Anda di halaman 1dari 44

Disusun oleh :

Victor Kurniawan
42170120

Pembimbing :
dr. Gobing Sabardi, Sp. An
 Nama Pasien : Bp. H R
 Nomor RM : 020621xxx
 Tanggal lahir : 01-03-1967
 Usia : 51 tahun
 Alamat : Murung, Palangka Raya
 Tanggal operasi : 21 Maret 2018
 Pukul : 14.00 – 17.20
 Rawat Inap : Gardenia

2
 Kesadaran : Compos Mentis
 GCS : E4 V5 M6
 Suhu : 36°C
 Nadi : 84x/ menit
 Nafas : 22x/ menit
 Berat Badan : 60 kg
 Tinggi Badan :165 cm
 Status gizi : Baik
KELUHAN UTAMA
Nyeri Punggung bawah yang menjalar sampai kaki (skala 6)

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


 Pasien mengatakan nyeri punggung yang sudah dirasakan
sejak ± 2 minggu, terdapat Riwayat trauma (kecelakaan
motor dan jatuh terduduk)
 Kesemutan pada tangan dan kaki, kaki sulit digerakan
 Pasien sehari-hari merokok, tidak minum alkohol serta
tidak mengkonsumsi obat-obatan yang rutin dikonsumsi
dan beraktivitas sebagai Wiraswasta
4
 Pasien Jatuh terduduk pada bulan mei 2017
 Pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi (+), stroke
(-), asma (-), penyakit liver (-), penyakit ginjal (-), DM (-
) . Pasien menyangkal memiliki alergi.

 Tidak ada
 Diagnosa : HNP, Susp keganasan L1-L2
 Jenis Tindakan : Laminectomy Dekompresi
 Riwayat transfusi darah : (-)
 Riwayat merokok : (+)
 Riwayat minum alkohol : (-)
 Status psikologis : Tenang
 Resiko jatuh : Ringan
 Rencana Anestesi : General Anestesi

6
 Riwayat minum obat : (+)
 Riwayat operasi : (-)
 Riwayat pembiusan : (-)
 Riwayat penyakit berat : (-)
 Riwayat alergi obat/makanan : (-)
 Riwayat asma : (-)
 Pemakaian alat bantu : Kawat gigi, kaca mata,
gigi palsu, kaki/tangan palsu (-)
 Pelepasan aksesoris : (-)
 Makan-minum terakhir : 06.00 WIB
Pemeriksaan Fisik (6B)
 Brain : Kesadaran Compos Mentis E4 V5 M6
 Blood : Capillary Refill < 2 detik
 Breath :
- Inspeksi : Simetris, Barrel Chest (-)
- Palpasi : Fremitus(+/+), Ketinggalan gerak (-)
- Perkusi : Sonor
- Auskultasi : Vesikuler

8
 Bladder : BAK tidak nyeri, warna urine kuning
muda dan jernih
 Bowel : Tidak ada keluhan
 Bone : Tidak terlihat adanya kelainan
bentuk, keluhan nyeri pada pinggang.

9
Hemoglobin 14,6 g/dL 13,2 – 17,3
Lekosit 9,94 ribu/mmk 4,5 – 11,5
Eosinofil 0,0 % 2–4
Basofil 0,2 % 0–1
Neutrofil segmen 85,5 % 50 – 70
Limfosit 6.4 % 18 – 42
Monosit 7.9 % 2–8
Hematokrit 41.3% 40.0 – 54.0
Eritrosit 5,31 juta/mmk 4.50 – 6.20
MCV 77.8 fl 80,0 – 94,0
MCH 27,5 pg 26,0 – 32,0
MCHC 35,4 g/dl 32,0 – 36,0
10
Trombosit 340 ribu/mmk 150.000 – 450.000
 Diagnosis : HNP, Susp keganasan L1-L2
 Tindakan Operasi : Laminectomy dekompresi
 Status ASA : II, Non Emergency
 Teknik Anestesi : General Anestesi
 Persiapan anestesi : Puasa selama 6 jam
Premedikasi :
 Injeksi Fentanyl  100 Mcg

Induksi :
 Inj. Tiopol  250 mg

Muscle Relaxsan
 Tramus 30 mg

12
Maintenance :
 O2  2L
 N2O 2L
 Gas
 Tramus 10 mg/ 30 menit
Obat-obatan Injeksi:
• Ondancetron 4 mg
• Asam Tranexamat 1500 mg
• Tramal 100 mg
• Dexamethason 5 mg
• Atropine 0,25 mg
• Prostigmin 1 mg
• Tizos (Ceftizoxime) 1g

Cairan : RL dan Tutofusin 13


Kesadaran 2
Pernafasan 2
Tekanan darah 2

Warna Kulit 2
Pergerakan 2
Total 10

14
 Infus RL : 20 tpm
 Bed Rest : 1 x24 jam
 Awasi tensi, nadi, pernafasan tiap 15
menit sampai 2 jam post operasi.
 Mual/muntah diberi injeksi :
Ondansetron 4 mg
 Bila pasien sesak nafas, lapor dr jaga
atau dr. anestesi.

