Anda di halaman 1dari 16

Inflasi dapat didefinisikan sebagai kenaikan

tingkat harga rata-rata untuk barang dan


jasa dalam suatu ekonomi.

Selama bertahun-tahun, inflasi telah


menimbulkan masalah terbesar yang kita
hadapi dalam teori akuntansi.

Akhirnya, perlu juga dicatat bahwa, bahkan


tanpa adanya inflasi, harga-harga selalu
berubah karena pergeseran pasokan dan
permintaan untuk produk dan jasa.
Dibawah sistem akuntansi berbasis biaya
historis, inflasi mengarah ke dua masalah
Banyak dari angka historisdasar.
yang muncul pada laporan
Karena angka-angka pada
keuangan tidak relevan secara
laporan keuangan mewakili
ekonomi karena harga telah
dolar yang dikeluarkan pada
berubah sejak terjadinya. Hal
titik waktu yang berbeda dan
ini mempersulit penggunaan
mengandung jumlah daya beli
laporan keuangan untuk arus
yang berbeda.
kas masa depan dan menilai
kinerja manajerial.

Karena dua masalah mendasar ini, beberapa


aspek dari kualitas relevansi sangat terganggu di
bawah biaya historis
Harus disesuaikan supaya
mendekati harga
Inflasi yang besar, Monetary unitnya sudah
sekarang. Akuntansi
keputusannya menjadi berubah nilai, tapi
memilih dua cara, yaitu
terganggu karena akuntansinya masih
menyesuaikan historical
informasinya menjadi menggunakan historical
cost atau mengganti
tidak relevan. cost.
historical cost dengan fair
value.
• General Price Level Accounting ini adalah
akuntansi tingkat harga umum atau nama
Untuk lainnya General Purchasing Power Accounting
inflasi, menggunakan (Akuntansi Daya Beli Umum). Kemudian FASB
metode General Price
Level Accounting melalui SFAS No. 33 mengganti namanya
menjadi Constant Dollar Accounting.

• Melakukan akuntansi untuk perubahan harga


Untuk perubahan ini, kita harus mengubah cara mengklasifikasi
harga khusus,
menggunakan aset, hutang, biaya, pendapatan. Caranya
metode Current Cost tidak lagi current asset, non current asset. Tapi
Accounting kita harus bisa memisahkan menjadi monetary
(Replacement Cost dan non monetary, baik itu asset maupun
Accounting)
liability.
• Uang yang kita simpan 4 bulan yang lalu, kita pakai hari ini,
nilai uangnya sudah berkurang, karena ada inflasi. Berarti kita
akan kehilangan purchasing power (daya beli). Daya beli
uang kita turun. Ini namanya purchasing power losses (rugi
daya beli). Daya belinya berkurang, nominalnya tidak
berkurang.

• Jika kita memiliki utang sebesar 100 juta, 2 tahun lagi


hutangnya kita lunasi. Uang yang kita bayarkan nanti nilainya
sudah turun. Berarti kita mendapatkan purchasing power
gains (laba daya beli).
Untuk non moneter, kita tidak akan melihat daya belinya. Tapi kita
akan menghitung perubahan harga khususnya. Kalo harga
khususnya itu naik, kita punya laba. Kalo harga khususnya itu turun,
kita rugi. Laba ruginya disebut holding gain atau holding loss.

Perubahan
Kita beli tanah harga khusus Kita memiliki laba
saat ini dengan tanah tahun 20 juta, 20 juta
harga 100 juta depan harganya (holding gains)
menjadi 120 juta
Masalah lainnya, Contoh: dari inventory – jual – piutang – kas
akuntansi mengakui laba (diakui sebagai revenue – bisa di match ke
dengan syarat realized biaya – dapat menghitung laba / rugi)

Sedangkan, Holding gain Holding gain yang unrealized, dicatat sebagai


ini belum dijual = unrealized holding gain dan masuk dalam
unrealized perhitungan comprehensive income

Contoh: Jika kita memiliki tanah senilai 10jt dan sekarang harga tanah telah menjadi
12jt, maka 2jt merupakan holding gain. Kalo inflasinya satu tahun itu 5%, maka 200 ini
bisa kita bagi menjadi 2, yaitu karena inflasi dan karena memiliki. Karena inflasi berarti
50, dan selisihnya sebesar 150. Yang 50 disebut monetary holding gains. Yang 150
disebut real holding gains. Total hoding gains tetap 200.
Di Amerika, mereka menerbitkan SFAS 33 tentang akuntansi
inflasi dengan persyaratan tertentu. Persyaratannya itu supaya
hanya berlaku untuk perusahaan besar. Dimana aktiva lancar,
persediaan, lebih dari 125 juta dollar, total asset lebih dari 1 M
dollar.

SFAS no. 33 mensyaratkan laporan keuangan menghitung 3


laba, yaitu :

historical purchasing holding


cost power gains / loss
SFAS No. 82 SFAS No. 89

• SFAS 82 ini membuat • Current cost


ketentuan pada akhir accounting dan
tahun 1984 dengan replacement cost
mengeliminasi accounting jadi tidak
pengungkapan wajib. Kembali ke
income pada constant historical cost.
dollar accounting
seperti yang
disyaratkan pada SFAS
No.33 karena terdapat
informasi yang
overload dan dapat
membingungkan
pengguna.
Perhitungannya dengan
Deprival value adalah
menghitung terlebih dahulu
pengukuran current atau fair
net realizable value (exit
value.
value).

Pilih angka yang lebih tinggi


lalu bandingkan dengan
Bandingkan dengan present
replacement costnya. Lalu
value of future cash flow
kita pilih yang lebih rendah.
dari aset itu
Yang lebih rendah itulah
deprival value.
• Historical cost = harga belinya dulu

• Replacement cost = harga belinya sekarang

• Fair value = exit price, kalau dijual hari ini terjadilah


perbedaan antara nilai yang dulu dan sekarang

• Historical cost, replacement cost, general purchasing


power accounting semuanya berbasis entry value.

• Fair value berbasis pada exit value.


Income
approach

Market Cost
approach approach

Teknik
Penilaian
Penentuan harga jual untuk asset dan
liability yang identik atau paling tidak
yang sebanding. Misalnya, kita punya
mobil, mau kita jual, kita liat mobil
yang mirip mobil kita, tahunnya sama,
mereknya sama, kondisinya sama. Lalu
bandingkan berapa harga jualnya.
Hal itu berarti menilai dengan harga
pasar untuk produk yang similar.
Income approach yaitu cash flow
atau laba di masa yang akan datang
didiskontokan untuk mengira-ngira
harga jual. Misalnya, buat gedung
untuk kost-kostan. Aset terdiri dari
kamar dan gedung. Ada 100 kamar
kost. Setiap kamar sebulan 1 juta
rupiah. Berarti 100 juta rupiah,
dikurangi biaya produksi misalnya 40
juta, tinggal 60 juta. Berarti cash flow
60 juta. Gedungnya di present value-
kan. Kalau lebih rendah tidak dijual.
• Cost approach yaitu
menggunakan current
cost untuk mengganti
kapasitas jasa aset itu.
Kita harus mengetahui
berapa biaya yang
dibutuhkan jika kita
membelinya saat ini.