Anda di halaman 1dari 56

Shalat

DISUSUN OLEH:
Astri Handayani (NRP. 122017058P)
Desi Erisna (NRP. 122017061P)
Catur Akbar Tanjung (NRP. 122017004P)
Gusti M Ridho (NRP. 122017007P)
Shalat
PENGERTIAN
Etimologi:
Shalat berarti doa (QS. At Tawbah [9]:
103)
Shalat berarti rahmat (QS. Al Ahzab [33]:
43)

Terminologi
Shalat adalah suatu ibadah yang terdiri
dari beberapa ucapan dan perbuatan,
yang diawali dengan takbiratul ihram
dan diakhiri dengan salam.
DALIL WAJIB SHALAT
• Dalil al-Qur’an:

‫ار َكعُوا َوا ْس ُجدُوا َوا ْعبُدُوا َربَّ ُك ْم‬ ْ ‫ين آ َمنُوا‬ َ ‫• يَا أَيُّ َها الَّ ِذ‬
َ ُُ ‫َوا ْفعَلُوا ْال َخي َْر لَعَلَّ ُك ْم ت ُ ْْف ِل‬
‫ون‬

• "Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu,


sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan
perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapatkan
kemenangan." (QS al-Haj [22]: 77)
DALIL WAJIB SHALAT
‫ش َها َدة ُ أ َ ْن‬َ :‫علَى َخ ْم ِس‬ َ ‫ي اْ ِإل ْسالَم‬ َ ِ‫بُن‬
،‫س ْو ُل هللا‬ ُ ‫الَ ِإلَهَ ِإالَ هللا َوأ َ َّن ُم َُ َّم ًد َر‬
، ِ‫الز َكاة‬ َّ ‫ َو ِإيْتا َ ِء‬، ِ‫صالَة‬ َّ ‫َو ِإقَا َمةُ ال‬
‫ان‬
َ ‫ض‬ َ ‫ص ْو ُم َر َم‬ َ ‫ َو‬، ‫ت‬ ِ ‫َو ُِ ُّج اْلبَ ْي‬
"Islam didirikan diatas lima perkara yaitu
bersaksi bahwa tiada sesembahan yang
berhak disembah secara benar kecuali Allah
dan Muhammad adalah utusan Allah,
mendirikan shalat, mengeluarkan zakat,
mengerjakan haji ke baitullah dan berpuasa
pada bulan ramadhan". (HR Bukhari dan
Muslim)
KEDUDUKAN SHALAT
• Sebagai tiang agama "Pokok setiap masalah
ialah Islam, dan tiangnya
ُ ‫ص َالة‬ َ ‫رأس األ َ ْم ِر اْ ِإل ْسالَ ُم َو‬
َّ ‫ع ُم ْو ُدهُ ال‬ ُ ialah shalat, dan
ِ ‫س ِب ْي ِل‬
.‫هللا‬ َ ِ ‫لج َها ُد في‬ ِ ْ‫سنا َ ِم ِه ا‬
َ ُ ‫ذر َوة‬ ْ ‫َو‬ puncaknya ialah jihad fi
sabilillah." (HR Ahmad
dan Tirmidzi)
Ibadah yang pertama diwajibkan
‫ي ِب ِه‬ َ ‫ر‬ِ ‫س‬
ْ ُ ‫أ‬ َ ‫ة‬َ ‫ل‬ ‫ي‬
ْ َ ‫ل‬ ُ
‫ات‬ ‫و‬
َ َ ‫ل‬ ‫ص‬
َّ ‫ال‬ ‫م‬
َ َّ َ ‫علَ ْي ِه َو‬
‫سل‬ َ ُ‫َّللا‬
َّ ‫ى‬ َّ ‫صل‬َ ِ ‫علَى النَّ ِبي‬َ ‫ت‬ ْ ‫ض‬َ ‫• فُ ِر‬
‫ي يَا ُم َُ َّم ُد ِإنَّهُ الَيُ ْب ِد ُل‬ َ ‫سا ث ُ َّم نُ ْو ِد‬ ً ‫ت خ َْم‬ ْ َ‫ى ُج ِعل‬ ْ ‫ص‬
َّ ‫ت َُت‬ َ َ‫خ َْم ِسيْنَ ث ُ َّم نَق‬
‫ (رواه أُمد والنسائي‬. َ‫ي وإن لك ِب َه ِذ ِه ْالخ َْم ِس خ َْم ِسيْن‬ َّ ‫ْالقَ ْو ُل لد‬
.)‫والترمذي وصُُه‬

