Anda di halaman 1dari 33

Pasal 36

Setiap Rumah Sakit harus


menyelenggarakan tata
kelola Rumah Sakit dan
tata kelola klinis yang baik.

Djoti - Atmodjo
Mutu adalah kepatuhan terhadap standar
yang telah ditetapkan

Mutu adalah apapun yang menjadi kebutuhan


dan keinginan konsumen
Mewujudkan:
Structure Process Outcome
Resource Transformation Product
Input Process Output
Output
Outcome
Standar

Supaya bisa
diukur

 Indikator Produktivitas
 Indikator Mutu
 Indikator Efisiensi
 Indikator Keuangan
Djoti Atmodjo
Structure Process Outcome
Resource Transformation Product
Input Process Output
Output
Outcome

Djoti Atmodjo
Output/
Input Proses
Outcome

Kebijakan Tatalaksana
pelayanan
Pedoman
Pedoman
Pengorganisasian
Pelayanan SPO
• Standar  Survei kepuasan
SDM  Pengukuran Mutu :
• Standar Indikator
Fasilitas Kejadian
 IKP:
K T D : Sentinel Event
Peraturan dan perundangan
KTC
Pedoman KNC
KPC
PENGUKURAN KINERJA INDIKATOR
Diperlukan untuk :

a Mengetahui posisi saat ini


a Menetapkan target yang akan dicapai
a Identifikasi permasalahan yang ada
a Memberi inspirasi kepada seluruh anggota
organisasi untuk bekerja sama mencapai
target yang ditetapkan
PENGUKURAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN RS

Pengukuran Mutu Pengukuran Utama Pengumpulan Data


dan Keselamatan • 10 klinis, 9 • Unit Kerja / Panitia
Pasien RSRP Manajemen, 6 SKP, 5
ILM
• Jumlah 120
pengukuran

Analisa Validasi Data


• Bandingkan dengan • Unit VS PMKP
Rekomendasi Standar, tren, RS lain

Tindak lanjut
 Menetapkan indikator mutu
 Menetapkan indikator utama

10
UNIT KERJA : Instalasi Kamar Bedah

RUANG LINGKUP : Kamar bedah

NAMA INDIKATOR : Angka infeksi luka operasi

DASAR PEMIKIRAN : Operasi bersih yang memenuhi prosedur


standard tidak menimbulkan infeksi luka
operasi

DEFINISI INDIKATOR : Angka kejadian infeksi luka operasi pada


pasien pasca operasi bersih

KRITERIA :
Inklusi : Pasien operasi bersih, termasuk operasi cito

Eksklusi :

TIPE INDIKATOR : Rate Based

PEMBILANG (Numerator) : Jumlah pasien infeksi luka operasi bersih

PENYEBUT (Denominator) : Jumlah seluruh pasien operasi bersih dalam


periode waktu yang sama dengan lama
perawatan post operatif sama dengan atau
lebih dari lima hari

STANDARD : 2%

KETERANGAN : - 11
PENGUMPULAN DATA

 Manual Sensus
harian

 Sistem
informasi

 Survei

Djoti Atmodjo 12
No. Besaran/Variabel 1 2 3 4 5 6 7 8
1. Jumlah kejadian infeksi 2
jarum infus
2. Jumlah pemasangan 10
infus
3. Jumlah pasien dengan
dekubitus
4. Jumlah pasien tirah
baring total
5. Jumlah infeksi luka
operasi
6. Jumlah operasi bersih

Infeksi jarum infus timbul dalam waktu 3 x 24 jam


Dekubitus terjadi dalam waktu 2 x 24 jam
Djoti - Atmodjo
Tercapai atau
tidak?
Masalah ?
Cause and Effect ( Fish Bone) Diagram

Lingkungan SDM Fasilitas

Masalah

Pelanggan Prosedur
 Direktur memilih area prioritas (area
kunci) yang akan dipantau mutunya
 Paling banyak, paling beresiko dan paling
memungkinkan muncul masalah atau
komplain
 Dari area klinis dipilih indikator kunci
(IAK, IAM, IKP, IIL)

AREA PRIORITAS
NILAI CAPAIAN
INDIKATOR MUTU UNIT

IGD : 71 % FARMASI : 35 %
HD : 100 % LABORATORIUM:80%
IRNA : 63 % RM : 7 %
ICU : 71 % GIZI : 80 %
IBS : 80 % RADIOLOGI: 75 %
 IGD : 3%
 IRNA : 18 %
 GIZI : 8%
 PENDAFTARAN: 4%

