Anda di halaman 1dari 18

Oleh : dr.Muchammad Fauzan Mukhlis, MH.

Kes
 Diabetes adalah suatu penyakit dimana tubuh
tidak dapat menghasilkan insulin (hormon
pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan
tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja
dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan
gula darah meningkat saat diperiksa.

 Sumber : 2013 © Klinik Diabetes Nusantara


 Diabetes tipe 1
Suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat
memproduksi hormon insulin. Sehingga penderita harus
menggunakan suntikan insulin dalam mengatur gula darahnya.
Sebagian besar penderitanya adalah anak-anak & remaja.
Diabetes tipe 2
Terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang
mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan
baik (resistensi insulin). Tipe ini merupakan yang terbanyak
diderita saat ini (90% lebih), sering terjadi pada mereka yang
berusia lebih dari 40 tahun, gemuk dan mempunyai riwayat
diabetes dalam keluarga.

 Sumber : 2013 © Klinik Diabetes Nusantara


Mereka yang menderita Diabetes sering menunjukkan gejala sebagai berikut :
Haus dan banyak minum
 Lapar dan banyak makan
 Sering kencing
 Berat badan menurun
 Mata kabur
 Luka lama sembuh
 Mudah terjadi infeksi pada kulit (gatal-gatal), saluran kencing dan gusi
 Nyeri atau baal pada tangan atau kaki
 Badan terasa lemah
 Mudah mengantuk
 Gejala-gejala di atas sering dijumpai, tapi pada beberapa orang sering tidak
dijumpai gejala sama sekali. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaaan
darah di laboratorium.

 Sumber : 2013 © Klinik Diabetes Nusantara


 Diabetes dapat terjadi pada semua orang. Tapi bagi
mereka yang mempunyai riwayat keluarga Diabetes,
lebih besar kemungkinannya untuk menderita
Diabetes. Selain riwayat keluarga, faktor resiko
lainnya adalah mereka yang mempunyai berat badan
berlebih (gemuk), kolesterol tinggi (pola makan yang
tidak baik), Hipertensi dan kurang aktifitas fisik.
Mereka yang berusia lebih dari 40 tahun disertai
dengan kegemukan akan semakin meningkatkan
resiko untuk menderita diabetes.

 Sumber : 2013 © Klinik Diabetes Nusantara


 Diagnosa Diabetes didapatkan bila ditemukan hasil pemeriksaan sebagai berikut :
Gula darah puasa lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl

 Gula darah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl

 Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa 75 gram (pada tes toleransi
glukosa oral) memberikan hasil lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl

 Bila seseorang mempunyai gejala khas Diabetes (banyak kencing, banyak minum, banyak
makan, berat badan menurun cepat dan badan lemas), maka hasil pemeriksaan sekali
saja di atas sudah menentukan orang tersebut menderita diabetes.
Tapi bila gejala khas tidak ada, diperlukan dua kali pemeriksaan di atas untuk
memastikan diagnosa Diabetes.

 Sumber : 2013 © Klinik Diabetes Nusantara


 Pre Diabetes adalah suatu keadaan dimana gula darah lebih
tinggi daripada normal tapi belum cukup tinggi untuk
dimasukkan dalam kategori Diabetes.

Mereka yang termasuk dalam kategori Pre Diabetes, beresiko
tinggi untuk menderita Diabetes tipe 2 di kemudian hari,
kecuali mereka melakukan pola hidup sehat dengan
menurunkan berat badan yang berlebih dan aktif berolahraga.
Seseorang dimasukkan dalam kategori Pre Diabetes bila gula
darah puasa berkisar antara 100-125 mg/dl. Gula darah 2 jam
setelah pemberian larutan glukosa 75 gram (pada tes
toleransi glukosa oral) berkisar antara 140-199 mg/dl.

Sumber : 2013 © Klinik Diabetes Nusantara


 Baik penyandang Diabetes tipe 1 maupun tipe 2, sangat penting untuk melakukan
perencanaan makan dan berolahraga. Untuk Diabetes tipe 1 dan beberapa Diabetes
tipe 2, diperlukan juga suntikan insulin. Untuk sebagian penyandang Diabetes tipe 2,
diperlukan obat oral (obat minum) agar membantu tubuh untuk membuat insulin lebih
banyak dan atau membantu membuat insulin bekerja dengan lebih baik.
Kadang penyandang Diabetes tipe 2 dapat mengontrol gula darahnya tanpa obat, hanya
dengan pengaturan pola makan dan berolah raga secara teratur.
Penyandang Diabetes dianjurkan untuk kontrol teratur ke dokter.

 Dokter akan memberikan penjelasan tentang Diabetes dan pengendaliannya,


pengaturan pola makan, olahraga, komplikasi yang dapat terjadi dan obat-obatan atau
insulin yang perlu digunakan.

Pasien juga perlu melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin dan melalukan
pemeriksaan darah dan air seni berkala yang meliputi HbA1c (gambaran gula darah
dalam 3 bulan terakhir), mikroalbumin urin (kebocoran protein dalam air seni), profil
kolesterol, fungsi ginjal, hati, dan sebagainya.
Pasien juga perlu memeriksakan matanya secara teratur minimal 1 kali dalam setahun
untuk memastikan tidak adanya komplikasi Diabetes pada mata (retinopati).

 Sumber : 2013 © Klinik Diabetes Nusantara


 Inilah salah satu alasan yang penting mengapa pasien
perlu mengontrol gula darahnya. Karena dengan kontrol
gula darah yang buruk, pasien akan mengalami komplikasi
jangka panjang, seperti stroke, penyakit jantung,
kebutaan, gagal ginjal, penyakit pada pembuluh darah
dan kerusakan syaraf sehingga dapat menyebabkan
amputasi pada anggota tubuh dan pada pria dapat
terjadi gangguan ereksi.
Dari penelitian selama 10 tahun yang telah selesai
dilakukan, menunjukkan bahwa pasien yang menjaga gula
darahnya tetap terkontrol, akan menurunkan resiko
komplikasi-komplikasi tersebut hingga 50% lebih.

Sumber : 2013 © Klinik Diabetes Nusantara


 Target dari gula darah adalah individual, jadi bisa saja satu
pasien dengan pasien lain berbeda untuk target yang harus
dicapai. Tapi secara umum target yang harus dicapai adalah :
Gula darah sebelum makan : 90-130 mg/dl

 Gula darah 2 jam setelah makan : dibawah 160 mg/dl

 Gula darah sebelum tidur : 110-150 mg/dl

 Target untuk HbA1c (gambaran gula darah dalam 3 bulan


terakhir) yaitu kurang dari 7%

Sumber : 2013 © Klinik Diabetes Nusantara


 Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat
menyembuhkan Diabetes. Tapi dengan menurunkan
berat badan yang berlebih, diet yang baik, dan
berolahraga secara teratur, dapat membuat gula
darah kembali normal. Tapi ini tidak berarti telah
sembuh dari Diabetes. Karena bila pasien kembali
gemuk, diet buruk dan tidak berolahraga, maka gula
darah akan meningkat kembali. Jadi Diabetes tidak
dapat sembuh, tapi gula darah dapat dikontrol
dalam batas normal.

Sumber : 2013 © Klinik Diabetes Nusantara


 Hipertensi atau darah tinggi adalah penyakit
kelainan jantung dan pembuluh darah yang
ditandai dengan peningkatan tekanan darah.
Hipertensi kini ditengarai sebagai penyebab
utama stroke dan jantung.

Sumber http://www.alodokter.com/hipertensi/pengobatan
Satu-satunya cara yakni dengan memeriksa tekanan
darah. Tekanan darah dibagi menjadi dua, yaitu
sistolik dan diastolik. Sistolik adalah tekanan dalam
arteri yang terjadi saat dipompanya darah dari
jantung ke seluruh tubuh. Adapun diastolik yaitu sisa
tekanan dalam arteri saat jantung beristirahat.
Tekanan ini dinyatakan dalam bentuk angka pecahan.
Tekanan sistolik ditulis di atas, sedangkan diastolik di
bawah. Jika hasil pengukuran tensi 120/80 mmHg,
artinya sistolik Anda 120 dan diastolik 80.

Sumber http://www.alodokter.com/hipertensi/pengobatan
 Sebagian besar (90%) penyebab hipertensi tidak diketahui
(hipertensi essential) umumnya berkatian seperti genetik,jenis
kelamin, keadaan lingkungan dan gaya hidup. Faktor gizi yang sangat
berhubungan dengan terjadinya hipertensi melalui beberapa
mekanisme.

 Aterosklerosis merupakan penyebab utama terjadinya hipertensi


yang berhubungan dengan diet seseorang, walaupun faktor usia juga
berperan, karena pada usia lanjut (usila) pembuluh darah cenderung
menjadi kaku dan elastisitasnya berkurang.

Dan sekitar 5% kasus hipertensi telah diketahui penyebabnya
seperti penyakit ginjal, penyakit pembuluh darah dan penyakit
endokrin.

Sumber http://www.alodokter.com/hipertensi/pengobatan
 Otak : Stroke
 Mata : Kebutaan
 Jantung : Gagal Jantung
 Ginjal : Gagal ginjal

Sumber http://www.alodokter.com/hipertensi/pengobatan
 1. Pembatasan asupan garam :
 · Diet rendah lemak dan kolesterol
 · Diet tinggi serat: menurunkan berat badan dan membantu memperlancar
metabolisme tubuh.

 2. Aktifitas fisik yang cukup :tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas
fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih
rendah ketika beristirahat.

 3. Penurunan BB

 4. Pembatasan asupan alkohol dan rokok : karena dalam rokok terdapat


nikotin yang melepasankan katekolamin

 5. Manajemen Stress

Sumber http://www.alodokter.com/hipertensi/pengobatan
 Dalam beberapa kasus hipertensi, pasien kadang perlu
mengonsumsi obat-obatan seumur hidup.
 Namun, jika tekanan darah telah terkendali dalam
bertahun-tahun, Anda mungkin boleh menghentikan
pengobatan.
 Ada juga sebagian penderita yang harus mengonsumsi
lebih dari satu jenis obat. Kombinasi ini biasanya
diperlukan untuk mengatasi hipertensi yang lebih sulit
dikendalikan.
 Beberapa jenis obat yang umumnya diberikan adalah:
Amlodipin,Captopril,Furosemid,& Hct.

Sumber http://www.alodokter.com/hipertensi/pengobatan
 Sekian dan Terimakasih