15
PEMBAHASAN

16
 Laminektomi adalah prosedur pembedahan untuk
membebaskan tekanan pada tulang belakang atau akar
saraf tulang belakang yang disebabkan oleh stenosis
tulang belakang.
 Stenosis tulang belakang adalah penyempitan kanal
tulang belakang yang menekan pada urat tulang
belakang yang berisi saraf. Ini menyebabkan rasa nyeri,
mati rasa, atau lemas pada kaki, punggung, leher dan
lengan Anda.
 Prosedurnya melibatkan pembedahan di punggung
untuk mengangkat tulang dan/atau jaringan yang
menyebabkan tekanan pada tulang belakang.
 Laminektomi juga dapat digunakan untuk merawat
cedera tulang belakang, herniated disc (umumnya
dikenal sebagai slipped disc) dan tumor tulang
belakang.

17
Teknik Anestesi
19
 Hilangnya seluruh modalitas dari sensasi
yang meliputi sensasi sakit/nyeri, rabaan,
suhu, posisi/propioseptif dengan atau
tanpa hilangnya kesadaran
Anestesi

Umum Regional

Peripheral
Inhalasi Intravena Spinal Epidural Nerve
Block
 TIVA
 GA- Intubasi
 GA-LMA
 GA-Face Mask
 General Anestesi
General anestesi adalah tindakan
meredakan rasa nyeri secara sentral
disertai hilangnya kesadaran dan
bersifat reversible.

 General anestesi sempurna 


menghasilkan ketidaksadaran, analgesia,
relaksasi otot.
23
• Sedasi
• Analgesi
• Relaksasi otot

24
 Intubasi adalah memasukan pipa ke dalam rongga
tubuh melalui mulut atau hidung.

 Intubasi terbagi menjadi 2 yaitu intubasi orotrakeal


(endotrakeal) dan intubasi nasotrakeal.
Endotrakeal Tube
 Diameter internal 7,5 mm
 Panjang 24 cm

Indikasi
 Operasi dalam waktu yang lama
 Operasi di jalan napas atau bagian kepala
 Pada pasien yang tidak sadar sebelumnya
 Pasien yang perlu menggunakan Muscle
Relaxant maksimal
Usia Diameter (mm) Skala French Jarak sampai
bibir
Prematur 2.0-2.5 10 10 cm
Neonatus 2.5-3.5 12 11 cm
1- 6 bulan 3.0-4.0 14 11 cm
½ - 1 tahun 3.0-3.5 16 12 cm
1-4 tahun 4.0-4.5 18 13 cm
4-6 tahun 4,5-,50 20 14 cm
6-8 tahun 5,0-5,5 22 15-16 cm
8-10 tahun 5,5-6,0 24 16-17 cm
10-12 tahun 6,0-6,5 26 17-18 cm
12-14 tahun 6,5-7,0 28-30 18-22 cm
Dewasa wanita 6.5-8.5 28-30 20-24 cm
Dewasa pria 7.5-10 32-34 20-24 cm
27
 Trauma servikal yang memerlukan
keadaan imobilisasi tulang vertebra
servical, sehingga sangat sulit untuk
dilakukan intubasi.
 Keadaan trauma / obstruksi jalan nafas
atas, mencegah aspirasi, penanganan jalan
nafas jangka panjang, mempermudah
proses weaning ventilator.

28
 S Scope ; Stetoskop dan laringoscope
 T Tube ; ET , LMA, Goodel
 A Airways ; mayo
 T Tape ; hipafix
 I Inserter ; kawat
 C Connector
 S Suction
 Adalah: penggunaan obat-obatan sebelum induksi anestesi.
 Tujuan:
• Menghilangkan perasaan takut dan aman.
• Menimbulkan perasaan enak dan tenang kepada pasien.
• Mengurangi reflek vagal yang tidak diinginkan.
• Memudahkan induksi.
• Mengurangi dosis obat-obatan anestesia.
• Mengurangi sekresi.
• Memberi sedasi
• Menimbulkan amnesia pada pasien.

30
 Golongan: Opioid
 Bekerja di reseptor opioid, induksi dan pemulihan lambat.
 Antidotum  nalokson
 Menimbulkan analgesia dan hilang kesadaran yang lebih
kuat dari morfin.
 Dosis : 1-2 mcg/kgBB
 Sediaan: 100 mcg/2ml
 Indikasi: suplemen analgesik narkotika pada anestesi
regional atau general.
 Kontraindikasi: alkolism akut

31
 Adalah suatu rangkaian proses transisi dari
sadar penuh sampai hilangnya kesadaran
sehingga memungkinkan untuk dimulainya
anestesi dan pembedahan  terdiri dari
pemberian obat anestesi hipnosis secara cepat
melalui intravena

32
 Golongan: barbiturat .
 Setelah dilakukan penyuntikan secara iv tiopental akan
melewati saraf darah otak secara cepat.
 Cepat berdifusi keluar dari otak dan jaringan lain yang
sangat vaskular serta didistribusikan kembali ke dalam
otot dan lemak.
 Akibat pengeluaran obat yang cepat dari jaringan otak 
pemberian dosis tunggal tiopental hanya menimbulkan
hilangnya kesadaran untuk waktu yang sangat singkat.
 Metabolisme  12-16% / jam.

