Anda di halaman 1dari 41

Penyuluhan Gizi Anak

dr. Aditya Iqbal Maulana


RS Hermina Pandanaran
GIZI PADA ANAK
Apa dan Bagaimana?
MENGAPA ANAK KITA PERLU GIZI YANG
BAIK?
• Berpengaruh pada kesehatan anak
• Gangguan gizi pertumbuhan tubuh dan
perkembangan otak anak
• Selain itu, gangguan gizi pada anak juga
mempengaruhi sistem kekebalan dan meningkatkan
risiko infeksi
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
OTAK
• Bayi dan balita  GOLDEN PERIOD
• MENCERMINKAN PERTUMB. OTAK
* 1 THN : 2/3 BESAR OTAK DEWASA
* 5 THN : 4/5 BESAR OTAK DEWASA
* 6 THN : 9/10 BESAR OTAK DEWASA
• Bila terlewati tidak mungkin dapat diperbaiki
KEBUTUHAN GIZI PADA ANAK DAN BALITA
• KARBOHIDRAT
• PROTEIN
• MINERAL
• VITAMIN
• LEMAK
• SERAT
• AIR
KARBOHIDRAT
Sebagai sumber
energi
Berasal dari :
makanan pokok
(beras, roti,
gandum, sereal,
terigu, umbi-
umbian, jagung)
PROTEIN
• Dalam jumlah relatif tinggi

• Penting untuk:
Pertumbuhan otak
Pertumbuhan dan penggantian seluruh sel dan
jaringan tubuh
Membentuk kekebalan tubuh

• Berasal dari PROTEIN NABATI dan PROTEIN


HEWANI
Sumber protein
• Protein Hewani • Protein Nabati
VITAMIN DAN MINERAL
Vitamin Mineral
• Zat Organik • Mineral
• Diperlukan sedikit mempunyai dua
• Tak dapat dibuat sel tubuh fungsi utama yaitu :
• Harus ada dalam makanan Komponen/aktivita
s enzim
• PENTING untuk proses-
proses dalam tubuh Membantu
(metabolisme) metabolisme
LEMAK
FUNGSI :
- Sebagai sumber energi
- Pelindung organ vital
- Mempertahankan suhu tubuh
- Perkembangan otak
- Alat pelarut vitamin tertentu (A,D,E dan K)
- Sumber asam lemak yang penting untuk pertumbuhan
otak pada anak
TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN

• Angkat kepala
• Ikuti obyek dengan matanya
• Tersenyum
• Bereaksi thd suara bunyi
• Mengenal ibunya
• Menahan barang yang dipegang
• Mengoceh
• Angkat kepala 900 dan mengangkat dada
dengan bertopang tangan
• Belajar meraih benda
• Menaruh benda di mulutnya
• Tertawa dan menjerit
• Dapat tengkurap dan berbalik sendiri
• Duduk tanpa dibantu
• Merangkak
• Memindahkan benda
• Memegang benda kecil dengan ibu
jari dan jari telunjuk
• Mengeluarkan kata-kata tanpa arti
• Mengenal anggota keluarga dan
takut kpd orang asing
• Tepuk tangan
• Berdiri sendiri tanpa dibantu
• Berjalan dengan dituntun
• Menirukan suara
• Mengulang bunyi yang didengarnya
• Belajar satu atau dua kata
• Mengerti perintah sederhana atau larangan
• Minat besar dlm mengeksplorasi sekitarnya
• Berpartisipasi dalam permainan
• Berjalan dan mengeksplorasi sekitarnya
• Menyusun 2 atau 3 kotak
• Dapat mengucapkan 5-10 kata
• Memperlihatkan rasa cemburu dan rasa
bersaing
• Naik turun tangga
• Menyusun 6 kotak
• Menunjuk mata dan hidungnya
• Menyusun 2 kata
• Belajar makan sendiri
• Menggambar garis di kertas atau pasir
• Belajar mengontrol BAB dan BAK
• Minat kepada anak lain
• Meloncat, memanjat,
melompat dengan satu kaki
• Membuat jembatan dengan 3 kotak
• Mampu menyusun kalimat
• Menggunakan kata ‘saya’, bertanya, mengerti
kata-kata yg ditunjuk kepadanya
• Menggambar lingkaran
• Bermain bersama anak lain
• Berjalan sendiri mengunjungi tetangga
• Belajar berpakaian sendiri
• Menggambar garis silang
• Menggambar orang
• Mengenal 2 atau 3 warna
• Bicara dengan baik
• Menyebut nama, jenis kelamin, dan umurnya
• Banyak bertanya
• Melompat dan menari
• Menggambar segiempat dan segitiga
• Dapat menghitung jari
• Menyebut hari-hari
• Minat kepada kata baru
• Protes bila dilarang
• Mengenal 4 warna
• Membedakan besar kecil
KEBUTUHAN GIZI
KEBUTUHAN GIZI
• Gizi seimbang untuk anak berbeda-beda tergantung
dari :
Jenis kelamin
Usia
Berat badan
Aktivitas fisik dan
Pertumbuhan anak
Kondisi kesehatan
KELUARGA SADAR GIZI
Mewujudkan keluarga cerdas dan mandiri
Pengertian KADARZI
 KELUARGA SADAR GIZI adalah keluarga yang berperilaku gizi seimbang, mampu
mengenali dan mengatasi masalah gizi anggotanya

