Anda di halaman 1dari 43

MINI CEX

G1P0A0, 24 tahun, hamil 40


minggu, dengan HbsAg (+)

Diajukan Kepada :
dr. Muhammad Taufiqy, Sp.OG

Disusun oleh:
Durotul Farida H2A012036
1. IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny.BR
Umur : 24 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam Nama Suami : Tn. A
Suku : Jawa Umur : 27 tahun
Alamat : mijen Jenis kelamin : Laki – laki
Pekerjaan : ibu rumah Suku : Jawa
tangga Agama : Islam
Pendidikan : SMP Alamat : mijen
Status : Menikah Pendidikan : SMA
Tanggal masuk : 20 Februari
2018
Biaya pengobatan : BPJS NON PBI
2. ANAMNESIS
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis tgl 20 Februari 2018 pukul
10.00 WIB di poli kandungan RSUD Tugurejo
A. Keluhan : kontrol
B. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke poli kandungan RSUD Tugurejo dengan tujuan
memerikskan kandungannya, pasien tidak mengeluhkan apa-apa. Pada
awal kehamilan pasien mengeluh mual muntah, kemudian pasien
memeriksaakan kandungannya ke bidan, oleh bidan dianjurkan untuk cek
lab di puskesmas, setelah keluar hasil, HbsAg pasien (+), oleh dokter
puskesmas dirujuk ke RSUD Tugurejo semarang dengan membawa hasil
lab dari puskesmas (HbsAg +), pasien tidak mengeluhkan apa-apa, tetapi
pasien mencemaskan kandungannya. Pasien mengaku terkadang pasien
merasa lemas, mual ,muntah dirasakan pasien sampai usia kandungan
mendekati 4 bulan, demam disangkal, nyeri perut (-) BAB, BAK tidak ada
keluhan, nafsu makan turun disangkal, riwayat imunisasi tidak diketahui,
riwayat dapat transfusi darah disangkal, riwayat penggunan jarum suntik
bergantian disangkal, tanda-tanda persalinan disangkal.
Menarche : 12 tahun
Lama Haid : 6-7 hari
Siklus Haid : 28 hari
Banyaknya Haid : 2-3 x sehari ganti pembalut.
Nyeri Haid : Nyeri setiap kali hari pertama haid dan tidak menggangu
aktifitas
1. Riwayat Perkawinan
Merupakan pernikahan pertama dan sudah menikah selama 1,5 tahun.
2. Riwayat Obstetri
G1P0A0, 24 tahun, hamil 40 minggu, janin 1 hidup intra uterin , presentasi kepala,
punggung kiri, HbsAg (+)
Tabel 1. Riwayat Obstetri Pasien
Keadaaan
Tahun Tempat Umur Jenis BB anak
No Penolong Penyulit
Partus Partus Kehamilan Persalinan Lahir sekarang

1 Hamil
ini
3. Riwayat ANC : lebih dari 4x di bidan, 2x di Puskesmas, 3x di Sp.OG,
imunisasi TT 2 kali
4. Riwayat KB : -
C. Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat Hipertensi : Disangkal
Riwayat DM : Disangkal
Riwayat Asma : Disangkal
Riwayat Penyakit Jantung : Disangkal
Riwayat Penyakit Ginjal : Disangkal
Riwayat Alergi : Disangkal
Riwayat penyakit selama kehamilan : Disangkal
Riwayat sakit kuning : Disangkal
Riwayat penggunaan obat-obatan dan jamu : Disangkal, hanya konsumsi vitamin
dan tablet penambah darah dari bidan.
D. Riwayat Penyakit Keluarga
◦ Riwayat Hipertensi : Disangkal
◦ Riwayat DM : Disangkal
◦ Riwayat Asma : Disangkal
◦ Riwayat Penyakit Jantung : Disangkal
◦ Riwayat Alergi : Disangkal
◦ Riwayat sakit kuning : Disangkal

