Anda di halaman 1dari 6

Evapotranspirasi Potensial

Hujan

Tampungan Kelebihan Limpasan Langsung


Kelengasan Kelengasan
PSUB

Tampungan Aliran Air


Air Tanah Tanah
GWF

Debit
Sungai

Struktur model Hidrologi NRECA


MODEL NRECA

• Q = P – AET +  S
• Keterangan :
• Q = tebal aliran (mm/bulan)
• P = curah hujan (mm/bulan)
• AET = evapotranspirasi aktual (mm/bulan)
•  S = perubahan tampungan (change storage)
(mm/bulan)
UJI STATISTIK

Parameter model yang dipilih bila dengan uji statistik diperoleh nilai RMS (root
mean square error) yang kurang dari 10 %. RMS merupakan besaran uji
statistik yang menggambarkan akar kuadrat dari nilai rata – rata perbandingan
antara perbedaan debit estimasi dikurangi debit pengamatan terhadap debit
pengamatan.
2
1 n  Qe  Qo 
RMS =   Qo 
n 1 

Keterangan :
RMS = root mean square error
Qe = debit estimasi (m3/det)
Qo = debit pengamatan
n = jumlah pengamatan (m3/det)
Model Mock
Model Mock dikembangkan oleh DR.F.J.Mock pada pekerjaan studi Land Capability
Appraisal di Indonesia pada tahun 1973. Skema dari model Mock ini dapat dilihat pada
Gambar 3-3.

Parameter Model Mock adalah :


Kapasitas Lengas Tanah (SM)
Angka Infiltrasi (I)
Simpanan Air Tanah Awal (IGS)
Faktor Resesi Air Tanah (K)
Faktor Limpasan Musim Kemarau /
Limpasan Badai (BF)
Parameter diatas harus diperoleh dari
kalibrasi model Mock menggunakan
data hujan dan pencatatan data debit
yang ada. Kalibrasi ini akan dilakukan
menggunakan data debiot aliran
disekitar daerah studi.
Langkah perhitungan model Mock adalah :
 Hitung Evapotranspirasi Potensial dengan metode Penman sesuai standar
FAO
 Hitung Limitted Evapotranspirasi dengan rumus :
d
E = EP m
30
Dimana :
E : Perbedaan antara evapotranspirasi potensial dan limited
evapotranspirasi
Ep : evapotranspirasi potensial
D : Jumlah hari dengan permukaan kering per bulan
= 27 – (3/2)n atau = 3/2 (18-n)
n : jumlah hari hujan per bulan
m : koefisien yang menyatakan proporsi tanah yang tak tertutup
tumbuhan yang nerupakan fungsi dari musim.
Hitung Water Balance
Dari besar presipasi dan limitted evapotranspirasi di dapat (P-E1)
Besarnya air lebih (water surplus) = (P-E1) – Tampungan Tanah
Tampungan Tanah = Perbedaan Kelembaban Tanah
 Hitung Aliran Dasar
Aliran Dasar = i - Vn ;
Vn = Vn – Vn-1 ;
Vn = K x Vn-1 + 0,5(1 + K)i
Dimana :
I : infitrasi
Vn = Volume Tampungan Air Tanah
Vn-1 – Volume Tampungan Bulan sebelumnya
Hitung Limpasan Langsung
Limpasan Langsung = Water Surplus – i
Hitung Debit Total
Debit Total = Aliran Dasar + Limpasan Langsung
CONTOH