. Mempercepat sertifikasi kompetensi bagi lulusan SMK;
Sertifikasi Profesi b. Mempercepat sertifikasi kompetensi bagi pendidik dan tenaga pendidik SMK; dan
c. Mempercepat pemberian lisensi bagi SMK sebagai lembaga sertifikasi profesi pihak pertama.

Para Gubernur a. Memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan SMK yang
bermutu sesuai dengan potensi wilayahnya masing-masing;
b. Menyediakan pendidik, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana SMK yang memadai dan berkualitas;
c. Melakukan penataan kelembagaan SMK yang meliputi program kejuruaan yang dibuka dan lokasi SMK;
dan
d. Mengembangkan SMK unggulan sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.
Arahan Kebijakan Pengembangan Vokasi

Fokus Pemerintah pada Tahun 2018 & 2019 adalah pembangunan kualitas SDM, melalui pengembangan vokasi

"Kita harus terus memperbaiki piramida “Kementerian terkait, yaitu Kemnaker;


kualifikasi tenaga kerja kita agar menjadi tenaga Kemdikbud; Kemristek Dikti; dan Kementerian
kerja yang terlatih, terampil agar terserap lainnya harus mulai merancang apa yang akan
semuanya ke dalam industri-industri kita," kata dikerjakan dalam pembangunan SDM pada
Kepala Negara tahun 2018 dan 2019”
(Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 3 (Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara,
Januari 2018) 12 Februari 2018)

Presiden meminta Menko Perekonomian


melaporkan hasil tindaklanjut Sidang
Kabinet dalam waktu 2 minggu (sekitar
tanggal 27 Februari 2018)

2015 2016 2017 2018 2019

Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pembangunan SDM

3
2. PROFIL SMK REVITALISASI
SEBARAN 219 SMK REVITALISASI TAHUN 2017

1
7

3 2 5
4 3
2
9 3
2 2 3 SULUT
3
2 2
5
4 6
2 3
SULSEL 1
2 4

4 8
21
35
35
13 6
7
7
NTT
KOMPETENSI KEAHLIAN PRIORITAS REVITALISASI

Penetapan SMK Revitalisasi berdasarkan 4 bidang prioritas pembangunan yaitu Pertanian, Kemaritiman,
Pariwisata dan Industri Kreatif. Dalam menentukan SMK Revitalisasi, dilakukan Quick Wins pada SMK Piloting
yang disertai dengan identifikasi awal SMK “Rujukan” ke dalam kelompok bidang prioritas tersebut.

SENI DAN INDUSTRI KREATIF AGRIBISNIS DAN AGROTEKNOLOGI KEMARITIMAN PARIWISATA


1 Animasi 1 Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian 1 Agribisnis Perikanan Air Tawar 1 Perhotelan
30 SMK 33 SMK 26 SMK 47 SMK 2 Jasa Boga
2 Desain dan Produk Kreatif Kriya 2 Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman 2 Nautika Kapal Niaga
3 Kriya Kreatif Kayu dan Rotan 3 Agribisnis Tanaman 3 Nautika Kapal Penangkap Ikan Tata Kecantikan Rambut dan
4 Kriya Kreatif Keramik 4 Agribisnis Ternak 4 Pelayaran Kapal Niaga 3 Kulit
5 Kriya Kreatif Kulit dan Imitasi Agribisnis Tanaman Pangan dan 5 Teknika Kapal Niaga Perhotelan dan Jasa
Kriya Kreatif Logam dan 5 Hortikultura 6 Teknika Kapal Penangkap Ikan 4 Pariwisata
6 Perhiasan 6 Agribisnis Tanaman Perkebunan 7 Perikanan 5 Kuliner
7 Kriya Kreatif Batik dan Tekstil 7 Agribisnis Ternak Ruminansia 8 Pelayaran Kapal Penangkap Ikan 6 Tata Busana
8 Desain Interior dan Teknik Furnitur 8 Agribisnis Ternak Unggas 9 Pengolahan Hasil Perikanan 7 Usaha Perjalanan Wisata
9 Desain Komunikasi Visual 9 Alat Mesin Pertanian
10 Pemeranan 10 Kehutanan
11 Seni Karawitan 11 Kesehatan Hewan
12 Seni Lukis 12 Teknik Pertanian
13 Seni Musik 13 Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan
14 Seni Musik Klasik 14 Otomatisasi Pertanian
15 Seni Musik Populer 15 Pengawasan Mutu Hasil Pertanian BIDANG PENDUKUNG
16 Seni Patung
17 Seni Pedalangan
57 SMK TEKNOLOGI DAN REKAYASA
18 Seni Rupa
19 Seni Tari
20 Seni Teater 20 SMK BISNIS DAN MANAJEMEN
21 Tata Artistik Teater Untuk memenuhi keterwakilan 9 bidang sesuai
22 Seni Broadcasting dan Film 1 SMK ENERGI DAN PERTAMBANGAN
23 Produksi dan Siaran Program
Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan
Radio tahun 2016, terdapat beberapa SMK di bidang 5 SMK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
24 Produksi dan Siaran Program
Televisi pendukung prioritas pembangunan.
DATA SMK REVITALISASI

