Anda di halaman 1dari 43

TRAUMA

ABDOMEN
Retno Sulistyo U P
DEFINISI

• Trauma abdomen adalah kerusakan organ


abdomen (lambung, usus halus, pankreas,
kolon, hepar, limpa, ginjal) yang
disebabkan oleh trauma tembus,
biasanya tikaman atau tembakan; atau
trauma tumpul akibat kecelakaan mobil,
pukulan langsung atau jatuh.
ANATOMI ABDOMEN

a. Anterior
 Batas superior: garis antara papila mammae
 Batas inferior: ligamentum inguinal + simfisi pubis
 Batas lateral: linea aksilaris anterior.
b. Pinggang (flank)
Antara linea aksilaris anterior dan posterior dari ICS VI - krista
iliaka
c. Punggung (back)
Mulai dari linea aksilaris posterior dari ujung skapula sampai
krista iliaka.
Kuadran empat bagian abdomen
1) Bagian kanan atas: Hepar dan
kantong empedu

2) Bagian kiri atas: Gastric dan limfa

3) Bagian kanan bawah: Cecum,


ascending colon dan usus kecil

4) Bagian kiri bawah: Descending


colon, sigmoid colon, dan usus kecil
Bagian-bagian abdomen :

1) hypocondriaca dextra
2) epigastrica
3) hypocondriaca sinistra
4) lateralis dextra
5) umbilicalis
6) lateralis sinistra
7) inguinalis dextra
8) pubica
9) inguinalis sinistra
KLASIFIKASI

1 TRAUMA TUMPUL

2 TRAUMA TAJAM
MEKANISME TRAUMA TUMPUL

Terdapat empat mekanisme untuk trauma tumpul :


1) Tenaga kompresi (hantaman)
Kompresi external dari arah lateral atau antero-posterior akan menggangu organ yang terfiksasi
pada bagian rongga perut. Organ- organ yang berada pada peritoneal seperti hepar, limpa dan
duodenojejunal (DJ) flexure rentan terhadap trauma seperti ini karena ia berada pada bagian
visera retroperitoneal. Ruptur langsung juga bisa terjadi jika berlaku pendarahan.
2) Shearing
Pasokan pada abdomen dengan tenaga deselerasi dan akselerasi akan menyebabkan organ
bergerak dan dirobek dan ini akan menyebabkan pendarahan yang signifikan banyak.
3) Bursting
Kompresi external ke rongga perut akan menghasilkan peningkatan pada tekanan intra
abdominal dan pada lumen organ yang berongga dan akan menyebabkan efek bursting. Bagian
yang paling rentan kepada bursting adalah pada bagian oesophagogastric pada kasus ruptur
diaphragma.
4) Penetrasi
Cedera tumpul ke tulang panggul, tulang belakang lumbosakral, atau tulang rusuk dapat
menghasilkan spikula tulang yang menembus kedua organ berongga dan padat.
Organ yang sering cedera adalah:
Limpa:40-55%
Retroperitoneal: 15%
Hati :35-45%
Organ berongga
MEKANISME TRAUMA TAJAM

 Senjata Tajam / Luka Tajam :Low Energy


 Senjata Api /Luka Tembak :Kinetic Energy
Luka tusuk dan luka tembak kecepatan rendah / tinggi

hati (40%)
usus halus (30%)
Luka tusuk diafragma (20%)
usus besar (15%)

usus halus (50%),


usus besar (40%),
Luka tembak hati (30%),
vaskuler (35%)
PENILAIAN TRAUMA

Riwayat trauma

 Tumpul : kecepatan, jenis benda, posisi


korban pasca trauma dan kerusakan
kendaraan akibat trauma.

Penetrans : jenis senjata dan jarak.