E. Riwayat Sosial Ekonomi

Pasien seorang ibu rumah tangga, dan suami pasien bekerja sebagai wiraswasta.
Biaya pengobatan menggunakan BPJS NON PBI

F. Riwayat Pribadi
Merokok : Disangkal
Minum Alkohol : Disangkal
Riwayat Konsumsi Obat-obatan : Disangkal
3. PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal 20 Februari 2018 pukul 10.30 WIB di poli
kandungan RSUD dr. Adhyatma MPH Semarang
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : compos mentis
Vital sign :
TD : 110/70 mmHg
Nadi : 82 x/ menit, irama reguler, isi dan tegangan cukup
RR : 21 x/ menit
Suhu : 36,3 0C
Status Gizi
BB : 56 kg
TB : 166 cm
BMI : 20,29 kg/m2
Kesan : status gizi baik
Status internus :  Mulut :
 sianosis (-)
Kepala : mesocephal
 bibir pucat (-)
Mata :  lidah kotor (-)
◦ Konjunctiva palpebra anemis (-/-)  karies gigi (-)
◦ sklera ikterik (-/-)
 faring hiperemis (-)
◦ reflex cahaya (+/+)
 Tonsil (T1/T1).
◦ pupil bulat isokor (3 mm / 3 mm).
 Leher :
Telinga :  pembesaran kelenjar thyroid (-
◦ Normotia ),
◦ discharge (-/-)
 Pembesaran KGB (-)
◦ massa (-/-)

Hidung :
◦ Simetris
◦ napas cuping hidung (-/-)
◦ sekret (-/-)
◦ darah (-/-)
◦ septum di tengah.
Thoraks :
Cor :
Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : ictus cordis teraba di ICS V linea midclavicularis sinistra
Perkusi : konfigurasi jantung dalam batas normal
Auskultasi : normal, tidak ada suara tambahan

Pulmo :
Inspeksi : simetris, statis, dinamis, retraksi (-)
Palpasi : stem fremitus kanan = kiri
Perkusi : redup seluruh lapang paru
Auskultasi : suara dasar vesikuler +/+, suara tambahan -/-
Abdomen : sesuai status obstetri
Ekstremitas
Superior Inferior
Oedema -/- -/-
Sianosis -/- -/-
Akral dingin -/- -/-

Clubbing finger -/- -/-


Status obstetrikus :
Pemeriksaan luar :
Inspeksi :
Perut membuncit, membujur dan striae gravidarum (+)
Genitalia Eksterna : air ketuban (-), Lendir (-) darah (-)
Palpasi :
Pemeriksaan leopold
1. Teraba bulat, besar, ballotement (-). Kesan bokong.
TFU 31 cm  TBJ 2480 gram
2. Teraba tahanan besar memanjang sebelah kiri (kesan punggung), teraba
tahanan kecil-kecil sebelah kanan (kesan ekstremitas).
DJJ 12-11-12 (140 x/ menit)
3. Teraba bagian janin bulat, keras, bisa digoyang (kesan kepala)
4. Kesan konvergen, bagian bawah belum masuk pintu atas panggul.
His (-)
Auskultasi :
Denyut jantung janin terdengar paling keras di sebelah kiri bawah
umbilikus dengan frekuensi 12-11-12. (140 x/menit)
Pemeriksaan Dalam
VT : Ø kuncup,
Portio medial, kenyal, lendir darah (-), air mengalir (-)
Bagian bawah janin: presentasi kepala, belum masuk PAP
PEMERIKSAAN PENUNJANG LAIN :
USG
Usia kehamilan : 38 minggu, 1 hari
Letak Janin : Letak Kepala
TBJ : 2540 gram
Air ketuban : cukup
Placenta : di fundus medial ke corpus anterior
DIAGNOSIS KERJA
G1P0A0, 24 tahun, hamil 40 minggu
Janin1 hidup intra uterin
Pres kep U puki
Belum inpartu
HbsAg (+)
INITIAL PLAN
Ip Dx Ip Tx