Keseimbangan antara jumlah siswa, guru dan guru produktif di SMK menjadi faktor penting dalam
penyelenggaraan LSP P-1 serta bagi SMK yang melaksanakan program keahlian 4 tahun.

AGRIBISNIS DAN AGROTEKNOLOGI KEMARITIMAN BIDANG PENDUKUNG


Jumlah SMK : 33 Jumlah SMK : 26 Jumlah SMK : 81
Jumlah Siswa : 18.189 Jumlah Siswa : 19.751 Jumlah Siswa : 129.758
Jumlah Guru : 2.498 Jumlah Guru : 2.016 Jumlah Guru : 8.524
Jumlah Guru Produktif : 1.281 Jumlah Guru Produktif : 1.129 Jumlah Guru Produktif : 4.801

Terdapat 4 SMK Revitalisasi di Bidang Terdapat 1 SMK Revitalisasi di Terdapat empat bidang pendukung
Agribisnis dan Agroteknologi yang memiliki Bidang Kemaritiman yang memiliki prioritas pembangunan antara lain
Program Keahlian 4 tahun serta ada 7 Teknologi dan Rekayasa, Bisnis dan
Program Keahlian 4 tahun serta
SMK yang sudah menjadi LSP P-1. Manajemen, Energi dan Pertambangan,
ada 10 SMK yang sudah menjadi
serta Teknologi Informasi dan
LSP P-1.
Komunikasi. Terdapat 22 SMK
Revitalisasi di 4 bidang tersebut yang
PARIWISATA SENI DAN INDUSTRI KREATIF memiliki Program Keahlian 4 tahun serta
Jumlah SMK : 47 Jumlah SMK : 30
ada 27 SMK yang sudah menjadi LSP
Jumlah Siswa : 46.022 Jumlah Siswa : 25.855
P-1.
Jumlah Guru : 3.784 Jumlah Guru : 2.744
Jumlah Guru Produktif : 2.140 Jumlah Guru Produktif : 1.611

Terdapat 4 SMK Revitalisasi di Pariwisata Terdapat 5 SMK Revitalisasi di Bidang


yang memiliki Program Keahlian 4 tahun Seni dan Industri Kreatif yang memiliki
serta ada 18 SMK yang sudah menjadi Program Keahlian 4 tahun serta ada 11
LSP P-1. SMK yang sudah menjadi LSP P-1.
Intisari Isi Buku Roadmap Pendidikan dan Pelatihan Vokasi di Indonesia

LINGKUNGAN YANG TEMUAN: KEBIJAKAN YANG HARUS


MEMPENGARUHI KEBUTUHAN TENAGA KERJA DILAKUKAN K/L

30 Bidang Pekerjaan
Pertumbuhan Produktivitas Menyerap TK Besar
Industri

5 Bidang Pekerjaan
Prioritas Sektor Berdasarkan Sektor Perubahan Mendasar
Kondisi Pemerintah Unggulan Unggulan (Fundamental) Terhadap
Peningkatan Pendidikan Vokasi
Pendidikan
14 Bidang Pekerjaan
dan Pelatihan
Berdasarkan Prioritas
Vokasi Industri 4.0 Arahan Presiden
Jurusan SMK
& 2018*
Digitalisasi
Metodologi 8 Bidang Pekerjaan
Berdasarkan Prioritas
1 Transformasi KBJI-GICS Jurusan BLK

Baseline: 2014-2016,
2 Perkiraan Hingga 2025 12 Bidang Pekerjaan Melaksanakan Pilot
Berdasarkan Prioritas Project Pada 5 bidang
Korelasi Antara Resiko Jurusan Politeknik
3 Otomasi dan Produktivitas TK Sektor Unggulan

*Presiden Jokowi mengatakan bahwa setelah pembangunan infrastruktur yang banyak, di antaranya sudah mau selesai, pemerintah, mulai 2018 mendatang, akan
masuk ke pembangunan Sumber Daya Manusia secara besar-besaran atau masif, dalam pidato pada acara penyerahan Sertifikat Kompetensi Pemagangan di Balai
Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi, 27 Desember 2017. (Source: setkab.go.id, 2017 )
15
5 Sektor Motor Ekonomi Indonesia

Peningkatan Penetrasi Internet


dan Penggunaan Smartphone,
Penyumbang Devisa Berpotensi Meningkatkan
Terbesar Kedua. Transaksi E-Commerce

EKSPOR TENAGA
AGRIBISNIS HEALTHCARE KERJA

Dalam upaya menyiapkan


tenaga kerja untuk produk- PARIWISATA E-COMMERCE
produk unggulan yang
mempunyai nilai tambah
Peningkatan Taraf Hidup Meningkatkan
tinggi dan kebutuhan Penyerapan tenaga kerja
Masyarakat, Berpotensi
besar untuk kelapa sawit, Pengiriman Tenaga
permintaan global. Meningkatkan Proporsi Kerja Terampil ke
karet, tebu, teh, kopi, dan Pengeluaran untuk
hortikultura Luar Negeri
Kesehatan.

16
3. HASIL PENDAMPINGAN
SMK REVITALISASI TAHUN 2017
PENDAMPINGAN 125 SMK REVITALISASI TAHUN 2017

Kelompok Kerja Pengembangan SMK telah terbentuk. Kelompok kerja ini melaksanakan pedampingan terhadap
SMK Revitalisasi yang bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi.

13 Perguruan Tinggi
Pendamping
1 Politeknik Negeri Jember
2 Politeknik Pelayaran Negeri Semarang
3 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
4 Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung
5 Universitas Negeri Jakarta
6 Universitas Negeri Makassar
7 Universitas Negeri Malang
8 Universitas Negeri Medan
9 Universitas Negeri Padang
10 Universitas Negeri Semarang
11 Universitas Pendidikan Indonesia
12 Universitas Pendidikan Indonesia

Sumber: Ananto K. Seta, 2017


PENGEMBANGAN DAN PENYELARASAN KURIKULUM

Data berikut didapatkan dari hasil pengisian gdocs oleh Kepala Sekolah 219 SMK Revitalisasi

Sub Aspek Pengembangan dan Penyelarasan Kurikulum


Penyelarasan Standar
Penguatan Strategi Penyelarasan Kurikulum
Pengembangan dan Penyelarasan Kurikulum Implementasi
Kompetensi dan Sertifikasi
dengan Perkembangan DU/DI
Keahlian

sudah ada hasil tidak menjawab


30% 38%

50,75% 51,72% 54,40%


SMK yang sudah SMK yang sudah SMK yang sudah
menjalankan menjalankan menjalankan

belum Integrasi intra-, ko-, dan ekstra-


Penyelarasan Kurikulum
Penguatan Literasi TIK kurikuler untuk penguatan
melaksanakan Bermuatan Lokal
karakter produktif dan kreatif
1%
melaksanakan melaksanakan
dan sesuai tapi tidak sesuai merencanakan
21% 6% 4%

Berdasarkan data yang diisi oleh Kepala Sekolah 219 SMK Revitalisasi,
ternyata sudah 51% SMK yang melakukan pengembangan dan 49,74% 49,18% 47,85%
penyelarasan kurikulum ditahun 2017 baik yang sudah memiliki hasil atau SMK yang sudah SMK yang sudah SMK yang sudah
menjalankan menjalankan menjalankan
sedang melaksanakan proses tersebut.
Sedangkan masih ada 49% SMK Revitalisasi yang membutuhkan
pembinaan dan dukungan untuk mengembangkan dan menyelaraskan
kurikulum.
INOVASI PEMBELAJARAN

Data berikut didapatkan dari hasil pengisian gdocs oleh Kepala Sekolah 219 SMK Revitalisasi

Sub Aspek Inovasi Pembelajaran

Inovasi Pembelajaran Pengembangan Sistem Penguatan Tata Kelola


Keberhasilan Lulusan di DU/DI
Evaluasi dan Uji Kompetensi Praktik Kerja Lapangan (PKL)

sudah ada hasil


29% tidak menjawab
38%

48,61% 55,38% 53,50%


SMK yang sudah SMK yang sudah SMK yang sudah
menjalankan menjalankan menjalankan

Pengembangan Teaching Pengembangan Model dan Pengembangan Project-Based


belum Learning sebagai Model
Factory sebagai Pusat Metode Pembelajaran Student
melaksanakan Pembelajaran Kecakapan Abad 21
melaksanakan dan Kreativitas dan Inovasi Center
2%
sesuai
20% melaksanakan tapi merencanakan
tidak sesuai 5%
6%

Berdasarkan data yang diisi oleh Kepala Sekolah 219 SMK Revitalisasi,
ternyata masih 49% SMK yang mengembangkan inovasi pembelajaran 41,96% 48,04% 45,55%
ditahun 2017 baik yang sudah memiliki hasil atau sedang melaksanakan SMK yang sudah SMK yang sudah SMK yang sudah
menjalankan menjalankan menjalankan
proses tersebut.
Sedangkan masih ada 51% SMK Revitalisasi yang membutuhkan
pembinaan dan dukungan untuk mengembangkan inovasi pembelajaran.
PEMENUHAN DAN PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU DAN TENDIK

Data berikut didapatkan dari hasil pengisian gdocs oleh Kepala Sekolah 219 SMK Revitalisasi

Sub Aspek Pemenuhan dan Peningkatan Profesionalitas Guru dan Tendik


Pemenuhan dan Peningkatan Profesionalitas Guru dan Pengembangan Kompetensi Crash Program Pendidikan Guru Profesionalisme Tenaga
Tendik (Teknis Pedagogis) Guru Berkeahlian Ganda Kependidikan dan Laboran

sudah ada hasil tidak menjawab


28% 38%

57,60% 52,18% 46,76%


SMK yang sudah SMK yang sudah SMK yang sudah
menjalankan menjalankan menjalankan

Bimtek Pengembangan Rekrutmen dan Sertifikasi


Pembelajaran Abad ke-21 bagi Pendidik dari Industri sebagai
melaksanakan dan Guru & Tenaga Kependidikan Guru dan Instruktur di Industri
sesuai belum
17% melaksanakan
melaksanakan tapi
merencanakan 3%
tidak sesuai
7%
7%

Berdasarkan data yang diisi oleh Kepala Sekolah 219 SMK Revitalisasi, ternyata
masih 45% SMK yang melakukan pemenuhan dan peningkatan profesionalitas 42,62% 31,43%
guru dan tendik ditahun 2017 baik yang sudah memiliki hasil atau sedang SMK yang sudah SMK yang sudah
melaksanakan proses tersebut. menjalankan menjalankan

Sedangkan masih ada 55% SMK Revitalisasi yang membutuhkan pembinaan


dan dukungan untuk melakukan pemenuhan dan peningkatan profesionalitas
guru dan tendik .
STANDARISASI SARANA DAN PRASARANA UTAMA

Data berikut didapatkan dari hasil pengisian gdocs oleh Kepala Sekolah 219 SMK Revitalisasi

Standarisasi Sarana dan Prasarana

tidak menjawab Sub Aspek Standarisasi Sarana dan Prasarana


sudah ada hasil 37%
30% Pemenuhan Standar Sarana
Peningkatan Kualitas Sarana dan
dan Prasarana Utama melalui
Prasarana Utama
Resource

belum 56,49% 45,26%


melaksanakan SMK yang sudah SMK yang sudah
melaksanakan dan 2% menjalankan menjalankan
sesuai melaksanakan tapi merencanakan
21% tidak sesuai 5%
5%

Berdasarkan data yang diisi oleh Kepala Sekolah 219 SMK Revitalisasi, ternyata
sudah 51% SMK yang melakukan standarisasi sarana dan prasarana ditahun 2017
baik yang sudah memiliki hasil atau sedang melaksanakan proses tersebut.

Sedangkan masih ada 49% SMK Revitalisasi yang membutuhkan pembinaan dan
dukungan untuk meningkatkan standarisasi sarana dan prasarana.
KERJA SAMA SEKOLAH DENGAN DUNIA USAHA & INDUSTRI, SERTA PERGURUAN TINGGI

Data berikut didapatkan dari hasil pengisian gdocs oleh Kepala Sekolah 219 SMK Revitalisasi

Kerja Sama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Industri, Sub Aspek Kerja Sama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Industri, serta Perguruan Tinggi
serta Perguruan Tinggi
Peningkatan Peran Industri Pengembangan Teaching
Sertifikasi Kompetensi Penyerapan Tenaga Kerja
dalam Pemagangan Guru & Factory
tidak menjawab Guru/Siswa Lulusan SMK oleh DUDI
Praktik Kerja Industri Siswa
37%
sudah ada hasil
29%

56,19% 54,92% 54,18% 45,75%


SMK yang sudah SMK yang sudah SMK yang sudah SMK yang sudah
menjalankan menjalankan menjalankan menjalankan

belum
melaksanakan dan melaksanakan
sesuai 2% Optimalisasi Peran Industri Optimalisasi Peran Perguruan
melaksanakan tapi Resource Sharing dan
19% dalam Perencanaan & Tinggi dalam Riset dan
tidak sesuai merencanakan Pengembangan Dual-System
Pengembangan Kurikulum Pengembangan SMK
7% 6%

