Anda di halaman 1dari 24

REFERAT

STROKE
Oleh :
Wardatul Mufida 2017.04.2.0175
PENDAHULUAN
Stroke merupakan gangguan peredaran darah di otak. Dalam bahasa inggris
juga disebut sebagai Cerebro-vascular Accident

Stroke atau serangan otak (brain attack) sampai saat ini masih merupakan
masalah kesehatan besar, sekaligus tantangan dibidang kesehatan. Data
epidemiologik dari berbagai wilayah di seluruh dunia saat ini menunjukkan
bahwa stroke menduduki peringkat kedua dalam urutan penyebab kematian

Masalah yang paling sering dialami oleh pasien stroke dan yang paling ditakuti
adalah gangguan gerak. Pasien mengalami kesulitan saat berjalan karena
mengalami gangguan pada kekuatan otot, keseimbangan dan koordinasi gerak.
TINJAUAN PUSTAKA
1. Definisi Stroke
2. Epidemiologi Stroke
3. Klasifikasi Stroke
4. Faktor Resiko Stroke
5. Patofisiologi Stroke
6. Manifestasi Klinis
7. Stadium Stroke
8. Penatalaksanaan Stroke
9. Komplikasi
10. Prognosis
DEFINISI STROKE

• Secara medis stroke adalah sindrome klinis yang awal timbulnya


mendadak, progresif cepat, berupa gangguan neurologis fokal dan atau
global,yang berlangsung 24 jam atau lebih yang dapat menimbulkan
kematian, dan semata-mata disebabkan gangguan peredaran darah otak
non traumatik, kebanyakan (80 %) disebabkan oleh infark otak baik
karena emboli, aterotrombotik atau lakuner (oklusi arteri perforans kecil),
pendarahan intraserebal (15 %), dan pendarahan subarachnoid (5%),
serta penyebab lain yang menimbulkan infark atau pendarahan.
EPIDEMIOLOGI STROKE

• Stroke memiliki tingkat mortalitas yang tinggi sebagai penyakit terbanyak


ketiga yang menyebabkan kematian di dunia setelah penyakit jantung dan
kanker. Persentase yang meninggal akibat kejadian stroke pertama kali
adalah 18% hingga 37% dan 62% untuk kejadian stroke berulang.
• Prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan
sebesar 7 per seribu penduduk dan yang terdiagnosis tenaga kesehatan atau
gejala sebesar 12,1 per seribu penduduk.
KLASIFIKASI STROKE

Stroke Iskemik

S • Stroke trombosis
T • Stroke embolik
• Transient Ischemic Attack
R • Reversible ischemic neurological deficit
• Stroke in evolusion
O
K
E Stroke Hemoragik

• Subarachnoid
• Perdarahan
intraserebral
FAKTOR RESIKO STROKE

Genetik usia, jenis kelamin, ras


atau etnik tertentu, dan
riwayat stroke dalam
keluarga.
Dua kelompok Faktor Resiko

hipertensi, diabetes mellitus,


Gaya Hidup merokok, hiperlipidemia,
stres dan intoksikasi alkohol
PATOFISOLOGI STROKE

STROKE ISKEMIK
• Stroke iskemik terjadi akibat obstruksi atau bekuan disatu atau lebih
arteri besar pada sirkulasi serebrum.
• Obstruksi dapat disebabkan oleh bekuan (thrombus) yang terbentuk
didalam suatu pembuluh darah otak atau pembuluh organ distal.
• Terlepasnya bekuan (trombus) pada vascular distal dll ini kemudian
dibawa ke sistem arteri ke otak > embolus.
• Pangkal arteri karotis interna > arteriosklerosisi (paling sering)
• Pada stroke iskemik berkurangnya aliran darah ke otak menyebabkan
hipoksemia daerah regional otak dan dapat menimbulkan kematian
sel-sel otak.
• Daerah regional terjadinya stroke yaitu core ( nekrotik dalam waktu
singkat, terberat, sentral), dan penumbra > defisit neurologis.
PATOFISOLOGI STROKE
• Stroke hemoragik terjadi akibat tekanan darah yang sangat
tinggi yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan
peredaran darah otak
• Perdarahan subarachnoid yaitu darah keluar dari dinding
STROKE HEMORAGIK pembuluh darah menuju ke permukaan otak dan tersebar
dengan cepat melalui aliran cairan otak ke dalam ruangan
disekitar otak. Perdarahan sering kali berasal dari rupturnya
aneurisma di basal otak ( spontan)
• Perdarahan intraserebral biasanya timbul karena pecahnya
mikroaneurisma (Berry aneurysm) akibat hipertensi maligna.
Hal ini paling sering terjadi di daerah subkortikal,serebelum,
dan batang otak. Pada kebanyakan pasien, peningkatan
tekanan darah yang tiba-tiba menyebabkan rupturnya
penetrating arteri yang kecil.
• Keluarnya darah dari pembuluh darah kecil -> efek penekanan
pada arteriole dan pembuluh kapiler -> pecahnya pembuluh
darah
• Neuron-neuron di daerah yang terkena darah dan sekitarnya
tertekan.
• Gejala timbul (ekstravasasi darah ke jaringan otak -> nekrosis)
MANIFESTASI KLINIS STROKE

