Anda di halaman 1dari 31

KESMAVET

PEMERIKSAAN
SUSU DAN TELUR

Nama : Kurnia Riwu Manu


Nim : 1209011001
Uji Organoleptik susu
 Warna umum susu adalah dari putih hingga putih
kekuningan (Saleh, 2004). Warna putih dari susu
merupakan hasil dispersi dari refleksi cahaya oleh
globula lemak dan partikel koloidal dari kasein
dan kalsium phospat (Saleh, 2004). Warna kuning
berasal dari karoten yang berasal dari susu
(Maheswari, 2004). Sehingga dapat dikatakan susu
kambing Etawa tersebut memiliki warna normal air
susu yaitu putih kekuningan.
 Rasa manis disebabkan oleh laktosa sedangkan
rasa asin berasal dari klorida, sitrat dan garam-
garam mineral, hal ini sesuai dengan (Saleh, 2004).
 Bau dari susu kambing Etawa tersebut adalah bau
khas susu, hal ini dipengaruhi oleh lemak dari air
susu, hal ini sesuai dengan (Saleh, 2004).
 Berat jenis air susu
berat jenis dari air susu kambing etawa adalah 1030
gr/ml. Hal ini sesuai dengan standar minimum SNI yang
ditetapkan yaitu sebesar 1027 gr/ml.

 Konsistensi air susu


dari praktikum didapatkan hasil air susu kambing
etawa adalah encer agak kental. Hal ini menunjukan
tidak adanya penambahan zat/bahan lain dari air
susu tersebut.
Uji kesegaran susu
 Uji alkohol
dari hasil didapatkan terjadinya koagulasi kasein,
hal ini menunjukan sudah terjadinya penurunan
kualitas susu akibat keasaman susu yang dihasilkan.
Hal ini biasa disebabkan oleh aktivitas bakteri dan
suhu penyimpanan yang tidak tepat.
 Uji didih
pada uji didih tidak terjadinya gumpalan/endapan
saat dididihkan. Sehingga dapat disimpulkan susu
tersebut merupakan susu yang masih segar/belum
dipanaskan.
Uji Alkohol (ada presipitasi
kasein) asam

Uji berat jenis susu (1030)

Uji didih (tdk ada


gumpalan) susu segar
Uji Mastitis Subklinis, TPC, Bioassay,
Yogurt dan Conrardi
 Jumlah sel somatis yang didapat pada uji dengan
metode Breed adalah sebesar 1140000 atau
setara dengan +1 pada uji IPB-1 (Sudarwanto dkk,
2016).
 Hal ini karena pereaksi IPB-1 mempunyai
sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi sehingga
pada pemeriksaan mastitis subklinis didapatkan
hasil perubahan kekentalan yaitu +1.
TPC Susu
Dari praktikum didapatkan hasil jumlah total
mikroba pada susu segar kambing etawa adalah
15,2x107 hasil ini tidak sesuai dengan standar SNI
yaitu 1x106 . Hal ini mungkin karena kontaminasi
dari alat atau bahan dalam lab yang tidak steril
saat pengerjaan.
Residu antibiotik

 Uji bioassay
dari pengujian didapatkan hasil tidak adanya zona
bening yang terbentuk pada cakram antibiotik. Hal
ini menunjukan tidak adanya residu antibiotik
dalam produk susu segar kambing etawa sehingga
bakteri tetap tumbuh disekitar kertas cakram.
 Uji yogurt
dari pengujian didapatkan hasil negatif. Ditunjukan
dengan konsistensi susu mnjadi kental, hal ini
menunjukan tidak adanya residu antibiotik didalam
air susu sehingga bakteri stater yang membentuk
yogurt dapat tumbuh.
Uji pemalsuan susu
 Uji conrardi susu segar dan susu UHT
pada uji conrardi terjadinya perubahan warna
kuning menunjukan hasil reaksi negatif artinya
didalam susu hanya terdapat laktosa susu.
 Mikroskopik susu segar
menunjukan tidak adanya ukuran lemak dalam susu yang
homogen.
 Mikroskopik susu+santan
menunjukan adanya ukuran lemak yang tidak homogen.
 Uji conrardi susu+tepung
menunjukan terjadinya perubahan warna menjadi biru. Hal
ini karena tepung mengandung amilum sehingga jika
ditambahkan lugol akan memperlihatkan warna biru.
 Mikroskopik susu+tepung
menunjukan butir-butir lemak homogen & berwarna biru.
Sel somatis pd
Uji IPB-1 pemeriksaan dg
metode Breed
Uji Yogurt
(-) susu menjadi
kental ≠ residu Ab
Uji conrardi susu
segar