MANIFESTASI KLINIS

a. Trauma Tumpul Abdomen


nyeri tekan, nyeri ketok, dan nyeri lepas.
kekakuan dinding perut
shifting dullness
b. Trauma Tembus Abdomen
Peritonitis sampai dengan sepsis
Syok dan penurunan kesadaran
PRIMARY SURVEY

1 AIRWAY

2 BREATHING

3 CIRCULATION
Pemeriksaan
Trauma Abdomen [1]

• Anamnesis yg teliti
• Pemeriksaan fisik yg teliti
– Inspeksi
– Palpasi
– Perkusi
– Auskultasi
– Pemeriksaan Rektum
– Pemeriksaan Vagina
– Pemeriksaan Meatus Urethra
Pemeriksaan
Trauma Abdomen [2]

• Pemeriksaan Khusus
– Baseline Blood Tests
– NGT
– Dauer Catheter
– Rontgent Thoraks dan Abdomen
– Imaging Tambahan
• USG
• CT Scan
ALGORITMA TRAUMA TAJAM
ALGORITMA
PENANGANAN TRAUMA ABDOMEN TUMPUL

Hemodinamik Stabil

Anamnesis pem.fisik
radiologi lab

Normal Ragu-ragu Iritasi Peritoneal

Pemeriksaan Abd
FAST, CT, atau DPL Laparotomi
berulang

(-) (+)

Observasi & Evaluasi


Tindakan Selektif
ALGORITMA
TRAUMA ABDOMEN TUMPUL

Hemodinamik Tak
Stabil
Tak jelas trauma Distensi abdomen
abdomen

FAST atau DPL Laparotomi

(+) (-)

Laparotom Observasi
i & Evaluasi
ALGORITHM FOR MANAGEMENT OF ABDOMINAL TRAUMA

Boffard KD: Abdominal Trauma in Core Topics in General and Emergency Surgery, 3rd edit, Simon Patterson
Brown Elsevier-Saunders.2005
SUMBER PERDARAHAN MASIF

• Thoracal
• Intra abdominal : Limpa, Liver , mesenterium
• Retroperitoneal : ginjal, vena, aorta &
cabang-cabangnya
• Pelvik : Permukaan fraktur, kadang-kadang
vaskular
• Ekstremitas femur
• Pada anak-anak : luka fasial & cranium
Derajat Iritasi Peritoneum

oleh cairan yg berada abnormal dlm


rongga peritoneum (Lowenfels, 1975)

Cairan Lambung
Isi Usus Halus
Crn Pankreas
Empedu
Darah

Nanah
Urine

Iritasi Ringan Berat


PENANGANAN AWAL TRAUMA ABDOMEN

• Resusitasi awal harus menjamin jalan


napas dan oxygen delivery yang baik
• Minute ventilation minimal 1,5-2 kali
normal
• Perdarahan eksterna masif harus segera
dihentikan dulu, sebelum resusitasi agresif
RESPONS TERHADAP RESUSITASI CAIRAN PD
PERDARAHAN

RAPID RESPONSE

TRANSIENT
RESPONSE

NO RESPONSE
APA ITU “NO RESPONS” ?

Tidak ada perbaikan tensi nadi setelah diguyur


2000 ml RL dalam waktu 10-15 menit  berarti
ada perdarahan masif 

LANGSUNG KE KAMAR BEDAH : indikasi


operasi

Sebagai bagian resusitasi


MENGAPA PERLU NGT ?

• Mungkin baru makan


• Gelisah & kesakitan  Aerofagia
• Dilatasi akut gaster  Bahaya
– Aspirasi
– Venous return  Cardiac Output
– Respirasi terganggu
Kontra indikasi : Fraktur maxilla tengah dgn
fraktur basis kranii
FOLEY CATHETER

• Monitor produksi urine


• Apa ada hematuria
• Kontra indikasi : ruptur urethra
PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN-1

• Sangat penting, selengkap dan seteliti


mungkin, meskipun dengan keterbatasan
waktu
• Harus sistematik
– Mulai dari yang normal, yang cedera diperiksa
terakhir
– Pemeriksaan berulang-ulang dan teliti, akan
menghasilkan diagnosa akurat, sehingga terapi
tepat
PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN-2