Berdasarkan data yang diisi oleh Kepala Sekolah 219 SMK Revitalisasi,
ternyata ada 48% SMK yang mengembangkan kerja sama sekolah dengan
dunia usaha dan industri serta perguruan tinggi ditahun 2017 baik yang sudah
memiliki hasil atau sedang melaksanakan proses tersebut.
45,18% 42,34% 32,68%
Sedangkan masih ada 52% SMK Revitalisasi yang membutuhkan pembinaan SMK yang sudah SMK yang sudah SMK yang sudah
menjalankan menjalankan menjalankan
dan dukungan untuk mengembangkan kerja sama baik dengan DU/DI serta
Perguruan Tinggi.
PENGELOLAAN DAN PENATAAN KELEMBAGAAN

Data berikut didapatkan dari hasil pengisian gdocs oleh Kepala Sekolah 219 SMK Revitalisasi

Pengelolaan dan Pemetaan Kelembagaan


Sub Aspek Pengelolaan dan Pemetaan Kelembagaan

sudah ada hasil Pemenuhan Perangkat Manajemen Mutu dan Kontrol Optimalisasi Peran Komite
tidak menjawab Sekolah
31% Operasional Implementasi
38%

54,60% 51,54% 50,81%


SMK yang sudah SMK yang sudah SMK yang sudah
menjalankan menjalankan menjalankan
belum
melaksanakan
melaksanakan dan 2% Pengembangan LSP-P1 dan
sesuai melaksanakan tapi Pembuatan Data Base
Perluasan Akses Sertifikasi
18% tidak sesuai merencanakan Kelulusan
Kehalian Siswa
6% 5%

Berdasarkan data yang diisi oleh Kepala Sekolah 219 SMK Revitalisasi, ternyata
ada 49% SMK yang telah melakukan pengelolaan dan penataan kelembagaan
ditahun 2017 baik yang sudah memiliki hasil atau sedang melaksanakan proses
tersebut.
46% 44,85%
SMK yang sudah SMK yang sudah
Sedangkan masih ada 51% SMK Revitalisasi yang membutuhkan pembinaan dan menjalankan menjalankan
dukungan untuk mengembangkan pengelolaan dan penataan kelembagaan.
04 FOKUS PENGEMBANGAN
JURUSAN SMK YANG BERESIKO AUTOMATISASI AKIBAT PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Pekerja Indonesia Resiko Otomatisasi 56% PekerjaanTerkena 62% Jurusan SMK 70% Siswa SMK Dibutuhkan Restrukturisasi
Pekerjaan Resiko Tinggi Terkena Resiko Tinggi Terkena Resiko Tinggi Kebijakan Vokasi
Jurusan dengan Tingkat Risiko Jurusan dengan Tingkat Risiko Jurusan dengan Tingkat Risiko
Automatisasi Tinggi Automatisasi Menengah Automatisasi Rendah

dari total jurusan yang terdapat di SMK 15% dari total jurusan yang terdapat di SMK 23% dari total jurusan yang terdapat di SMK
memiliki resiko otomatisasipekerjaan yang memiliki resiko otomatisasipekerjaan yang memiliki resiko otomatisasipekerjaan yang
62% tinggi. moderat. rendah.

Beberapa jurusan yang memiliki resiko Beberapa jurusan yang memiliki resiko Beberapa jurusan yang memiliki resiko
otomatisasi tertinggi (% dari total siswa SMK) otomatisasi menengah (% dari total siswa SMK) otomatisasi rendah (% dari total siswa SMK)

Teknik Komputer Administrasi Geologi


Teknik Kendaraan Pemasaran-Multi Akuntansi Keperawatan
dan Jaringan Perkantoran Pertambangan Desain Komunikasi
Ringan (13,8%) Media (9,8%) (10,4%) (2,1%) Farmasi (2,1%)
(13,9%) (10,3%) (0,2%) Visual (0,2%)
Terdapat usulan untuk fokus kepada beberapa jurusan Terdapat usulan untuk fokus kepada beberapa jurusan
Diusulkan diarahkan berikut : berikut :
dari high risk ke • Teknika kapal niaga • Perawat puskesmas
medium& low risk • Teknik pendingin dan tata udara • Bidan dan PMI
HIGH RISK MEDIUM - LOW
RISK • Fabrikasi logam • Apoteker
• Pengolahan minyak • Staff Event organizer
Sumber: Kemenko Perekonomian, 2017
PENCIPTAAN KOMPETENSI SMK YANG TETAP RELEVAN TERHADAP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Penyediaan tenaga kerja berketerampilan yang memiliki kreativitas tinggi dan memiliki kemampuan untuk bekerja sama

