Anda di halaman 1dari 20

PEMERIKSAAN STATUS

MENTALI
Dr.Rusdi, Sp.KJ
I. GAMBARAN UMUM
a. PENAMPILAN  kesan fisik pasien
secara keseluruhan.
Contoh : jenis tubuh, postur, ketegangan,
pakaian, dandanan, rambut, kuku.
Istilah yg digunakan untuk menggambarkan
penampilan tampak sehat, sakit, seimbang,
kelihatan tua, kelihatan muda, kusut, seperti
anak-anak, dan kacau.
Tanda kecemsan : tangan yang lembab,
keringat pada dahi, postur tegang, mata lebar.
b. Perilaku dan aktivitas psikomotor
Contoh : menerisma, tiks, gerakan isyarat,
kedutan, perilaku stereotipik, echopraxia,
hiperaktivitas, agitasi, melawan, fleksibilitas,
rigiditas, cara berjalan, dan ketangkasan,
kegelisahan, meremas-remas tangan dan
melangkah.
c. Sikap terhadap pemeriksa
Contoh : bekerjasama, bersahabat, penuh
perhatian, tertarik, datar, menggoda, bertahan,
merendahkan, kebingungan, apatis,
bermusuhan, bermain-main, menyenangkan,
mengelak atau berlindung.
II. Mood dan Afek

aa. Mood  emosi yang meresap dan terus-


menerus yang mewarnai persepsi seseorang
akan dunia.cara pasien
menyatakanperasaannya
Contoh : depresi, kecewa, mudah marah,
cemas, marah meluap-luap, euforik,
kosong, bersalah.
Afek  respon emosional pasien yang
tampak oleh pemeriksa contoh : normal,
hipertim, hipotim, tumpul, datar.
b. Ekspresi Afektif  . Bagaimana pemeriksa
menilai ekspresi pasien, contoh : luas,
terbatas/sempit
c. Kesesuaian
Kesesuaian respon emosional pasien
dapat dipertimbangkan dalam konteks
masalah subyektif yang didiskusikan
pasien.
Apabila ekspresi emosi serasi dengan isi
pikiran, budaya dan keadaan/ suasana
pada waktu pemeriksaan.
III. BICARA

• Menggambarkan karakteristik fisik dari berbicara


baik kuantitas, kecepatan produksi bicara dan
kualitasnya.
Contoh : senang berbicara, suka mengomel, fasih,
pendiam, tidak spontan atau berespon normal
terhadap pewawancara.

• Bicara mungkin cepat atau lambat, tertekan, ragu-


ragu, emosional, dramatic, monoton, keras,
berbisik, dll.
IV. Gangguan persepsi

• Halusinasi dan ilusi  apakah pasien


mendengar suara atau melihat bayangan?, apa
yang dilihat atau didengar?, dalam keadan
bagimana keadaan itu terjadi?

• Depersonalisasi dan derealisasi : perasaan


terlepas dari diri sendiri dan lingkungan.
V. Pikiran
Contoh gangguan pikiran :
a. proses berpikir atau bentuk pikiran
o pengendoran asosiasi atau keluar dari jalur
o flight of ideas
o pikiran berpacu
o tangensialitas
o sirkumstansialitas
o inkoherensi
o neologisme
o asosiasi bunyi
o permainan kata
o penghambatan pikiran
o pikiran samara-samar.
b. Isi pikiran
 Waham
 Gagasan bunuh diri dan membunuh
 Paranoid
 Preokupasi
 Gagasan menyangkut diri sendiri
 Obsesi dan konvulsi
 Kemiskinan isi.
VI. Sensorium dan kognisi

 Mencari petunjuk fungsi organ organik,


intelegensia pasien, kapasitas untuk
berpikir abstrak, tingkat tilikan dan
pertimbangan.
a. Kewaspadaan dan tingkat kesadaran
Gangguan kesadaran  biasanya
menyatakan gangguan otak organik.

Tingkat kesadaran pasien : berkabut,


somnolen, stupor, koma, letargi, melupakan
identitas lama seringkali disertai perjalanan
dan mengembara kelingkungan baru.
b. Orientasi
• Waktu : perhatikan apakah pasien mampu
mengidentifikasikan hari, waktu, lamanya
pasientelah berada di rumah sakit. Apakah
perilakunya sesuai dengan orientasi waktu.

• Tempat : perhatikan apakah pasien tahu


dimana ia berada.

• Orang : perhatikan apakah pasien tahu


siapa pemeriksa dan peranan orang-orang
yang berhubungan dengannya disekitarnya.
c. Daya ingat

Fungsi daya ingat (memory) biasanya dibagi


menjadi empat bidang :

 Daya ingat jauh (remote memory)  data masa


anak-anak, peristiwa penting yang diketahui telah
terjadi saat pasien masih muda atau bebas dari
penyakit, masalah pribadi.
 Daya ingat masa lalu yang belum lama (recent past
memory)  dalam beberapa bulan yang lalu.
 Daya ingat yang baru saja (recent memory) 
beberapa hari yang lalu, apa yang pasien lakukan
kemarin, hari sebelumnya, apa yang pasien makan
untuk sarapan, makan siang dan makan malam.
 Penyimpanan dan daya ingat segera (immediate
retention reccal)  pengukuran rentang angka,
kemampuan untuk mengulang tiga kata segera dan 3-
5 menit kemudian.
d.Konsentrasi dan perhatian
Konsentrasi pasien dapat terganggu karena
berbagai alasan.
Misalnya : gangguan kognitif, kecemasan,
depresi dan stimulasi in ternal.
Perhatian dinilai dengan kemampuan berhitung
atau meminta pasien mengeja kata secara
mundur.
e. Kemampuan membaca dan menulis
Pasien diminta untuk bereaksi terhadap suatu
kalimat dan selanjutnya melakukan apa yang
diperintahkan kalimat tersebut.
Pasien juga diminta untuk menulis kalimat
sederhana tapi lengkap.
f. Kemampuan visuospasial
Pasien diminta mencontoh suatu gambar
seperti jam atau segilima yang berpotongan.

g. Berpikir abstrak
Kemampuan pasien untuk berhadapan dengan
konsep.

h. Sumber informasi dan intelegensia


Intelegensia  berhubungan dengan
perbendaharaan kata dan sumber
pengetahuan umum.
VII. Pengendalian Impuls
 Pemeriksaan pengendalian impuls penting
dalam memastikan kesadaran pasien tentang
perilaku yang sesuai secara social dan suatu
pengukuran tentang kemungkinan bahaya
pasien bagi dirinya sendiri atau orang lain,
misalnya : impuls seksual, agresif dan lainnya.
VIII. Pertimbangan dan tilikan
 Pertimbangan (judgement)  menilai aspek
kemampuan pasien dalam pertimbangan
social.
 Apakah pasien mengerti kemungkinan
akibat dari perilakunya?
 Dapatkah pasien memperkirakan apa yang
akan dilakukannya didalam situasi
khayalan?
 Tilikan  derajat kesadaran dan pengertian
pasien mengenai gangguan kesehatan jiwa
yang dialami.
Tingkat tilikan

1. Penyangkalan penyakit sama sekali.


2. Kesadaran sedikit bhw mereka sakit & membutuhkan
bantuan, tp dlm wkt yg bersamaan menyangkal penyakitnya.
3. Terdapat kesadaran bhw mereka sakit tp melemparkan
kesalahan pd org lain, pd faktor eksternal/ faktor organik.
4. Sadar bahwa penyakitnya disebabkan oleh sesuatu yg tdk
diketahui pd diri sendiri.
5. Tilikan intelektual : menerima bahwa pasien sakit & gejala/
kegagalan dlm penyesuaian sosialnya disebabkan oleh perasan
irasional atau gangguan tertentu dlm diri pasien sendiri tanpa
menetapkan pengetahuan tsb untuk pengalaman dimasa dpn.
6. Tilikan emosional yang sesungguhnya : kesadaran
emosional tentang motif & perasaan di dalam diri pasien & orang
yg penting dlm kehidupan.
IX. Realibilitas

 Perkiraan kesan dokter pada


kebenaran atau kejujuran pasien.
Terima kasih…