Anda di halaman 1dari 18

Oleh: Ricky Kartika C.N.

L
140130100111029
Nama hewan : Mumun
Jenis hewan : kucing
Ras/Breed : lokal
Warna bulu dan kulit : tri color
Jenis kelamin : Betina
Bobot badan : 2,35 kg
Umur : ± 8 bulan
Tanda khusus : Tidak ada
Kucing dibawa ke klinik pendidikan PKH UB tanggal 12
oktober 2015 untuk dilakukan operasi ovario hysterectomi
1. Persiapan Alat dan Bahan
2. Persiapan Ruang Operasi
3. Persiapan Hewan
4. Persiapan Operator
•Alat yang diperlukan dalam operasi ialah:
• Benang Poliglactin ukuran 3-0 jarum tipe
• Gunting tajam-tumpul tapper
• Gunting tajam-tajam • IV catheter Warna kuning No. 24Gx3/4
• Gunting benang • Alat cukur
• Pinset anatomis • Kain drape
• Pinset chirurgis • Perlengkapan operator (baju operasi,
penutup kepala, glove, masker)
• Scalple handle • Syringe 1 cc dan 3 cc
• Blade No. 10 • Infus set
• Towel clamp
• Needle holder
• Arteri clamp
• Alice forceps

•Alat disterilkan dengan steril dengan tekanan uap dan gas


•Gunting dan alat yang mudah tumpul disteril dengan alkohol 70%
Bahan yang dibutuhkan dalam operasi ialah:
• Kapas
• Kasa steril
• Alkohol 70%
• Povidone iodine
• NaCl (cairan infus)
• Acepromazine dosis 0.2 mg/kg BB IM
• Atropine sulfat 0.04mg/kg BB
• Xylazine 1 mg/kg BB
• Ketamin 10 mg/kg BB
• Infus RL
• Epineprin
• Amoxiyclin
• Salep mata oksitetrasiklin
 Ruang operasi dan semua peralatan yang ada di dalam
ruang operasi dibersihkan dan disterilkan terlebih
dahulu.
 Lantai dan meja operasi dibersihkan dan disterilkan
dengan desinfektan (TH4®).
 Ruang operasi terdapat penerangan yang cukup yakni
disediakan lampu operasi.
1. PERSIAPAN PREOPERASI
 Kucing dipuasakan 6-8 jam sebelum operasi.
 Dilakukan pemeriksaan fisik (PE)
 Injeksi acepromazine 0.1 mg/kg BB IM
 Daerah abdomen dilakukan pencukuran
 Injeksi premedikasi atropin sulfat 0,02 mg/kg bb SC
 Induksi anastesi dengan kombinasi xylazine 1 mg/kg bb
dan ketamin 10 mg/kg bb
 Infus NaCl 0,9%
 Hewan diposisikan rebah dorsal dan keempat kakinya
difiksasi dan dibersihkan area kulit yang akan dioperasi
 Daerah bidang sayatan yakni daerah abdomen
dibersihkan dengan Alkohol 70% dan povidone iodine.
Dikeringkan dengan kasa steril.
 Pemasangan kain drape pada daerah pembedahan
 Injeksi antibiotik ceftriaxone 22 mg/kg bb
 Injeksi NSAID ketoprofen 2mg.kg bb.
 Operator menggunakan penutup kepala, masker, baju
operasi, penutup sepatu, sarung tangan sterile.
 Kedua tangan dicuci dengan menggunakan sabun
antiseptik selama 2-3 menit, sebelum menggunakan
gloves tangan harus dikeringkan dengan kasa steril
terlebih dahulu.
 Pemasangan baju operasi dibantu oleh asisten.
 sayatan dilakukan dibawah umbilicus berjarak 1 cm
 Incisi bagian kulit ke arah linea alba hingga terlihat isi
perut.
 Organ reproduksi dikeluarkan dari rongga peritoneum
 Clamp bagian ovarium dan ligasi dibagian pedicle
ovarium serta a. ovarica
 Ligasi dilakukan dengan cara menembuskan needle
holder pada broad ligament
 Kemudian potong bagian ovarium tepat di bawah ligasi
 clamp yang ditempatkan dibagian bawah bifurcartio uteri yang
berjarak 1-1,5 cm
 ligasi terlebih dahulu a.v uterina dextra et sinistra
 Setelah dipastikan tidak ada pendarahan, Reposisi uterus dan
omentum kedalam rongga abdomen
 flushing dengan cairan NS dan semprot antibiotik vicillin
 Jahit musculus dengan benang PGA 3.0 tipe simple continous
 Semprot vicilin
 Jahit subcutan dengan benang PGA 3.0 tipe simple continous
 Jahit kulit dengan benangPGA 3.0 tipe lock stith
 Luka diberi povidone iodine dan peru balsem
 Ditutup dengan kasa dan hypavix
Hari ke 2 Hari ke 5

Hari ke 7
 VU terlalu besar Pengeluran urin ditekan
 OH saat estrus 3x ligasi, epineprin dan vitamin
K dosis 2 mg/kg BB
 Hipotermika infrared
 Stress tinggi saat injeksi obat penggantian
bentuk sedian menjadi oral (antibiotik cefixime 5
mg/kg BB, ketoprofen 1 mg/kg BB)