 PERILAKU GIZI SEIMBANG adalah pengetahuan, sikap dan praktek keluarga


meliputi mengkonsumsi makanan seimbang dan berperilaku hidup sehat

 MAKANAN SEIMBANG adalah pilihan makanan keluarga yang mengandung


semua zat gizi yang diperlukan masing-masing anggota keluarga dalam jumlah
yang sesuai dengan kebutuhan dan bebas dari pencemaran
Perilaku SADAR GIZI
1. Memantau berat badan secara teratur

2. Makan beraneka ragam

3. Hanya mengkonsumsi garam beryodium

4. Memberikan hanya ASI saja kepada bayi sampai usia 6 bulan

5. Mendapatkan dan memberikan suplementasi gizi bagi anggota keluarga yang


membutuhkan
Menentukan Status Gizi
Memantau berat badan anak
Cara Menghitung IMT
1. Anak dapat ditimbang di rumah atau di
posyandu atau di tempat lain sekurangnya
Berat Badan (Kg)
IMT =
Tinggi BadanxTinggi Badan (m) 2 bulan sekali
Arti IMT: 2. Berat badan anak dimasukkan ke dalam
< 17.0 = Sangat kurus KMS
17.0 - 18.4 = Kurus
18.5 - 25.0 = Normal
25.1 - 27.0 = Gemuk
3. Bila grafik berat badan pada KMS Naik
> 27.0 = Obes
Contoh : (sesuai garis pertumbuhannya), berarti anak
Pak Hadi umur 42 tahun, Tinggi Badan 168 cm, Berat
Badan 76 Kg. sehat, bila tidak naik berarti ada
Sesuai rumus, IMT Pak Hadi dapat dihitung :
76 Kg
= 26,9
penurunan konsumsi makanan atau
IMT = 1.68 x 1.68 m
Kesimpulan: gangguan kesehatan dan perlu
Pak Hadi gemuk, IMT 26,9 (antara 25.1-27.0) ditindaklanjuti oleh keluarga atau meminta
bantuan petugas kesehatan
Pola Makan
 Kebutuhan sehari-hari harus mencukupi kebutuhan gizi seimbang

 Tubuh manusia memerlukan semua zat gizi (energi, lemak, protein,


vitamin dan mineral) sesuai kebutuhan

 Tidak ada satu jenis bahan makanan pun yang lengkap kandungan
zat gizinya

 Mengkonsumsi makanan beraneka ragam yang mengandung sumber


energi, lemak, protein, vitamin dan mineral untuk menjamin
pemenuhan kebutuhan gizi
Makanan sesuai umur balita
MAKANAN MAKANAN MAKANAN
UMUR ASI
LUNAK LEMBEK KELUARGA