• Ip Dx
• G1P0A0, 24 tahun, hamil 40 • Ip Tx
minggu • Vit BC / C/ SF 1 tab / 12 jam
• Janin1 hidup intra uterin • Konsul TS interna
• Pres kep U puki
• Belum inpartu
• HbsAg (+)

• Cek darah lengkap


• SGOT SGPT
Ip. Ex
- Jika 7 hari tidak ada tanda-tanda persalinan kontrol kembali ke poli, atau jika
kurang dari 7 hari sudah ada tanda-tanda persalinan (kenceng-kenceng, keluar
darah, keluar lendir, keluar air dari jalan lahir) langsung memeriksakan diri ke IGD
- Menjelaskan rencana persalinan, bisa dilkukan dengan persalinan normal jika
tidak ada penyulit lain
- Menganjurkan untuk berhubungn intim dengan suami untuk memancing kontraksi
- Menganjurkan untuk berjalan kaki disekitar rumah
- Menganjurkan untuk melakukan rangsangan puting
- Menjelaskan tujuan konsultasi ke spesialis interna untuk pengobatan hepatitis B
- Menjelaskan tentang infeksi yang diderita
- Menjelaskan pengobatan, dan komplikasi penyakit
- Menganjurkan untuk pengobatan hepatitis B sampai tuntas
- Menganjurkan untuk memisahkan peralatan makan, cukur dengan keluarga
- menganjurkan untuk tidak mendonorkan darah
PROGNOSIS

• Quo ad Vitam : dubia ad


bonam
• Quo ad Sanam : dubia ad
bonam
• Quo ad Fungsionam : dubia ad
bonam
Teori Kasus

Anamnesa :
Gejala Pada kasus tidak didapatan gejala, hanya
Akut : mual, muntah, nafsu makan turun, demam, terkadang lemas tetapi HbsAg (+)
nyeri perut, ikterik, lemas - Cek SGPT SGOT
(hanya 30-50 % yang mengalami fase akut)

Kronik :
didapatan tanda penyakit hati kronik : ALT naik,
biobsi hati didapatkan tanda peradangan hati aktif.
SPOT, SGPT naik
Pada pasen hepatitis B tidak semuanya mempunyi
gejala spesifik.

Hepatitis kronik sering bersifat asimptomatis


Teori Kasus

Faktor resiko : Pada kasus pasien mengaku jika tidak


1. Riwayat keluarga (+) mengetahui riwayat imunisasi pasien
2. Daapat transfusi darah (+)
3. Hubungan seksual dengan penderita
4. Penggunaan jarum suntik
5. Tidak mendapatkan imunisasi
Teori Kasus

