Anda di halaman 1dari 9

BAB 46

AUDIT SIKLUS PERSEDIAAN DAN


PERGUDANGAN
KELOMPOK 13
Pendapat lain mengenai persediaan mempunyai keistimewaan.
Kesitimewaan ini adalah sebagai berikut :
1. Dalam beberapa industry dan entitas persediaan barang merupakan
akun terbesar dalam laporan posisi keuangan.
2. Persediaan bisa ditempatkan di lokasi yang berbeda dan berjauhan
3. Persediaan tidak selalu bisa diamati , apalagi dihitung oleh auditor
4. Persediaan tertentu membutuhkan keahlian yang tidak dimiliki
auditor
5. Ada berbagai standar akuntansi yang dapat dipilih untuk menilai
bermacam persediaan.
• Siklus persediaan dan pergudangan dapat dibanyangkan terdiri atas
dua system:
1. system yang menangani arus persediaan secara fisik.
2. system yang menangani biaya atau pembebanan biaya.
• Siklus persediaan dan pergudangan terdiri atas 6 fungsi bisnis :
1. Pemrosesan order atau pesanan pembelian barang
2. Penerimaan barang yang dipesan
3. Pergudangan bahan baku
4. Pemrosesan barang bervariasi dari perusahaan ke perusahaan.
5. Pergudangan barang jadi
6. Pengiriman barang.
FRAUD DALAM PERSEDIAAN
• Akun persediaaan memang sarat fraud . Beberapa contoh :
1. Mckesson & Robbins. Inc
2. ZZZZ Best Company. Inc, memanipulasi laporan keuangan dan kontrak
kontrak restorasi fiktif.
3. Phar Mor, Inc – ada lima gugatan terhadap auditor (Coopers & Lybrand),
semuanyaberkaitan dengan prosedur audit persediaan
4. Crazie Eddie. Inc , membesar – besarkan persediaan untuk membesar –
besarkan pendapatan dan laba.
• Ada suatu prosedur sederhana, yang pada hari ini disebut prosedur
audit substantive analitikal, yang dipraktikkan oleh para auditor
belanda sekitar perang dunia kedua. Dengan sebutan Goderen
beweging, Namun sebelumnya kita lihat ISA 501.
ISA 501 – BUKTI AUDIT UNTUK PERSEDIAAN
• Manajemen melakukan perhitungan persediaan barang sekurang
kurangnya setahun sekali sebagai dasr penyusunan laporan keuangan.
Perhitungan ini disebut physical inventory count di Indonesia dikenal
sebagai stock upname .
• ISA 501 berisi standar mengenai bukti audit untuk item tertentu .
Berikut ini kutipan ISA 501 untuk persediaan barang.
• Kewajiban auditor yang diatur ISA 501 (alinea 4 sampai dengan 5)
1. Jika persediaan barang merupakan bagian yang material dalam laporan keuangan auditor wajib
memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat mengenai eksistensi dan kondisi persediaan itu dengan:
a) Menghadiri stock opname, kecuali jika tidak praktis. Ketika menghadiri stock opname, auditor melakukan :
i. Evaluasi instruksi manajemen dan prosedur pencatatan dan pengendalian hasil stock upname;
ii. Amati kinerja prosedur manajemen mengenai stock upname;
iii. Lakukan inspeksi atas persediaan barang; dan
iv. Lakukan uji perhitungan (test counts); dan
b) Melaksanakan prosedur audit atas catatan persediaan barang untuk menentukan apakah catatan tersebut mencerminkan secara
akurat hasil stock upname
2. Jika stock upname dilakukan pada tanggal yang bukan tanggal laporan keuangan, auditor wajib, disamping
kewajiban pada butir 1 diatas, melaksanakan prosedur untuk memperoleh bukti audit mengenai apakah
perubahan dalam persediaaan barang antara tanggal stock upname dan tanggal laporan keuangan dicatat
dengan benar.
3. Jika auditor tidak dapat menghadiri stock upname karena hal hal tidak terduga auditor wajib melakukan
stock upname atau mengamati stock upname pada tanggal lain, dan melaksanakan prosedur audit atas
transaksi di antara kedua tanggal , yakni tanggal stock upname yang sebenarnya dan tangggal lain.
4. Jika kehadiran pada saat saat stock upname tidak praktis, auditor wajibnmelaksanakan prosedur audit lain
untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat mengenai eksistensi dan kondisi persediaan barang.
Jika auditor tidak mungkin melaksanakan prosedur audit lain auditor wajib memodifikasi opini dalam
laporan auditor sesuai ISA 705.3
5. Jika persediaan barang yang disimpan dan diawasi pihak ketiga merupakan bagian yang material dalam
laporan keuangan , auditor wajib memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat mengenai eksistensi dan
kodisipersediaan itu dengan melaksanakan salah satu atau kedua hal berikut.
a) Minta konfirmasi dari pihak mengenai kuantitas dan kondisi persediaan yang disimpan untuk entitas
b) Lakukan inspeksi atau persediaan barang atau prosedur audit lainnya yang tepat dalam situasi yang dihadapi
Hal- hal penting yang harus diperhatikn dalam melaksanakan butir –butir di
atas ( ketika merencanakan akan hadir pada stock upname atau ketika
merancang dan melaksanakan prosedur audit untuk butir 1 samapai dengan
5), misalnya :
1. Risiko salah saji material dalam persediaan
2. Kuat/lemahnya pengendalian internal atas persediaan
3. Apakah ada prosedur yang memadai dan instruksi instruksi dari manajemen yang
tepat untuk stock upname
4. Penjadwalan dari stock upname. Dekat/jauh dari tanggal laporan keuangan?
5. Apakah entitas menggunakan perpetual inventory system yang mencatat setiap
perubahan persediaan pada saat terjadinya.
6. Lokasi dimana persediaan di simpan , jika ditempatkan lokasi yang berbeda. Faktor
– factor yang menentukan pemilihan lokasi: materialitas dari persediaan di lokasi
yang berbeda dan risiko salah saji yang material arena perbedaan lokasi. ISA 6004
mengatur keterlibatan auditor lain dalam menghadiri stock upname di lokasi
terperinci.
7. Apakah bantuan tenaga ahli diperlukan ? Ini diatur dalam ISA 6205
GOEDEREN BEWEGING
• Adalah istilah dari bahsa belanda , dan digunakan para akuntan publikyang dilatih di era sekitar
proklasmasi kemeredekaan
• Secara harfiah goerden beweging berarti pergerakan ( atau gerak gerik) yang tidak lain adalah
arus barang , yakni mutasi pertambahan barang dan pengurangan barang yang mencerminkan
perubahan persediaan awal menjadi persediaan akhir.
• Teknik audit Goederen Berweging (selanjutnya disebut teknik audit arus barang. Disingkat arus
barang) berkaitan dengan salah satu dari dua system dalam siklus persediaan, yang telah disebut
di atas , yakni system arus persediaan secara fisik dan system pembebanan biaya.
• Teknik yang digunakan : auditor menggunakan data kuantitassaja dan mengabaikannilai rupiahnya
• Perhitungan dalam rupiah disesuaikan dengan metode seperti fifo, lifo dan rata-rata.
• Kesimpulan Goederen Beweging :
1. Konsep ini sangat sederhan untuk digunakan auditor
2. Teknik ini bias digunakan pada entitas UKM dan SPBU (dalam audit)
3. Jika terjadi perubahan harga teknik ini harus didukung dengan prosedur terpisah.
TERIMAKASIH