Anda di halaman 1dari 42

REFLEKSI KASUS

General Anesthesia – Intubasi ET


pada Tonsilektomi
Dosen Pembimbing Klinik:
dr. Yos Kresna Wardhana, Sp. An
Disusun oleh:
Patricia Dissy Andrea
42170159
IDENTITAS PASIEN
• Nama : An. CA
• Tanggal Lahir : 24 April 2007
• Usia : 10 tahun 6 bulan 8 hari
• Alamat : Glempang RT 6/4
• Tanggal Masuk RS : 1 November 2017
Asessment Pra Anestesi
Keluhan Utama Nyeri saat menelan
Riwayat Penyakit Sekarang Keluhan nyeri tenggorokan dirasakan sejak 6
Anamnesis bulan yang lalu hilang timbul, kadang disertai
demam. Rasa mengganjal di tenggorokan.

Riwayat Penyakit Dahulu Baru pertama kali merasakan hal serupa. Sesak
napas saat udara dingin.
DM (-), HT (-), Jantung (-), penyakit pada liver (-
), ginjal (-), stroke (-)
Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang mengalami hal
serupa. Tidak ada riwayat penyakit jantung,
stroke, DM, ginjal, liver, dll pada keluarga.

Lifestyle/kebiasaan Gemar mengkonsumsi minuman es dan


makanan pedas.
merokok (-); konsumsi kopi (-),teh 1x/hari,
alkohol
Riwayat operasi, pembiusan, pemakaian alat -
batu
Puasa 6 jam (makan terakhir jam 11.00)
Pemeriksaan Fisik Pre Operatif
• Keadaan Umum : Baik
• Kesadaran : Compos Mentis
• Tanda Vital
• Tekanan Darah : -
• Nadi : 100x/menit
• RR : 26x/menit
• Suhu : 36,6 0 C
• Berat Badan : 30 kg
A: Airway C: Circulation
Jalan napas : Bebas (tidak menggunakan alat Tekanan darah :-
bantu nafas) Nadi : 100x/menit; adekuat
Hidung : patensi hidung (+) Saturasi : 100%
Mulut : gigi palsu/goyang/maju/ompong CPR : <2 detik
(-) Kondisi akral : hangat
Lidah : simetris, ukuran normal
Faring : malampati 2
Mandibula : tidak ada kelainan mandibula
Gerak sendi antrantooksipital : +
D: Disability
B: Breathing Keadaan umum : Baik
Respirasi : 26 x/menit Kesadaran : Compos Mentis
Suara nafas : vesikuler GCS : E4V5M6
Pergerakan dinding dada : simetris Kelainan neurologis : (-)
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan
Hemoglobin 11,5 g / dl
Pemeriksaan Leukosit 9,68 4,8-10,8 Ribu/mm3
Eritrosit 4,3 4,2-5,4 Juta/mm3
Penunjang Hematokrit 32,3 37-47 %
MCV 75,1 79,0-99,0 fL
MCH 26,7 27,0-31,0 pg
MCHC 35,6 33,0-37,0 g/dl
RDW 36,7 35-47 fL
Trombosit 330 150-450 ribu Ribu/mm3
PDW 9,7 9.0-13.0 fL
P-LCR 17,5 15.0-25.0 %
MPV 9 7,2-11,1 fL
Neutrofil Segmen% 39,3 50-70 %
Eosinofil% 2,5 2-4 %
Basofil% 0,4 0-1 %
Limfosit% 51,5 25-40 %
Monosit% 6,3 2-8 %
Waktu Protombin 12,2 11-15 Detik
APTT 37,5 25-45 Detik
Golongan Dara ABO B
Kesimpulan Assessment Pra Anestesi
• Diagnosis : Tonsilitis Kronis
• Status ASA :I
• Rencana Teknik Anestesi : GA dengan ET
Diagnosis Kerja
• Diagnosis Medis : Tonsilitis Kronis
• Diagnosis Tindakan : Tonsilektomi
• Rencana Anestesi : General Anesthesia
• Diagnosis Anestesi : ASA I / Non Emergency
• Persiapan Anestesi : Puasa selama 6 jam
Assesment Pra Induksi
• Identitas pasien benar √
• Persetujuan medis telah ditandatangani √
• Teknik anestesi sudah ditentukan √
• Tensi sitolik antara 90-180 mmHg √
• Tensi diastolik antara 50-110 mmHg √
• Nadi dewasa antara 50-130 kali per menit √
• Laju nafas dewasa 8-35 kali per menit √
• Suhu antara 36,5 sampai 39oC √
• Saturasi oksigen antara 90-100% √
• Jalan nafas bebas/terkontrol √
• Nyeri minimal/tidak ada √
PELAKSANAAN OPERASI
• Dokter operator : dr. M. Nurrizki Haitamy Sp. THT-KL
• Dokter anestesi : dr. Yos Kresna Wardhana, M.Sc, Sp. An
• Hari/Tanggal operasi : Rabu, 1 November 2017
• Waktu operasi : 17.15-17.40
Obat yang diberikan
Obat Dosis Sediaan

Propofol 100 mg 10 mg/ml (1A=20 ml)

Fentanyl 100 mcg 0,05 mg/ml (1A=2 ml)

Tramus 10 mg 25 mg/2,5ml (1A=2,5 ml)

Invomit 4 mg 4 mg/2ml (1A=2 ml)

Remopain 30 mg 30mg/ml (1A=1 ml)

Pethidin 20 mg 50 mg/ml (1A=2ml)


Peralatan untuk intubasi
•S : Scope (Stetoskop dan Laringoskop)
•T : Tube (Endotracheal Tube Non Kinking no. 4,5)
•A : Airway
•T : Tape (Hepafix)
•I : Inserter (menyiapkan Magill Forcep)
•C : Connector
•S : Suction
Prosedur Anestesi
Pasien diposisikan
Pasien diberikan Fentanyl Oksigenasi agar terjadi
terlentang dan dipasang Refleks bulu mata pasien
100 mcg, Propofol 100 hiperventilasi melalui
pulseoxymetri pada hilang
mg dan Tramus 10 mg. facemask
tangan sebelah kanan.

ETT disambungkan ke
ventilator dan dilakukan
bagging secara manual.
Karena pasien dapat
Maintenance: O2, N2O, Auskultasi kedua lapang Pemasangan ET Non
bernapas dengan
Sevoflurane paru Kinking
spontan, maka dilakukan
pemberian napas
bantuan dengan
perbandingan 2:1.
Hemodinamik durante operasi

Jam Tekanan Darah Nadi

17.15 - 70

17.25 - 90

17.35 - 82

17.40 - 89
PASCA OPERATIF (RECOVERY ROOM)
Steward Score
Kriteria Masuk Keluar

Kesadaran

Bangun 2

Ada respon terhadap rangsangan 1 1 2

Tidak ada respon 0


Penilaian Steward Score pasien
Respirasi

Batuk/menangis 2
ialah 6 sehingga pasien dapat
Pertahankan jalan napas 1 2 2
pindah dari Recovery Room ke
Perlu bantuan napas 0 bangsal.
Aktivitas Motorik

Gerak bertujuan 2

Gerak tanpa tujuan 1 2 2

Tidak bergerak 0

Total 5 6
Hemodinamik Pasca Operasi

Jam Tekanan Darah Nadi

17.40 145/90 89

17.50 145/90 90
Instruksi Pasca Anestesi di Ruangan/Bangsal
• Awasi tensi, nadi, pernapasan setiap 15 menit sampai 2 jam post
operasi.
• Jika pasien mual/muntah diberi injeksi: Ondansentron 4 mg.
• Infus dalam 24 jam: RL 15 tpm.
• Bila Sistolik <90 mmHg, berikan injeksi ephedrin 10 mg (IV).
• Bila sesak napas, lapor dr. Anestesi atau dokter jaga.
• Analgesik/Manajemen nyeri: Ketorolac 15 mg.
• Pasien disarankan untuk diet rendah lemak.
Follow Up Pasca Operasi

Tanggal Hasil Follow Up Terapi yang diberkan di bangsal

1 November 2017 Subjective: Pasien mengeluhkan nyeri daerah operasi


Objective: KU sedang, Compos Mentis
 RL 15 tpm
 Antibiotik: Inj. Ceftriaxone 500 mg/12 jam
2 November 2017 Subjective: Pasien mengeluhkan nyeri daerah operasi  Analgetik: Inj. Ketorolac 15 mg/12 jam
Objective: KU sedang, Compos Mentis  Lain-lain: Dexametason I
PEMBAHASAN
Kronologi

Nyeri
Tonsilitis
tenggorokan 6 Poliklinik THT Tonsilektomi
Kronis
bulan terakhir
Assessment Pra Assessment Pra Induksi GA dengan ET Maintenance
Anestesi Induksi Non Kinking
•Propofol 100 mg •Oksigen
•ASA I •N2O
•Memastikan pasien •Fentanyl 100 mcg
•Mallampati Score •Sevoflurane
siap dilakukan •Tramus 10 mg
induksi

Follow Up Recovery Room Analgesik, Anti Emetik


Pasca Operasi dan
Obat Lain

•Komplikasi dan Efek •Steward Score


Samping GA tidak •Remopain 30 mg
ada •Invomit 4 mg
•Nyeri luka bekas •Pethidine 10 mg
operasi
Assessment Pra Assessment Pra
Anestesi Induksi

•ASA I •Memastikan
•Mallampati Score: pasien siap
Kelas 2 dilakukan induksi
Anestesi Umum atau General Anesthesia
• menyebabkan hilangnya rasa nyeri dan amnesia yang bersifat
reversibel, serta membuat tidak sadar.

Terdapat 3 pilar anestesi umum:


• Hipnotik atau sedative
• Analgesia
• Relaksasi otot.
• Cara pemberian anestesi umum dapat melalui parenteral, inhalasi,
dan rektal.

• Teknik:
• TIVA
• GA Intubasi
• GA LMA
• GA Facemask
Endotracheal Tube
• Intubasi ET ialah prosedur manajemen saluran napas dengan memasukkan pipa
ke dalam trakea melalui mulut atau nasal.
• Ujung distal dari pipa tersebut kira-kira berada pada pertengahan antara plica
vocalis dan bifukarsio trakea. Pipa tersebut akan disambungkan ke mesin anestesi
atau alat bantu napas agar mudah dilakukan oksigenasi dan pemasukkan gas
anestesi.
Indikasi Kontraindikasi
• Pasien yang sulit mempertahankan saluran • Trauma servikal.
dan patensi jalan napas oleh sebab apapun • Keadaan trauma/obstruksi jalan napas
seperti dengan penurunan kesadaran, atas.
trauma daerah facial dan leher, kelainan
anatomi, bedah khusus, bedah posisi khusus
dan lain lain.
• Mencegah terjadinya aspirasi dan
regurgitasi.
• Membantu menghisap sekret.
• Ventilasi mekanik jangka panjang.
Komplikasi:
Faktor-faktor predisposisi terjadinya komplikasi pada ET dapat
digolongkan menjadi:
• Faktor pasien
• Faktor yang berhubungan dengan peralatan
• Faktor yang berhubungan dengan anestesia
Usia Diameter (mm) Skala Jarak Sampai Bibir
Laryngoscope French
Prematur 2,0-2,5 10 10 cm
Neonatus 2,5-3,5 12 11cm
1-6 bulan 3,0-4,0 14 11 cm

Miller blade dan Macintosh blade ½-1 tahun 3,0-3,5 16 12 cm


1-4 tahun 4,0-4,5 18 13 cm
4-6 tahun 4,5-,50 20 14 cm
6-8 tahun 5,0-5,5* 22 15-16 cm
8-10 tahun 5,5-6,0* 24 16-17 cm
10-12 6,0-6,5* 26 17-18 cm
tahun
12-14 6,5-7,0 28-30 18-22 cm
tahun
Dewasa 6,5-8,5 28-30 20-24 cm
wanita
Dewasa 7,5-10 32-34 20-24 cm
pria
Tube
Induksi GA dengan ET Maintenance Analgesik, Anti Emetik
Non Kinking Pasca Operasi dan Obat
Lain

• Propofol 100 mg • Oksigen 2 • Remopain 30 mg


liter/menit • Invomit 4 mg
• Fentanyl 100 mcg
• N2O 2 liter/menit • Pethidine 10 mg
• Tramus 10 mg
• Sevoflurane 2% (karena pasien
shivering)
Propofol

• Cara kerja: menghambat kerja neutransmitter yang dimediasi GABA


• Dosis: Anak > 3 tahun 2,5mg/kgBB bolus IV perlahan
• Durasi: 15 menit
• Onset: 15-45 detik
• KI: penyakit hepar, asidosis metabolic
• ES: Penurunan tekanan darah melalui penurunan tahanan arteri
perifer dan dilatasi vena
Fentanyl
• Cara kerja: terikat pada reseptor opioid dalam berbagai tingkatan. Fentanyl terikat pada reseptor
mu. Obat ini bekerja pada thalamus, hipotalamus sistem retikuler dan neuron-neuronnya. Dengan
demikian rangsangan sakit tidak mencapai daerah kortikal. Blokade terhadap rangsangan sakit,
somatic dan visceral berhubungan dengan blockade fentanyl pada mesecenphalon
• Dosis: 2-3 mcg/kgBB
• Durasi: 10-20 menit
• Onset: 30 detik
• KI :depresi napas akut, alkoholisme akut, cedera kepala (mempengaruhi respon pupil), dan lain-
lain. Efek samping dari fentanyl ialah mual muntah, mengantuk, depresi napas, hipotensi, sakit
kepala, dan lain-lain.
• ES: mual muntah, mengantuk, sakit kepala, hipotermia, halusinasi, dan lain-lain.
Tramus
• Cara kerja: reseptor nikotinik sehingga Ach tidak dapat berikatan
dengan reseptor tersebut sehingga otot kehilangan respon kontraksi
yang akan menyebabkan kelumpuhan otot
• Dosis: 100-600 mcg/kgBB
• Durasi: 15-35 menit
• Onset: 2-3 menit
• ES: kulit flushing, hipotensi, takikardia, bronkospasme, dan lain-lain
Remopain (Ketorolac Tromethamine)
• Cara kerja: bekerja menghambat biosintetis prostaglandin
• Dosis: 30 mg
• ES: mata kering atau gatal, kemerahan, mual-muntah, diare, perdarahan GI

Invomit (Ondasetron)
• Cara kerja: antagonis selektif reseptor 5-HT3 menghambat mual dan muntah
• Dosis: 4 mg
• ES: nyeri kepala, pusing, mudah lelah, konstipasi, nyeri perut

Pethidine
• Cara kerja: bekerja langsung pada pusat termoregulator atau melalui reseptor opioid yaitu reseptor
kappa yang kemudian dapat menurunkan suhu ambang shivering. Dapat bekerja juga sebagai
antagonisme reseptor N-metyl-D-Aspartat (NMDA). Hambatan pada reseptor ini dapat memperkuat
efek anti shivering.
• Dosis: 20 mg
• ES: mual muntah, mengantuk, sakit kepala, hipotermia, halusinasi, dan lain-lain.
MAINTENANCE
• Oksigen
• N2O (efek analgesic)
• Sevoflurane (efek induksi cepat)

• Diberikan Oksigen dan N2O dengan perbandingan 50:50 / 70:30.


Recovery Room Follow Up

• Steward Score • Komplikasi dan Efek


Samping GA tidak
ada
• Nyeri luka bekas
operasi
TERIMAKASIH