Anda di halaman 1dari 18

BIOETHICAL TASK

OLEH :
N U G R O H O S E T YAWA N S O B A A
16710243

PEMBIMBING :
DR. MEIVY ISNOVIANA, S.H, M.H

S M F I L M U K E D O K T E R A N F O R N S I K D A N M E D I KO L E G A L
FA K U LTA S K E D O K T E R A N W I J AYA K U S U M A S U R A B AYA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SOEBANDI JEMBER
2018
Case I
Seorang laki-laki dating diantar oleh kedua orang tuanya untuk menjalani tes kesehatan
di poli RSD. S. Keluarga menjelaskan bahwa sang anak akan mengikuti tes seleksi
penerimaan Taruna kepolisian AKPOL dalam waktu dekat.
dr. E memeriksa pasien calon Taruna, yang kebetulan tetangganya, setelah diperiksa
ternyata pasien menderita penyakit Asma, dr. E dihadapkan oleh dua pilihan yaitu demi
kepentingan seleksi penerimaan atau mempertahankan silaturahmi dengan
tetangganya. dr.E kemudian memilih untuk tidak meluluskan demi kepentingan
keselamatan calon taruna tersebut, sebab apabila diluluskan itu akan sangat berbahaya
bagi konsisi keselamatan pasien, sebab stamina dan daya tahan tubuh calon taruna
kurang, hal ini tentu berbahaya, mengingat bahwa ini merupakan tes untuk menjadi
polisi yang nantinya akan banyak menggunakan fisik.
Meskipun dokter sudah menjelaskan semua kepada keluarganya, dan meminta agar
melakukan pengobatan kepada pasien, namun keluarga sangat kecewa dengan
keputusan dr. E dan tetap menginginkan dr.E untuk meloloskan anak mereka.
KDB 1 Beneficence
Kriteria Ada Tidak ada
1. Mengutamakan altruism (menolong tanpa pamrih, rela berkorban untuk kepentingan orang lain) 
2. Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia 
3. Memandang pasien/keluarga sebagai sesuatu yang tak hanya menguntungkan dokter 
4. Mengusahakan agar kebaikan lebih banyak dibandingkan keburukannya 
5. Paternalisme bertanggungjawab/berkasih sayang 
6. Menjamin kehidupan baik minimal manusia 
7. Pembatasan goal based (sesuai tujuan/kebutuhan pasien) 
8. Maksimalisasi pemuasan kebahagiaan/preferensi pasien 
9. Minimalisasi akibat buruk 
10. Kewajiban menolong pasien gawat darurat 
11. Menghargai hak-hak pasien secara keseluruhan 
12. Tidak menarik honorarium di luar kewajaran 
13. Maksimalisasi kepuasan tertinggi secara keseluruhan 
14. Mengembangkan profesi secara terus menerus 
15. Memberikan obat berkhasiat namun murah 
16. Menerapkan golden rule principle 
KDB 2 Non-Maleficence
Kriteria Non-Maleficience Ada Tidak ada