Pengaruh stroke terhadap seseorang tergantung pada bagian otak yang terkena
stroke

Gangguang motoris : kekakuan ektermitas atau separuh tubuh, bibir dan lidah mencong, pelo dll

Gangguan sensoris:anestesi, tinnitus, gangguan visus

Gangguan Bicara: disfasia, afasia motorik, afasia sensorik, demensia.

Gangguang psikiatri : force crying, force laughing, depresi, bingung, seksual

Gangguan kognitif : penderita mengalami kesulitan dalam mengingat perintah yang


diberikan kepadanya
MANIFESTASI KLINIS

Strok Hemoragik
Strok Iskemik

 Kelumpuhan wajah dan anggota gerak Gejala PIS PSA


 Terjadi pada saat santai atau terjadi Dalam 1
pada pagi hari Timbulnya jam 1-2 menit
 Gangguan sensibilitas daerah yang Nyeri Kepala Hebat Sangat hebat
lumpuh Menurun
Kesadaran Menurun sementara
 Adanya riwayat TIA sebelumnya
 Tidak biasanya ditemukan nyeri kepala, Kejang Umum Sering fokal
mual muntah, kejang dan kesadaran Tanda
yang menurun rangsangan +/- +++
meninggal
 Tidak ditemui adanya tanda rangsangan
Hemiperase ++ +/-
meningeal.
Gangguan saraf + +++
otak
STADIUM STROKE

2. Fase subakut (minggu ke


2-6 bulan)
• Kurang lebih seperti fase
akut (tonus otot 3. Fase Kronik (6 bulan keatas)
• Lumpuh separuh badan berangsur-angsur pulih) • Spastic
• Ketegangan tonus otot • Keseimbangan angkat • Keseimbangan mulai
menurun pantat, duduk berdiri dan meningkat
• Gangguan aktifitas berjalan berangsur- • Aktifitas komunikasi sedikit
keseharian angsur membaik mengalami kemajuan
• Gangguan mental dan • Pelan-pelan mulai dapat
intelegensi berbicara dan intelegensi
meningkat
PENATALAKSANAAN STROKE

• Fase akut
• mencegah komplikasi dari stroke dan mencegah tirah baring atau imobiliasai yang
lama
• Fase subakut
• mengoptimalkan pemulihan neurologis dan reorganisasi saraf, penatalaksanaan
disabilitas dan mengatasi komplikasi
• Fase Kronis
• mengoptimalkan kemampuan fungsional, mempertahankan kemampua
fungsional yang telah dicapai, mencegah komplikasi dan mengoptimalkan kualitas
hidup.
Mobilisasi

Tujaun mobilisasi
 Mempertahankan range of motion.
 Memperbaiki fungsi pernafasan dan sirkulasi.
 Menggerakkan seseorang secara dini pada fungsi aktifitas meliputi gerakan di tempat tidur,
duduk, berdiri dan berjalan.
 Mencegah masalah komplikasi.
 Meningkatkan kesadaran diri dari bagian hemiplegi
 Meningkatkan kontrol dan keseimbangan duduk dan berdiri.
 Memaksimalkan aktivitas perawatan diri
Mobilisasi

Miring ke sisi yang sehat


Berbaring terlentang Bahu yang lumpuh harus menghadap ke
Posisi kepala, leher, dan punggung harus depan, lengan yang lumpuh memeluk bantal
lurus. dengan siku di luruskan. Kaki yang lumpuh
Letakkan bantal pada bagian-bagain yang diletakkan di depan, di bawah paha dan
lumpuh. tungkai diganjal bantal, lutut ditekuk.
Mobilisasi

Miring ke sisi yang lumpuh


Lengan yang lumpuh menghadap ke depan,
pastikan bahwa bahu penderita tidak
memutar secara berlebihan. Tungkai agak
ditekuk, tungkai yang sehat menyilang di atas
tungkai yang lumpuh dengan diganjal bantal.
Definisi :
Latihan aktif dan pasif / ROM adalah merupakan suatu
kebutuhan manusia untuk melakukan pergerakan dimana
Latihan
pergerakan tersebut dilakukan secara bebas.

