Anda di halaman 1dari 22

Konsep dasar pemberian obat

Dimulai dari mengetahui beberapa hal yang


mendasar terlebih dahulu diantaranya adalah:

• Pengertian obat
• Jenis-jenis obat
Pengertian obat :
 Merupakan campuran senyawa yang digunakan
untuk menyembuhkan suatu penyakit.

JENIS-JENIS OBAT:
A. Obat bentuk padat
1. Tablet
2. Pil
3. Bubuk
4. Kapsul
5. Drage(pil bersalut gula)
6. Supositoria
7. Salep
8. Pasta
B. Obat bentuk cair

1. Cairan suntik
2. Sirup
3. Drop / tetes
PRINSIP 5 BENAR
DALAM PEMBERIAN
OBAT
1. BENAR PASIEN
Periksa identitas pasien.

2. BENAR OBAT
Periksa label obat

3. BENAR DOSIS
Periksa dosis
4. BENAR CARA / RUTE
, Obat dapat diberikan melalui sejumlah rute yang berbeda. Faktor yang
menentukan pemberian rute terbaik ditentukan oleh keadaan umum
pasien, kecepatan respon yang diinginkan, sifat kimiawi dan fisik obat,
serta tempat kerja yang diinginkan. Obat dapat diberikan peroral
sublingual, parenteral, topikal, rektal, inhalasi.

1.Oral, adalah rute pemberian yang paling umum dan


paling banyak dipakai, karena ekonomis, paling
nyaman dan aman. Obat dapat juga diabsorpsi melalui
rongga mulut (sublingual atau bukal) seperti tablet
ISDN.
2. Parenteral, kata ini berasal dari bahasa Yunani, para
berarti disamping, enteron berarti usus, jadi parenteral
berarti diluar usus, atau tidak melalui saluran cerna,
yaitu melalui jaringan tubuh .

RUTE PEMBERIAN OBAT PARENTERAL


1. Sub Cutan (SC)
Injeksi ke dalam jaringan tepat di bawah lapisan dermis.
2. Intra Dermal (ID), Intra Cutan (IC)
Injeksi kedalam dermis tepat dibawah epidermis.
3. Intra Muskuler (IM). Injeksi kedalam otot tubuh.
4. IntraVena (IV), Suntikan kedalam Vena.
3.Topikal, yaitu pemberian obat melalui kulit atau
membran mukosa. Misalnya salep, losion, krim, spray,
tetes mata
a.Rektal, obat dapat diberi melalui rute rektal berupa enema
atau supositoria yang akan mencair pada suhu badan.
Pemberian rektal dilakukan untuk memperoleh efek lokal
seperti konstipasi (dulkolax supp), hemoroid (anusol),
pasien yang tidak sadar / kejang (stesolid supp). Pemberian
obat perektal memiliki efek yang lebih cepat dibandingkan
pemberian obat dalam bentuk oral, namun sayangnya
tidak semua obat disediakan dalam bentuk supositoria.
b.Inhalasi, yaitu pemberian obat melalui saluran pernafasan.
Saluran nafas memiliki epitel untuk absorpsi yang sangat
luas, dengan demikian berguna untuk pemberian obat
secara lokal pada salurannya, misalnya salbotamol
(ventolin), combivent, berotek untuk asma, atau dalam
keadaan darurat misalnya terapi oksigen.
5. BENAR WAKTU
 Penting, khususnya bagi obat yang efektivitasnya
tergantung untuk mencapai atau mempertahankan
kadar darah yang memadai.

 Benar Dokumentasi
Setelah obat itu diberikan, harus
didokumentasikan,nama obat , dosis, rute, waktu dan
oleh siapa obat itu diberikan.
Cara Penyimpanan Obat
Dalam menyimpan obat harus diperhatikan tiga faktor
utama, yaitu :

1.Suhu, adalah faktor terpenting, karena pada umumnya


obat itu bersifat termolabil (rusak atau berubah karena
panas)

2.Posisi

3. Kedaluwarsa
TEHNIK PEMBERIAN
OBAT
PEMBERIAN OBAT ORAL
PARENTERAL
INHALASI
VAGINA
RECTUM
KULIT
MATA
TELINGA
PEMBERIAN OBAT ORAL

 Cara pemberian obat yang paling diinginkan


 Obat paling aman dan paling mudah diberikan
PEMBERIAN OBAT
PARENTERAL
 Sub Cutan
Injeksi Sub Cutan diberikan dengan menusuk area dibawah kulit
yaitu pasda jaringan konektif atau lemak dibawah dermis.
Daerah – daerah tempat penyunyikan sub cutan :
- lengan atas bagian luar
- paha bagian depan
- perut
- area scapula
- vetro gluteal
- dorsogluteal

Daerah - daerah rawan penyuntikan sub cutan


( nyeri, merah, pruritis, udema)
Jenisn Obat, (vaksin, preoperasi, narkotik, insulin, heparin)
INTRA CUTAN
* Suntikan pada lapisan dermis atau dibawah
epidermis / permukaaan kulit.

* Di lakukan pada test tuberculin, test alergi,


vaksinasi
Daerah – daerah tempat penyuntikan Intra Cutan
- Lengan bawah bagian dalam
- dada bagian atas
- punggung pada bagian skapula
INTRA MUSKULER
 Diberikan dalam jumlah yang lebih besar
dibandingkan sub cutan.
 Absorbsi lebih cepat dibanding sub cutan karena lebih
banyak supali darah di otot tubuh.
 Daerah – daerah tempat penyuntikan Intra Muskuler
- deltoid
- dorso gluteal
- vastus lateralis
- rektus femoralis
( masa otot besar, vaskularisasi baik, jauh dari syaraf)
*Jarum diatur dalam posisi tegak lurus 90°
INTRA VENA
Mempercepat reaksi obat (obat langsung masuk ke
sistem sirkulasi darah)
Langsung pada vena / pasien dipasang infus, obat
dapat dibherikan melalui botol infus/ karetn pada
slang infus.

Daerah – daerah tempat penyuntikan Intra Vena, pada


vena yang dangkal dan dekat dengan tulang, yaitu :
-Pada lengan (vena mediana cubiti/vena cephalica)
-Pada tungkai (Vena saphenosus)
-Pada leher (vena jugularis) khusus pada anak
-Pada kepala (vena frontalis,/ vene temporalis),khusus
pada anak.
MEMBERIKAN OBAT
MELALUI INHALASI
 Inhalasi adalah
menghirup uap tanpa obat/uap dengan obat melalui saluran
pernafasan bagian atas
 TUJUAN
- mengobati peradangan saluran pernafasan bagian
atas
- lendir menjadi encer dan mudah keluar
- selaput lendir masih dalam keadaan lembab
- pernafasan menjadi lega
- pembengkakan selaput lendir menjadi kurang
 Macam Inhalasi
- uap
- Zat asam (oksigen)
MEMBERIKAN OBAT
MELALUI VAGINA
 TUJUAN
- Mengobati infeksi
- Menghilangkan rasa nyeri, gatal

 JENIS
- Cream
- Jelly
- Foam / supositoria
MEMBERIKAN OBAT
MELALUI RECTUM
 Obat yang diberikan melaui rectum biasanya dalam
bentuk cairan yang sering disebut enema

 KEUNTUNGAN
- Tidak menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan
bagian atas
- obat tertentu dapat diabsorbsi dengan baik melalui
dinding permukaan rektal
- Tingkatan aliran pembuluh darah yang besar (pembuluh
darah vena pada rektum tidak ditransportasikan melalui liver)
MEMBERIKAN OBAT
MELALUI KULIT
 Obat dapat diberikan pada kulit dengan cara :
- digosokkan
- ditepukkan
- disemprotkan
- dioleskan
- iontoforosis ( pemberian obat pada kulit dengan
listrik)

 TUJUAN
Agar obat terserap kedalam kulit
MEMBERIKAN OBAT
MELALUI MATA
 JENIS OBAT MATA
- Caira (tetes mata)
- Oitment/obat salep mata
Karena sifat selaput lendir dan jaringan mata yang
lunak dan responsif terhadap obat, maka obat
mata biasanya konsentrasi / kekuatan yang rendah
misalnya 1,5 -2 %.
MEMBERIKAN OBAT
MELALUI TELINGA
 JENIS OBAT TELINGA
- Salep
- Tetes telinga

 TUJUAN
- Pengobatan
- membasmi mikroorganisme
- mengurangi rasa sakit
- kotoran telinga menjadi lunak
- serangga yang masuk kelubang telinga menjadi mati
- anastesi lokal
 Pengobatan pada telinga dilakukan pada :
- Otitis Media Perforata (OMP)
- Telinga yang tersumbat oleh serumen
- Telinga yang tersumbat oleh serumen
- Telinga yang kemasukan serangga
- Pasien yang dilakukan operasi telinga