Anda di halaman 1dari 29

HUBUNGAN ANTARA JUMLAH TROMBOSIT, LEUKOSIT

DAN HEMATOKRIT DENGAN LAMA RAWAT INAP PADA


PASIEN DBD DI RSUD BENYAMIN GULUH KOLAKA

ANDI ADRIANA MAPPAMADENG


10542046213
Pembimbing : drg. Hj. Yayi Manggarsari, M.Kes
Penguji : drg. St. Maisarah, MARS
BAB I
A. LATAR BELAKANG

 Setiap tahun di seluruh dunia dilaporkan sekitar 500.000


penderita Demam Berdarah Dengue. World Health
Organization (WHO) mencatat negara Indonesia sebagai
negara dengan kasus demam berdarah dengue tertinggi di Asia
Tenggara.
 Berdasarkan data dari Kemenkes RI tahun 2015, tercatat
terdapat sebanyak 126.675 penderita DBD di 34 provinsi di
Indonesia dan 1.229 orang diantaranya meninggal dunia.
Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,
yakni sebanyak 100.347 penderita DBD dan sebanyak 907
penderita meninggal dunia pada tahun 2014.
Tahun 2015 merupakan tahun dengan angka penderita DBD tertinggi dalam
beberapa tahun terakhir, jumlah penderita DBD di Sulawesi Tenggara yang
dilaporkan sebanyak 1.597 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 22 orang dan
kematian tertinggi terjadi di RSUD Benyamin Guluh Kabupaten Kolaka sebanyak
8 kasus kematian.

Diagnosis penyakit DBD dan pemantauan perjalanan penyakit harus dilakukan


secara tepat dan akurat maka diperlukan berbagai pemeriksaan penunjang salah
satu diantaranya adalah pemeriksaan darah lengkap melalui pemeriksaan jumlah
trombosit, nilai hematokrit, jumlah leukosit.

Penanganan pasien DBD menghabiskan waktu yang lama dan biaya kerugian yang
relatif besar. Biaya pengobatan atau kerugian langsung dan tidak langsung yang
dikeluarkan setiap pasien rawat inap di rumah sakit dipengaruhi oleh lamanya
rawat inap.

Berdasarkan penelitian Hasri Nopianto didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh


bermakna antara jumlah trombosit dan lama rawat inap (p= 0,036), serta jumlah
leukosit (p= 0,003). Sedangkan untuk hematokrit hasil uji analisis pada penelitian
ini yaitu tidak terdapat pengaruh bermakna antara nilai hematokrit dan lama rawat
inap (p= 0,697).
B. Rumusan Masalah

“Apakah terdapat hubungan antara hasil pemeriksaan jumlah


trombosit, leukosit dan hematokrit dengan lama rawat inap
pada pasien DBD di RSUD Benyamin Guluh Kolaka” ?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan antara hasil pemeriksaan jumlah
trombosit, leukosit dan hematokrit dengan lama rawat inap
pasien DBD di RSUD Benyamin Guluh Kolaka.
a. Untuk mengetahui karakteristik data demografi
penderita Demam Berdarah Dengue di
Kabupaten Kolaka.
b. Untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan
trombosit pada penderita DBD di RSUD
Benyamin Guluh Kolaka.
Tujuan Khusus c. Untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan
leukosit pada penderita DBD di RSUD
Benyamin Guluh Kolaka.
d. Untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan
hematokrit pada penderita DBD di RSUD
Benyamin Guluh Kolaka.
e. Untuk mengetahui rata-rata lama rawat inap
pasien DBD di RSUD Benyamin Guluh
Kolaka.
`
1. Bagi penulis, menambah wawasan penulis
mengenai hubungan jumlah trombosit,
hematokrit dan leukosit dengan lama rawat inap
pasien DBD di RSUD Benyamin Guluh Kolaka.

2. Bagi masyarakat, memberikan informasi


mengenai Demam Berdarah dan hubungan nilai
laboratorium dengan lama rawat inap di Rumah
sakit pada pasien yang terinfeksi virus dengue.
Manfaat
Penelitian 3. Bagi bidang pelayanan, membantu petugas
kesehatan dalam memprediksi biaya dan lama
rawat inap pasien DBD dan memutuskan
penanganan awal terhadap penderita DBD
berdasarkan jumlah trombosit, leukosit dan
hematokritnya.
4. Bagi ilmu pengetahuan
Menambah ilmu dan pengetahuan tentang dasar
pencegahan untuk menanggulangi kasus DBD
di Kabupaten Kolaka.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kerangka Teori Infeksi Virus Dengue

Aktivasi kompleks virus-Ab

Agregasi Manifestasi Permeabilitas Perubahan


Hepatomegali
Trombosit Perdarahan vaskuler imunologi
seluler
Kebocoran
Penghancuran plasma,Hemato
trombosit oleh krit meningkat Leukopenia
RES Efusi pleura,
Asites

Trombositope Hipovolemi
nia DIC
Syok
Perdarahan
saluran cerna Anoksia Asidosis

Meninggal
Lama Rawat Inap
BAB III KERANGKA KONSEP

Pemeriksaan Lab darah rutin


Trombosit Lama Rawat
Leukosit Inap pasien
Hematokrit DBD

 Keterangan :

= Variabel independen

= Variabel dependen
Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Skala Ukur Hasil Ukur

Rentang waktu sejak


pasien masuk rumah sakit
D EFINISI O
Lama rawat inap pasien PERASIONAL DAN
untuk di opname sampai KRITERIA OBJEKTIF 1.≤ 6 hari
Menggunakan checklist Ordinal
DBD keluar atas izin dokter 2.> 6 hari
sebagaimana tercantum
dalam rekam medik

Salah satu komponen darah


yang berperan dalam 1. <100.000/µl
sistem pembekuan darah :Trombositopenia
Trombosit diukur dalam mikroliter Menggunakan checklist Ordinal 2. 100.000-
yang diperiksa pertama 350.000/µl:Trombosit
kali saat masuk rumah normal
sakit

Jumlah sel darah putih


1. <4.000/mm3 :
yang berfungsi untuk
Leukopenia
pertahanan tubuh melawan
Leukosit Menggunakan checklist Ordinal 2. 4.000 -
infeksi yang diperiksa
10.000/mm3:Leukosit
pertama kali saat masuk
normal
rumah sakit

Nilai yang
menggambarkan proporsi
volume sampel darah 1.35%-45% : Hct normal
Hematokrit dengan sel darah merah Menggunakan checklist Ordinal 2. <35%: Hct menurun
diukur dalam persen yang
diperiksa pertama kali saat
masuk rumah sakit.
Hipotesis

 Hipotesis Null (H0) : Tidak terdapat hubungan antara jumlah


trombosit, leukosit dan hematokrit dengan
lama rawat inap pasien DBD di RSUD
Benyamin Guluh Kolaka.

 Hipotesis Alternatif : Terdapat hubungan antara jumlah trombosit,


leukosit dan hematokrit dengan lama rawat
inap pasien DBD di RSUD Benyamin Guluh
Kolaka.
BAB IV METODE PENELITIAN

 Desain Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik .
Desain penelitian yang akan digunakan adalah studi
cross sectional.

 Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah
Benyamin Guluh Kolaka pada bulan November 2016.
 Populasi dan Sampel

Populasi
 Populasi target : pasien demam berdarah dengue di RSUD
Benyamin Guluh Kolaka.
 Populasi terjangkau : Pasien demam berdarah dengue di
RSUD Benyamin Guluh Kolaka yang dirawat inap tahun
2015.
Sampel
Sampel yang digunakan yaitu pasien DBD di RSUD Benyamin
Guluh Kolaka tahun 2013-2015 yang memenuhi kriteria inklusi
dan kriteria eksklusi.
Kriteria Inklusi dan eksklusi

1. Dikatakan menderita demam


berdarah dengue oleh dokter di
rumah sakit sesuai dengan
Kriteria kriteria diagnosis DBD.
Inklusi 2. Mendapat pelayanan rawat inap.
3. Terdapat hasil pemeriksaan
laboratorium khususnya
trombosit, leukosit dan
hematokrit.

1. Pasien yang menderita penyakit


Kriteria penyerta lainnya (penyakit penyulit,
Eksklusi komplikasi, congenital, dsb)
2. Pasien rawat inap pulang atau
permintaan sendiri (PAPS).
 Rumus Besar Sampel
 Besar sampel dalam penelitian ini berdasarkan rumus cross-sectional
:
 n=

 Keterangan
 n : besarnya sampel minimal
 Zα : Deviat baku alfa pada derajat kepercayaan 95% yaitu
sebesar 1,960. Kesalahan tipe I ditetapkan sebesar 5%
hipotesis dua arah.
 Zβ : Deviat baku beta pada derajat kepercayaan 95% yaitu
sebesar 1,645. Kesalahan tipe II ditetapkan sebesar 5%
hipotesis dua arah.
 P2 : proporsi kategori variabel yang diteliti ( Angka insiden
DBD per 100.000 penduduk di Indonesia tahun 2015
(Sulawesi tenggara) = 64,7 = 65%)8
 P : Proporsi rata-rata ((P1 + P2)/2)
 P1 – P2 : Selisih proporsi minimal yang dianggap bermakna yaitu
0,2
 P1 – P2 = 0,2
 P2 = 0,65
 Q2 = 1 – P2 = 1 – 0,65 = 0,35
 P1 = 0,2 + P2 = 0,2 + 0,65 = 0,85
 Q1 = 1 – P1 =1 – 0,85 = 0,15
 P = (P1 + P2)/2 = (0,85 + 0,65)/ 2 = 0,75
 Q = 1 – P = 1 – 0,75 = 0,25
 Sehingga,
n=

 n=

n=
n= n= = 118.37 = 119 Sampel
 Analisis data
Data yang diperoleh melalui penelitian ini akan diolah
menggunakan program Statistical Product and Service
Solution (SPSS) 23,0 For Windows dan dianalisis
dengan menggunakan:
 Analisis Univariat

 Analisis Bivariat

 Instrumen Pengumpulan Data


Alat pengumpul data dan instrumen penelitian yang
dipergunakan dalam penelitian ini yaitu tabel-tabel
tertentu untuk merekam atau mencatat data yang
dibutuhkan dari rekam medik.
Penyajian Data

Editing memeriksa kelengkapan data, memperjelas serta


melakukan pengolahan terhadap data yang dikumpulkan

Coding memberikan kode angka pada atribut variabel agar lebih


mudah dalam analisa data.

Tabulating data dihitung, melakukan tabulasi untuk masing-masing


variabel.
Transfering yaitu memindahkan data dari media kepada master
tabel.

Cleaning yaitu pembersihan data yang telah terkumpul di cek


terlebih dahulu agar tidak terdapat data yang tidak perlu.

Entry yaitu pemasukan data dalam program computer untuk proses


analisis data.
 Etika Penelitian
 Menyertakan surat pengantar yang dirujukan kepada
pihak pemerintah setempat sebagai permohonan izin
untuk melakukan penelitian.
 Anonimus. Subjek akan diperlakukan secara anonimus.

 Confidentiality. Berusaha menjaga kerahasiaan identitas


pasien yang terdapat pada rekam medik, sehingga
diharapkan tidak ada pihak yang merasa dirugikan atas
penelitian yang dilakukan.
 Diharapkan penelitian ini dapat memberi manfaat kepada
semua pihak yang terkait sesuai dengan manfaat
penelitian yang telah disebutkan sebelumnya.
PROSEDUR/ALUR PENELITIAN
Populasi terjangkau pasien DBD yang menjalani rawat
 inap di RSUD Benyamin Guluh Kolaka

Simple random
Instalasi rekam medis sampling dengan
memperhatikan
kriteria inklusi dan
Rekam medis pasien DBD eksklusi
du RSUD Benyamin Guluh
Kolaka

Data jumlah
trombosit, leukosit,
hematokrit, lama Analisis data
rawat inap
BAB V
HASIL PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
 Rumah Sakit Benyamin Guluh
Kab. Kolaka terletak
di Kel.Lamokato, Kec.Kolaka,
Kab.Kolaka, Provinsi Sulawesi
Tenggara, tepatnya di jalan
Dr.Sutomo No.1. Rumah Sakit
Benyamin Guluh Kab. Kolaka
di bangun pada tahun 1979.
 Rumah Sakit ini adalah Rumah
Sakit Tipe C yang merupakan
pusat rujukan pasien yang
berasal dari unit-unit
pelayanan kesehatan dari
seluruh kecamatan di
Kabupaten Kolaka dan
sekitarnya.
B.Hasil Penelitian
a.Analisis Univariat
1.Distribusi Subjek Berdasarkan Karakteristik Demografi
Jumlah

No Variabel Subgroup N persentase

(%)

Balita (≤ 5 tahun) 25 21

1 Umur Anak-anak (6-18 tahun) 89 74,8

Dewasa (>18 tahun) 5 4,2

Laki-laki 68 57,1
2 Jenis Kelamin
Perempuan 51 42,9

Dalam kota 73 61,3


3 Asal Daerah
Luar kota 46 38,7

Sumber : Unit rekam Medik RSUD Benyamin Guluh Kab.Kolaka


2.Distribusi Subjek Berdasarkan Karakteristik Klinik

No. Lama rawat inap Jumlah

1 3 hari 1 orang

2 4 hari 5 orang

3 5 hari 7 orang

4 6 hari 16 orang

5 7 hari 38 orang

6 8 hari 26 orang

7 9 hari 8 orang

8 10 hari 4 orang

9 11 hari 7 orang

10 12 hari 7 orang

Jumlah total 119 orang

Rata-rata lama rawat inap 7 hari


Jumlah

No Variabel Subgrup n persentase

(%)

≤ 6 hari (Memendek) 29 24,4

1 Lama rawat inap

>6 hari (memanjang) 90 75,6

Hipotermi <36,5̊ c 20 16,8

2 Suhu tubuh Normal 36,5-37,5̊c 23 19,3

Demam/Hipertermi>37,5̊c 76 63,9

Sumber : Unit rekam Medik RSUD Benyamin Guluh Kab.Kolaka


3. Distribusi Subjek Berdasarkan Karakteristik Laboratorium
Jumlah
No Variabel Subgrup n
persentase (%)

<100.000(Trombositopenia) 113 95

1 Trombosit

>100.000(Normal) 6 5

<4.000(Leukopenia) 41 34,5
2 Leukosit

>4.000(Normal) 78 65,5

<35% (Ht rendah) 36 30,3%


3 Hematokrit

>35% (Normal) 83 69,7

 Sumber : Unit rekam Medik RSUD Benyamin Guluh Kab.Kolaka


b. Analisis Bivariat
Hubungan Antara Kadar Trombosit, Leukosit dan Hematokrit Dengan Lama Rawat Inap Pasien
DBD RSUD Benyamin Guluh

Lama rawat inap

> 6 hari P
Variabel Nilai ≤ 6 hari (memendek) OR
(memanjang) value

N % N %

Trombosit <100.000 24 21,2 89 78,8


0,003 0,054

>100.000 5 83,3 1 16,7

Leukosit <4.000 5 12,2 36 87,8

0.025 0,313
>4.000 24 30,8 54 69,2

<35% 7 19,4 29 80,6

Hematokrit 0,410 0.669


>35% 22 26,5 61 73,5

Sumber : Unit rekam Medik RSUD Benyamin Guluh Kab.Kolaka


 Kekuatan Hubungan Asosiasi Antara Masing-Masing
Variabel Uji Bivariat.

Hubungan
P value OR CI (%)
Antara variable

Kadar Trombosit

dengan lama 0,003 0,054 0,006-0,484

rawat inap

Kadar Leukosit

dengan lama 0.025 0,313 0,109-0,895

rawat inap

Kadar Hematokrit

dengan lama 0,410 0.669 0,257-1,745

rawat inap

 Sumber : Unit rekam Medik RSUD Benyamin Guluh Kab.Kolaka


BAB VI
PEMBAHASAN

 Hubungan antara trombosit, leukosit dan hematokrit


dengan lama rawat inap
 Hubungan trombositopenia dengan lama rawat inap
memanjang atau >6 hari pada penelitian ini bermakna (p
= 0,003). Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang
dilakukan Simon Sumanto didapatkan hasil ada
hubungan bermakna antara jumlah trombosit dan
lama rawat inap. Sedangkan berdasarkan Studi yang
dilakukan oleh Nikodemus Siregar didapatkan hasil
bahwa terdapat hubungan yang sangat lemah (tidak
bermakna) antara jumlah trombosit dengan lama rawat
inap.
 Hubungan jumlah leukosit dengan lama rawat inap pada
penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna (p= 0,025).
Mengingat bahwa pada penelitian ini pengambilan sampel
dimulai pada hari pertama sedangkan penghitungan leukosit
bergantung pada awitan perjalanan penyakit. Leukopenia biasa
muncul pada fase hari ke tiga dan kembali normal pada fase
penyembuhan.

 Hasil uji analisis pada penelitian ini yaitu tidak terdapat


pengaruh bermakna antara nilai hematokrit dan lama rawat
inap (p= 0,410). Hal ini menunjukkan secara tidak langsung
bahwa pasien DBD yg menjalani rawat inap sebagian besar
pada awal rawat inap masih memiliki nilai hematokrit yang
normal. Tidak terjadinya peningkatan hematokrit semata-mata
disebabkan peningkatan hematokrit dibandingkan dengan
laboratorium sebelumnya biasanya terjadi mulai hari ke 3.