Anda di halaman 1dari 45

REFLEKSI KASUS IBS

General Anestesi dengan ET


pada Operasi Kolesistektomi
Laparoskopi
Disusun oleh :
Jesisca
42160013

Pembimbing :
dr. Erry Guthomo, Sp. An
Identitas Pasien

 Nama : Ny. MD
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Tanggal Lahir : 12-01-1956 (60 tahun)
 No. RM : 002567xx

 Masuk RS (IGD) : Kamis, 17-11-2016, 13.00


 Tanggal Operasi : Sabtu, 19-11-2016
Status Umum

 Keadaan Umum : Compos Mentis


 Berat Badan : 65 kg
 Status Gizi : Baik
Keluhan Utama

Nyeri Perut Bagian Kanan


Riwayat Penyakit

•OS mengalami mual dan diare, kemudian


diresepkan obat Ranitidin, Ondansetron
2 bulan
SMRS (15/9) dan Buscopan di RS Bethesda

•OS mengalami nyeri ulu hati-pinggang,


mual dan muntah selama 2 bulan
HMRS
(17/11) kemudian datang ke IGD RS Bethesda
Pemeriksaan Fisik

 Kondisi Umum : Sedang


 GCS : E4V5M6
 Kesadaran : Compos Mentis
 Vital Sign :
• Tekanan Darah : 130/80 mmHg
• Nadi : 84x/menit
• Napas : 18x/menit
• Suhu : 36,50C
• Skala Nyeri :6
Pemeriksaan Fisik

 Kepala : Normocephali, CA(-/-), SI (-/-)


 Leher : Tidak ada kelainan
 Thorax : Tidak ada kelainan
 Abdomen : Nyeri tekan di kuadran kanan atas
 Ekstremitas : Tidak ada kelainan
Pemeriksaan Penunjang

 Pemeriksaan darah lengkap


 USG
Hemostasis Lengkap
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Kesan
Hb 14,9 g/dL 11,7-15,5
Lekosit 10,41 rb/mmk 4,5-11,5
Hitung Jenis
Eosinofil 0,1 % 2-4 L
Basofil 0,2 % 0-1
Segmen Neutrofil 79,4 % 50-70 H
Limfosit 14,7 % 18-42 L
Monosit 5,6 % 2-8
Hematokrit 41,8 % 35,0-49,0
Eritrosit 5,19 jt/mmk 4,20-5,40
RDW 12,1 % 11,5-14,5
MCV 80,5 fl 80,0-94,0
MCH 28,3 pg 26,0-32,0
MCHC 35,2 g/dL 32,0-36,0
Trombosit 301 rb/mmk 150-450
MPV 10,0 fl 7,2-11,1
PDW 11,1 fl 9,0-13,0
Kimia Darah

Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Kesan


Glukosa Sesaat 229,0 mg/dL 70,0-140,0 H
SGPT (ALT) 21,7 U/L 0-55
SGOT (AST) 18,8 U/L 5,00-34,00
Ureum 18,2 mg/dL 20,0-43,0 L
Kreatinin 0,71 mg/dL 0,55-1,02
Hematologi
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Kesan
Hemostasis
Masa Perdarahan 2,00 menit 1,00-6,00
Masa Pembekuan 8,00 menit 5,00-12,00
Prothrombin Time
PT 10,7 detik 9,9-11,8
PT Kontrol 12,10 detik 9,3-12,7
APTT
APTT Test 29,8 detik 23,9-34,9
APTT Kontrol 26,30 detik 21,3-28,9
Kimia Darah
Total Protein 5,6 g/dL 6,40-8,30 L
Albumin 3,5 g/dL 3,20-4,60
Globulin 2,1 g/dL 2,0-3,5
Kolesterol Total 124,3 mg/dL
Trigliserid 145,0 mg/dL
Kolesterol HDL (direct) 31,5 L
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Kesan
GDS 102,6 120-140 mg/dL
Na 141,2 136-146 mm0l/L
K 3,00 3,5-5,1 mmol/L L
Cl 101,5 98,0-107,0 mmol/L
Ca 8,3 8,8-10,0 mg/dL L
HbSAg 0,20 non reaktif 0,00-0,99
USG

 Ukuran Hepar 11,69 cm


 Ukuran Lien 9,17 cm

 Kesan : Tanda kronik kolesistitis dengan multiple kolelitiasis


dengan diameter rata-rata 5 mm yang bila dibandingkan
dengan USG sebelumnya ragiologis status quante. Tak tampak
kelainan di hepar, lien, pankreas, ren bilateral, VU dan uterus.
Diagnosis

Kolik pada Kolesistitis Kronik


Rencana Tindakan

Pada tanggal 19 November 2016


akan dilakukan tindakan :