ANIMATOR DESAINER OPERATOR DESAIN GRAFIS


Jurusan SMK : Animasi Jurusan SMK : Tata Busana Jurusan SMK : Desain Komunikasi
Jumlah SMK : 80 Jumlah SMK : 513 Visual
Jumlah Siswa : 6.310 Jumlah Siswa : 48.042 Jumlah SMK : 75
Jumlah Siswa : 6.959

seniman yang menciptakan berbagai ragam Desainer merupakan salah satu yang pekerjaan yang Profesi ini membutuhkan kreativitas untuk
gambar yang akan membentuk ilusi seolah-olah dapat dilakukan oleh anak SMK, seperti yang telah memberikan sentuhan artistik pada suatu produk,
bergerak pada saat ditayangkan dengan cepat. dilakukan oleh SMK NU Banat di Kudus yang sudah materi presentasi ataupun media promosi
SMK ini membutuhkan fasilitas yang maju, namun menembus pasar dunia. Pekerjaan ini mendesain
lulusannya sangat dibutuhkan baju untuk dipasarkan.

PEKERJA SENI PENULIS KONTEN AUDIO / VIDEO EDITOR

Jurusan SMK : Seni Jurusan SMK : Multimedia Jurusan SMK : Multimedia


Jumlah SMK : 83 Jumlah SMK : 2.031 Jumlah SMK : 2.031
Jumlah Siswa : 6.897 Jumlah Siswa : 221.311 Jumlah Siswa : 221.311

Pekerja seni dapat berupa menari tradisional, seni Penulis konten bertugas untuk mengisi konten Audio / Video Editor merupakan profesi yang
lukis, seni patung, seni pedalangan, maupun seni pada suatu media, baik media cetak, media online melakukan prodes penyuntingan pada audio
musik maupun media sosial, seperti Twitter, Instagram ataupun video, pekerjaan ini tersedia luas di
maupun Facebook bidang media maupun teknologi informasi

Sumber: Kemenko Perekonomian, 2017


Fokus Prioritas Jurusan SMK

Sektor
Jenis Pekerjaan Kompetensi Keahlian
Industri

1. Programmer • Rekayasa Perangkat Lunak


2. Software Engineer • Teknik Komputer dan Jaringan
3. Front-End Web • Teknik Elektronika Komunikasi
• Teknik Jaringan Akses
Developer
Teknologi • Teknik Transmisi Telekomunikasi
Informasi 4. Network Administrator

5. Perawat • Keperawatan
6. Perawat Gigi • Keperawatan gigi
7. Tenaga Farmasi • Keperawatan sosial
• Farmasi
Kesehatan

Fokus kepada kebutuhan


8. Pengendali Mutu Kelapa Sawit • Agribisnis Tanaman Perkebunan
jurusan yang sejalan 9. Operator Otomatisasi Pertanian • Teknologi Pengolahan Hasil
dengan Industri 4.0 dan 10. Teknisi Teknologi Daur Ulang
11. Teknisi Biodisel dan Logistik •
Pertanian
Pengawasan Mutu Hasil Pertanian
Industri bahan
mengurangi jurusan yang pokok
saat ini dan mendatang,
• Teknik Elektronika Industri
tidak dibutuhkan. 12. Operator Pabrik Ban
• Teknik Mekatronika
13. Pengrajin Furnitur
14. Tenaga Produksi Seragam • Disain dan Produksi Kriya Kayu
Industri • Desain dan Produksi Kriya Tekstile
Militer
Barang Jadi
28
Strategi Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi di Indonesia

Dalam mengembangkan pendidikan vokasi di 5 sektor yang menjadi motor ekonomi Indonesia, ada kebijakan dan perubahan
mendasar (fundamental) yang harus dilakukan oleh Kementerian atau Lembaga terkait:

Penggunaan platform
digital dalam proses
Membenahi penyaringan pengajaran dan informasi
siswa agar yang masuk pasar tenaga kerja Kolaborasi antara
ke sekolah vokasi adalah lembaga pendidikan
siswa yang berkualitas vokasi dan DUDI
melalui pemagangan

Menyusun kurikulum yang


selaras dengan kebutuhan
DUDI dan mengacu pada Memperkuat keterlibatan
SKKNI dan KKNI serta asosiasi, industri dan
perkembangan Revolusi masyarakat dalam
Industri 4.0 pengembangan vokasi

