Anda di halaman 1dari 17

PENGAPLIKASIAN herbisida

oksifluorfen 240 g/l sebagai pengendali


gulma pada budidaya bawang merah(
Allium ascalonicum L.)
DiSusun oleh :
- Andi Fachrah S. (150510160186)
- Febri Alvian T. (150510160187)
- Putri Artha L. (150510160188)
PENDAHULUAN
• BAWANG MERAH (Allium
ascalonicum) merupakan sayuran
rempah yang MEMILIKI TINGKAT
KONSUMSI cukup tinggi di kalangan
masyarakat
• Untuk memenuhi permintaan
konsumen akan bawang merah,
maka pengembangan
pembudidayaan bawang merah di
sektor pertanian adalah salah satu
langkah yang harus dilakukan
Lanjutan...
• Kehadiran gulma pada lahan
budidaya memiliki pengaruh nyata
dalam penurunan hasil produksi.
Penurunan produktivitas oleh
gulma dapat mencapai 20-80% bila
gulma tidak dikendalikan. Hal
tersebut disebabkan terjadinya
persaingan antara gulma dengan
tanaman budidaya dalam
memperoleh unsur hara, air,
cahaya, CO2, serta ruang tumbuh
(Moenandir, 1993 A).
PENGENDALIAN
• PENGENDALIAN gulma dapat dilakukan
dengan cara kultur teknis, manual, kimiawi
dan TERPADU
• PENGENDALIAN yang umum dilakukan adalah
pengendalian secara kimiawi menggunakan
herbisida karena lebih efektif, efisien dari segi
waktu, tenaga dan biaya
• Keberhasilan PENGENDALIAN gulma dengan
herbisida sangat ditentukan oleh penggunaan
yang tepat baik jenis, dosis, maupun cara
aplikasi
GULMA YANG MENDOMINASI
• Echinocloa colona • Cyperus iria

• Phyllanthus debilis • Euphorbia hirta


BAHAN DAN METODE
• Metode eksperimen dengan 7 • Bahan
perlakuan :
 Menggunakan herbisida
 1,00 L/ha
oksifluorfen 240 gaiL-1
 1,50 L/ha
 Alat yang digunakan adalah alat
 2,00 L/ha semprot punggung semi
 2,50 L/ha otomatis dengan volume 400-
 3,00 L/ha 600 l/ha atau sesuai dengan
hasil kalibrasi alat semprot dan
 Tanpa pengendalian nozel T-jet bertekanan 1 kg/cm2
(control) (15-20 psi).
 Penyiangan secara manual  Herbisida diaplikasikan satu kali
10-14 hari setelah tanam (HST)
atau pada saat gulma daun
sempit memiliki 2-7 helai daun.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Lanjutan...
Lanjutan...
Lanjutan...
Lanjutan...
Lanjutan...
Lanjutan...
Lanjutan...
Lanjutan...
KESIMPULAN
•Herbisida Oksifluorfen 240 g/l efektif mengendalikan gulma dominan

tanaman bawang merah seperti speses gulma Echinocloa colona,


Cyperus iria, Euphorbia hirta, dan Phyllanthus debilis sampai 6 msa
dengan dosis 1–3 l/ha.

•Herbisida Oksifluorfen 240 g/l dengan kisaran dosis 1–3 l/ha hingga
pengamatan 6 msa tidak memperlihatkan gejala keracunan pada
tanaman bawang merah. Sehingga tidak mempengaruhi pertumbuhan
tinggi tanaman sampai pengamatan 6 minggu setelah aplikasi (msa).

•Herbisida Oksifluorfen 240 g/l dengan dosis 2 l/ha menunjukkan rata-


rata berat umbi basah bawang merah yang tinggi yaitu 24.15 kg/petak.