Kolesistektomi Laparoskopi
Assesment Pra Anestesi dan Sedasi

 Alasan tindakan di IBS : Kolelitiasis


 Diagnosa saat masuk : Kolik pada kolesistitis kronik
 Tingkat kesadaran : Compos Mentis
 Tanda vital :
 TD : 150/90 mmHg
 Nadi : 87 x/menit
 Napas : 22 x/menit
 Suhu : 36,5 º C
Assesment Pra Anestesi dan Sedasi

 Riwayat Penyakit : (-)


 Riwayat Alergi : (-)
 Riwayat Transfusi Darah : (-)
 Riwayat Merokok : (-)
 Riwayat Minum Alkohol : (-)
 Riwayat Operasi : (-)
 Status Psikiatri : Tenang
 Risiko Jatuh : Ringan
Assesment Pra Anestesi dan Sedasi

Pemeriksaan Penunjang Lab Darah :

 Hb : 14,7 gr%
 Hct : 41,8 %
 Leukosit : 10,410 ribu
 Golongan darah :O
 Ureum/kreatinin : 18,2/0,71
 HbSAg : 0,20 normoaktif
Assesment Pra Anestesi dan Sedasi

 Pemeriksaan Fisik :

 Status Fisik : ASA 1, penyulit (-)


 Diagnosa Medis : Kolelitiasis
 Rencana Anestesi : General Anestesi dengan ET 7,5
 Instruksi pra anestesi :
• Puasa 8 jam sebelum operasi
• Infus RL 20 tpm
Tujuan Pra Anestesi

Tujuan :
- Mengidentifikasi kondisi dan risiko pada pasien
- Persiapan terapi sebelum operasi
- Merencanakan teknik anestesi yang tepat
- Persiapan penyulit dan penatalaksaannya saat operasi
- Kemungkinan komplikasi
Operasi Kolesistektomi Laparoskopi

Hari, 19 November 2016


Pukul 09.30
Ruang OK 2
Laporan Pra Induksi dan Laporan
Anestesi Instalasi Bedah Sentral

KU : CM Alergi : (-) Kelainan Penyerta : (-)


ASA : 1 Hb : 14,7 gr% Berat Badan : 65 kg
Tensi : 160/82 mmHg Hct : 41,8 %
Nadi : 84 x/menit Leukosit : 10,410 ribu
Napas : 14 x/menit Gol. Darah : O
Suhu : 36,2 0C Ureum/Kreatinin :
18,2/0,71 mg/dL
Laporan Pra Induksi dan Laporan
Anestesi Instalasi Bedah Sentral

 Jenis anestesi : GA dengan Intubasi ET ukuran 7,5


 Premedikasi : Fentanyl 100 mcg
 Induksi : Propofol 100 mg, Atracurium besylate 25 mg
 Maintenance : Oksigen, Nitrit Oxide, Sevoflurane
Laporan Pra Induksi dan Laporan
Anestesi Instalasi Bedah Sentral

 Cairan Masuk : 400 ml (RL 150 ml + Asering 250 ml)


 Cairan Keluar : 174 ml (Urin 100 ml + Darah 20 ml + IWL 54 ml)

 Balance Cairan : (+) 226 ml


Hemodinamik Saat Operasi

JAM TEKANAN DARAH NADI


09.35 180/97 87
09.45 134/65 81
09.55 111/59 76
10.05 116/61 78
10.15 109/71 69
10.25 145/75 75
10.35 139/75 76
10.45 128/67 76
10.55 122/70 81
11.05 136/54 68
Obat Injeksi Saat Operasi

 Tramadol 100 mg (Tramadol)


 Dexketoprofen 50 mg (Ketesse)
 Tranexamic acid 500 mg (Kalnex)
 Dexamethasone 4 mg (Kalmethasone)
 Granisetron 1 mg (Granon)
 Neostigmine methylsulphate 1 mg (Prostigmin)
 Sulfas atropine 0,25 mg
Monitoring di Ruang Pemulihan & Pesan Paska Anestesi
(Post Anesthesia Discharge Scoring System)

Kriteria/Jam
Hasil Skor
Frekuensi Nadi 70 1
Tekanan Darah 126/57
Aktivitas Seperti biasa, tidak pusing 2
Mual/Muntah Minimal/tanpa obat 2
Nyeri Skor O 2
Perdarahan Minimal/tidak ganti perban 2
Total PADSS 9
Kesadaran Somnolen
Pernafasan 16 x/menit
Saturasi O2 98 %
Suhu 36,4°C
Warna Kulit Merah
Instruksi Dokter Anestesi Post Operasi /Anestesi

 Cairan Intravena : Asering 20 tpm


 Analgetik : Dexketoprofen 50 mg (Ketesse) 2x1 IV
 Antivometika : Ondansetron 4 mg (Narfoz) 2x1 IV
 Antibiotik : (-)
 Oksigen : Nasal 2-3 lpm
 Lain-lain : sadar, peristaltik (+)
PEMBAHASAN
Pendahuluan