Tatalaksana
Pada saat kehamilan : Pada kasus untuk tatalaksana hepatitis = konsul
Ketika kontak seksual dengan penderita hepatitis penyakit dalam
B terjadi dalam 14 hari
- vaksin VHB IM. (Recombivax HB dan Engerix- Edukasi :
B. Dosis HBIg yang diberikan 0,06 ml/kgBB ) Menjelaskan tujuan konsultasi ke spesialis
- dosis kedua HBIg dapat diberikan 1 bulan interna untuk pengobatan hepatitis B
kemudian. - Menjelaskan tentang infeksi yang diderita
Wanita hamil dengan carrier : - Menjelaskan pengobatan, dan komplikasi
penyakit
- Tidak mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan
- Menganjurkan untuk pengobatan hepatitis B
hepatotoksik seperti asetaminophen sampai tuntas
- Jangan mendonorkan darah - Menganjurkan untuk memisahkan peralatan
- Tidak memakai bersama alat-alat yang dapat makan, alat cukur, sikat gigi dengan keluarga
terkontaminasi darah seperti sikat gigi, alat cukur
dan sebagainya.
Memberikan informasi pada ahli anak, kebidanan
dan laboratorium bahwa dirinya penderita
hepatitis B carrier.
- Pastikan bayinya mendapatkan HBIg saat lahir,
vaksin hepatitis B dalam 1 minggu setelah lahir, 1
bulan dan 6 bulan kemudian
Terima Kasih
INFEKSI VIRUS HEPATITIS B
PADA KEHAMILAN
Definisi
Hepatitis adalah inflamasi dari hepar yang dapat disebabkan
oleh terpaparnya hepar dengan bahan kimia tertentu,
penyakit autoimun, atau infeksi bakteri tetapi paling sering
disebabkan oleh beberapa virus.
Virus Hepatitis
Yang menimbulkan masalah pada ibu
hamil :
Virus Hepattitis B (VHB), Virus
Hepatitis D (VHD) dan Virus
Hepatitis E (VHE)
Virus Hepatitis A sangat jarang
Hepatitis virus B
Hepatitis B: sangat endemik
◦Prevalensi tergantung daerah
◦Luar Jawa 8% - Lombok 8-20%
◦P. Jawa 5%
◦Wanita hamil 3.5% – 8.7%
Virus Hepatitis B (VHB)

Di dunia terdapat 400-500 juta pengidap VHB

• 80 % terdapat di negara ASIA


• Di Indonesia Pengidap VHB 3-20 %
• 4.7% Ibu hamil pengidap kronik VHB
Hepatitis virus B
Transmisi parenteral atau seksual
Akut pada 1-2 :1000 kehamilan
Kronik pada 5-15 : 1000 kehamilan
Transmisi vertikal merupakan metode utama (via darah dan cairan
ketuban)
85-90% transmisi perinatal terjadi selama persalinan
Seorang ibu dikatakan mengidap atau
menderita hepatitis B kronik apabila :
- Bila ibu mengidap HBsAg positif untuk jangka
waktu lebih dari 6 bulan dan tetap positif selama
masa kehamilan dan melahirkan.
- Bila status HbsAg positif tidak disertai dengan
peningkatan SGOT/PT maka, status ibu adalah
pengidap hepatitis B.
- Bila disertai dengan peningkatan SGOT/PT pada
lebih dari 3 kali pemeriksaan dengan interval
pemeriksaan setiap 2-3 bulan, maka status ibu
adalah penderita hepatitis B kronik.
Patogenesis
Infeksi virus HBV biasanya ditularkan melalui perkutaneus atau mukosa
yang terpapar dengan darah yang terinfeksi dan berbagai cairan tubuh
lainnya, termasuk saliva, darah menstruasi, cairan vagina, dan cairan
mani.(5)
Teori :
1. Transmisi transplasental dalam rahim.
A. Melewati barrier plasenta: darah ibu dg HbsAg (+) dapat melewati
plasenta karena kontraksi uterus selama kehamilan dan gangguan
barrier plasenta (seperti persalinan prematur atau abortus spontan).
B. Penelitian lain : HBV- DNA ada pada oosit wanita yang terinfeksi dan
sperma dari pria yang terinfeksi. Oleh karena itu, janin dapat terinfeksi
HBV sejak konsepsi jika salah satu pasangan (+)
C. Kemungkinan lain transmisi intrauterin selain melalui darah ibu
adalah melalui sekret vagina yang mengandung virus.(1)
2. Transmisi saat melahirkan.
Transmisi HBV dari ibu ke janin saat persalinan dipercaya karena akibat
dari terpaparnya janin dengan sekret serviks dan darah yang terinfeksi
saat persalinan.(1)
3. Transmisi postnatal selama perawatan atau melalui ASI.
Manifestasi klinis
1. fase akut
Fase ini biasanya tidak memiliki gejala spesifik, kadang merasa tidak
enak badan, anorexia, mual, muntah, nyeri perut pada kuadran kanan
atas, demam, sakit kepala, myalgia, rash pada kulit, arthralgia dan
arthritis, dan urin berwarna gelap, gejala-gejala ini dapat terjadi 1
sampai 2 hari sebelum fase ikterik. Fase ikterik biasanya terjadi selama
1 hingga 3 minggu dan ditandai dengan ikterik, feses yang berwarna
pucat atau keabu-abuan, dan hepatomegali (splenomegali jarang
terjadi).
Hepatitis B akut terdiri dari fase ikterik dan fase resolusi
hanya sekitar 30-50% orang dewasa mengalami fase ikterik pada
hepatitis B akut
Pemaparan VHB pada ibu hamil
• Sembuh ( 90 %)
• Infeksi Akut Hepatitis Fulminan
• Pengidap kronik
* Pengidap sehat ( healthy carrier) :
- HBsAg (+), SGOT/SGPT Normal
- No Liver Defect
- Transmisi (+)  Vertical & Horizontal Trans.
* Pengidap kronik (chronic hepatitis)
- HBsAg (+), SGPT/SGOT 
- Liver defect (+)
- Transmit HBV (+)
- HBV-DNA integrasi dg sel hati
Ringkasan Dampak Inf. VHB pada Ibu Hamil
VHB

