Anda di halaman 1dari 26

BAHAN CETAK

KEDOKTERAN GIGI

PRODI D III KESEHATAN GIGI


DRG. DIYAH FATMASARI, MDSc
PENDAHULUAN
PENGERTIAN:
Adalah bahan yg digunakan untuk membuat model
atau tiruan/replika gigi dan jaringan pendukungnya
di mulut
Bahan cetak digunakan untuk membuat cetakan
negatif
Negatif ini kemudian diisi/dicor dengan gips sehingga
didapatkan cetakan positif
Model seluruh rongga mulut disebut model studi
dedangkan model satu/beberapa gigi disebut Die
Gambar cetakan negatif dan positif
Persyaratan Bahan Cetak

Pembuatan model rahang adalah tahap yang


penting dalam kedokteran gigi karena pada
model rahang atau die tersebut dokter gigi
akan merancang dan membuat konstruksi
dari alat yang akan dibuatnya (protesa, alat
ortho dsb) karenanya model rahang maupun
die harus akurat, memuat semua detil detil
halus rongga mulut
Persyaratan Bahan Cetak
 Harus cukup cair shg dapat beradaptasi dengan jaringan
mulut dan dapat mencetak secara mendetail
 Harus cukup kental shg dapat diletakkan pada sendok cetak
yang menghantarkan bahan cetak ke mulut
 Selama dalam mulut bahan tersebut harus berubah menjadi
elastis (mengeras menjadi benda padat menyerupai karet
dalam waktu tertentu) sehingga dapat dengan mudah
dilepaskan dari rongga mulut tanpa berubah bentuk atau
robek.
 Dimensi bahan tersebut harus tetap stabil sampai dilakukan
pengecoran dengan gips.
 Bahan cetak tidak beracun dan tidak merangsang jaringan
 Baunya dapat diterima oleh pasien
 Waktu pengadukan dan pengerasannya cukup
Sendok Cetak
( IMPRESSION TRAY)
1. Sendok cetak sediaan atau siap pakai
(stock tray)
Sendok Cetak
( IMPRESSION TRAY)
2. Sendok cetak Individual (Individual Tray)
KLASIFIKASI BAHAN CETAK

Berdasarkan sifat mekanis (elastisitas) atau


aplikasinya bahan cetak terdiri dari
1. Bahan cetak elastis Contohnya:
hydrokoloid reversible (agar); hidrokoloid
irreversible (alginat); bahan cetak
elastomer seperti polisulfida, poliether,
silikon .
2. Bahan cetak non elastis Contohnya
gips cetak (impression plaster), kompon
dan pasta zinc okside eugenol.
BAHAN CETAK HYDROKOLOID

 Bahan cetak yang membutuhkan campuran


dengan air untuk mengaduknya
 Suatu koloid yang medium pendispersinya
adalah air disebut hydrokoloid.
 Koloid dapat berada dalam keadaan sol
ataupun gel. Sol adalah keadaan bila koloid
berwujud cairan kental, sedangkan gel
adalah fase dimana koloid berwujud seperti
agar-agar
BAHAN CETAK HYDROKOLOID

Sol dapat diubah menjadi bentuk gel dengan cara:


1. Menurunkan atau menaikkan suhu.
Proses reversible (dapat kembali ke bentuk semula) .
Bila dipanaskan gel akan berubah menjadi sol,
sedangkan bila suhu diturunkan akan berubah
menjadi gel. contohnya agar.
2. Dengan reaksi kimia
Proses dari sol ke gel menggunakan reaksi kimia
sehingga gel tidak dapat berubah kembali mjd sol.
Proses irreversible - bahan hydrokoid irreversible
yaitu alginat.
BAHAN CETAK HYDROKOLOID
REVERSIBLE (AGAR)
Di Indonesia jarang dipakai pada pasien karena dianggap kurang
hygienis, lebih banyak dipakai di laboratorium untuk pembuatan
frame denture (gigi tiruan kerangka logam)
Komposisi bahan hidrokoloid reversible terdiri atas:
1. Agar, berfungsi sebagai koloid
2. Boraks, berfungsi memperkuat gel tetapi dapat menghambat
pengerasan gips model
3. Air sebagai medium pendispersi, juga dapat menghambat
pengerasan gips model
4. Kalium sulfat, ditambahkan untuk mengatasi efek yang
ditimbulkan boraks dan air karena dapat mempercepat
pengerasan gips model
Gambar AGAR
CARA MANIPULASI BAHAN