Pemenuhan
tenaga pengajar Menyediakan sarana
vokasi terutama dan prasarana
yang memiliki peralatan praktek
keahlian tertentu yang sesuai dengan
(produktif) kebutuhan DUDI

29
Tugas dan Peran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

1.
6. Mengubah kurikulum SMK yang
Membuat aturan pembatasan sesuai dengan kebutuhan DUDI
jurusan yang tidak sesuai dengan dan perkembangan Revolusi
perkembangan DUDI Industri 4.0

5. 2.
Mengubah aturan penerimaan Menyediakan guru produktif untuk
murid baru untuk menjaring peningkatan kualitas pendidikan
murid yang lebih berkualitas dan pelatihan vokasi

4. 3.
Menyiapkan skema Membangun kerjasama
pemagangan yang sesuai dengan DUDI untuk
dengan Kurikulum DUDI penyediaan alat praktek

8
1. Mengubah Kurikulum SMK Sesuai Kebutuhan DUDI

Tujuan: Meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang Link and match pada kebutuhan DUDI dengan komposisi kurikulum yang didominasi
oleh praktek.
1 • Kemenko Ekon
• Kemendikbud
• Kemenaker
• Kemenperin
• KADIN
Penetapan Profil • SMK terkait
Lulusan SMK

Feb – Maret 2018

5 2 Dalam pengembangan kurikulum


• Kemendikbud • Kemenko Ekon harus memperhatikan:
• Kemenaker • Kemendikbud • Permen Pendidikan dan
• Kemenperin Penyusunan Modul • Kemenaker
• SMK terkait Menetapkan Tujuan • Kemenperin
Kebudayaan No. 20 Tahun
Pembelajaran sesuai dengan Pembelajaran pada • KADIN 2016 tentang Standar
Kurikulum Baru Mengubah Kurikulum Baru • SMK terkait Kompetensi Lulusan
Kurikulum SMK Pendidikan Dasar dan
April – Mei 2018 Sesuai Feb - Maret 2018 Menengah
Kebutuhan • Permen Pendidikan dan
DUDI Kebudayaan No. 21 Tahun
2016 tentang Standar Isi
Pendidikan Dasar dan
Menengah
4
3 • Profil Lulusan dan kompetensi
• Kemenko Ekon yang dibutuhkan dalam DUDI.
• Kemendikbud
• Kemenaker
• Kemendikbud
• Kemenperin
• Kemenaker Menyusun Struktur dan
Pengembangan Silabus • KADIN
• Kemenperin Muatan Kurikulum Baru
Kurikulum Baru • SMK terkait
• SMK terkait

Maret 2018
April 2018

Catatan: Langkah penyusunan kurikulum diadaptasi dari Panduan Penyusunan Kurikulum jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Standar Nasional Pendidikan 31
2. Menyediakan Guru Produktif

1. Penyiapan guru produktif;


Tujuan: 2. Menyesuaikan kompetensi guru dengan kebutuhan perubahan kurikulum yang sesuai kebutuhan DUDI.

4 1
• Kemenko Ekon • Kemenko Ekon
• Kemendikbud • Kemendikbud
• Kemenristekdikti • Kemenristekdikti
• Kemenaker Pelaksanaan ToT dan Identifikasi Kompetensi • Kemenaker
• Kemenperin Pemagangan Guru di yang Belum Terpenuhi oleh • Kemenperin
• SMK terkait Industri Guru Produktif • SMK terkait
• PGRI • PGRI

Mei - Juni 2018 Feb-Maret 2018

Menyediakan
Guru Produktif

3 2 • Kemenko Ekon
• Kemenko Ekon
• Kemendikbud • Kemendikbud
• Kemenristekdikti • Kemenristekdikti
• Kemenaker Pengembangan Kerjasama • Kemenaker
Penyusunan Skema • Kemenperin
• Kemenperin dengan DUDI dalam
Pemagangan Guru di • SMK terkait
• SMK terkait Pengadaan ToT
• PGRI Industri • PGRI

Mei 2018 April 2018

32
3. Membangun kerjasama dengan DUDI untuk Penyediaan Alat Praktek

Tujuan: Mengatasi permasalahan kekurangan peralatan praktek minimum di SMK.