Inf. Akut Pengidap sehat Pengidap Kronik

Trim. III
Pen. Vertikal Pen.Vertikal
Fulm. Hep (34%) (67 %)

Pen.Vertikal Mortalitas Kanker Hati Primer


/ Sirrosis Hepatis
Manifetasi klinis
Infeksi maternal :
- gejala prodromal (rash, artralgia, mialgia)
- 85-90% kasus akut, sembuh sempurna
 pasien memiliki antibodi yg protektif
- 1% kasus akut akan menyebabkan kematian

- 10-15% menjadi infeksi kronik


- 15-30% carrier kronik  replikasi virus berlanjut
 risiko hepatitis kronik, sirrhosis dan karsinoma
hepatoseluler
- Kehamilan tidak memperberat penyakit ini
Hepatitis Fulminan pada ibu hamil
Terjadi sebesar 1% dari pengidap
Mortalitas 70% (O Grady et al.,1988)
Gejala:
*Sangat ikterik, nyeri perut ka. atas,
uro.& bilirubin positif, ALT & AST
tinggi diatas 1000, somnolen.
*Bayi, tgt dari derajat kerusakan hepar
Dampak Infeksi VHB
Pada Bayinya
Transmisi VHB dari Ibu ke Bayi

Intra Uterin Post


Natal
Perinatal
Penanganan Inf. VHB
pada Kehamilan
Penatalaksanaan
◦ Rawat inap bila perlu
Pemberian alfa interferron tdk boleh selama kehamilan
Penapisan HBV pada setiap ibu hamil
Ibu terpapar HBV,berikan imunisasi pasif dengan HBIG
dilanjutkan dengan immunisasi aktif dg vaksin HBV
HBIG ; 75% efektif mencegah infeksi maternal
HBIG & HBV memutus 85-90% transmisi vertikal
HBIG harus diberikan pada neonatus (dlm 12 jam)
dengan ibu terinfeksi
Dampak Infeksi VHB Terhadap
Lingkungan RS
Infeksi Nosokomial VHB
Tenaga Kesehatan mempunyai risiko 4 kali lebih
besar dibandingkan populasi umum (HIV 0.23-0.5 %)
Dokter mempunyai risiko 5-10 kali lebih besar
Kemungkinan inf. Nosokomial karena tertusuk jarum
* 31 % jika HBeAg positif,1-6 % jika HBeAg negatif
(Cockeroft A., 1993).

* 43 % jika HBeAg (+) dan 5 % jika HBeAg ( -)


*Jumlah darah untuk transmisi 0.00004 ml, untuk
HIV butuh darah ≥ 0.1 ml blood (Mac Intyre J.,1999),