Uji Conrardi
susu +
tepung
Mikroskopik
susu+tepung

TPC Susu
Uji Bioassay (residu
AB) tdk ada
zona bening
 Uji Storch susu segar
menunjukan hasil warna biru muda,
mengindikasikan susu masih segar belum pernah
dipanaskan.
 Uji Storch susu UHT
menunjukan hasil warna putih, artinya bukan susu
segar lagi karna susu sudah pernah dipanaskan.
Susu UHT

Susu segar
TELUR
Pemeriksaan Telur ayam buras Telur ayam ras Telur bebek
kerabang telur
Keutuhan utuh utuh utuh
Bentuk Oval memanjang oval oval
Warna putih coklat hijau
Kelicinan Halus halus halus
Kebersihan Kotor Bersih Kotor
kerabang
Keretakan pada Tdk ada Tdk ada Tdk ada
telur
Bercak-bercak Tdk ada Tdk ada Tdk ada
darah
 Berdasarkan pemeriksaan keutuhan telur, ketiga
telur dikatakan baik karena memenuhi standar.
Pemeriksaan Telur ayam buras Telur ayam ras Telur bebek
Tinggi kandung 1 cm 1 cm 0,5 cm
hawa
Indeks kuning telur
a. Tinggi kuning 0,9 cm 1 cm 1 cm
telur
b. Diameter kuning 4,9 cm 3,9 cm 4,8 cm
telur
c. Indeks kuning 0,18 cm 0,19 cm 0,20 cm
telur
Indeks albumin telur
a. Tinggi albumin 0,41 cm 0,42 cm 0,6 cm
telur
b. Diamter rata- 11 cm 13 cm 14,6 cm
rata albumin
telur
c. Indeks albumin 0,37 cm 0,032 cm 0,041 cm
telur
Perendaman air Tenggelam mengapung mengapung
garam
Haugh unit 38,7 39 37
Pengukuran tinggi
albumin

Pengukuran
tinggi kuning
telur
Penentuan kualitas fisik bagian dalam telur meliputi
keadaan putih telur, kuning telur dan rongga udara
 Haugh unit ditentukan berdasarkan keadaan putih
telur. Pada nilai haugh unit untuk ketiga telur
memiliki mutu B yaitu nilai haugh <60 (Haryono,
2000).
 Kuning telur dari hasil pengamatan untuk telur
ayam buras dan telur bebek dikatakan baik (grade
A) karena letak kuning telur masih berada ditengah
(agak pinggir). Sedangkan telur ayam ras letak
kuning telur sudah berada dipinggir (grade B). Hal
ini mungkin karena pengaruh dari lama
penyimpanan telur. Telur yang segar kuning telur
terletak ditengah hal ini sesuai (Haryono, 2000).
 Indeks putih telur dari telur yang segar adalah
berkisar antara 0,050 dan 0,174 (Winarno &
Koswana, 2002). Dari pengamatan didapatkan
hasil telur ayam buras sebesar 0,037, telur ayam
ras sebesar 0,032 dan telur bebek sebesar 0,041
sehingga indeks putih telur untuk ketiga telur
termasuk dalam mutu loss karena tidak memenuhi
standar yang ditentukan .
 Indeks kuning telur dari telur segar beragam antara
0,33 dan 0,55 dengan nilai rata-rata 0,42. dari
hasil didapatkan untuk telur ayam buras sebesar
0,18, telur ayam ras sebesar 0,19 dan telur bebek
sebesar 0,20. sehingga dikatakan indeks kuning
telur untuk ketiga telur termasuk dalam mutu loss
atau tidak sesuai dalam standar.
TPC Telur
 Telur ayam buras 5,51x106 est
 Telur ayam ras 1,95x107 est
 Telur bebek 5,51x106 est
dari pemeriksaan ketiga telur dapat disimpulkan
mutu ketiga telur kurang baik (mutu loss) karena
mengandung total mikroba lebih banyak dari
standar SNI (1x 105) total mikroba yang banyak ini
juga mungkin disebabkan oleh pengerjaan yang
kurang aseptis.
Kesimpulan
 Dari hasil pemeriksaan susu dapat disimpulkan susu
segar kambing Etawa dan susu UHT dikatakan baik
dan layak diproduksi dan dikonsumsi.
 Dari hasil pemeriksaan telur, untuk telur ayam
buras, telur ayam ras dan telur bebek dikatakan
baik dan layak diproduksi dan dikonsumsi.