Anda di halaman 1dari 40

PERUNDINGAN

PERDAGANGAN JASA
MULTILATERAL - WTO
Presentasi
Asianto Sinambela
Direktur Perdagangan, Perindustrian,
Investasi dan HKI
Departemen Luar Negeri
KARAKTERISTIK UMUM PRODUK JASA

• NOT “TRADABLE” AND NOT STORABLE

• Proses produksi dan konsumsi berlangsung secara


bersamaan

• INTANGIBLE

• Kualitas jasa lebih ditentukan oleh penyedia


jasanya dari pada produk

 NO TARIFFS
• Akses pasar lebih ditentukan oleh aturan-aturan
FAKTA SAAT INI ….

 Beberapa produk jasa, seperti transportasi dan


komunikasi, telah lama diperdagangkan

 Pemasokan (supply) jasa dilaksanakan


bersamaan dengan produk barang (finance,
insurance, marketing, etc.)

 Produk Jasa semakin dapat diperdagangkan


sebagai akibat :
* kemajuan IPTEK (e-banking, tele-medicine,
distance learning)
* Penurunan peran pemerintah
* Liberalisasi pasar dan perubahan peraturan
ARTI PENTING PERDAGANGAN JASA
TERHADAP KEGIATAN PERDAGANGAN
DAN PEREKONOMIAN DUNIA
 Sektor jasa rata-rata menyumbang 2/3 output
perekonomian global (69% di negara maju, 55% di negara
berpendapatan menengah dan 44% di negara
berpendapatan rendah)

 Menyumbang antara 30% sampai dengan 70% terhaap


penyediaan tenaga kerja global

 Ketika kegiatan perdagangan jasa semakin meningkat


maka diperlukan pembukaan pasar-pasar baru melalui
upaya liberalisasi perdagangan jasa. Hal tersebut jelas dari
upaya negara maju mendesakkan perlunya aturan
internasional bagi liberalisasi perdadangan jasa
internasional dan kemudian berhasil dengan disepakatinya
General Agreement on Trade in Services (GATS) di WTO.
GATS…?
(Definisi dan Ruang Lingkup) - 1
 Jasa yang dikecualikan dari pengaturan
GATS :
• Jasa yang dipasok sehubungan dengan
pelaksanaan wewenang pemerintah
• Jasa yang dipasok bukan untuk tujuan
komersial atau tanpa kompetisi dengan
pemasok lain
 Meliputi semua kebijakan pemerintah
• Termasuk pemerintah daerah dan organisasi
non-pemerintah yang menjalankan wewenang
pemerintah
GATS…?
(Definisi dan Ruang Lingkup) - 2
Sectors:
• Business and professional
• Communications, all types
• Construction
• Distribution
• Education
• Environment
• Insurance and financial
• Health and social
• Tourism
• Recreation & cultural
• Transport, all types
• Others
GATS…?
(Definisi dan Ruang Lingkup) - 3
Trade = Modes of Supply
Defined Examples
Mode 1 - Cross Service supplier not Delivery of any services via
border present in the territory telephone, fax, Internet, or the
where services are post
delivered
Mode 2 - Consumers purchase Tourism, Repair of a ship in
Consumption services outside their another country, Going to a
country of residence hospital abroad for surgery
abroad
Mode 3 - Service supplying Establishing a bank branch or
Commercial entities present in the subsidiary
territory to deliver Any foreign direct investment
presence
services
Mode 4 - Entry and temporary 1. Consultant services,
Presence of stay of individual Professional or business travel
natural persons persons to supply 2. Also, foreign employees of a
services firm supplying services
Cross border supply
- Mode 1

Jasa dipasok
Penyedia ke wilayah Konsumen
negara Anggota Jasa
Jasa lain

Penyedia Jasa Konsumen


memasok jasa menerima jasa
dari satu di wilayah negara
wilayah negara Anggota lain
Anggota
Consumption abroad -
Mode 2
Jasa dipasok di wilayah
Service Supplier
Negara Anggota kepada supplies service
konsumen in territory of
dari negara Angota lain one Member

