Anda di halaman 1dari 31

FUNGSI TUBULUS

I. Reabsorpsi.
II. Sekresi

Glomerulus
Px GFR

Kidney Reabsorbsi
Tubule
Peritubular Capillary
Sekresi

Ux
V
Urine Excreted
Filtrasi – Reabsorbsi - Sekresi
Jumlah ekskresi tergantung filtrasi, reabsorbsi &
sekresi
 MEKANISME TRANSPORT :

A. Pasif
B. Aktif

A. Transport Pasif : sll dr gaya tinggi  rendah (down-


hill)
1. Selisih konsentrasi ( Ureum )

2. Selisih muatan listrik ( Cl- )

3. Selisih Tekanan ( Filtrasi )


B. Transport Aktif :

1. Butuh Energi
2. Melawan Electro chemical gradient (Up- hill)
3. Butuh carrier system.
Tm ( Reabsorpsi ) mg/ menit

Glukosa 320
Urate 15
Laktate 75
Hb. 1
Vit. C 1,77

Tm ( Sekresi ) mg/ menit

Creatinin 16
PAH 80
Diodrast 57
Phenol red 56
 Renal Thresold :

 Bila Tubular Load ( GFR.PX ) = Tm


 Maka ekskresi zat x = 0

Nilai ambang Glukosa :

GFR. P X = Tm

125. P X = 320

P X = 320 = 2,56 mg/ ml = 256 mg%


125
 Kenyataan :

Nilai ambang ginjal = 180 mg %


(Karena Tm masing – masing nephron berbeda)
Reabsorbsi Sekresi
Tub. Prox. -Zat organis(glukosa, asam amino, bikarbonat) -Zat organis( garam
-65 % reabsorpsi di tubulus proksimalis, empedu,oksalat,urat dan
- Reabsorbsi+ H2O equivalent  Isotonis katekolamin)
-diikatkan pd prot
plasma)
Loop henle - Permeabilitas besar thd air.
descenden
-
- Sedikit permeabel thd Na dan ureum
Loop henle Tidak permeable thd. H2 O + Ureum
ascenden
-
Reabsorpsi aktif Cl - dan Na +
(Tidak disertai air  Hipotonis)
Tubulus distalis Bag. Proksimal = segm.tebal Henle. Bag distal: Sekresi K+
Bag. Distal  “ ion exchange “( Aldosteron ) dan H+
 reabsorbsi Na
Ductus Bag. Cortex : = bag distal tub distalis - Bag. Cortex : = bag
Colligentes impermeable thd. Ureum distal tub distalis
Bag. Medulla : cukup permeable thd. Ureum. Sekresi K+ dan H+
ADH ↑ : permeable thd. H2O (reab air ↑) Bag medula: sekresi H+
ADH  : impermeable thd H2O
Aliran Cairan dalam tubulus :

V ml/menit % Reabsorpsi
Tub. Proks. 125 65
Henle 45 15
Tub. Dist. 25 10
Duct. Coll 12 9,3
Urina 1 0,7
REABSORBSI ELEKTROLIT :

( Kation ) perlu dikendalikan cermat, bila berubah


→kegagalan faal tubuh.
( K+ )   pot. membr. ↑  paralysis
( Na +)    pot.aksi   paralysis
( Ca+ + )   permeab. Membran ↑  tetani.
1. Natrium :

> 90 % kation ekstrasel


- 65 % direab.di tub.proks. + H2O  isotonis.
- Segm. tipis Henle : reabsorpsi (-)
- Segm. tebal Henle : reabsorpsi aktif,
bersama Cl – , tanpa H2 O  Hipotonis
- Bag. proks tub. dist. : reabsorpsi (+)
- Bag.distal tub.dist : “ion exchange”
dikendalikan aldosteron.
Bag.distal tub.dist : “ion exchange”
dikendalikan aldosteron
| |
Cairan Peritub | Sel Tub. | Lumen
| |

HCO3- HCO3- H+ Na+ Cl-

H2CO3
H+

Na+ Na+ K+

CA

H2O + CO2

| |
| |
| |
pH Urine  4,5
Pengendalian Sekresi Aldosteron :

 Aldosteron ↑ :
 ( Na+ ) 
 ( K+ ) ↑

 ACTH ↑

 Angiotensin II
2. Kalium :
 Reabsorpsi lengkap di tub.proksimalis
 Sekresi di tub.dist. : “ion exchange “.
3. Bicarbonat :
| |
Cairan Peritub | Sel Tub. | Lumen
| |

HCO3- HCO3- H+ Na+ HCO3-

H2CO3
H+

Na+ Na+

CA H2CO3

H2O + CO2 CO2


H2O
| |
| |
| |
pH Urine  4,5
4. Calsium dan Phosphat :
 Reabsorpsi di tub. Proksimalis
 Dikendalikan Parathormon :

• Reabsorpsi Ca++ ↑
• Reabsorpsi Phosphat 

5. Chlorida :
 Reabsorpsi pasif,
 Kecuali di segmen tebal Henle

6. Amonium :
 Dibentuk melalui NH3 :
• H+ + NH3 → NH4+
Efek Aldosteron
Tekanan darah turun  Renin
The juxtaglomerular apparatus
Renin – Angiotensin - Aldosteron
MEKANISME PELINDUNG
I. Reabsorpsi Bicarbonat
II. Buffer Phosphat.
III. Produksi NH3

I. Bicarbonat dlm ultrafiltrat (lumen) bertugas u/


menetralkan asam (sekresi H tidak berlebihan)  urin
tidak tll asam

II. H3PO4  H2PO4- + H+ dlm lumen


HPO42- + 2H (buffer fosfat)
III. Bl tubuh asidosis  enzim glutaminase ↑

glutamin (NH2) NH3 (amin)

mengikat H+

NH4
(ammonium ion)

Tidak asam
 Mekanisme Counter - Current :

: Suatu sistem dimana aliran masuk, berjalan :


 sejajar
 berlawanan dengan aliran keluar
 berdekatan

1. Lengkung Henle :
Counter Current multiplier ( aktif )
2. Vasa Recta :
Counter Current exchanger ( pasif )
Counter current mechanism
Perubahan osmolaritas pada nefron
 Osmolaritas bertingkat-tingkat dalam medulla :

• ditimbulkan oleh : reabsorpsi aktif Na+ dan Cl – tanpa air


• dipertahankan oleh : sirkulasi vasa recta.

Pengendalian jumlah cairan tubuh :

• Hydropenia  ADH ↑  Permeab.duct.coll. ↑


 Urina  ( hypertonis ).
• Hyperhydrosis  ADH   Permeab..duct coll. 
 Urina ↑ ( hypotonis ).
Vasopressin (ADH) pada ductus colligens
Efek vasopressin (ADH)