1. Latihan pasif anggota gerak atas


2. Latihan pasif anggota gerak
Tujuan :
bawah
1. Untuk memelihara fungsi dan mencegah
3. Latihan aktif anggota gerak atas
kemunduran.
dan bawah
2. Untuk memelihara dan meningkatkan pergerakan dari
persendian.
3. Untuk merangsang sirkulasi darah.
4. Untuk mencegah kelainan bentuk.
5. Untuk memelihara dan meningkatkan kekuatan otot.
Latihan
Disfagia
Penanganan disfagia meliputi penggunaan selang nasogastric,
modifikasi diet (misalnya cairan kental, makanan dihaluskan),
dan terapi menelan (misalnya penggunaan tehnik kompensasi
seperti mengangkat dagu saat menelan)

Komunikasi
Terapi wicara yang mendalam merupakan program rehabilitasi afasia utama.
Beberapa pasien dapat terbantu dengan penggunaan bantuan komunikasi
seperti papan bergambar. Terapi wicara juga dapat membantu pasein dengan
alat bantu komunikasi berbasis komputer

Kognitif
Uji neurologis dapat beguna untuk mencari penyebab dari faktor deficit ini dan
membantu menyusun rencana terapi. Terapi wicara dan terapi okupasi meliputi
usaha perbaikan dan mengajarkan tehnik kompensasi.
Bracing
Bracing dapat membantu sebagai kompensasi pada gangguan
dorsoflekis pergelangan kaki, mengontrol pergerakan kaki,
spastisitas dan stabilisasi sendi lutu.

Bantuan Ambulansi dan Kursi Roda

Rehabilitasi mental, social, dan pekerjaan

Setelah penderita terampil melakukan pekerjaan berguna untuk membantu penderita


yang ingin kembali bekerja. Koordinasi dengan tim rehabilitasi penting karena latihan
ulang pada pekerjaan-pekerjaan tertentu mungkin melibatkan tenaga multidisiplin.
KOMPLIKASI

• Komplikasi neurologic
• Edema otak, kejang, tekanan tinggi intracranial, infark berdarah, stroke iskemik berulang,
delirium akut, dan depresi
• Komplikasi paru-paru
• Obstruksi jalan nafas, hipoventilasi, aspirasi, pneumonia.
• Komplikasi kardiovaskular
• Miokard infark, aritmia, dekompensasio kordis, hipertensi, DVT, emboli paru
• Komplikasi nutrisi/GIT
• Ulkus, perdarahan lambung, konstipasi, dehidrasi, gangguan elektrolit, malnutrisi, hiperglikemia
• Komplikasi traktus urinarius
• Inkontinensia, infeksi.
• Komplikasi ortopedi-kulit
• Decubitus, kontraktur, nyeri sendi bahu, jatuh-fraktur
PROGNOSIS

• Prognosis fungsional dari stroke hemoragik setelah berhasil melewati


stadium akut lebih baik dibandingkan stroke non-hemoragik.

Bergantung luas dan lokasi lesi,


target yang ingin dicapai adalah :
1. Sembuh total, aktif bekerja
2. Sembuh parsial, aktif bekerja
3. Sembuh parsial, mampu
menolong diri
4. Sembuh parsial, menolong diri
dengan bantuan
KESIMPULAN
• Stroke merupakan penyebab kematian ketiga di dunia yang juga
merupakan penyebab timbulnya kecacatan pada usia produktif
maupun usia lanjut.
• Penatalakansaan yang tepat dan komperhensif sangat diperlukan
dalam menangani kasus stroke. Rehabilitasi merupakan program yang
disusun untuk memberi kemampuan kepada penderita yang
mengalami disabilitas fisik dana tau penyakit kronis agar mereka
dapat hidup atau bekerja sepenuhnya sesuai dengan kapasitas.
• Tujuan utama rehabilitasi pasca stroke adalah mengembalikan status
fungsional pasien agar bisa mandiri sesuai kemampuan yang masih
ada.
TERIMAKASIH