Penyedia
Negara
Jasa
asal
konsumen
Konsumen
Jasa

Konsumen menerima jasa


di negara pemasok jasa
Commercial Presence -
Mode 3
Pemasok mendirikan
Perusahaan di wilayah
Negara Anggota lain Perusahaan

Pemasok
Jasa

Konsumen
Jasa
Jasa dipasok melalui
Keberadaan suatu
perusahaan di wilayah
Anggota lain
Natural Persons - Mode 4

Pemasok jasa melalui


kehadiran “natural
Persons” dari Negara
anggota dalam wilayah
Negara anggota lainnya

Konsumen jasa
General Obligations &
Disciplines GATS
Across the Board
 Most Favoured Nation Treatment (tidak
diperkenankan adanya diskriminasi di antara
negara Anggota dan preferensi terhadap negara
bukan Anggota)

 Transparency (Aturan-aturan harus


dipublikasikan)

 Domestic Regulation (mekanisme untuk


menyatakan banding terhadap keputusan-
keputusan administratif) )
General Obligations & Disciplines

MFN is critical - it is what makes the


WTO truly multilateral

“… each Member shall accord


immediately and unconditionally to
services and service suppliers of any
other Member treatment no less
favourable than that it accords to like
services and service suppliers of any
other country” (Article II:1)
General Obligations & Disciplines

Domestic regulation
 Reasonable, objective and impartial
implementation of all measures related to
committed services
 Licensing procedures and criteria,
technical standards and qualification
requirements should be objective,
transparent and not more burdensome
than necessary
 Subject to ongoing negotiations to develop
specific disciplines
General Obligations & Disciplines

To be negotiated
Disciplines on domestic regulation
Emergency Safeguard Measures
Government Procurement
Subsidies
General Obligations & Disciplines

Exceptions
Regional or Bilateral economic integration
& labour market integration agreements
Restrictions on the balance of payments
General & security exceptions
Financial services: prudential measures
(Annex)
Specific Commitments

Listed in Schedules
Defined in GATS Part III (Arts. XVI, VXII & XVIII
 Market Access
 National Treatment

 Additional Commitments

Listed in Schedules by service and modes of supply


Indicates each Member’s legally bound guarantee of
specified minimum levels of access or national treatment
Schedules do not bind laws or regulations as such
Increasing Participation of
Developing Countries
 General requirement:
Increasing participation of developing countries in
world trade through specific commitments that:
 strengthen services capacity and efficiency,

 improve access to distribution channels,


 liberalize markets of export interest

 Contact points to facilitate information access


 Special priority for least developed countries
TINJAUAN PERUNDINGAN
PERDAGANGAN JASA DI WTO
SAAT INI

 Bilateral Request and Offers

 Plurilateral Requests dan de-link


antara mode 3 dan mode 4 (Hong
Kong Ministerial Declarations)
ASPEK TEKNIS PERUNDINGAN REQUEST – OFFER (1)

A. Request
Isi:
permintaan terhadap sektor-sektor baru yang belum tercakup,
permintaan penghapusan hambatan-hambatan akses pasar dan
national treatment, permintaan penghapusan MFN Exemption

Format
Tidak terdapat format baku, namun biasanya berupa surat

Proses
Pada awalnya perundingan dilaksanakan secara bilateral,
namun setelah KTM Hong Kong perundingan juga dilaksanakan
secara plurilateral
ASPEK TEKNIS PERUNDINGAN REQUEST – OFFER (2)

B. Offer
Isi:
Penawaran mengenai sektor-sektor baru yang akan dibuka,
penghapusan hambatan-hambatan akses pasar dan
national treatment, penghapusan MFN Exemption

Format
Dalam bentuk baku sebagaimana schedule of commitment

Proses
Tidak seperti request, offer disampaikan secara multilateral
Sector focus of current schedules
(Developed/Developing Country Members, March 2005)

