Anda di halaman 1dari 18

Table of Content :

Sumber Aplikasi Proses Proses Hall Proses


Aluminium Umum Bayer Heroult Hoopes
2
Source of Aluminium
2 Bauksit
(Al2O3.2H2O)
Kriolit 1
(Na3AlF6)

3 Feldspar
Tanah Liat 4 (K2OAl2O3.3SiO2)
(Al2Si2O7.2H2O)

Source : Effendi, hefni. 2003. Telaah Kualitas Air .Kanisius: Yogyakarta


3
General Applications

1 2 3 4 5

PERALATAN DAPUR KONSTRUKSI PESAWAT ALUMINIUM FOIL KALENG MAKANAN PEWARNA


4

Komponen Bauksit
2 Silika
(SiO3)
30-54% 1
Alumina
(Al2O3)

BAUKSIT

3 besi oksida
titanium oksida 4 (Fe2O3)
(TiO2)

Source : Effendi, hefni. 2003. Telaah Kualitas Air .Kanisius: Yogyakarta


Bayer Process Proses Bayer merupakan metode yang 5
1 digunakan untuk memproduksi alumina
(aluminium oksida) dari bauksit
(mengandung sekitar 30–60%)

Pemurnian Bijih Bauksit


2 dengan menghilangkan
komponen pengotor
utama yaitu Fe2O3, SiO2
dan TiO2.

menghasilkan larutan
sodium aluminat dan
residu berwarna merah
yang dikenal dengan 4
nama red mud
Proses ekstraksi aluminium
3 dari bijih bauksit dengan
pelarut soda kaustik (NaOH)
BAYER PROCESS 6

Tujuan: Pemurnian Alumina (Aluminium Oksida) dari bauksit

Bayer Alumina
Bauksit Process (Aluminium Oksida)

Digestion Clarification Precipitation Calcination


7
Bayer Process
Pre
t
-Treatment
r Slurry
BAUKSIT
q + NaOH
p Liquor
MILLING
o
CRUSHING

BAUKSIT
Bayer Process Digestion 8

Gibbsite Bauxite
Slurry bauksit NaOH
T = 135-150ºC To Clarification
P = 1 atm
Al(OH)3 + Na+ + OH- → Al(OH)4- + Na+
Al(OH)4- + Na+
Boehmite Bauxite Digestion
T = 205-245ºC
P = 1 atm Vessel Impurities: Titanium
AlO(OH) + Na+ + OH- + H2O → Al(OH)4- + Na+ oxide, iron oxide,
calcium oxide
Diaspore Bauxite
T = 250ºC
P = 35 atm
AlO(OH) + Na+ + OH- + H2O → Al(OH)4- + Na+
Bayer Process Clarification 9

Al(OH)4- + Na+
To Precipitation
Impurities: Titanium
oxide, iron oxide, Al(OH)4- + Na+
calcium oxide

Red Mud
Komponen bauksit lain seperti kalsium oksida, besi
Calcium oxide, iron oxide, oksida, dan titanium oksida tidak larut dalam larutan
titanium oxide tidak larut soda kaustik dan mengendap. Silika yang larut dalam
dalam NaOH larutan kemudian akan terendapkan dengan pemanasan
lambat sehingga didapatkan larutan jernih NaAl(OH)4
Bayer Process Proses Pengendapan 10

Pengendapan dilakukan untuk memisahkan aluminium


hidroksida (Al(OH)3) dari filtratnya

NaAl(OH)4 → Al(OH)3 + Na+ + OH-


2NaAlO2 + 4H2O → Al2O3.3H2O + 2NaOH

Kondisi operasi :
P = 1 bar
T = 80 - 65 oC

Al(OH)3  Proses Kalsinasi


NaOH  Proses Digestion
Bayer Process Proses Kalsinasi 11

Aluminium hidroksida dikeringkan di


1 dalam rotary kiln pada temperatur 1050
Number 01
1 – 1500 oC untuk melepaskan air

2 Hasil kalsinasi aluminium oksida


Number 02
2 trihidrat adalah alumina (Al2O3)
dengan kemurnian 99,5%
Number 03
3 3 Al2O3.3H2O → Al 2O 3 + 3H2O

4
Number 04
Ke Proses Hall-Heroult
4
12
Hall-Heroult Process

Merupakan proses elektrolisis alumina (Al2O3)


dengan menggunakan campuran natrium klorit
(Na3AlF3)

1) TD Al2O3 ~ 2000 C  Untuk menurunkan suhu


campuran hingga 1000 C sehingga dapat
dielektrolisis.
2) Klorit dapat diganti dengan eletrolit sintesis
berupa campuran NaF, CaF2, AlF3 
memungkinkan reaksi elektrolisis terjadi pada
suhu yang lebih rendah

Source : Fuller, thomas. 2018. Electrochemical Engineering.


13
Hall-Heroult Process
Proses elektrolisis alumina (Al2O3) dengan natrium klorit (Na3AlF3)
Elektrolit = Al2O3

Al2O3  2Al ³ + 3O2²

Suhu operasi = 920 – 980 C (untuk menjaga elektrolit tetap dalam bentuk lelehan)
Source : Kent, James. 2012. Handbook of Industrial Chemistry. Usa: Springer
14
Hall-Heroult Reaction

1 Alumina pada elektrolit


akan ter-ionisasi
Ion Al akan tereduksi
pada katoda
2
membentuk ion Al dan membentuk logam Al
Oksida

Net
Alumina bereaksi Ion oksida akan
dengan karbon bereaksi dengan anoda
4 membentuk Al(s) dan
CO2(g)
C membentuk CO2(g)
3
Source : Kent, James. 2012. Handbook of Industrial Chemistry. Usa: Springer
15
Background
High Purity: Small Electrolytic capacitor foils,
amount impurities hard disk substrate, wiring
High electrical and materials for semiconductors,
thermal conductivity bonding wires,
superconductor

Aluminium
Hall-Heroult
Three layer electrolytic
(99,5 – 99,9%): G-Grade refining process (>99,98%)
1901: William Hoopes (US)
1919: ALCOA Inc. (US)

Lindsay, Stephen J. 2014. Very High Purity Aluminum: An Historical Perspective. The Minerals, Metals & Materials Society: 66(2).
Megumi, Tomohiro.2014. Refining Technology and Low Temperature Properties for High Purity Aluminium: Sumitomo Chemical Co., Ltd. Basic Chemicals Research Laboratory help
16
Aluminium Purity
99,950 – 99,9960-
99,50-99,79% 99,80-99,949% 99,9959% 99,9990% Over 99,9990%
Commercial purity High purity Super purity Extreme purity Ultra purity

Lindsay, Stephen J. 2014. Very High Purity Aluminum: An Historical Perspective. The Minerals, Metals & Materials Society: 66(2).
17

Hoopes Process

1 Bottom layer: Aluminium alloy


contains 30-40% Cu (3.0 g/cm3)

2 Electrolyte layer: NaF, AlF3,


BaF2, CaF2 (2.7 g/cm3)

3 Top layer: High purity Aluminium


(2.3 g/cm3)

http://www.citycollegiate.com/aluminium3.htm
Megumi, Tomohiro.2014. Refining Technology and Low Temperature Properties for High Purity Aluminium: Sumitomo Chemical Co., Ltd. Basic Chemicals Research
Laboratory
Godet, P, dkk. 1990.Solubility of Alumina in Three-layer aluminium-refining cell electrolytes. Labs of Industrial Electrochemistry Norwegian Institute of Technology.
18

Hoopes Process

1 Electro-Chemical
Changes:
Na3AlF6 → 3NaF + AlF3
AlF3 → Al+3 + 3F-

2 At the cathode:
Al+3 + 3e- → Al

3 At the anode:
Al → Al+3 + 3e-

http://www.citycollegiate.com/aluminium3.htm