4 1
• Kemenko Ekon
• Kemendikbud • Kemendikbud
• SMK Terkait Identifikasi Kebutuhan • Kemperin
• Perusahaan Penyediaan Alat Alat Praktek yang tidak • KADIN
Praktek oleh Mitra Tersedia di SMK • SMK Terkait
Industri
Juni – Agust 2018 Feb – Mar 2018

Skema
Kerjasama
Dengan Industri
Untuk
Penyediaan
Alat Praktek

3 2
• Kemenko Ekon • Kemendikbud
• Kemendikbud • Kemperin
• Kemperin Penetapan • KADIN
• Industri Mitra • SMK Terkait
KADIN Pengesahan
• SMK Terkait Kerjasama • Perusahaan
MoU Kerjasama
• Perusahaan
April 2018 Feb – Mar 2018

33
4. Menyiapkan Skema Pemagangan yang Sesuai dengan Kurikulum DUDI

Tujuan: 1. Menyediakan tempat praktek bagi siswa SMK


2. Mengatasi kekurangan peralatan minimum

• Kemenko Ekon
1 • Kemendikbud
• Kemperin
• KADIN
Identifikasi Industri • SMK Terkait
Mitra Kerjasama • Perusahaan (DUDI)
Pemagangan

Feb – Mar 2018


5 2
• Kemendikbud • Kemenko Ekon
• Kemperin • Kemendikbud
• KADIN • Kemperin
• SMK Terkait Pengesahan • KADIN
Sertifikasi Skema
• Perusahaan (DUDI) • SMK Terkait
Kompetensi Pemagangan MoU Kerjasama
• Badan Nasional • Perusahaan (DUDI)
Sertifikasi yang Sesuai
September 2018 April 2018
dengan
Kurikulum
DUDI

4 3 • Kemendikbud
• Kemperin
• SMK Terkait • KADIN
• Perusahaan (DUDI) Penyiapan Pelatih di • SMK Terkait
Pelaksanaan Tempat Kerja yang • Perusahaan (DUDI)
Pemagangan Memahami Kurikulum

Juni – Agust 2018 Mei 2018

34
5. Mengubah Aturan Penerimaan Murid Baru SMK untuk Menjaring Murid yang Lebih Berkualitas

Tujuan: 1. Memperbaiki kualitas calon murid SMK


2. Membedakan standar penerimaan SMK dengan SMA lainnya

1 • Kemenko Ekon
• Kemendikbud
• SMK Terkait
Identifikasi Aturan • PGRI
Penerimaan murid SMK
yang tidak relevan

Feb 2018
5
2
• Kemenko Ekon • Kemenko Ekon
• Kemendikbud • Kemendikbud
Pelaksanaan Skema • SMK Terkait
• SMK Terkait Perumusan Persyaratan

Penerimaan Siswa Perubahan • PGRI
PGRI Baru Penerimaan
dengan Aturan Baru Aturan Murid SMK
Penerimaan
Juni 2018 Murid Baru Maret 2018
Untuk Menjaring
Murid Yang
Lebih
Berkualitas

4 3
• Kemenko Ekon • Kemenko Ekon
• Kemendikbud • Kemendikbud
• SMK Terkait Pengesahan Peraturan • SMK Terkait
Sosialisasi
• PGRI Baru Penerimaan Murid • PGRI
Aturan Baru
SMK Secara Nasional

Mei 2018 April 2018

35
6. Membuat Aturan Pembatasan Jurusan yang Tidak Sesuai dengan Perkembangan DUDI

Tujuan: 1. Menciptakan Jurusan kompetensi SMK yang sesuai Kebutuhan DUDI


2. Menciptakan Jurusan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa depan

1
• Kemenko Ekon
• Kemendikbud
Pemetaan • SMK Terkait
Jurusan di
SMK

Februari 2018
5 2

• Kemenko Ekon • Kemenko Ekon


• Kemendikbud Skema Koordinasi dengan • Kemendikbud
• SMK Terkait Pembatasan dan Penyusunan • SMK Terkait
SMK dan Pemda
• Pemda Penutupan Jurusan Aturan • Pemda
secara Bertahap Pembatasan
Juni – Juli 2018 Jurusan SMK Maret 2018
yang tidak
sesuai dengan
Perkembangan
DUDI

4 3
• Kemenko Ekon
• Kemenko Ekon • Kemendikbud
• Kemendikbud • SMK Terkait
• SMK Terkait Sosialisasi Penetapan • Pemda
• Pemda kepada SMK Aturan dalam
dan Pemda Permendikbud
Mei 2018 April 2018

36
TAKOLA SMK
Aplikasi berbasis web terintegrasi
dengan DAPODIK sebagai sumber data
yang digunakan untuk mengelola proses
pengusulan, penetapan,monitoring dan
pelaporan bantuan-bantuan yang
diberikan oleh Direktorat Pembinaan
SMK kepada Sekolah.

38
TERIMA KASIH

Direktorat Pembinaan SMK


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia