Anda di halaman 1dari 30

CLSS – POMPA HIDRAULIK

Bagian 2.2

Section 2.2 CLSS


Pompa Hidraulik
HPV125+ 125 VARIABLE DISPLACEMENT PISTON PUMP
112 CC PER PUMP MAX DISPLACEMENT
Di kontrol oleh 2 buah LS valve dan 2 PC valve.

Dilengkapi dengan LS EPC dan PC EPC


Terpasang di samping pada housing pompa.

Section 2.2 CLSS


Pompa Hidraulik

Front Pump Rear Pump


Text

Dua pompa ini dapat bekerja sendiri-sendiri atau bersamaan menjadi satu.

Section 2.2 CLSS


Pompa Hidraulik

Front Seal

Input shaft (front)

Input Shaft (front)


Shaft Coupling Input shaft (rear)

Section 2.2 CLSS


Pompa Hidraulik

Rod.
(Connection between servo & swash plate)
Servo-piston

Input Shaft (front)


Rocker Cam

Section 2.2 CLSS


Pompa Hidraulik

Valve Plate

Input Shaft (front)


Shoes Piston Cylinder Block

Section 2.2 CLSS


Pompa Hidraulik
Kontrol keluaran pompa.
Servo piston bergerak secara resiprocal sesuai dengan sinyal dari LS dan
PC Valve. Gerakan ini diteruskan melewati rod ke rocker cam untuk
menaika dan meminimumkan sudut pompa.

Section 2.2 CLSS


Hydraulic Pump.
Operasi Pompa.
Cylinder block memiliki
spline yang kemudian
terpasang pada input shaft
dan berputar bersama-sama.
Ketika rockercam
meminimunkan sudut swash
Minimum Discharge plate. Volume saluran masuk
dan keluaran sama sehingga
outputan pompa
Rocker cam kemudian
bergerak ke posisi
maksimum, sehingga
volume di sisi inlet lebih
besar dari outlet. Sehingga
keluaran pompa membesar.
Maximum Discharge
Sudut Swash plate tidak
pernah mencapai 0 derajat.
Section 2.2 CLSS
LS Valve.

LS Valve: Mendeteksi beban dan mengatur


keluaran dari pompa.
Keluaran pompa atau aliran pompa diatur secara
proporsional sesuai dengan differensial
pressure.

Section 2.2 CLSS


LS Valve.

Differential Pressure.
PLS = PP – PLS.

PP Main pump Pressure.


PLS Control valve outlet Pressure

Spool

Tekanan Outlet Control


Tekanan Main Pump Valve

Section 2.2 CLSS


LS Valve

Hubungan differensial Pressure dengan


keluaran pompa.

PLS < 22
pump discharge increases.
PLS > 22 to 30
pump discharge is reduced.

PLS

PP PLS

Section 2.2 CLSS


LS Valve

Saluran LS Valve.
LS valve dikontrol oleh 3 tekanan yaitu PP( main pump Presusre), PLS
(Tekanan dari Control Valve), dan PSIG tekanan dari LS EPC .
Sesuai dengan sinyal perbedaan differensial ini akan memposisikan dari LS Spool.

LS EPC Solenoid Signal PC control Valve Input Port LS Pressure.


(PSIG) (PPL) (PLS)

Pump Pressure
(PP)

LS Control Pressure Pump Pressure.


To Servo Piston Large end. (PP)
(PLP)

Section 2.2 CLSS


LS Valve.
Output pompa Meningkat.
Ketika operator menggerakan attachment, Tekanan LS akan masuk kedalam
LS Valve. Tekanan maim pump juga mempengaruhi gerakan LS Valve.
Tekanan PLS ini dibantu dengan spring dan dengan luasan yang berbeda
dengan PP, sehingga spool bergerak kearah kiri sehingga keluaran
pompa Meningkat.
PP - PLS = PLS
180 - 170 = 10 Kg/cm2
(Kurang dari 22 Kg/cm2 keluaran pompa meningkat)

PLS = 170
Kg/cm2

PP = 180
Kg/cm2

Section 2.2 CLSS


LS Valve.
Keluaran pompa menurun.
Ketika operator tidak menggerakan attachment dan menetralkan PPC lever
maka tekanan LS dari control valve akan menurun sehingga hal ini akan
berpengaruh pula pada LS valve.
PLS lebih kecil dari keluaran pompa (PP) dengan adanya perbedaan luas
permukaan antara bag PLS dan PP, walaupun Pls terdapat spring maka
sudut pompa akan diminimumkan dengan perbedaan diffensial ini.
Sehingga keluaran pompa juga menurun.
PP - PLS = PLS
180 - 150 = 30 Kg/cm2
(Lebih besar dari 22 Kg/cm2 output pompa menurun)
PLS 150 Kg/cm2

PP = 180
Kg/cm2

Section 2.2 CLSS


LS Valve.
LS Valve Seimbang
Ketika diffrenesial beban kerja dari Attatchment sama dengan keluaran
mainpump, maka beban ini akan akan membuat LS valve berada pada
posisi seimbang. Sehingga keluaran pompa disesuaikan dengan
kebutuhan dari attatchment.
Tekanan LS(PLS) dan tekanan spring seimbang dengan tekanan
mainpump(PP) maka LS spool berada pada posisi di tengah-tengah.
PP - PLS = PLS
180 - 158 = 22 Kg/cm2

PLS 158 Kg/cm2

PP = 180
Kg/cm2

Section 2.2 CLSS


LS Valve
Control Levers
Neutral.

Ketika control lever


netral tidak ada tekanan
yang menuju ke LS
valve.

Tekanan pompa (PP)


mampu menekan LS
spool kearah kiri.

Tekanan PP akan masuk


ke Large end( diamater
besar servo). Karena
perbedaan tekanan
differensial ini maka
sudut pompa akan
minimum karena swash
plate diposisikan
minimum oleh servo
piston.
Section 2.2 CLSS
LS Valve

Reduksi Aliran
Ketika Control lever
menurunkan bukaanya,
keluaran pompa (PP) akan
naik dan LS akan turun.
PP akan menekan LS
spool kearah kiri dan .

Masuknya PP ke large
end dari servo piston.
Pompa akan menurunkan
keluaranya sampai LS
valve balance.

LS EPC akan
mengirimkan variasi
tekanan sebagai
pengatur untuk
menurunkan supply
pompa

Section 2.2 CLSS


LS Valve
Menaikan aliran.

Ketika lever
dioperasikan , PLS
masuk kedalam LS
Valve. Dapat melawan
tekanan dari PP
sehingga mampu
melawan spool LS
kearah kanan.

Hal ini akan semakin


menutup saluran PP
dan membuka saluran
yang ke tanki .
Mengalirkan dari
large eng ke tanki dan
membuat sudut
pompa Maksimum.

Section 2.2 CLSS


LS Valve

Servo Piston
seimbang.

Ketika unit
dioperasikan sehingga
tekanan PP seimbang
dengan ekanan LS dan
spring 4, Saat ini
pompa akan
mengeluarakan
outputan sesuai yang
dibutuhkan.Saat ini LS
Spool akan membuat
Tekanan PP ke large
end servo dan
menutup saluran
drain.

Perbandingan saat
balance ini adalah 3: 5

Section 2.2 CLSS


PC Valve

PC Valve
PC Valve akan mengatur Daya / Horse power yang diserap oleh pompa tidak
melebihi dari daya yang dikeluarkan oleh engine.
Jika beban selama operasi meningkat dan keluaran pompa juga meningkat,
PC valve akan meminimumkan sudut pompa sehingga keluaran pompa akan
mengecil.

Section 2.2 CLSS


PC Valve
Saluran PC Valve
PC valve di gerakan dengan tiga tekanan yang nanti akan mengatur servo piston. PC
valve ini akan enaikan tekan dengan diatur oleh Controller dengan adanya PC EPC
solenoid sehingga menyesuaikan antara tekanan(pressure P) beban dan aliran(flow
Q)yang dihasilkan.

PC Control Pressure. Second Pump Pressure Pump Pressure


(PPL) PP2 PP1

PC Mode Select Pilot Pressure Pump Pressure. Drain Port.


(PM) (PP1) (PT)

Section 2.2 CLSS


PC Valve

Kondisi tidak ada


beban
Ketika servo pison berada
pada posisi maksimal, spring
4 dan 6 kondisi lemah. Spool
3 di tekan oleh spring
kekanan, PP1 dan PP2 tidak
mampu menahan tekanan
sping.

Hal ini akan


menyambungkan saluran C
dengan drain, melewati spool
3.
PC EPC memberikan sinyal
tekanan ke spool 3 bervariasi
yang dikontrol dengan
Controller. Hal ini akan
merubah torque keluaran
Pompa.

Section 2.2 CLSS


PC Valve
Tekanan tinggi

Saat tekanan pompa


meningkat dan mampu
melawan spring, hal ini
akan menutup saluran C
yang kembali ke tanki dan
memasukkan tekanan
pompa kesaluran C.

Tekanan ini akan


dimasukkan ke large end
dari serv piston melalui LS
valve.

Saat servo ditekan


sehingga akan mengurangi
aliran pompa saat itu pula
spring tertekan.

Sehingga tekanan spring


ini akan menyesuaikan
dengan tekanan maksimum
yang diijinkan beroperasi.

Section 2.2 CLSS


Pump Discharge: Pressure and Flow
Engine horse-power
unable to maintain
pump out put.

PC Valve

LS Valve
in control Springs

Section 2.2 CLSS


LS & PC EPC Solenoids

PC Prolix Switch
“ON”
J-ika terdapat masalah pada
pup Controller, prolix
switch dapat di”ON” degan
arus langsung dari bateery
yang terlebih dahulu
melewati resistor. Hal ini
akan mem-by pass
controller.
Saat hal ini terjadi arus
yang menuju ke PC EPC
akan Konstan sehingga
tekanan yang menekan PC
valve konstan pula. Tidak
ada sengsing pompa saat
ini dilakukan.

Section 2.2 CLSS


LS & PC EPC Solenoids

PC EPC

LS EPC

EPC Valves
Ketika Solenoid mendapat sinyal dari
controller, hal ini akan menaikan tekanan
dari EPC secara proporsional sesuai
dengan sinyal yang diberikan Controller.
Sinyal yang tinggi akan menaikan
tekanan pada LS dan PC valve, Hal ini
akan meminimumkan sudut pompa lebih
cepat.

Section 2.2 CLSS


LS & PC EPC Solenoids

Cara Kerja : Tdk ada Sinyal.


Ketika tidak ada sinyal dari
controller ke coil , maka solenoid
tidak aktif
Spool akan tertekan kekiri oleh
spring(3).
Akan mengalirkan aliran
sinyal(pressure) menuju ke tanki.

Section 2.2 CLSS


LS & PC EPS Solenoids

Saat Bekerja: ada sinyal dari


Controller
Ketika arus masuk kedalam coil
maka, amak solenoid aktif sehigga
plunger 4 akan bergerak kerah
kanan.
Hal ini akan menekan spool kekanan
melawan spring, hal ini akan
memasukkan aliran dari (PEPC) ke
LS valve dan PC valve.
Sehingga Pressure PSIG plus spring
akan mengatur tekanan yang akan
diberikan ke PC dan LS valve untuk
mengerakan servo piston.

Section 2.2 CLSS


LS & PC EPS Solenoids

Mode kerja
Operator dapat memilih mode kerja
sesuai dengan kondisi kerja dengan
menekan switch yang ada di monitor
panel.
Maka sesuai mode yang diharapkan
maka pemlihan tersebut akan
mengatur Torque engine yang
diserap oleh pompa :
Mode tersebut antara lain :
P Power.
E Economy.
B Breaker.
L Lifting

Section 2.2 CLSS


CLSS Hydraulic Pumps

End of
Hydraulic Pumps CLSS

Section 2.2 CLSS