Anda di halaman 1dari 21

Parkinson’s Disease

Tressy A. Padahana
102010233
A7
PENDAHULUAN
Skenario 3
♂ 62thn datang ke poliklinik diantar keluarganya
dgn keluhan kedua tangan gemetar sejak 1 thn
lalu. Pasien merasakan kedua tangan gemetar saat
pasien tidak menggerakan tangan, namun Identifikasi Istilah
menghilang saat beraktivitas dan saat tidur. Pasien -
merasa badan semakin kaku, berjalan semakin
lambat, dan postur tubuh semakin membungkuk
serta bicara semakin tidak jelas.

Hipotesis
Os diduga menderita
Rumusan Masalah penyakit Parkinson
♂ 62thn dgn keluhan kedua
tangan gemetar sejak 1 thn lalu.
Mind Map
13. Pencegahan 1. Anamnesis

12. Prognosis 2. P. Fisik

11. Komplikasi Rumusan Masalah 3. P. Penunjang


♂ 62thn dgn keluhan
kedua tangan gemetar
10. Tata Laksana sejak 1 thn lalu. 4. DD

9. Gejala Klinis 5. WD

8. Patofisiologi 7. Epidemiologi 6. Etiologi


PEMBAHASAN
 Anamnesa
 Identitas pasien
 Terarah dan sesuai dengan keluhan utama (KU)
 KU  kedua tangan gemetar.
 Sejak kapan mengalami KU?
 Ada pencetusnya atau tdk?
 Ada gejala penyerta lain?
 Ada riwayat penyakit lain?
 Sudah pernah berobat atau belum?
Lanjutan...
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi: kesadaran, kondisi fisik.
Diperhatikan sikap, bentuk, ukuran tubuh, dan ada
tidaknya gerakan abnormal yang tidak terkendali.
Tanda-tanda Vital (TTV)
Palpasi:
Pemeriksaan gerakan pasif
Pemeriksaan gerakan aktif
Pemeriksaan koordinasi gerak
Lanjutan...
Pemeriksaan Penunjang
– Tidak ada pemeriksaan laboratorium atau
pencitraan yang dapat memastikan diagnosis
parkinson. Tujuan pemeriksaan tersebut untuk
menyingkirkan diagnosis banding.
– Pemeriksaan pencitraan yang dipakai untuk
membantu menegakkan diagnosis parkinson
adalah Positron Emission Tomography (PET) dan
Single Photon Emission CT (SPECT).
Lanjutan...
Diagnosa Banding
♪ Parkinson sekunder
• Parkinson sekunder mirip dengan penyakit Parkinson,
tetapi disebabkan oleh obat-obatan tertentu atau
penyakit lain. Istilah "parkinson" mengacu pada setiap
kondisi yang melibatkan jenis perubahan gerakan
terlihat pada penyakit Parkinson.
Lanjutan...
Diagnosa Banding
♪ Parkinson’s Plus
• Beberapa gangguan neurodegenerative primer yang
memiliki beberapa gejala yang sama, seperti
bradykinesia, kekakuan, tremor.
• Gangguan ini memiliki presentasi klinis yang kompleks
yang mencerminkan degenerasi pada sistem saraf yang
berbeda.
Diagnosa Kerja
Penyakit Parkinson
Gangguan neurologis yang paling umum, yang
mempengaruhi sekitar 1% dari orang yang lebih tua dari
60 tahun.
Ada 2 temuan neurophatologic utama: hilangnya
neuron dopaminergik berpigmen di subtansia nigra pars
compacta (SNPC) dan adanya badan Lewy.
Sebagian besar kasus penyakit Parkinson idiopatik (IPD)
yang hyphothesized disebabkan oleh kombinasi faktor
genetik dan lingkungan.
Etiologi
– Umur (proses menua)
• Terdapat suatu tanda reaksi mikroglial pada neuron
yang rusak dan tanda ini tidak terdapat pada proses
menua yang normal.
– Faktor lingkungan
• Faktor lingkungan sebagai penyebab terjadinya bahan-
bahan beracun seperti carbon disulfide, manganese,
dan pelarut hidrokarbon yang menyebabkan Sindrom
Parkinson; demikian juga pasca ensefalitis.
– Ras
• Angka kejadian lebih tinggi pada orang kulit putih.
Epidemiologi
Penyakit Parkinson tersebar luas di seluruh dunia,
dapat dialami baik pria maupun wanita dalam
perbandingan yang hampir sama.
Prevalensi meningkat secara tajam pada kisaran
usia 65 hingga 90 tahun.
Kurang lebih 0,3% dari seluruh populasi dan 3%
manusia dengan usia diatas 65 tahun terkena
Parkinson disease.
Patofisiologi
– Sel-sel saraf pada ganglia basalis mengalami
kemunduran sehingga pembentukan dopamin
berkurang dan hubungan dengan sel saraf dan
otot lainnya juga lebih sedikit
– Karena dopamin berperan pada motorik sehingga
terjadi gangguan gerak.
 Gejala Klinis
– Tremor saat istirahat
– Tremor yang tertahan saat istirahat
– Tremor saat gerak disamping adanya tremor istirahat
– Kedipan mata berkurang
– Wajah seperti topeng
– Hipofonia (suara kecil)
– Cara berjalan: langkah kecil – kecil
– Kegelisahan motorik (sulit duduk atau berdiri)
– Rasa kaku
– Sulit memulai gerak
– Rasa kaku saat berjalan dan berputar mengikuti garis
– Rasa kaku pada berbagai kegiatan lain (bicara) dan menulis
– Liur menetes
Tata Laksana
• Medikamentosa
• Levodopa  pengobatan utama untuk penyakit
parkinson.
– Mengurangi tremor, kekakuan otot dan memperbaiki gerakan
• Dopamine agonists  Bromocriptine, Pergolide,
Pramipexole,
– Diberikan pada awal pengobatan
– Sering kali ditambahkan pada pemberian levodopa untuk
meningkatkan kerja levodopa atau diberikan kemudian ketika
efek samping levodopa menimbulkan masalah baru.
 Tata Laksana
– Bentuk Sediaan, Dosis, dan Aturan Pakai:
• Bentuk sediaan:
– Tablet immediet release (Sinemet)
» 10/100: Carbidopa 10 mg dan levodopa 100 mg.
» 25/100: Carbidopa 25 mg dan levodopa 100 mg.
» 25/250: Carbidopa 25 mg dan levodopa 250 mg.
– Tablet immediet release (tablet kunyah) (ParcopaTM)
» 10/100: Carbidopa 10 mg dan levodopa 100 mg (mengandung
fenilalanin 3.4 mg /tablet; rasa mint).
» 25/100: Carbidopa 25 mg dan levodopa 100 mg (mengandung
fenilalanin 3.4 mg /tablet; rasa mint).
» 25/250: Carbidopa 25 mg dan levodopa 250 mg (mengandung
fenilalanin 8.4 mg /tablet; rasa mint).
– Tablet sustained release (Sinemet CR)
» Carbidopa 25 mg dan levodopa 100 mg.
» Carbidopa 50 mg dan levodopa 200 mg.
Tata Laksana
– Dosis dan aturan pakai:
• Dosis awal 125-500 mg/hari dalam dosis terbagi setelah
makan.
 Tata Laksana
• Nonmedikamentosa
• Edukasi
• Terapi fisik
– Peregangan
– Latihan jalan
• Terapi okupasi.
– Memberikan program yang ditujukan terutama dalam hal
pelaksanaan aktivitas kehidupan sehari-hari .
• Terapi wicara.
– Latihan ini dapat membantu memperbaiki volume berbicara , irama
dan artikulasi.
• Psikoterapi
– Membuat program dengan melakukan intervensi psikoterapi
setelah melakukan asesmen mengenai fungsi kognitif , kepribadian
, status mental ,keluarga dan perilaku.
Komplikasi
– Komplikasi terbanyak dan tersering dari penyakit
Parkinson yaitu demensia, malnutrisi dan trauma
karena jatuh
Prognosis
– Umumnya baik dengan terapi yang tepat,
kebanyakan pasien parkinson dapat hidup
produktif beberapa tahun setelah diagnosis.
Pencegahan
– Hindari trauma;
– Meningkatkan latihan fisik dan aktivitas mental;
– Hindari kegiatan di luar ruangan jika cuaca panas;
– Mengenakan sesuatu yg sederhana;
– Memiliki cara makan yg benar;
– Menjaga kesehatan untuk menghindari infeksi.
PENUTUP
 Kesimpulan
Parkinson (paralysis agitans) atau sindrom Parkinson
(Parkinsonism) merupakan suatu penyakit atau
sindrom yang disebabkan oleh gangguan pada
ganglia basalis akibat penurunan atau tidak adanya
pengiriman dopamine dari substansia nigra ke
globus palidus/neostriatum (striatal dopamine
deficiencial). Gangguan yang terjadi mengalami
progress hingga terjadi total disabilitas, sering
disertai dengan ketidakmampuan fungsi otak
general. Perluasan gejala berkurang dan lamanya
gejala terkontrol sangat bervariasi.
TERIMA KASIH
