Anda di halaman 1dari 20

SKRIPSI

HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN


PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN
PRE OPERASI DI RUANG BOGENVILLE RUMAH
SAKIT LARAS KABUPATEN SIMALUNGUN
TAHUN 2016

Oleh :

DICKY IRWANTO
NIM : 1402340
PENDAHULUAN
 Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang
peneliti lakukan dengan melakukan observasi
selama tiga hari di ruang Bogenville Rumah
Sakit Laras PTPN IV Kabupaten Simalungun
Oktober 2015 didapatkan data bahwa dari 10
pasien preoperasi semuanya mengatakan
merasa cemas menghadapi operasi yang akan
dijalaninya, yang ditandai dengan selalu gelisah,
gugup, susah tidur, merasa tak berdaya, mudah
lelah, gemetar, dan lain-lain
RUMUSAN MASALAH
 bagaimana hubungan
kecemasan dengan
perubahan tekanan darah
pada pasien preoperasi di
ruang Bogenville Rumah Sakit
Laras PTPN IV Kabupaten
Simalungun
TUJUAN UMUM

Untukmengetahui
hubungan kecemasan
dengan perubahan
tekanan darah pada
pasien preoperasi
TUJUAN KHUSUS
 Untuk mengetahui tingkat kecemasan
pasien pre operasi dengan perubahan
tekanan darah
 Untuk mengetahui perubahan tekanan
darah pada pasien yang akan menjalani
operasi
 Untuk menganalisis hubungan kecemasan
dengan perubahan tekanan darah pada
pasien pre operasi
MANFAAT PENELITIAN
1) Bagi Institusi Rumah Sakit
2) Bagi Perawat
3) Institusi pendidikan
4) Bagi peneliti
5) Bagi Peneliti lain
Kecemasan Pasien Tekanan Darah;
Preoperasi: Tetap
 Ringan Meningkat
 Sedang
 Berat
METODE PENELITIAN

 Jenis Penelitian  pendekatan cross


sectional
 Tempat Penelitian  Ruang Bogenville
Rumah Sakit Laras PTPN IV
Kabupaten Simalungun tahun 2016
 Waktu Penelitian  bulan Maret 2016
 Populasi  55 orang
 Sampel  55 orang
 Metode Pengumpulan data  Data
Primer dan Sekunder.
Aspek Pengukuran
 Kecemasan Pre operasi
a) Cemas Ringan, skor 40-80
b) Cemas Sedang, skor 81-120
c) Cemas Berat, skor 121-160

 Peningkatan tekanan darah


a) Tetap, jika tekanan darah responden sama pada
pengukuran 2 jam sebelum operasi dan ½ jam
sebelum operasi (dalam satuan mmHg).
b) Meningkat, jika tekanan darah responden meningkat
pada pengukuran 2 jam sebelum operasi dan ½ jam
sebelum operasi (dalam satuan mmHg).
 Pengolahan Data 
◦ Editing  Pengecekan data
◦ Coding  Memberi kode
◦ Tabulating  memasukkan
dalam tabel
 Analisis Data 
Analisis Univariat
Analisis Bivariat
HASIL PENELITIAN
No Umur Jumlah Persentase
(%)
1 20-30 tahun 4 7,3
2 31-40 tahun 27 49,1
3 41-50 tahun 24 43,6

Total 55 100,0

No Jenis Kelamin Jumlah Persentase


(%)
1 Laki-laki 26 47,3
2 Perempuan 29 52,7
Total 55 100,0
HASIL PENELITIAN
No Pendidikan Jumlah Persentase
(%)
1 SD 9 16,4
2 SMP 20 36,3
3 SMA 26 47,3
Total 55 100,0

No Pekerjaan Jumlah Persentase


(%)
1 Ibu rumah tangga 12 21,8
2 Petani 7 12,7
3 Pedagang 13 23,7
4 PTPN Perkebunan 23 41,8
Total 55 100,0
HASIL PENELITIAN
Persentase
No Sakit yang Diderita Jumlah
(%)
1 Jantung 16 29,1
2 Tumor 27 49,1
3 Kista 4 7,3
4 Hernia 8 14,5
Total 55 100,0

Kecemasan Pre Persentase


No Jumlah
Operasi (%)
1 Cemas Ringan 15 27,3
2 Cemas Sedang 12 21,8
3 Cemas Berat 28 50,9
Total 55 100,0
HASIL PENELITIAN
Peningkatan Tekanan
No Jumlah Persentase (%)
Darah
1 Tetap 19 34,5
2 Meningkat 36 65,5
Total 55 100,0

Peningkatan tekanan
darah Jumlah
Kecemasan
No Tetap Meningkat p-value
Pre Operasi
f % f % f %
1 Ringan 15 100,0 0 0,0 15 100,0
2 Sedang 4 33,3 8 66,7 12 100,0 0,000
3 Berat 0 0,0 28 100,0 28 100,0
PEMBAHASAN
 Kecemasan Pre Operasi
Menurut peneliti, banyaknya pasien di Ruang Bogenville Rumah
Sakit Laras Kabupaten Simalungun yang mengalami kecemasan
berat menunjukkan bahwa rasa cemas yang muncul dalam diri
pasien tidak dapat disembunyikan sehingga kecemasan pun
menjadi berat yang dirasakan oleh pasien pre operasi. Rasa
cemas yang menghantui pasien pre operasi yaitu ada rasa tidak
tenang, merasa tidak aman akan operasi yang dilakukan, tubuh
menjadi tegang, merasa tertekan, selalu merasa terganggu
walaupun tidak ada yang mengganggunya, sering merasa risau
akan keadaan yang dialami pada saat operasi, merasa takut
gagal operasi yang akan dijalaninya tersebut.
 Perubahan Tekanan Darah
Menurut peneliti, pasien preoperasi mengalami
peningkatan tekanan darahnya dikarenakan rasa takut
akan kematian, kegagalan operasi dan tekanan
psikologis. Rasa takut, cemas, khawatir yang Anda
alami dapat menjadi salah satu faktor penyebab
meningkatnya tekanan darah. Seperti kita ketahui
bahwa manusia memang dibekali oleh naluri rasa
takut. Naluri tersebut pada dasarnya diperlukan
untuk mempertahankan diri seseorang sewaktu ada
ancaman yang mungkin dianggap berbahaya untuk
dirinya. Meningkatnya tekanan darah pada pasien pre
operasi karena rasa takut yang berlebihan terutama
takut operasi gagal atau mengalami kematian
 Hubungan Kecemasan dengan Perubahan
Tekanan Darah
Menurut peneliti, kecemasan berkaitan erat dengan
peningkatan tekanan darah karena pada dasarnya
tekanan psikologis memberikan efek pada peningkatan
tekanan darah. Semakin cemas pasien sebelum
operasi maka semakin meningkat tekanan darahnya,
sedangkan pasien yang mengalami cemas ringan
cenderung tekanan darahnya tetap. Pada orang yang
mengalami tekanan psikologis maka pemompaan
darah ke jantung menjadi lebih cepat, paru-paru
bekerja lebih cepat dan ini juga menyebabkan
timbulnya simptom-simptom pada aliran darah dan
akhirnya tekanan darah mengalami peningkatan
KESIMPULAN
 Sebagian besar responden mengalami kecemasan
berat sebelum menjalani operasi (50,9%),
sebagian kecil responden mengalami kecemasan
sedang (21,8%).
 Sebagian besar responden mengalami perubahan
tekanan darah menjelang operasi (65,5%),
sebagian kecil tekanan darah tetap (34,5%).
 Kecemasan berhubungan signifikan dengan
perubahan tekanan darah pada pasien pre
operasi
SARAN
 Pimpinan Rumah Sakit Laras
Kabupaten Simalungun
 Perawat di Ruang Bogenville Rumah
Sakit Laras Kabupaten Simalungun
 Pasien
 Penelitian selanjutnya