33
 Tiopental juga merupakan penekan pusat
pernafasan yang kuat, yang menimbulkan
apnea sesaat dan menurunkan sensitivitas
pusat pernafasan dimedula oblongata
terhadap karbondioksida.
 Obat pilihan untuk pasien dengan edema
cerebri  karena tidak meningkatkan CMRO/
menurunkan kebutuhna oksigen bagi sel”
jaringan otak
 Dosis: 2-6 mg/kgBB.
 Sediaan: 500 mg dan 1 g
 Kecepatan induksi  20-30 detik
 Efek samping : Mual,
34
 Tujuan:
• Pada fase pemeliharaan dapat menggunakan obat
inhalasi atau intravena.
• Operasi lama, mempertahankan kedalaman anestesi
perlu dilakukan.
• Memberikan obat terus menerus dengan dosis
tertentu
 Zat yang digunakan:
• O2
• N2O narkotik
• Gas-gas lain: Muscle Relaxsan
 Isoflurane/aeranne
 Sevoflurane
35
TRAMUS  Atracurium Besylate
 Dosis :0,3-0,6 mg/kgBB
 Sediaan : 25 mg/2,5ml (1 ampul = 2,5
ml)
 Onset : 3-5 menit
 Efek samping : Kemerahan pada kulit,
hipotensi sementara atau bronkopasme,
lemah dan miopati pada penggunaan
jangka panjang
TRAMADOL

Golongan : Opioid

Cara Kerja : Analog kodein sintetik yang merupakan agonis
reseptor μ yang lemah. Efek anelgetik timbul oleh inhibisi
ambilan norepinefrin dan serotonin.

Dosis : 1 mg/kgBB

Sediaan : 50 mg/ml (1 ampul = 2 ml)

Efek Samping : Mual, muntah, pusing, mulut kering, sedasi,
depresi pernapasan, konvulsi
 Sediaan: Tramal 50mg/ml; ampul 2 ml.
 Onset: 1 jam
 Waktu puncak: 2-3 jam.
 Waktu paruh: 6 jam.

Antidotum : Nalokson 0,4-0,8 mg
Tranexamic Acid 500 mg (Kalnex)

Cara Kerja : Inhibitor of fibrinolysis

Dosis : 2-10 amp by IV drip infusion if
necessary

Sediaan : 100 mg/ml (1 ampul = 5 ml)

Efek Samping :Mual, muntah, pusing, anorexia,
exanthema, hipotensi
Ondansetron
 Golongan obat : 5HT3 antagonis
 Dosis : 0,05 – 0,1 mg/ kgBB
 Mekanisme kerja :
 Bekerja dengan menghambat ikatan serotonin
reseptor 5HT3 (hydroxytripdengan humoral 5HT
 Lokasi berada di Chemoreseptor Trigger Zone di
medulla oblongata
 Mempercepat pengosongan lambung.
 Dosis: 0,1-0,2 mg/kgbb IV.
 Sediaan: Narfoz 4mg/2ml, ampul 2 ml.
 Efek maksimum: 1-1,5 jam.
 Waktu paruh: 3 jam.
Neostigmine methylsulphate 1 mg (Prostigmin)


Antikolinesterase

Dosis : 0,04-0,08 mg/kgBB

Sediaan : 0,5 mg/ml (1 ampul =1 ml)

Onset : 1 menit

Durasi : 20-30 menit

Efek Samping : bradikardi sampai Cardiac
arrest, sehingga harus di kombinasi dengan
Sulfas Atropin

Antikolinergik

Dosis : 0,005 mg/kgBB

Sediaan : 0,25 mg/ml (1 ampul =1 ml)

Onset : 2-4 menit

Durasi : 4 jam

Efek Samping : takikardi, mulut kering,
midriasis
 Dosis untuk vagolitik : 0,5 mg
 Merupakan anestesi inhalasi baru yang
memberikan induksi dan pemulihan
lebih cepat dari pendahulunya.
 Namun zat ini tidak stabil secara kimiawi.
 Bila terpajan CO2 akan terurai
menghasilkan zat yang bersifat
nefrotoxic.
 Efek anestesi cepat terjadi dan cepat
pulih.
42
 Merupakan gas yang mudah menguap.
 Efek:
• Mendepresi korteks.
• Sedikit tertidur.
• Termasuk Analgetik lemah.
• Tidak ada relaksasi.
• Tidak memiliki efek terhadap respirasi.

43
TERIMA KASIH