SURVEY KEPUASAN
 IRNA
 FARMASI

KEJADIAN TAK DIHARAPKAN


contoh
AREA J
PRIORIT HIGH PROBLEM
VOLUME PRONE U
AS HIGH RISK
NILAIxBOBOT NILAIxBOB NILAIxBOB M
=SKOR OT=SKOR OT=SKOR L
RENTANG RENTANG RENTANG
NILAI 1-5 NILAI 1-5 A
NILAI 1-5
BOBOT 50 BOBOT 30 BOBOT 20 H

N B S N B S N B S
ICU 4 50 20 2 30 60 3 20 60 320
0
IGD 4 50 20 2 30 60 3 20 60 320
0
IBS 5 50 25 2 30 60 3 20 60 370
0
RANAP 3 50 15 5 30 15 5 20 100 400
PENGUKURAN KLINIS PRIORITAS
No Area Pengukuran Standar
1 Asesmen terhadap area klinik Kelengkapan Pengkajian Pasien Rawat Inap (1x24 jam sejak ≥90%
pasien masuk rawat inap)
2 Pelayanan laboratorium Ketepatan waktu pemberian hasil pemeriksaan rutin (≥120 ≥90%
menit sejak pasien terdaftar hingga hasil di ACC) kecuali
pemeriksaan imunologi yaitu HBsAg,HCV total,HIV,FT4,TSH
3 Pelayanan radiologi dan diagnostic imaging Tidak ada kejadian pengulangan foto rountgen thorax ≥95%

4 Prosedur bedah Kelengkapan pengisian ceklist keselamatan pasien 100%

5 Penggunaan antibiotika dan obat lainnya Tidak ada kejadian kesalahan penyiapan obat (dispensing) 100%
pada pelayanan resep rawat inap
Tidak ada kejadian KNC akibat salah pemberian obat oleh 100%
petugas perawat
6 Kesalahan medikasi dan Kejadian Nyaris Tidak ada kejadian komplikasi akibat pemberian anastesi 100%
Cedera (KNC)
7 Anestesi dan penggunaan sedasi Tidak ada kejadian kesalahan pemenuhan kebutuhan darah 100%
oleh petugas laboratorium
8 Penggunaan darah dan produk darah Ketepatan waktu penyelesaian pengisian laporan medis ≥80%
asuransi 2x24 jam sejak permintaan
9 Ketersediaan, isi dan penggunaan catatan Tidak ada kejadian ILI ≥0.12‰
medik
10 Pencegahan dan kontrol infeksi, surveilans Djoti - Atmodjo
Kelengkapan Pengkajian Pasien Rawat Inap (1x24 jam sejak ≥90%
dan pelaporan
pasien masuk rawat inap)
PROSES PERUBAHAN PERILAKU
Sekolah/
Sekolah/
Pendidikan Pelatihan Pengawasan
Pendidikan
formal Pengalaman Pembinaan
formal

Knowledge Skill Attitude PERILAKU

Potensi Pengaruh lingkungan


individu

Djoti Atmodjo
Keselamatan pasien (patient safety) :

Suatu sistem dimana RS membuat asuhan pasien


lebih aman.
Sistem tsb meliputi :
asesmen risiko
identifikasi dan pengelolaan hal yang
berhubungan dengan risiko pasien
pelaporan dan analisis insiden
kemampuan belajar dari insiden dan tindak
lanjutnya
implementasi solusi untuk meminimalkan
timbulnya risiko
 SENTINEL :
◦ Kematian tidak terduga dan tidak terkait
dengan perjalanan alamiah atau kondisi yang
mendasari penyakitnya . Contoh bunuh diri
◦ Kehilangan fungsi utama (major) secara
permanen yang tidak terkait dengan perjalanan
alamiah penyakit pasien atau kondisi yang
mendasari penyakitnya
◦ Salah lokasi, salah prosedur, salah pasien
operasi
◦ Penculikan bayi atau bayi yang dipulangkan
INSIDEN
bersama orang yang bukan orang tuanya.
Panitia PPI
Panitia K3RS
29
Risk Analysis
Analisis Matriks Grading Risiko
Penilaian matriks risiko bertujuan untuk menentukan
derajat risiko suatu insiden berdasarkan dampak dan
probabilitasnya.
a. Dampak
Penilaian dampak adalah seberapa berat akibat yang
dialami pasien mulai tidak ada cedera sampai
meninggal.
b. Probabilitas / Frekuensi / Likelihood
Penilaian tingkat probabilitas / frekuensi risiko
adalah seberapa seringnya insiden tersebut terjadi
Alur Pelaporan Insiden (Internal):
Paling lambat 2x 24 jam
Kendala PMKP
 Belum ditentukannya SMF di RS Mitra
Siaga (Berdasarkan perundangan RS Tipe
C Minim ada 4 SMF)
 Belum dibuatnya Clinical Pathway dan PPK
 Pelaporan Indikator Mutu belum optimal
 Komite PMKP belum berjalan optimal
karena double job
 Pelaporan KTD dan KNC yang belum
optimal