• Bagian abdomen belakang dan pinggang harus


diperiksa dengan Log-Roll
• Luka –luka harus diperiksa teliti dan
didokumentasi untuk kepentingan medikolegal
• Luka tusuk harus diperiksa, apabila mengenai
fascia paling dalam, dianggap kena peritoneum
• Luka tembus dan keluar diberi tanda X-Ray
PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN-3

Tanda cedera intra abdominal:


• Abdomen yang makin distensi
• Kenaikan tekanan intraabdominal
• Rangsang peritoneal (involuntary
guarding)
• Udara bebas
DIAGNOSTIK KHUSUS

Trauma tumpul
DPL (Diagnostic Peritoneal Lavage)
USG
CT scan
Trauma penetrans
Anterior → eksplorasi luka
Posterior → foto ronsen + kontras.
MODALITAS DIAGNOSTIK

I. FAST
II. DIAGNOSTIC PERITONEAL LAVAGE (DPL)

III. ABDOMINAL CT - SCAN


IV. LAPAROSCOPY
DPL VS ULTRASOUND VS CT SCAN PADA
TRAUMA TUMPUL
DPL FAST CT SCAN
Trauma tumpul yang Trauma tumpul yang tidak Trauma tumpul yang stabil
Indikasi tidak stabil stabil Trauma penetrans di
Trauma penetrans flank/punggung
Diagnosis dini Diagnosis dini Sangat spesifik untuk tipe
Cepat Non invasif cedera
Keuntungan 98% sensitif Cepat 92%-98% sensitif
Deteksi cedera usus Dapat diulang Non invasif
86%-97% sensitif
Invasif Tergantung keahlian operator Biaya dan waktu
Spesifisitas : rendah Terganggu udara usus dan Tidak dapat mendeteksi
Tidak dapat mendeteksi udara subkutan cedera diafragma,usus dan
Kerugian
cedera diafragma dan Tidak dapat mendeteksi pankreas
retroperitoneal cedera diafragma,usus dan
pankreas
INDIKASI OPERASI

A. Indikasi berdasarkan evaluasi abdomen

1. Trauma tumpul abdomen dengan DPL +


2. Trauma tumpul abdomen dengan hipotensi berulang setelah
resusitasi cairan
3. Peritonitis difusa
4. Hipotensi dengan luka tembus
5. Perdarahan dari gaster, anus, tr.ur inarius akibat luka tembus
6. Luka tembak melalui rongga peritonium atau retroperitonium
7. Eviscerasi
A.Indikasi berdasarkan pemeriksaan ronsen

1. Udara bebas, udara retroperitoneal atau ruptur diafragma


akibat trauma tumpul
2. CT scan + kontras memperlihatkan perforasi organ
berongga akibat trauma tumpul dan penetrans
TRAUMA ABDOMEN DENGAN PERITONITIS

Segera Laparotomi
Penetrating Abdominal Trauma

Luka yg terlihat tidak


mencerminkan tingkat
keparahan cedera
Kemungkinan
perdarahan signifikan
Kemungkinan terkena
usus
Pasien mungkin syok
Impalement Injury
Impalement Injuries

DO NOT REMOVE


OBJECT OR EXERT
ANY FORCE UPON
IT!
Perdarahan hebat dpt
menyebabkan syok
Periksa denyut distal di
tempat luka tusuk
Imobilisasi objeknya
ANTIBIOTIKA PROFILAKTIK

• Segera diberikan intravena, yang


mencakup kuman enterik gram negatif,
positif & anaerob, begitu ada persangkaan
cedera usus
• Bila disertai perdarahan masif, antibiotika
diberikan ulang setelah perdarahan diatasi
Evisceration

Extrusion of abdominal contents secondary to penetrating


abdominal trauma
Manajemen Evisceration Injuries

Gunakan balutan steril utk menempatkan organ yg


keluar di dekat luka (TIDAK ke dlm luka)
Tutup organ & luka sepenuhnya dgn balutan
lembab & steril
JANGAN buat TEKANAN KE LUKA atau ORGAN
YG KELUAR
Ikatan yg longgar disekitar luka

Persiapkan utk pembedahan