Anda di halaman 1dari 18

JOURNAL READING

GAMBARAN DASAR NEUROLOGIS PADA


GANGGUAN BIPOLAR

Oleh:
Ika Resmawati
1611901019

PEMBIMBING:
dr. Tinon Martanita, Sp. KJ

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


STASE ILMU KESEHATAN JIWA
RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB
2018
PENDAHULUAN
Etiologi Gangguan dari Perspektif Neurologis

• Gangguan bipolar telah mempengaruhi kita selama


berabad-abad dengan nama lain seperti: melankolia,
gangguan jiwa, temperemen psikopat dan depresi manik

• Tujuan: Untuk memberikan gambaran umum tentang


kondisi dasar neurologis, mengetahui metode medis
yang telah berkembang selama berabad-abad, dan
memberikan beberapa wawasan tentang berbagai terapi
untuk menemukan solusi, bagaimana kita sebagai
seorang pelajar dapat mempengaruhi pengalaman
belajar seorang siswa dengan penyakit bipolar
• Tanda pertama dalam sejarah penyakit ini muncul pada
300-500 M

• Penulis bahasa yunani bernama Areteus dari


Cappodociam merupakan orang pertama menemukan
gambaran mania dan episode depresi yang langsung
melihat ke pasien

• Menurut versi terbaru dari Diagnostik dan Deskripsi


Manual Statistik - DSM IV, Gangguan Bipolar dibagi
dua episode: episode manik dan episode depresi
• Episode mania: dapat bertahan dari hari sampai
seminggu dan tanda-tanda yang menunjukkan awal dari
keadaan ini adalah mudah tersinggung, meningkatnya
pembicaraan, penurunan kebutuhan tidur dan euforia
mendadak

• Episode depresif: ditandai oleh kekurangan energi, dan


minat hidup. Pasien memiliki kesulitan mengingat apa
yang mereka baca dan mengalami masalah
berkonsentrasi. Pasien juga menjadi pesimis dan muncul
pikiran untuk bunuh diri
3 tahap episode mania:
Hypomania: menyatakan bahwa keyakinan dan harga diri pasien sangat
tinggi dicampur dengan perasaan percaya diri yang berlebihan.

Mania akut: terkadang ditandai dengan delusi, dan


terisolasi halusinasi. Mereka merasa bahwa kurang
sukses karena kesalahan orang lain. Perilaku pasien
ternyata dapat berubah agresif. Pasien bisa merobek
pakaian, menghancurkan perabot, berteriak dan
kepekaan terhadap rasa sakit mungkin hilang

Delirium mania: ditandai dengan lebih banyak kebingungan dan halusinasi


keinginan untuk melakukan bunuh diri dan pasien kehilangan kontrol dirinya
Etiologi dari perspektif neurologis
ditemukan sebagai berikut:
• Gen berperan dalam gangguan bipolar, yaitu Prevalensi
gangguan bipolar lebih tinggi dari tingkat keluarga
pasien
• Terjadi penurunan jumlah neuron di lokus ceruleus dan
median raphe nukleus
Lokus ceruleus: inti kecil yang terletak di dalam pons dan
neuron berukuran sedang
Tugasnya:mengatur kecepatan kerja otak dan melepaskan
norepinephrine. Hal ini terkait dengan sistem limbik melalui
hipotalamus yang mengatur emosi

Nukleus raphe bertanggung jawab untuk melepaskan serotonin dan memiliki lebih sedikit
jumlah neuron, bisa dikorelasikan dengan yang kurang memproduksi atau kekurangan
zat dalam gangguan bipolar
Pengobatan yang Dinyatakan untuk
Gangguan Bipolar dan Dengan Pendekatan
• Pengobatan yang utama untuk gangguan bipolar meliputi
pengobatan: konseling psikologis individu, kelompok atau
keluarga (psikoterapi), kelompok pendidikan dan dukungan

• Terdapat tiga fase pengobatan: akut, lanjutan, dan


preventif

• Lithium digunakan untuk fase akut, penstabil mood kedua


adalah Divalproex

• Lithium dapat melindungi terhadap depresi dan mania dan


mengurangi risiko bunuh diri dan kematian jangka pendek
• Pengobatan lanjutan meghindari gejala sementara pada
episode yang masih berlanjut

• Pengobatan berlanjut dengan mood stabil, dan dengan


psikoterapi

• Olanzapine tampaknya efektif dalam pengobatan pencegahan


terjadinya gangguan bipolar

• Obat-obat menstabilkan mood: Asam valproik (Depakene,


Stavzor) divalproex (Depakote) dan lamotrigin (Lamictal)

• Antipsikotik: Aripiprazole (Abilify), olanzapine (Zyprexa),


risperidone (Risperdal) dan quetiapine (Seroquel)
• Benzodiazepin adalah obat anti kecemasan dan
memperbaiki tidur

• Contohnya: Clonazepam (klonopin), Lorazepam (Ativan),


diazepam (Valium), Chlordiazepoxide (Librium) dan
alprazolam (Niravam, Xanax)

• Beberapa efek samping: mengantuk, mengurangi


koordinasi otot, masalah dengan keseimbangan dan
memori
• Psikoterapi: bagian lain dari pengobatan gangguan
bipolar

• Kognitif terapi perilaku: Terapi ini adalah untuk


mengidentifikasi penyakit gangguan bipolar, keyakinan
dan perilaku negatif dan menggantikan dengan yang
positif

• Pendidikan psikososial: Konseling untuk membantu


pasien mengetahui dan memahami gangguan bipolar

• Pendekatan yang lain adalah terapi Keluarga, dimana


melibatkan pasien dan psikolog bersama dengan anggota
keluarga untuk mengurangi stres sekaligus memecahkan
dan menyelesaikannya masalah dalam keluarga
• Terapi elektrokonvulsif bisa efektif untuk orang yang
mengalami episode depresi berat atau merasa bunuh diri

• ECT modern dilakukan dengan anestesi


• Pasien menerima suntikan dengan agen penghambat
neuromuskular sebelum pengobatan, untuk mencegah
kontraksi otot dan irama jantung yang tidak normal

• Peneliti berpikir bahwa kejutan listrik memicu perubahan


kimiawi otak dan mengarahkan untuk meningkatkan mood
pasien

• Efek samping ECT: menyebabkan kehilangan memori


sementara dan kebingungan. ECT dapat mengganggu episode
mania atau depresi, tapi ternyata tidak memiliki efek jangka
panjang seperti lithium dan stabilizer mood lainnya
• Pengobatan lain adalah stimulasi magnetik transkranial
(TMS) yang menerapkan dorongan cepat dengan bahan
magnet di kepala

• Tampaknya memiliki efek antidepresan


• Tidak efektif dengan semua orang dan pengobatan yang
membutuhkan lebih banyak penelitian

• Tidak ada listrik yang melewati kepala seperti di ECT,


arus listrik kecil diinduksi melalui jaringan otak dan
tidak ada anestesi yang diterapkan
• Pengobatan mutakhir lainnya adalah Vagal Nerve Stimulasi
(VNS) yang disetujui oleh FDA
• Sudah pernah mengobati epilepsi sejak 1997

• Ini seperti alat pacu jantung yang ditanamkan di saraf vagus


yang dimulai di dasar otak sampai ke leher, masuk ke dada
dan perut
• Perangkat ini mengangkut listrik kecil secara teratur.
• Sinyal untuk merangsang saraf vagus ini sudah efektif
mengurangi dan menghilangkan depresi di separuh pasien
yang telah menggunakannya. Kecepatan dan pengorganisasian
pikiran muncul untuk menjadi lebih baik setelah perawatan

• Efek sampingnya: merasa geli saat rangsangan listrik,


menimbulkan panik dan hypomania
Strategi Mengajar untuk Siswa dengan Bipolar

• Memberikan toleransi dan mengajarkan kesabaran


untuk mengabaikan prilaku negatif
• Menekankan dan mendorong prilaku yang positif
• Mengendalikan prilaku diri sendiri
• Membutuhkan seseorang dan tempat untuk meluapkan
emosi
• Memberikan respon dan contoh prilaku yang baik
Bidang Penelitian Masa Depan

• Aspek lain dari penelitian ini yang perlu dilakukan


adalah pilihan dengan atau tanpa obat yang tersedia
dengan efektif untuk mencegah atau mengendalikan
gangguan bipolar

• MRI : 23 dari 30 pasien merasa lebih bahagia. Yang


membuat ini menarik sebagai pengobatan adalah dari
mereka yang berusia 23 tahun, yang tidak minum obat
mengalami peningkatan mood mereka lebih tinggi dari
pada orang yang minum obat

• Lithium : berdampak positif terhadap gangguan bipolar


• Penelitian masa depan yang ditemukan, banyak artikel
bahwa ilmuwan mencoba melacak gen yang terkait untuk
gangguan mood

• Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kromosom 3


berhubungan dengan gangguan bipolar

• Harapannya adalah untuk menemukan gen yang bisa


dilacak dari riwayat keluarga untuk mendeteksi
gangguan bipolar pada usia dini dan mencegah
manifestasi mood pada gangguan bipolar diakhir masa
remaja atau dewasa
MATUR NUWUN 