Anda di halaman 1dari 35

Laporan kasus

KATARAK SENILIS IMATUR OKULI


DEKSTRA DAN SINISTRA

Oleh :
Puji Yunisyah Rahayu
NIM. 1608437723

Pembimbing:
dr. R. Handoko Pratomo, Sp.M
KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU PENYAKIT MATA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
RUMAH SAKIT UMUM ARIFIN ACHMAD
PEKANBARU
2018
Penyebab
kebutaan
terbanyak di
dunia (51%)

Indonesia Indonesia
merupakan merupakan
urutan ketiga
terbanyak dalam
masalah kebutaan
KATARAK urutan pertama
kebutaan di
seluruh asia
dunia tenggara

Prevalensi
katarak di
Provinsi Riau
sebesar 1,9%.
Kebutaan akibat katarak ditemukan semakin
meningkat dengan bertambahnya usia

20/1000 kasus pada kelompok usia 45-59 tahun


50/1000 kasus pada kelompok usia >60 tahun.

Pada tahun 2025 jumlah penduduk yang


berusia >55 tahun diperkirakan akan
meningkat menjadi 61 juta, yaitu
sekitar seperempat dari keseluruhan
penduduk di Indonesia.
KATARAK SENILIS
“merupakan semua kekeruhan
pada lensa yang terdapat pada usia
lanjut, yaitu usia diatas 50 tahun”
• Proses degenerasi
Etiologi &
Patofisiologi • Lensa mata menjadi
keras dan keruh
KLASIFIKASI KATARAK SENILIS

1.Katarak insipien

Merupakan tahap dimana


kekeruhan lensa dapat
Terdeteksi dengan adanya
area yang jernih
diantaranya.
KLASIFIKASI KATARAK SENILIS

2. Katarak imatur

Kekeruhan pada katarak


Imatur belum mengenai
seluruh bagian lensa.
KLASIFIKASI KATARAK SENILIS

3. Katarak matur
Kekeruhan pada katarak
matur sudah mengenai bagian
lensa.
KLASIFIKASI KATARAK SENILIS

4. Katarak hipermatur
Pada stadium ini katarak
mengalami proses
degenerasi lanjut, dapat
menjadi keras atau lembek
dan mencair. Cairan keluar
dari kapsul dan
menyebabkan lensa menjadi
kecil, berwarna kuning dan
kering.
PERBEDAAN STADIUM KATARAK SENILIS
Insipien Imatur Matur Hipermatur

Kekeruhan Ringan Sebagian Seluruh Masif


Cairan lensa Normal Terdorong Normal Berkurang
Iris Normal Terdorong Normal Tremulans
Bilik mata depan Normal Dangkal Normal Dalam
Sudut bilik mata Normal Sempit Normal Terbuka
Shadow test - + - Pseudops
Penyulit - Glaukoma - Uveitis+ Glaukoma
MANIFESTASI KLINIS

• Penurunan ketajaman visus secara perlahan


• Penglihatan seperti berasap
• Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya dan
kontras
• Perubahan miopik: akibat peningkatan
kekuatan dioptri lensa
• Diplopia monokular atau poliopia
• Penurunan fungsi penglihatan
DIAGNOSIS
Anamnesis
• Penglihatan yang menurun secara perlahan
seperti tertutup asap atau kabut.
• Ukuran kacamata semakin bertambah
• Silau dan sulit membaca.
• Terdapat faktor-faktor resiko yang mendukung.
Pemeriksaan fisik
• Penurunan visus yang tidak membaik dengan
pemberian pinhole
• Pemeriksaan shadow tes (+)
• Terdapat kekeruhan lensa

Pemeriksaan penunjang
• Tidak diperlukan
PENATALAKSANAAN

Perbaikan
visus Indikasi Medis
PENATALAKSANAAN
• Extra Capsular Cataract
• Intra Capsular Cataract Extraction (ECCE)
Extraction (ICCE)
Bagian dari prosedur ini
Tindakan pembedahan adalah dengan menanam
dengan mengangkat lensa lensa intraokular. Insisi dibuat
berikut kapsulnya melalui pada limbus superior, bagian
insisi limbus superior 140 anterior kapsul dipotong dan
hingga 160 derajat. diangkat lalu bagian nukleus
diekstraksi dan korteks lensa
dibuang dari mata dengan
irigasi atau tanpa aspirasi
sehingga menyisakan kapsul
posterior.
Extra Capsular Cataract Extraction (ECCE)
PENATALAKSANAAN

• Phacoemulsifikasi (PHACO)
Teknik ini menggunakan vibrator
ultrasonik untuk menghancurkan
nukleus yang keras hingga substansi
nukleus dan korteks dapat diaspirasi
melalui suatu insisi untuk
memasukkan lensa intraokular
PERAWATAN PASCAOPERASI

• Masa penyembuhan pascaoperasi pada


teknik insisi kecil biasanya lebih pendek.
• Umumnya pasien boleh pulang pada hari
operasi.
KOMPLIKASI
Komplikasi Intra Komplikasi dini Komplikasi lambat
Operatif pasca operatif pasca operatif
• Edema kornea • COA dangkal • Ablasio retina
• COA dangkal • Ruptur kapsul • Endoftalmitis
• Ruptur kapsul posterior kronik
posterior • Prolaps iris • Post-operative
• Efusi suprakoroid • Pendarahan capsular
• Pendarahan opacification
suprakoroid
ekspulsif
• Disrupsi vitreus,
incacerata
kedalam luka
• Retinal light
toxicity.
PROGNOSIS
Dengan teknik bedah yang mutakhir, komplikasi
atau penyulit menjadi sangat jarang. Hasil
pembedahan yang baik dapat mencapai 95%.
Pada bedah katarak, risiko komplikasi kecil dan
jarang terjadi.
IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. FY Pendidikan : SD


Umur : 70 tahun Agama : Islam
Jenis kelamin: Perempuan Status : Janda
Alamat : Kampar MRS : 17-05-2018
Pekerjaan : IRT MR : 97 74 8X
Keluhan utama

Kedua mata kabur perlahan
tanpa mata merah
sejak dua tahun yang lalu
Riwayat Penyakit Sekarang :

• Sejak dua tahun yang lalu, Pandangan pada kedua mata mulai
terasa kabur perlahan. pandangan seperti melihat asap,
semakin lama pandangan menjadi bertambah kabur. Pasien
juga mengeluh silau jika melihat cahaya terang, pandangan
ganda (-), melihat bintik-bintik hitam atau cahaya kelap-kelip(-),
melihat pelangi (-). Kedua mata tidak disertai merah, gatal,
nyeri, kotoran dan air mata berlebih, nyeri kepala (-).
Riwayat Penyakit Dahulu :
• Riwayat Diabetes Melitus (+) sejak 5 tahun yang lalu

Riwayat Pengobatan :
• Pasien rutin mengkonsumsi obat Glimepiride 1x2 mg dan
Metformin 2x500 mg sejak 5 tahun yang lalu.
• Riwayat konsumsi kortikosteroid (-)

Riwayat Penyakit Keluarga :


• Katarak (+) pada kakak kandung pasien.
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Komposmentis,
Kooperatif
Vital sign : TD : 130/80 mmHg
HR : 78 x/m
RR : 20 x/m
T : 36,5 0C
Pembesaran KGB preauriculer : Tidak ada
STATUS OPTHALMOLOGI
OD OS
4/60 Visus tanpa koreksi 4/60
20/60 (S-3,00) Visus dengan koreksi 20/60 (S-3,00)
Orthoforia Posisi bola mata Orthoforia
Bebas ke segala arah Gerakan bola mata Bebas ke segala arah
15 Tekanan bola mata 16
Tenang Palpebra Tenang
Tenang Konjungtiva Tenang
Jernih Kornea Jernih
Tenang Sklera Tenang
Dalam COA Dalam
Pupil bulat, sentral, Pupil bulat, sentral,
Ø = 3 mm Ø = 3 mm
Iris/Pupil
Refleks cahaya langsung & tidak Refleks cahaya langsung & tidak
langsung (+) langsung (+)

Keruh, shadow test (+) Lensa Keruh, shadow test (+)


Funduskopi

Refleks fundus (+) Fundus Refleks fundus (+)


Jernih Vitreus Jernih
Papil bulat, batas tegas, Papil bulat, batas tegas,
Papil
CDR 0,3, A/V=2/3 CDR 0,3, A/V=2/3
Dalam batas normal, Dalam batas normal,
Retina
Retinopati (-) Retinopati (-)
Refleks makula (+) Makula Refleks makula (+)
KESIMPULAN/RESUME :

Ny FY, 70 tahun datang ke RSUD Arifin Achmad


Pekanbaru dengan keluhan pandangan kabur perlahan
tanpa mata merah ODS, seperti melihat asap (+).
Riwayat Diabetes Melitus (+) sejak 5 tahun yang lalu.
Pada pemeriksaan opthalmologi didapatkan:
Visus pada OD: 4/60, lensa OD: keruh, shadow test (+).
Visus pada OS: 4/60, lensa OS: keruh, shadow test (+).
DIAGNOSIS KERJA

Katarak senilis imatur ODS dengan


Diabetes Melitus tipe-2 terkontrol
PENATALAKSANAAN :
• Anjuran operasi phakoemulsifikasi dan pemasangan
Intra Ocular Lens (IOL)

PROGNOSIS :
• Quo ad vitam : Bonam
• Quo ad functionam : Dubia at bonam
• Quo ad komestikum : Bonam
TERIMA KASIH