"Shalat itu diwajibkan atas Nabi Muhammad Saw. pada


malam diisra'kan, sebanyak lima puluh kali, kemudian
dikurangi hingga lima, lalu Beliau diseru: "Hai Muhammad!
Putusan-Ku tidak dapat diubah lagi, dan dengan shalat
lima waktu ini kau tetap mendapat pahala lima puluh kali."
(HR Ahmad, Nasa'i, dan Tirmidzi).
Ibadah yang pertama kali dihisab

‫ب ِب ِه ْالعَ ْب ُد‬ ُ ‫س‬َ َ َ َّ ‫إ َّن أ‬


‫ا‬ُُ ‫ي‬ ‫ا‬‫م‬ ‫ل‬َ ‫و‬ َ
.ُ ‫صالَة‬َّ ‫يَ ْو َم ال ِقيَا َم ِة ال‬

"Sesungguhnya yang
pertama sekali dihisab atas
seorang hamba di hari
kiamat nanti ialah
shalatnya." (HR ath-
Thabrani).
Garis pemisah antara Muslim dan kafir

‫الر ُج ُل َوبَي َْن اْل ُك ْْف ِر ت َ ْر ُك‬


َّ ‫بَي َْن‬
‫ (رواه الجماعة‬. ِ‫ص َالة‬ َّ ‫ال‬
)‫إال البخاري والنسائي‬
"Beda antara seorang laki-laki
(Muslim) dengan kafir ialah
meninggalkan shalat." (HR
Jama'ah, kecuali Bukhari dan
Nasa'i).
Penghubung antara hamba dengan Tuhannya
‫َّللاُ ال ِإلَهَ ِإال أَنَا فَا ْعبُ ْدنِي َوأ َ ِق ِم‬
َّ ‫ِإنَّنِي أَنَا‬
‫صالة َ ِل ِذ ْك ِري‬
َّ ‫ال‬

"Sesungguhnya Aku ini adalah


Allah, tidak ada Tuhan (yang hak)
selain Aku, maka sembahlah Aku
dan dirikanlah shalat untuk
mengingat Aku." (QS Thaha: 14).
HIKMAH  Mencegah perbuatan keji dan
mungkar (QS al-Ankabut: 45)
DISYARI’ATKANNYA
 Mendidik menjadi pribadi disiplin
SHALAT
 Melatih menjadi pribadi tangguh (QS
al-Ma'arij: 19-23)
 Meninggikan derajat seorang
Muslim
 Membersihkan kesalahan dan dosa
 Melatih hidup secara tertib dan
teratur
 Mengajarkan sifat tawadhu’ (rendah
hati)
 Meningkatkan kesehatan jasmani
secara optimal
HUKUM
MENINGGALKAN
SHALAT
 Sengaja meninggalkan shalat dan
menentang kewajiban shalat, dia
kafir/murtad.
 Sengaja meninggalkan shalat, tetapi
masih mengakui kewajiban shalat
tersebut, kafir amaly.
 Meninggalkan shalat dengan tidak
sengaja, wajib menunaikan shalat
yang terluput itu.
SYARAT WAJIB SHALAT

• Islam.
• Berakal
• Baligh
• Suci dari hadats besar dan
kecil.
• Sadar
SYARAT SAH SHALAT

1. Sudah masuk waktu shalat


2. Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari
hadats dan najis.
SYARAT SAH SHALAT

3. Menutup aurat

4. Menghadap kiblat
YANG DIANJURKAN SEBELUM SHALAT

1. Adzan
2. Iqamah
TATA CARA SHALAT
1. Berdiri tegak menghadap
kiblat.

2. Takbiratul Ihram

3. Bersedekap
TATA CARA SHALAT

4. Membaca doa Iftitah


TATA CARA SHALAT
5. Membaca surat al-Fatihah
diawali dengan bacaan
ta'awudz dan basmallah
TATA CARA SHALAT
6. Membaca salah satu surat atau ayat dari Al-
Qur'an yang dianggap mudah
TATA CARA SHALAT
7.Ruku'
TATA CARA SHALAT
8. I'tidal
TATA CARA SHALAT