 Bahan dipasarkan dalam bentuk tube yang tertutup


rapat untuk mencegah penguapan air. Bahan dicairkan
dengan memanaskan tube dalam air mendidih selama
lebih kurang 10 menit.
 Kemudian dibiarkan mendingin sampai suhu air 450 C.
Bahan dikeluarkan dari tube dimasukkan dalam sendok
cetak.
 Dilakukan pencetakan, untuk mempercepat proses
pengerasan dilakukan dengan cara menyemprotkan air
dingin pada sendok cetak atau dengan menggalirkan air
pada sendok cetak yang memiliki saluran air.
 Cetakan diisi dengan gips sesegera mungkin.
BAHAN CETAK HYDROKOLOID
IRREVERSIBLE (ALGINAT)
KOMPOSISI BAHAN
1. Bubuk Alginat biasanya terdiri atas bahan-bahan
sebagai berikut:
2. Kalium alginat agar alginat yang larut dalam air
3. Kalsium sulfat
4. Oksida seng dan tanah diatoma -> bahan pengisi
5. Kalium titanium fluoride mempercepat reaksi
6. Batrium fosfat -> memperlambat reaksi
BAHAN CETAK HYDROKOLOID
IRREVERSIBLE (ALGINAT)
Kekurangannya:
 Tidak dapat mencetak detil-detil yang halus dari rongga mulut seperti
pada hidrokoloid reversible, pada model gips biasanya terdapat sedikit
pembulatan pada stiap sudut dan pinggiran yang tajam yang biasa
terdapat pada preparasi kavitas.
 Sering timbul porous pada permukaan cetakan dan reaksi antara
alginat dan gips sehingga kepadatan permukaan model rahang kurang
baik.
 Mudah rusak pada suhu panas dan keadaan lembab, alginat dapat
tidak mengeras atau mengeras terlalu cepat sehingga tidak boleh
disimpan lebih dari satu bulan. Penting untuk melihat masa kadaluarsa
dari pabrik.
Keuntungannya:
 Penanganan/manipulasinya mudah
 Harga relatif murah
 Dapat diterima dengan baik oleh pasien
BAHAN DAN ALAT MENCETAK
DNG ALGINAT
MANIPULASI BAHAN CETAK
ALGINATE.
Alat & Bahan
 Bubuk alginate (dalam wadah atau sachet), takaran
bubuk, Takaran air, Mangkuk karet (bowl), Spatula
stainless steel, Sendok cetak, Desinfektan &
kantung plastik dengan seal.
Tahap 1. Persiapan bahan
 Takar air dingin (20oC) sesuai dengan jumlah bubuk.
 Kocok bubuk dalam wadah.
 Ambil bubuk secara berlebih dengan sendok takar, ratakan
permukaannya dengan spatula.
 Masukkan bubuk pada bowl.
 masukkan air yang telah ditakar Ke dalam bowl berisi bubuk.
Tahap 2. Pengadukan
 Aduk bubuk & air agar bubuk terbasahi air keseluruhannya.
 Tekan adonan kedinding bowl supaya garam–garam alginate
dapat larut serta untuk menghilangkan udara terjebak dan
agar adonan homogen, lakukan prosedur ini selama 60 detik.
 Cek adonan, harus seperti krem dan kental bila diambil
dengan spatula tidak menetes.
Tahap 3. Mengisi sendok cetak

 Ambil alginat dengan spatula dan masukkan


kedalam sendok cetak dari regio posterior ke
anterior.
 Ulangi prosedur diatas sampai sendok cetak
penuh dengan lapisan yang homogen dan
tinggalkan bahan sedikit pada bagian
posterior.
 Haluskan permukaan alginate dengan jari
yang lembab.
 Sendok cetak yang terisi siap dicetakkan.
Tahap 4. Pembersihan & Desinfeksi

 Cuci cetakan dibawah air dingin mengalir untuk


menhilangkan saliva dan darah.
 Masukkan cetakkan kedalam plastik yang memakai
seal.
 Semprot cetakan dengan desinfektan didalam
plastik, rekatkan seal, simpan selama 10 menit.
 Kupas alginate yang telah mengeras seperti karet
dari bowl dan spatula, buang ketempat sampah.
 Isi cetakan sesegera mungkin (jika ditunda sampai 1
jam, simpan dengan dibungkus lap lembab atau
dalam humidor).
Kegagalan Hasil cetakan
1. Hasil
adukan berbutir-butir, penyebab::
 Pengadukan terlalu lama
 Pengenyalan tidak sempurna
 Perbandingan air/bubuk yang terlalu rendah (tidak
sesuai anjuran pabrik)
2. Cetakan sobek, penyebab:
 Bahan cetak kurang
 Dilepaskan dari mulut sebelum waktunya
 Pengadukan terlalu lama
3. Cetakan porous, penyebab:
 Pengeyalan tidak sempurna akibat pengadukan
yang tidak sempurna
 Udara yang terperangkap selama pengadukan.
BAHAN CETAK NON ELASTIS
KOMPON
SEKIAN

THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai