Anda di halaman 1dari 26

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DERAJAT


INFEKSI PADA PASIEN RAWAT INAP DEMAM
BERDARAH DENGUE (DBD) DI RSUD ANWAR
MAKKATUTU BANTAENG

DEWI NURFADILAH
NIM 105 42 0473 13

Pembimbing : dr. A. Salsa Anggaraeni, M. Kes


Latar Belakang

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Lanjutan
Jumlah penderita DBD di IR penderita DBD per 100.000
Indonesia penduduk di Sulawesi Selatan
140000
60
120000
50
100000
40
80000
60000 30

40000 20

20000 10
0 0
2012 2013 2014 2015 2012 2013 2014 2015
Jumlah IR penderita DBD per
penderita DBD 90245 112511 100347 126675 100.000 penduduk di 28.01 50.81 34.59 46.64
di Indonesia
Sulawesi Selatan

Jumlah penderita DBD di Kab.Bantaeng


200
150
100
50
0
2012 2013 2014
Jumlah penderita
DBD di 12 139 164
Kab.Bantaeng
Rumusan Masalah
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi derajat infeksi
pada pasien rawat inap Demam Berdarah Dengue (DBD) di
RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng?

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Tujuan Penelitian
Tujuan umum :
Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi derajat
infeksi pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Anwar
Makkatutu Bantaeng.

Tujuan khusus : 4. Untuk mengetahui pengaruh usia


1. Untuk mengetahui pengaruh usia Untuk mengetahui pengaruh jumlah
terhadap derajat infeksi leukosit terhadap derajat infeksi
2. Untuk mengetahui pengaruh jenis 5. Untuk mengetahui pengaruh nilai
kelamin terhadap derajat infeksi hematokrit terhadap derajat infeksi
3. Untuk mengetahui pengaruh 6. Mengetahui kajian Islam tentang
jumlah trombosit terhadap derajat kejadian yang berkaitan dengan demam
infeksi berdarah dengue.

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Kerangka Teori
Infeksi Virus Dengue

Host Agent (DEN1-4) Lingkungan


Karakeristik
Vektor (Nyamuk (Curah hujan tinggi,
Individu: Usia, Jenis
Aedes aegypti, Aedes genangan air, gantungan
Kelamin, Status Gizi,
Albopictus) baju, tempat air tidak
Imunitas, Ras
tertutup)

Demam Berdarah Dengue Status Penyakit


-Klinis
(DD/DBD/DSS)
Derajat Infeksi Dengue
-Laboratorium :
trombosit, leukosit,
hematokrit
Tatalaksana

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Kerangka Konsep
Usia

Jenis Kelamin

Jumlah Trombosit Derajat Infeksi

Jumlah Leukosit

Nilai Hematokrit

Variabel bebas Variabel terikat

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Metodologi Penelitian
Jenis dan Rancangan Penelitian : Lokasi dan Waktu Penelitian :
Penelitian deskriptif analitik Instalasi rekam medis RSUD Anwar
dengan desain cross sectional Makkatutu Bantaeng pada bulan
dengan pendekatan retrospektif November-Desember 2016
Populasi dan Sampel :
1. Populasi
Populasi Target
Populasi target dari penelitian ini adalah pasien yang terdiagnosis demam berdarah
dengue.
Populasi Terjangkau
Populasi terjangkau dari penelitian ini adalah pasien DBD yang dirawat inap di RSUD
Anwar Makkatutu Bantaeng.
2. Sampel
Sampel penelitian ini adalah pasien DBD yang dirawat inap di RSUD Anwar
Makkatutu Bantaeng tahun 2015-2016 yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria
eksklusi.

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Besar sampel ditentukan dengan rumus
besar sampel analitis kategorik tidak
Kriteria Inklusi dan Eksklusi berpasangan sebagai berikut :
Kriteria Inklusi
1. Pasien dinyatakan terdiagnosis
demam berdarah dengue oleh
dokter di rumah sakit sesuai kriteria
diagnosis DBD. Berdasarkan hasil dari rumus tersebut
2. Memperoleh pelayanan rawat inap didapatkan jumlah sampel minimal
di rumah sakit. sebanyak 95 orang.
Kriteria Eksklusi
Pasien DBD dengan rekam medis
rusak, tidak terbaca, atau tidak
lengkap.

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Alur Penelitian
Populasi terjangkau pasien 1. Editing
rawat inap DBD 2. Coding
3. Tabulating
4. Transfering
Data sekunder : data rekam
medis 5. Cleaning
6. Entry

Data usia, jenis kelamin, jumlah


trombosit, leukosit, hematokrit Analisa Data

1. Analisis Univariat
Ceklist pengumpulan 2. Analisis Bivariat (chi square)
Jika nilai p > 0,05 maka
hipotesis penelitian ditolak
Jika nilai p < 0,05 maka
Pengolahan data hipotesis penelitian diterima

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Gambaran Umum
• Tempat diadakan penelitian
adalah RSU Anwar Makkatutu
yang terletak di kabupaten
Bantaeng yang beralamat di jalan
Teratai No. 20 Kabupaten
Bantaeng.
• Populasi : Pasien Rawat Inap di
RSUD Anwar Makkatutu
Bantaeng Tahun 2015-2016
• Sampel : Pasien Rawat Inap
yang terdiagnosis DBD dan
memenuhi kriteria inkluasi dan
eksklusi sebanyak 127 orang

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Analisis Variabel
Distribusi sampel penderita DBD yang dirawat inap di RSUD Anwar
Makkatutu Tahun 2015-2016 dengan total 127 penderita

Usia

Perempuan Laki-laki,
≤ 15, 51 62
, 65 51%
60%
>15, 76

Jenis Kelamin
BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI
Kadar Trombosit

<100.000, <4.000
43 , 47
66% 63%
≥4.000,
≥100.000,
84 80
>42,
27
79% Kadar Leukosit

≤42,
100

Kadar Hematokrit

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Derajat Infeksi DBD
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
1 2 3 4
Derajat Infeksi DBD 91 29 5 2

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Hubungan Usia dengan Derajat Infeksi DBD Pasien
Rawat Inap di RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng 2015-
2016
70
62 P Value = 0,002
60
P OR = 3,360
50 95% CI = 1,506-7,493
40
29
30
22
20 14
10

0
>15 ≤15
Derajat Ringan Derajat Sedang-Berat

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Hubungan Jenis Kelamin dengan Derajat Infeksi DBD
Pasien Rawat Inap di RSUD Anwar Makkatutu
Bantaeng 2015-2016
50 47
45
44 P Value = 0,867
40 P OR = 0,936
35 95% CI = 0,433-2,026
30
25
20 18 18
15
10
5
0
Laki-laki Perempuan
Derajat Ringan Derajat Sedang-Berat

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Hubungan Kadar Trombosit dengan Derajat Infeksi
DBD Pasien Rawat Inap di RSUD Anwar Makkatutu
Bantaeng 2015-2016
70 66 P Value = 0,016
60 P OR = 2,640
95% CI = 1,187-5,871
50

40

30 25
20 18 18

10

0
≥100.000 <100.000
Derajat Ringan Derajat Sedang-Berat

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Hubungan antara Kadar Leukosit dengan Derajat
Infeksi DBD Pasien Rawat Inap di RSUD Anwar
Makkatutu Bantaeng 2015-2016
60 57
P Value = 0,895
50 P OR = 0,948
95% CI = 0,425-2,113
40
34
30
23
20
13
10

0
≥4.000 <4.000
Derajat Ringan Derajat Sedang-Berat

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Hubungan antara Kadar Hematokrit dengan Derajat
Infeksi DBD Pasien Rawat Inap di RSUD Anwar
Makkatutu Bantaeng 2015-2016
80
70 68 P Value = 0,079
P OR = 0,370
60
95% CI = 0,118-1,158
50
40
32
30 23
20
10 4
0
<42 ≥42
Derajat Ringan Derajat Sedang-Berat

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI


Tinjauan Keislaman
Nyamuk dalam Pandangan Islam

Artinya: “Seandainya dunia ini memiliki nilai di sisi


Allah SWT meskipun seremeh sayap nyamuk,
sekali-kali Allah SWT tidak akan memberi minum
orang kafir darinya (dunia) walaupun hanya
seteguk air.” (HR. At-Tirmidzi no. 2320,
dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Ash-
Shahihah no. 686)

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VII


Artinya : “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat
perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari
itu. Adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka
yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka,
tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud
Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” dengan
perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya
petunjuk, dan tidak ada yang disesatkan Alah kecuali
orang-orang yang fasik.” (QS Al Baqarah : 26)

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VII


Kebersihan dan Kesehatan dalam Pandangan Islam

Artinya: “Sesungguhnya Allah itu baik, menyukai sesuatu


yang baik, Allah itu suci (bersih) dan menyukai sesuatu
yang bersih, Allah itu mulia dan menyukai kemuliaan,
Allah itu Penderma dan menyukai kedermawanan,
maka bersihkanlah rumahmu dan lingkunganmu dan
janganlah kalian menyerupai kaum Yahudi”. (Al-Tirmizi,
Sunan al-Tirmidzi, Jilid 4, p 365 hadis no. 2808)

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VII


Artinya: “Sungguh jika kamu bersyukur, pasti Aku
akan menambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika
kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S
Ibrahim:7)

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VII


Pengobatan dalam Pandangan Islam
• Abu Darda’ berkata, bahwa Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit serta obat dan
diadakan-Nya bagi tiap penyakit obanya, maka berobatlah
kamu, tetapi janganlah kamu berobat dengan yang haram”.
(HR. Abu Daud)
• Usumah bin Syarik berkata, “Di waktu saya beserta Nabi
Muhammad SAW., datanglah beberapa orang badui, lalu
mereka bertanya, “Ya, Rasulullah, apakah kami mesti
berobat?”, Jawab beliau, “Ya, wahai hamba Allah,
berobatlah kamu, karena Allah tidak mengadakan penyakit
melainkan Dia adakan obatnya, kecuali satu penyakit”.
Tanya mereka, “Penyakit apa itu?”. Beliau menjawab,
“Tua”. (HR. Ahmad)
• Diriwayatkan dari Hurairah r.a bahwa Nabi SAW pernah
bersabda, “Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit
melainkan dia juga menurunkan obatnya (penawarnya)”.
(HR. Al-Bukhari)

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VII


Kesimpulan
• Terdapat hubungan antara usia dengan derajat infeksi DBD
• Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan derajat infeksi
DBD
• Terdapat hubungan antara kadar trombosit dengan derajat infeksi DBD
• Tidak terdapat hubungan antara kadar leukosit dengan derajat infeksi
DBD
• Tidak terdapat hubungan antara kadar hematokrit dengan derajat infeksi
DBD
• Dalam Islam baik dalam Al-Qur’an maupun hadits telah dijelaskan
mengenai pandangan Islam terhadap nyamuk yang tidak boleh
diremehkan serta Islam kaitannya dalam kebersihan, kesehatan, dan
pengobatan yang memiliki dampak terhadap kualitas hidup seseorang.
Saran
• Melakukan penelitian yang lebih variatif
• Penelitian hendaknya dilakukan pada jumlah sampel yang lebih banyak

BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VIII


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

TERIMA KASIH