0-6 bulan
6-9 bulan
9-12 bulan
12-24 bulan
>24 bulan
Umur 0-6 bulan
• ASI EKSLUSIF LEBIH BAIK
• TIDAK DIBERIKAN MAKANAN TAMBAHAN
• ASI DIBERIKAN SESUAI DENGAN KEINGINAN ANAK
Umur 7 bulan - 1 tahun
• MULAI DIBERIKAN MAKANAN TAMBAHAN
• TEKSTUR DISESUAIKAN DENGAN KEADAAN GIGI
• MAKANAN DENGAN GIZI SEIMBANG
Umur > 1 tahun
• MAKANAN DENGAN GIZI SEIMBANG
• MAKANAN SEPERTI ORANG DEWASA
• SEDIKIT TAPI SERING
KESULITAN MAKAN PADA ANAK
GEJALA KESULITAN MAKAN PADA ANAK
• Memuntahkan atau menyemburkan makanan yang sudah
masuk di mulut
• Sama sekali tidak mau memeasukkan makanan ke dalam
mulut
• Menumpahkan makanan atau menepis suapan dari orang
tua
• Tidak mengunyah tetapi langsung menelan makanan
• Kesulitan menelan, sakit apabila mengunyah atau menelan
makanan
Penyebab Kesulitan Makan
1. Faktor Penyakit / Kelainan Organik
• Kelainan penyakit gigi geligi dan rongga mulut (labioscizis,
stomatitis, ginggivitis, tonsilitis)
• Kelainan pada bagian lain saluran cerna (atresiaesofagus,
achalasia, spasme duodenum, penyakit hirsprung, diare
kronis, cacingan
• Penyakit infeksi (infeksi saluran pernafasan, TBC, malaria)
• Penyakit non infeksi ( sindrome doen, cerebral palsy, tumor
wilems, anemia, leukemia, diabetes mellitus)
2. Faktor Psikologis
• Ingin menarik perhatian
• Orangtua yang terlalu otoriter / overprotektif atau terlalu
sibuk sehingga anak terlantar
• Pemberian makanan yang tidak terlalu tepat / terlalu cepat
• Pemaksaan untuk makan atau menelan jenis makanan
tertentu yang tidak disukai
Tata laksana
• Identifikasi faktor penyebab
• Evaluasi tentang faktor dan dampak nutrisi ( jenis
makanan, jumlah makanan, makanan yang disukai dan
tidak disukai, cara dan waktu pemberian makanan, suasana
makan dan perilaku makan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
penunjang
• Untuk memacu rasa lapar yang lebih kuat, orang tua
dianjurkan untuk memberi makan anak dalam waktu 3-4
jam dan tidak memberikan makanan kecil, susu atau jus di
antara waktu makan
• Orang tua sebaiknya memberikan makan pada anak dalam
porsi kecil untuk mencegah anak menjadi bosan
• Orang tua dianjurkan untuk menjaga anak tetap tinggal di
kursi makan hingga acara makan berakhir
• Waktu makan sebaiknya tidak melebihi 30 menit
• Selama waktu makan, sebaiknya tidak ada mainan atau
tayangan televisi yang dapat mengalihkan perhatian anak
• Pada anak yang lebih besar, dijaga agar kembali ke fokus
makanan apabila sebelumnya teralihkan oleh pembicaraan
saat makan
Kesimpulan
• Agar anak sehat, status gizi harus baik
• Status gizi baik/normal
• Bila status gizi baik  tumbuh kembang optimal
• Kesulitan makan merupakan gejalaketidakmampuan secara
wajar dalam memenuhi kebutuhan gizi
• Penyebab kesulitan makan mungkin suatu penyakit tetapi
mungkin juga banyak faktor yang terlibat
• Perlu dilakukan upaya gizi yang sesuai untuk memperbaiki
dampak kesulitan makan terhadap gangguan tumbuh
kembang dan gangguan gizi
SEKIAN
Terima Kasih