Definisi Anestesi
 Hilangnya seluruh modalitas dari sensasi yang
meliputi sensasi sakit/nyeri, rabaan, suhu,
posisi/propioseptif dengan atau tanpa hilangnya
kesadaran
Jenis Anestesi

Anestesi

Umum Regional

Peripheral
Inhalasi Intravena Spinal Epidural
Nerve Block
Pengelolaan Jalan Napas

Triple Airway Maneuver


Membuka Jalan Napas dengan Alat

Endotrakeal Tube
• Diameter internal 7,5 mm
• Panjang 24 cm

Indikasi
 Operasi dalam waktu yang lama
 Operasi di jalan napas atau bagian kepala
 Pada pasien yang tidak sadar sebelumnya
 Pasien yang perlu menggunakan Muscle Relaxant
maksimal
Premedikasi

Tujuan :
 Mengurangi kecemasan dan nyeri
 Memberi sedasi dan amnesia
 Menurunkan sekresi dan refleks vagal
 Mengurangi volume dan pH isi lambung
Premedikasi

Fentanyl 100 mcg


Golongan Opioid
Dosis 1-2 mcg/kgBB
Sediaan 0,05mg/ml (1 ampul = 2 ml)
Onset 3-5 menit
Durasi 30 menit
Efek Samping Kekakuan otot
Antidotum Nalokson 0,4-0,8 mg
Induksi Anestesi

Propofol 100 mg
Golongan
Dosis 1-2,5 mg/kgBB
Sediaan 10 mg/ml (1 ampul = 20 ml)
Onset 15-30 detik
Durasi 5-10 menit
Efek Samping • Depresi pernapasan-apnea
• Nyeri pada lokasi penyuntikan 
ditambah 1 ml lidocain
• Hipotensi
Kelebihan • Induksi dan pemulihan cepat
• Antiemetik
Induksi Anestesi

Atracurium besylate 25 mg
Golongan Intermediate-acting isoquinoline
nondepolarizing muscle relaxant
Dosis 0,3-0,6 mg/kgBB
Sediaan 10 mg/ml (1 ampul = 2,5 ml)
Onset 3 menit
Durasi 20-40 menit
Maintenance

 Tujuan
• Untuk mempertahankan kedalaman anestesi pada operasi
yang lama

 Zat yang digunakan


• O2
• N2O
• Anestetik inhalasi : Sevoflurane
Analgetik

Tramadol 100 mg
Golongan Opioid
Cara Kerja • Analog kodein sintetik yang merupakan agonis
reseptor μ yang lemah.
• Efek anelgetik timbul oleh inhibisi ambilan
norepinefrin dan serotonin.
Dosis 1 mg/kgBB
Sediaan 50 mg/ml (1 ampul = 2 ml)
Efek Samping Mual, muntah, pusing, mulut kering, sedasi, depresi
pernapasan, konvulsi
Antidotum Nalokson 0,4-0,8 mg
Analgetik

Dexketoprofen 50 mg (Ketesse)
Golongan NSAID
Cara Kerja Menurunkan sintesis prostaglandin dengan
menginhibisi COX-1 dan COX-2
Sediaan 25 mg/ml (1 ampul = 2 ml)
Onset 30 menit
Durasi 4-6 jam
Efek Samping Mual, muntah, nyeri perut, diare, hipotensi,
bronkospasme
Anti Perdarahan

Tranexamic Acid 500 mg (Kalnex)


Cara Kerja Inhibitor of fibrinolysis
Dosis 2-10 amp by IV drip infusion if necessary
Sediaan 100 mg/ml (1 ampul = 5 ml)
Efek Samping Mual, muntah, pusing, anorexia, exanthema, hipotensi
Kortikosteroid

Dexamethasone 4 mg
Golongan Steroid jenis glukokortikoid
Cara Kerja • Imunosupresan
• Anti inflamasi
Anti Emetik

Granisetron 1 mg (Granon)
Cara Kerja Selective 5-HT3 receptor antagonist
Dosis 1-3 mg (max: 9 mg daily)
Sediaan 1 mg/ml (1 ampul = 1 ml)
Efek Samping Nyeri kepala, insomnia, konstipasi, diare, bradikardi
Reverse Muscle Relaxant

Neostigmine methylsulphate 1 mg Sulfas atropine 0,25 mg


(Prostigmin)
Antikolinesterase Antikolinergik
Dosis : 0,04-0,08 mg/kgBB Dosis : 0,005 mg/kgBB
Sediaan : 0,5 mg/ml (1 ampul =1 ml) Sediaan : 0,25 mg/ml (1 ampul =1 ml)
Onset : 1 menit Onset : 2-4 menit
Durasi : 20-30 menit Durasi : 4 jam
Efek Samping : bradikardi Efek Samping : takikardi, mulut
kering, midriasis
Dosis untuk vagolitik : 0,5 mg
Mohon saran
dan masukan
Terima kasih