Anda di halaman 1dari 18

MONITORING

FUNGSI GINJAL
 ALAT UKUR UNTUK MEMONITOR
FUNGSI GINJAL.

 APLIKASI CARA MENGUKUR


FUNGSI GINJAL.

 PENGELOLAAN PENGOBATAN
KASUS PENYAKIT GINJAL.

 KESIMPULAN
PERSAMAAN COCKCROFT
DAN GAULT

VOLUME URIN
 Persamaan ini paling sering digunakan
untuk menghitung bersihan kreatinin
(creatinin clearence) atau CrCl.
 CrCl mrp pengukuran fungsi ginjal
pasien dengan perkiraan LFG
sebenarnya.
 Jmh kreatinin, usia dan BB diperlukan
untuk mengukur CrCl.
 Kreatinin mrp produk biokimia
metabolisme otot dan dieliminasi dari
tubuh melalui ginjal.
 Kadar Kreatinin normal, untuk:
 Wanita (0,6-1,2 mg/dL)
 Laki-laki (0,8-1,4 mg/dL)
 Anak-anak (0,2-1,0 mg/dL)
Keterangan:
untuk wanita= 0,85 x CrCl

Berapa CrCl seorang wanita berusia 68


tahun dengan BB 73 kg dan kreatin serum
1,8 mg/dL?
KASUS 2
Klasifikasi LFG (ml/menit Serum
per 1,73 m2) kreatinin
(µmol/L)
Ringan > 20-50 150-300
Sedang 10-20 > 300-700
Parah < 10 > 700
Ny. GD berusia 78 tahun masuk ke RS dengan BB
52 kg dan serum kreatinin pada saat dirawat inap
adalah 0,74 mg/dL. Pasien ini akan menjalankan
operasi. Setelah menjalankan operasi, pasien
merasa sangat haus padahal sudah diresepkan 1 L
infus NaCl (0,9%) selama 24 jam. Sebagai
tambahan pasien diresepkan diklofenak 75 mg 2
kali sehari dan gentamisin 120 mg (IV) 2 kali
sehari.dan ceftriaxone (1 gr per hari). Tiga hari
kmd serum kreatininnya 1,52 mg/dL.
 Pasien merasa kekurangan cairan karena
infus yang diterima dirasakan tidak cukup.
Hal ini menunjukkan adanya penurunan
fungsi ginjal.
 Pasien diresepkan diklofenak yang memiliki
ES mikrosirkulasi di ginjal.
 Pasien juga diresepkan gentamisin yang
dikenal sebagai obat nefrotoksik.
Cr Cl (mL/menit) = 140-usia [tahun]) x BB [kg]
72 x serum kreatin [mg/dL]

CrCl awal ?
CrCl sekarang?
 Pastikan pasien
menerima cukup cairan.
 Hentikan penggunaan obat
nefrotoksik.
 Hentikan penggunaan obat
diklofenak
 Gunakan GFR untuk mengukur fungsi ginjal
(Persamaan Crocksroft dan Gault).
 Pastikan keseimbangan cairan tubuh yang
dibutuhkan setelah operasi.
 Penggunaan dosis AB ditinjau kembali atau
dikurangi (see Ashley & Currie 2004. The Renal
Drug Handbook).
 Pasien yang sudah menjalankan operasi,
monitor atau cegah penggunaan OAINS.
 Monitor penggunaan obat
antihipertensi yang dapat mengganggu
aliran darah di ginjal.
 Selalu memonitor penggunaan obat2
nefrotoksik (see Ashley & Currie 2004).
 Pastikan pasien tidak menggunakan
obat yang dapat menimbulkan ESRF,
cthnya: OAINS, aminoglikosida.
 Fungsi Ginjal dapat ditentukan
dengan menggunakan persamaan
C&G dan volume urin.
 Pastikan kebutuhan cairannya
cukup dengan memasang fluid
balance chart.
 Mengontrol penggunaan obat yang
dapat menyebabkan nefrotoksik.