Anda di halaman 1dari 15

Hubungan Sistem

Pencernaan Dengan Sistem


Reproduksi Wanita
Mulut

• Gusi hiperemi, berongga, dan


membengkak.
• Gusi cenderung mudah berdarah karena
kadar estrogen yang meningkat
menyebabkan peningkatan vaskularitas
selektif dan poliferasi jaringan ikat
(gingivitis tidak spesifik).
• Tidak ada peningkatan sekresi saliva.
Namun, wanita mengeluhkan ptialisme
(kelebihan saliva) perasaan ini diduga
akibat wanita secara tidak sadar jarang
menelan saat merasa mual.
Gigi

• Wanita hamil memerlukan sekitar 1,2 g


kalsium dan fosfor dalam jumlah yang kira-kira
sama setyiap hari selama ia hamil.
• Kebutuhan kalsium dan fosfor ini lebih tinggi
sekitar 0.4 g daripada kebutuhan saat ia tidak
hamil.
• Diet yang seimbang memenuhi kebutuhan ini.
Namun, defisiensi diet yang berat dapat
mengurangi simpanan unsur-unsur ini di
dalam tulang, tetapi tidak menarik kalsium dari
giginya.
• Demineralisasi gigi tidak terjadi selama masa
hamil.
Nafsu Makan
• Nafsu makan berubah selama ibu hamil.
• Pada trimester pertama sering terjadi penurunan nafsu makan
akibat mual (nausea) dan / atau muntah (vomitus).
• Wanita yang merasa mual sering mengatakan keletihan
daripada mereka yang tidak mual, namun wanita yang
merasa mual berat mengatakan keletihan yang lebih berat.
• Gejala ini muncul pada sekitar setengah jumlah kehamilan
dan merupakan akibat perubahan pada saluran cerna dan
peningkatan kadar hCG dalam darah.
• Pada trimester kedua, nausea dan vomitus lebih jarang dan
nafsu makan meningkat.
• Peningkatan nafsu makan ini memenuhi kebutuhan untuk
pertumbuhan janin.
Esofagus, Lambung, dan Usus Halus
• Pada sekitar 15% sampai 20% wanita hamil, heniasi bagian atas
lambung (hiatus hernia) terjadi setelah bulan ke tuijuh atau ke
delapan kehamilan.
• Keadaan ini disebabkan pergeseran lambung keatas, yang
menyebabkan hiatus diafragma melebar. Kondisi ini lebih sering
terjadi pada wanita multi para, wanita yang gemuk, atau wanita yang
lebih tua.
• Peningkatan produksi estrogen menyebabkan penurunan sekresi
asam hydrochloride.
• Peningkatan produksi progesterone menyebabkan tonus dan
motilitas otot polos menurun, sehingga terjdi regergitasiesofagus,
peningkatan waktu pengosongan lambung, dan peristalsis balik.
• Akibatnya, wanita “tidak mampu mencerna asam” atau mengalami
nyeri ulu hati (pirosis).
• Sebagai respons terhadap peningkatan kebutuhan selama masa
hamil, besi siap di absorpsi di usus halus. Pada umumnya, jika
individu kekurangan besi, absorpsi meningkat.
• Peningkatan progesterone yang menyebabkan kehilangan
tonus otot dan penurunan peristaltis menyebabkan absorpsi
air di usus besar meningkat sehingga dapat terjadi
konstipasi.
• Selain itu, konstipasi merupakan akibat perlambatan usus,
pilihan makanan yang tidak lazim, kurang cairan, distensi
abdomen akibat kehamilan, dan pergeseran khusus akibat
kompresi.
• Hemoroid (varises vena di rectum dan anus) dapat semakin
menonjol keluar atu berdarah saat buang air besar.
• Kebiasaan buang air tipe khas tinja terbentuk pada awal
kehidupan.
• Variasi akan diperhatikan dan dapat dipersepsikan sebagai
proses penyakit. Ileus yang melemah (melambat, pergerakan
menurun) setelah melahirkan, kehilangan cairan setelah
melahirkan dan rasa tidak nyaman di perineum menyebabkan
konstipasi berlanjut.
Kandung Empedu dan Hati
• Kandung empedu cukup sering distensi akibat
penurunan tonus otot selama masa hamil.
• Peningkatan waktu pengosongan dan pengentalan
empedu biasa terjadi.
• Gambaran ini, bersama hiperkolesterolemia ringan
akibat peningkatan kadar progesterone, dapat
menyebabkan pembentukan batu empedu selama masa
hamil.
• Fungsi hati sulit di nilai selama masa hamil, hanya
sedikit perubahan fungsi hati yang terjadi selama masa
hamil.
• Gejala-gejala yang mengganggu ini mereda segera
setelah wanita melahirkan.
Rasa Tidak Nyaman di Abdomen
• Perubahan pada abdomen yang dapat menimbulkan rasa
tidak nyaman meliputi panggul berat atau tertekan, flatulen
(pembentukan gas berlebihan dalam lambung), distensi dan
kram usus, serta kontraksi uterus.
• Selain pergeseran usus, tekanan akibat pembesaran uterus
meningkatkan tekanan vena di dalam panggul.
• Walupun kebanyakan rasa tidak nyaman diabdomen yang
merupakan konsekuensi perubahan maternal yang normal,
petugas kesehatan harus secara konstan waspada terhadap
kemungkinan gangguan, seperti obstruksi usus atau proses
peradangan.
• Apendistis mungkin sulit didiagnosa. Apendiks bergeser ke
atas dan ke arah lateral, ke tempat yang tinggi dank ke
kanan.