1. Menolong pasien emergensi : 


Dengan gambaran sbb :
- pasien dalam keadaan sangat berbahaya (darurat) / berisiko
kehilangan sesuatu yang penting (gawat)
- dokter sanggup mencegah bahaya/kehilangan tersebut
- tindakan kedokteran tadi terbukti efektif
- manfaat bagi pasien > kerugian dokter
2. Mengobati pasien yang luka 
3. Tidak membunuh pasien ( euthanasia ) 
4. Tidak menghina/mencaci maki/ memanfaatkan pasien 
5. Tidak memandang pasien hanya sebagai objek 
6. Mengobati secara proporsional 
7. Mencegah pasien dari bahaya 
8. Menghindari misrepresentasi dari pasien 
9. Tidak membahayakan pasien karena kelalaian 
10. Memberikan semangat hidup 
11. Melindungi pasien dari serangan 
KDB 3 Autonomi
Kriteria Ada Tidak ada
1. Menghargai hak menentukan nasib sendiri, menghargai martabat pasien 
2. Tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan (kondisi elektif) 
3. Berterus terang 
4. Menghargai privasi 
5. Menjaga rahasia pasien 
6. Menghargai rasionalitas pasien 
7. Melaksanakan informed consent 
8. Membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan sendiri 
9. Tidak mengintervensi atau menghalangi otonomi pasien 
10. Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dalam mengambil keputusan 
termasuk keluarga pasien sendiri
11. Sabar menunggu keputusan yang akan diambil pasien pada kasus non 
emergensi
12. Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien 
13. Menjaga hubungan (kontrak) 
KDB 4 Justice
Kriteria Ada Tidak ada
1. Memberlakukan sesuatu secara universal 
2. Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan 
3. Memberi kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi yang sama 
4. Menghargai hak sehat pasien 
5. Menghargai hak hukum pasien 
6. Menghargai hak orang lain 
7. Menjaga kelompok yang rentan 
8. Tidak melakukan penyalahgunaan 
9. Bijak dalam makro alokasi 
10. Memberikan kontribusi yang relative sama dengan kebutuhan pasien 
11. Meminta partisipasi pasien sesuai kemampuannya 
12. Kewajiban mendistribusikan keuntungan dan kerugian (biaya, beban, sanksi) secara adil 
13. Mengembalikan hak kepada pemiliknya pada saat yang tepat dan kompeten 
14. Tidak memberi beban berat secara tidak merata tanpa alasan tepat/sah 
15. Menghormati hak populasi yang sama-sama rentan penyakit/gangguan kesehatan 
16. Tidak membedakan pelayanan pasien atas dasar SARA, status social, dsb 
DILEMA ETIK

Dilema etik : Beneficience vs Autonomi


Prima fasia : Beneficience
4 BOX METHOD
Medical indication : Atas diagnosis dokter, pasien menderita penyakit asma
Untuk kesembuhan dan keselamatan pasien
Quality of life : Kondisi pasien diharapkan membaik setelah pengobatan.
Client preference : Dokter menjelaskan tentang penyakit yang diderita pasien, serta
baik dan buruk yang akan terjadi.
Contextual feature : Pihak keluarga tidak menerima keputusan dokter.
PRINSIP PROFESIONALISME
Accountability : Dokter menyarankan untuk dilakukan pengobatan
Duty : Dokter melakukan sesuai prosedur
Alturism : Dokter melayani secara profesional
Respect for other : Dokter menghargai keputusan pasien
Humanity : Dokter berempati kepada pasien sehingga menyarankan untuk
dilakukan pengobatan dan tidak mengizinkan ikut akademi demi keselamatan
pasien
Termasuk : Ordinary
CASE II
Pasien laki-laki setengah baya ditemani oleh anak perempuannya datang berobat di poli bedah
dengan keluhan benjolan pada leher. Awal mula benjolan kecil namun kian lama terus
membesar. Sesaat setelah diperiksa, dokter menjelaskan bahwa benjolan pada leher merupakan
tumor ganas, kemudian dokter memarahi pasien tersebut karena pasien tidak kunjung cepat
berobat ke dokter ketika awal muncul benjolan. Saat anak pasien bertanya tentang penyakit
ayahnya, dokter hanya memarahi pasien dan anak tersebut namun tidak menjelaskan dengan
baik tentang penyakit yang dialami. Dokter menyarankan satu-satunya cara untuk mengatasi
benjolan hanya dengan oprasi, pasien menolak dan memilih rawat jalan dengan alasan tidak ada
biaya.
KDB 1 Beneficence
Kriteria Ada Tidak ada
1. Mengutamakan altruism (menolong tanpa pamrih, rela berkorban untuk kepentingan orang lain) 
2. Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia 
3. Memandang pasien/keluarga sebagai sesuatu yang tak hanya menguntungkan dokter 
4. Mengusahakan agar kebaikan lebih banyak dibandingkan keburukannya 
5. Paternalisme bertanggungjawab/berkasih sayang 
6. Menjamin kehidupan baik minimal manusia 
7. Pembatasan goal based (sesuai tujuan/kebutuhan pasien) 
8. Maksimalisasi pemuasan kebahagiaan/preferensi pasien 
9. Minimalisasi akibat buruk 
10. Kewajiban menolong pasien gawat darurat 
11. Menghargai hak-hak pasien secara keseluruhan 
12. Tidak menarik honorarium di luar kewajaran 
13. Maksimalisasi kepuasan tertinggi secara keseluruhan 
14. Mengembangkan profesi secara terus menerus 
15. Memberikan obat berkhasiat namun murah 
16. Menerapkan golden rule principle 
KDB 2 Non-Maleficence
Kriteria Non-Maleficience Ada Tidak ada

1. Menolong pasien emergensi : 


Dengan gambaran sbb :
- pasien dalam keadaan sangat berbahaya (darurat) / berisiko
kehilangan sesuatu yang penting (gawat)
- dokter sanggup mencegah bahaya/kehilangan tersebut
- tindakan kedokteran tadi terbukti efektif
- manfaat bagi pasien > kerugian dokter
2. Mengobati pasien yang luka 
3. Tidak membunuh pasien ( euthanasia ) 
4. Tidak menghina/mencaci maki/ memanfaatkan pasien 
5. Tidak memandang pasien hanya sebagai objek 
6. Mengobati secara proporsional 
7. Mencegah pasien dari bahaya 
8. Menghindari misrepresentasi dari pasien 
9. Tidak membahayakan pasien karena kelalaian 
10. Memberikan semangat hidup 
11. Melindungi pasien dari serangan 
12. Tidak melakukan white collar crime dalam bidang kesehatan
KDB 3 Autonomi
Kriteria Ada Tidak ada
1. Menghargai hak menentukan nasib sendiri, menghargai martabat pasien 
2. Tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan (kondisi elektif) 
3. Berterus terang 
4. Menghargai privasi 
5. Menjaga rahasia pasien 
6. Menghargai rasionalitas pasien 
7. Melaksanakan informed consent 
8. Membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan sendiri 
9. Tidak mengintervensi atau menghalangi otonomi pasien 
10. Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dalam mengambil keputusan 
termasuk keluarga pasien sendiri
11. Sabar menunggu keputusan yang akan diambil pasien pada kasus non 
emergensi
12. Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien 
13. Menjaga hubungan (kontrak) 
KDB 4 Justice
Kriteria Ada Tidak ada
1. Memberlakukan sesuatu secara universal 
2. Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan 
3. Memberi kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi yang sama 
4. Menghargai hak sehat pasien 
5. Menghargai hak hukum pasien 
6. Menghargai hak orang lain 
7. Menjaga kelompok yang rentan 
8. Tidak melakukan penyalahgunaan 
9. Bijak dalam makro alokasi 
10. Memberikan kontribusi yang relative sama dengan kebutuhan pasien 
11. Meminta partisipasi pasien sesuai kemampuannya 
12. Kewajiban mendistribusikan keuntungan dan kerugian (biaya, beban, sanksi) secara adil 
13. Mengembalikan hak kepada pemiliknya pada saat yang tepat dan kompeten 
14. Tidak memberi beban berat secara tidak merata tanpa alasan tepat/sah 
15. Menghormati hak populasi yang sama-sama rentan penyakit/gangguan kesehatan 
16. Tidak membedakan pelayanan pasien atas dasar SARA, status social, dsb 
DILEMA ETIK
Dilema etik : Beneficience vs Autonomi
Prima fasia : Autonomi
4 BOX METHOD
Medical indication : Dokter menjelaskan bahwa benjolan pada leher merupakan tumor ganas.
Quality of life : Pasien menolak untuk dilakukan oprasi dan memilih rawat jalan.
Client preference : Dokter menyarankan satu-satunya cara untuk mengatasi benjolan hanya
dengan oprasi.
Contextual feature : Pasien menolak untuk dilakukan oprasi dengan alasan tidak ada biaya.
PRINSIP PROFESIONALISME
Accountability : Dokter menyarankan untuk dilakukan oprasi
Duty : Dokter melakukan sesuai prosedur
Alturism : Dokter melayani secara profesional
Respect for other : Dokter menghargai keputusan pasien
Humanity : Dokter berempati kepada pasien sehingga menyarankan untuk dilakukan
oprasi untuk mencegah komplikasi
Termasuk : Ekstraordinary
TERIMA KASIH