160

Developed
95%
Developing and Transition 140

81%
78% 120
71%

# of Members
100
58%
54%
80
49%
46% 44% 43% 41% 41% 39% 39% 60

40

20

0
s

n
m

n
lth
t

t
l
al

or

or
n
es

en
io

na

io

or

tio
io
is

io
i

ea
sp

sp
nc

ct

ut
in

sp
m

at
io
ur

at

ca
ru
us

ib

H
on
an

an
na

at

ic
ic
To

an

du
st

tr

un
re
B

un

Tr

ir
Fi

Tr

Tr
is
on

E
ec

nv

m
m

D
er

ir

e
C

om
R

E
A
m

22
th
co

iti
O

ar
le

er

M
Te

th
O
Komitmen Berdasarkan Kelompok
Negara
Countries Average number of Range
commitments per (Lowest/highest number of
Member* sectors per schedule)

LDCs 24 (32) 1 – 111

Developing** 41 (74) 1 – 123

Developed countries 105 (13)*** 86 – 115

Accessions since 1995 102 (20) 37 – 147

ALL MEMBERS 50 (136)*** 1 -147


* Number of observations in parenthesis.
** Without transition economies.
*** EC 12 counted as one. Total number of sectors: ~160
Trade in Services Division, WTO 23
Kondisi akses pasar saat ini

Aturan yang berlaku di masing-masing


negara jauh lebih liberal dibandingkan
dengan komitmen yang diberikan

Melebarnya gap antara Uruguay


Round schedules dan:
• schedules recently acceded countries
• kondisi akses pasar yang dirundingkan
pada FTAs
24
STATE OF PLAY (July 2006)
INITIAL OFFERS:
69 Schedules (covering 93 Members*)

REVISED OFFERS:
30 Schedules (covering 54 Members*)
*Counting EC Members (EC 25) individually
# Offers
Te

10
15
20
25
30

0
5
lec Bu
om si n
es
t he mu s
rC n ica
om tio
mu n
nic
Co ati
ns on
tr u
cti
Dis on
trib
ut i
on
Ed
uc
En ati
vi r on
on
me
nt a
Fin l
an
cia
l
He
al t
h
To
ur i
Re sm
cr e
at i
Additional Sectoral Entries

on
al
Air Ma
riti
Karakteristik Offers

(as me
pe
Improvements to Existing Entries

Ot rA
he nn
ex
rT
ran )
sp
ort
# of Offers
Te Bu

0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
lec s
Ot om i
he mu ness
rC nic
om a ti
mu o
nic n
Co ati
ns on
tru
Dis ction
trib
uti
Ed on
En uc
vir a ti
on on
me
nta
Fin l
an
cia
l
He
alt
To h
Re ur i
cre sm
a ti
on
Air Ma al
(a s riti
pe me
Ot r An
Sectoral Pattern of Offers

he ne
rT x)
ran
sp
Ho ort
Developed

riz
Developing
(Number of offers with commitments per sector)

on
tal
Sub-Sectors Committed:
Before and After Offers (all Members)
100
90 With Offers
% of total sub-sectors
committed (average)

Existing Commitments
80
70
60
50
40
30
20
10
0
All Developed Developing

Members
Offers: Tinjauan Umum (1)

“Few, if any, new commercial


opportunities would ensue for
service suppliers. Most
Members feel that the
negotiations are not
progressing as they
should."[1]
Chair of CTSS, July 2005
(TN/S/20)
Tinjauan Umum (2) :
• Berlarut-larut
(initial target date: Maret 2003)
• Capaian tidak terlalu tinggi
(jumlah sektor dan substansinya)
• Partisipasi yang belum berimbang dari
negara-negara berkembang
_____________________________________________________________________________

• Tidak banyak kemajuan pada rules


negotiations
Kemungkinan Penyebabnya adalah:

Pertanian dan NAMA


Hingga saat ini belum ada kejelasan
mengenai hasil perundingan negara-negara
Anggota mengenai pembentukan modalitas
penuh pada perundingan kedua isu
tersebut.
Kegagalan Pertemuan Tingkat Menteri
akhir Juli 2008 berakibat penundaan
perundingan sehingga membuat arah
perundingan tidak jelas.
Faktor lain (1)
Sistemik :
 Kebijakan sektor jasa yang
sangat beragam – sulit
untuk berkoordinasi ?
 Struktur GATS – terlalu

rumit ?
 Regionalisme atau
bilateralisme– alternatif
lain?
Faktor Lain (2)
Situasional:
 Kurangnya keseimbangan antar
sektor, moda ... ?
 Sumber daya terbatas – 153
Members, 160 sektor, 4 modes of
supply?
Tinjauan terhadap ‘plurilateral
requests’
Total 21 requests
• Sectors: Legal; Architecture/engineering;
computer related; postal/courrier;
telecommunications; audiovisual; construction;
distribution; education; environmental;
financial; maritime transport; air transport;
logistics; energy

• Modes of supply: cross-border (modes 1 and


2); mode 3; mode 4

• MFN exemptions: general request; request on


financial services; request on audiovisual
services
Manfaat Plurilateral Negotiations
terhadap proses negosiasi

 Secara spesifik terfokus pada sektor and


modes of supply

 Kehadiran experts dari capital

 Kedalaman diskusi (i.e. klarifikasi


mengenai hal-hal teknis dan tukar
pengalaman mengenai peraturan-
peraturan domestik masing-masing
negara)
Komitmen Indonesia di WTO
 Indonesia telah memberikan komitmen untuk
sektor jasa sejak Uruguay Round dan umumnya
masih dibawah peraturan yang berlaku kecuali
untuk sektor financial bukan bank komitmen
Indonesia telah “Standstill” dan sesuai dengan
perundangan yang berlaku.

 Sejak 2001 telah berlangsung putaran


perundingan Doha (Doha Development
Agenda/DDA) dan Indonesia telah
menyampaikan conditional initial offer untuk 9
sektor jasa yakni business services,
communication services, education services,
financial services, health services, tourism and
travel related services, maritime services, dan
energy services.
Conditional Initial Offer

Komitmen masih conditional karena


sangat tergantung dari:
 hasil perundingan ESM;

 komitmen negara lainnya; dan

 balance outcome dari keseluruhan DDA.


Signaling Conference
 Pararel dengan Pertemuan Tingkat Menteri
(Green Room) akhir Juli 2008, tanggal 26
Juli 2008 telah dielenggarakan Signaling
Conference di Kantor Pusat WTO di
Jenewa.

 Diadakannya Signaling Conference


disebabkan ketidakpuasan negara maju
terhadap initial dan revised offer yang
telah disampaikan mendorong adanya
Signaling Conference.
Signaling Conference
 Dalam Signaling Conference negara anggota
diminta untuk menyampaikan indikasi mengenai
rencana offer yang akan disampaikan dalam
revised offer atau second revised offer.

 Permintaan negara maju mode 3 – meningkatkan


foreign equity cap dan mengikat existing
regulation ke dalam Schedule of Commitments.

 Indonesia telah mengindikasikan akan


meningkatkan offer-nya dalam beberapa
sektor/sub-sektor antara lain sbb: Environmental
services, distribution services, maritime services,
tourism and travel related services dan horizontal
commitment (mode 4)
Langkah ke Depan
 Menunggu perkembangan perundingan di sektor pertanian
dan NAMA khususnya setelah kegagalan Pertemuan Tingkat
Menteri akhir Juli 2008.
 Masing-masing sektor khususnya yang telah diindikasikan
dalam Signaling Conference agar memfinalisasi rencana
revised offer-nya.
 Koordinasi lintas sektoral dan para pemangku kepentingan
 Analisis cost and benefit masing-masing sektor untuk
menghasilkan peta kekuatan sektor jasa Indonesia
 Membangun kesadaran bahwa perundingan di sektor jasa
merupakan satu balanced package antara request and
offers
 Untuk apa yang akan di-offers Indonesia, perlu dipilih
sektor yang mempunyai multiplier effects terhadap
kegiatan perekonomian nasional