9. Sujud
TATA CARA SHALAT
10. Duduk iftirasy
TATA CARA SHALAT

11. Sujud kedua seraya membaca takbir


"Allaahu Akbar".
TATA CARA SHALAT

12. Berdiri raka'at yang kedua diiringi bacaan


takbir "Allaahu Akbar", sebelum berdiri
disunnahkan duduk sebentar seperti duduk di
antara 2 sujud.
TATA CARA SHALAT
13. Raka'at kedua.
Cara dan sikap raka’at kedua ini sama dengan
raka’at pertama, hanya ada beberapa
perbedaan yaitu:
TATA CARA SHALAT
14. Duduk tasyahud awal pada rakaat kedua.
TATA CARA SHALAT

15. Kemudian membaca shalawat Nabi Saw.


TATA CARA SHALAT

16. Pada tasyahud awal ini boleh


disertai dengan doa yang singkat
TATA CARA SHALAT

17. Tasyahud akhir atau tahiyyat


akhir pada rakaat ketiga (shalat
Maghrib).
TATA CARA SHALAT

18. Salam
SHALAT SUNNAH

Shalat-shalat sunah/nawafil ialah shalat-


shalat sunnah yang diluar dari pada shalat--
shalat yang difardhukan. Shalat itu dikerjakan
oleh Nabi Muhammad untuk mendekatkan
diri kepada Allah dan untuk mengharapkan
tambahan pahala
Jenis Shalat Sunnah

1. Shalat Sunnah Rawatib


Shalat sunnah rawatib ialah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan
sesudah shalat fardhu.
• 2 raka'at sebelum shalat Subuh (sesudah shalat shubuh tidak ada sunnat
ba'diyah)
• 2 raka'at sebelum shalat Zhuhur
• 2 raka'at sesudah shalat Zhuhur.
• 2 raka'at sesudah shalat Maghrib.
• 2 raka'at sesudah shalat Isya.
2.Shalat Sunnah Ghairu Rawatib
Sedangkan shalat sunnah ghairu rawatib ialah
shalat sunnah yang tidak ter-masuk di dalam
shalat rawatib yang tersebut di atas
Jenis-jenis Shalat Sunnah Ghairu Rawatib

1. Shalat Tahyatul Masjid


Tahiyatul masjid ialah shalat dua rakaat
menghormati masjid, dilakukan setelah
masuk masjid dan sebelum duduk
2. Shalat Sunnah Tarawih
Shalat malam yang dikerjakan pada bulan
ramadhan. Shalat ini hukumnya sunnah
muakkad, boleh dikerjakan sendiri-sendiri
atau berjama'ah. Shalat tarawih ini dilakukan
sesudah shalat isya sampai waktu fajar.
Bilangan raka'atnya ada 8 raka'at sampai 20
raka'at.
3. Shalat Sunnah Witir.
• Shalat witir hukumnya sunnah, yakni shalat
sunnah yang sangat diutamakan
• Waktunya sesudah shalat isya sampai terbit
fajar, biasanya shalat witir itu dirangkaikan
dengan shalat tarawih. Bilangan raka'at nya 1,
raka'at 3, 5, 7, 9, dan 11.
4. Shalat Id atau Shalat Hari Raya
• Shalat Hari Raya ada dua, yaitu hari Raya Fitrah dan hari Raya
Adha. Waktu shalat id dimulai dari terbit matahari sampai
tergelincirnya.
• Hukumnya sunnah muakkad bagi laki-laki dan perempuan
mukim atau musafir. Boleh dikerjakan sendirian dan sebaiknya
dilakukan berjama'ah.
5. Shalat Istiqarah
Shalat istiqarah ialah shalat sunnah dua
raka'at untuk memohon kepada Allah
ketentuan pilihan yang lebih baik diantara
dua hal atau lebih yang belum dapat
ditentukan baik buruknya. Shalat istiqarah
lebih utama dikerjakan seperti shalat tahajud
yakni dimalam hari
6. Shalat Tahajjud
Shalat Tahjjud ialah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu
malam, sedikitnya dua raka'at dan sebanyak-banyaknya tidak
terbatas. Waktunya sesudah shalat isya sampai
sebelumsubuh. Shalat dapat disebut tahajjud, dengan syarat
apabila dilakukan sesudah bangun dari tidur malam, sekalipun
tidur itu hanya sebentar.
7. Shalat Dhuha
• Shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu
matahari sedang naik, hukumnya sunnah
• Sekurang-kurangnya shalat ini dua raka'at,
sebanyak-banyaknya 8 raka'at.
8. Shalat Gerhana
Shalat gerhana ialah shalat dan khutbah yang
dilaksanakan ketika terjadi gerhana matahari
atau bulan
9. Shalat Istisqa’
Shalat Istisqo’ ialah shalat dua rakaat dan
khutbah yang dilaksanakan di lapangan,
guna meminta turun hujan.
EFEK MEDIS SHALAT
Takbiratul ihram dapat
menguatkan otot lengan dan
melancarkan aliran darah
Ruku' dapat mengembalikan
fungsi tulang belakang
I'tidal dapat melancarkan
pencernaan
Sujud mengalirkan oksigen,
menguatkan daya pikir,
memudahkan persalinan
Duduk di antara dua sujud
dapat menghindari
kelumpuhan dan mencegah
impotensi
Salam merupakan relaksasi
otot leher dan mengencangkan
kulit wajah
SHALAT KHUSYU”
Khusyu' menurut bahasa berarti tawadhu',
tunduk, hening, takut, tenang, dan merendahkan
diri.
Khusyu’ dalam shalat adalah sebuah ketundukan
hati dalam dzikir dan konsentrasi hati untuk taat,
maka ia menentukan nata’ij (hasil-hasil) di luar
shalat.
Firman Allah:
َ ُ‫ص َال ِت ِه ْم َخا ِشع‬
‫ون‬ َ ‫ي‬‫ف‬
ِ ‫م‬
ْ ُ
‫ه‬ ‫ين‬
َ ‫ذ‬ِ َّ ‫ال‬ ‫ون‬
َ ُ ‫ن‬‫م‬ِ ْ‫ؤ‬‫م‬ُ ْ
‫ال‬ ‫ح‬َ ‫ل‬‫ف‬ْ َ
َ ‫قَ ْد أ‬
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman.
Yaitu orang-orang yang dalam shalatnya
khusyu’.” (QS Al-Mu’minun/23: 1-3).
KIAT-KIAT SHALAT KHUSYU'
Melakukan persiapan.
Mengikhlaskan amal karena Allah
Memahami dan merenungkan setiap
bacaan shalat
Membaca setiap bacaan/dzikir dalam
shalat dengan baik dan benar disertai
makhraj huruf dan tajwid yang tepat.
Thuma'ninah (tenang) dalam setiap
gerakan
Mengingat kematian dalam shalat
Menghadirkan hati dalam shalat
Adanya pemusatan pikiran
Mengarahkan pandangan ke tempat sujud
Adanya rasa takut dan kagum akan
kebesaran Tuhan.
Adanya sifat harap akan ampunan-Nya.
DZIKIR DAN DO’A BA’DA SHALAT
Sebaiknya menghadap kiblat, dengan
khusyu', dan tenang.
Tempat berdzikir itu hendaknya tempat
yang tenang
Dalam keadaan bersih badannya.
Berdzikir senantiasa dilakukan pada setiap
waktu, kecuali waktu-waktu yang
dikecualikan oleh agama, seperti ketika
buang air, jima',
Dianjurkan kehadiran hati.
Seyogyanya, setiap orang mempunyai
waktu tertentu untuk dzikirnya
Cara Menyelesaikan Kekurangan
dan Kekeliruan Shalat
Ketika lupa bilangan rakaat, dan
sadar sebelum membaca salam,
maka hendaklah ditambahkan
bilangan rakaat shalat itu seusai
membaca tasyahud akhir, setelah
sempurna shalat tersebut, maka
sujudlah dua kali sebelum salam.
Cara Menyelesaikan Kekurangan
dan Kekeliruan Shalat
Jika kekurangan bilangan rakaat ini
disadari setelah membaca salam,
maka bertakbiratul ihram lagi
menunaikan shalat sebanyak bilangan
rakaat yang kurang.
Cara Menyelesaikan Kekurangan
dan Kekeliruan Shalat
Apabila terjadi kelebihan bilangan rakaat
shalat, jika disadari sebelum membaca salam,
hendaklah sujud dua kali setelah membaca
tasyahud akhir kemudian membaca salam. Tetapi
bila disadari setelah selesai shalat, maka
hendaklah bertakbir dan bersujud dua kali lalu
membaca salam pula.
Cara Menyelesaikan Kekurangan
dan Kekeliruan Shalat
Bila terjadi keragu-raguan akan bilangan
rakaat yang telah dikerjakan dalam shalat, maka
hendaklah memilih salah satu yang meyakinkan,
kemudian menyempurnakan shalat lalu sujud
dua kali sebelum membaca salam, atau boleh
juga setelah salam.
Cara Menyelesaikan Kekurangan
dan Kekeliruan Shalat
Jika lupa tasyahud awal
hendaklah duduk kembali untuk
bertasyahud awal, tetapi jika
teringat atau diingatkan setelah
sempurna berdiri, hendaklah
menyempurnakan shalat itu,
lalu sujud dua kali (sujud sahwi)
sebelum membaca salam.
KESIMPULAN
• Menurut bahasa, shalat berarti do'a sedang menurut
syara' berarti menghadap jiwa dan raga kepada Allah;
karena taqwa hamba kepada tuhannya,
mengagungkan kebesarannya dengan khusyu' dah
ikhlas dalam bentuk perkataan dan perbuatan yang
dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam
menurut cara-cara dan syarat-syarat yang telah
ditentukan.
KESIMPULAN
• Tata cara bacaan dan gerakan shalat yaitu
Berniat, Takbiratul Ihram, Berdiri bagi yang
sanggup, Membaca do’a iftitah, Membaca
surat Al-Fatihah , Membaca salah satu surat
dari pada al-Qur’an, Ruku’, I’tidal, Sujud,
duduk di antara dua sujud, duduk Tasyahud
Awal, duduk dalam raka’at akhir (Tasyahud
Akhir), dan Bersalam
KESIMPULAN
• Dzikir adalah mengingat Allah dengan cara menyebut sifat-
sifat keagungan dan kemuliaan-Nya seperti tahmid, tahlil
dan tasbih. Sedangkan do'a berarti "Memohon sesuatu
yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah
dari sesuatu yang memudharatkan.
• Hikmah-Hikmah Shalat yaitu Dapat mencegah perbuatan
keji dan munkar, Dapat dijadikan sarana memohon
pertolongan dari Allah, Dapat mengingat Allah, dan Dapat
menghapuskan dosa
• Jenis-jenis shalat sunnah yaitu Shalat Sunnah Rawatib,
Shalat Tahyatul Masjid, Shalat Sunnah Tarawih, Shalat
Sunnah Witir., Shalat Id atau Shalat Hari Raya, Shalat
Istiqarah, Shalat Dhuha, Shalat Gerhana, Shalat Tahajjud,
Shalat Istisqa’
SARAN
• Sholat sebagai suatu tarbiyyah yang begitu luar biasa yang
mengajarkan kebaikan dalam segala aspek kehidupan,
sebagai pencegah kemungkaran dan kemaksiatan, sebagai
pembeda antara orang yang beriman dan orang yang kafir,
sholat sebagai syariat dari Allah dalam kehidupan, semoga
dapat difahami, diamalkan dan diaplikasikan dengan benar
dalam kehidupan kita. Kebenaran datang dari Allah semata
dan kesalahan-kesalahan takkan lepas dari kami sebagai
manusia yang memiliki banyak kekurangan. Maka teruslah
berusaha untuk menjauhi segala yang menjadi larangannya
dan melaksanakan segala perintahnya, meneladani Nabi
kita Nabi Muhammad SAW.