Anda di halaman 1dari 31

STIMULASI MOTORIK

HALUS

ANDI AS’AD MUBARAK


ANAK
 Memiliki suatu ciri khas  selalu tumbuh dan
berkembang sejak masa konsepsi sampai
berakhirnya masa remaja  beda dari orang dewasa.
 Tumbuh kembang merupakan proses yang berjalan
secara simultan sebagai ciri seorang anak.
 Anak menunjukan ciri pertumbuhan dan
perkembangannya sesuai usianya.
 UU Perlindungan anak No. 23 tahun 2002
 Pasal 4 UU PA setiap anak berhak untuk dapat
hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi
secara wajar
TUMBUH-KEMBANG ANAK
 Pertumbuhan (growth)  perubahan besar,
jumlah,ukuran atau dimensi tingkat sel,
organ maupun individu.
- BB, TB, Umur Tulang, LK, LILA.

 Perkembangan (development) 
bertambahnya kemampuan(skill) dalam
struktur dan fungsi tubuh yg lebih kompleks,
pola teratur, dapat diramalkan, hasil proses
pematangan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TUMBUH KEMBANG

1. Faktor genetik
2. Faktor lingkungan (bio-fisiko-psikososial)
 Pranatal
 Perinatal

Pascanatal
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Kualitas Tumbuh Kembang Anak
Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan
perkembangan yang ditentukan oleh interaksi banyak faktor yang
mempengaruhi. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain:

1) Faktor dalam (internal) yang berpengaruh pada tumbuh


kembang anak
a. Ras/etnik atau bangsa
Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak
memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya.
b. Keluarga
Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh
tinggi, pendek, gemuk atau kurus.
c. Umur
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa
prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja.
d. Jenis kelamin
Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat
daripada laki-laki. Tetapi setelah melewati masa pubertas,
pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat.
e. Genetik
Genetik adalah bawaan anak yaitu potensi anak yang akan
menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan genetik yang
berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti kerdil.
f. Kelainan kromosan
Kelainan kromosan umumnya disertai dengan kegagalan
pertumbuhan seperti pada sindroma Down’s dan sindroma
Turner’s.
2) Faktor luar (external)
A. Faktor Prenatal
a. Gizi
Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhri
kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan janin.
b. Mekanis
Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan
kongenital seperti club foot.
c. Toksin/zat kimia
Beberapa obat-obatan seperti Aminopterin, Thalidomid
dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti
palatoskisis.
d. Endokrin
Diabetes melitus dapat menyebabkan makrosomia,
kardiomegali, hiperplasia adrenal.
e. Radiasi
Preparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan
kelainan pada janin seperti mikrosefal, spina bifida, retardasi
mental dan deformitas anggota gerak, kelainan kongential,
kelainan jantung.
f. Infeksi
Infeksi apda trimester pertama dan kedua oleh TORCH
(Toksoplasma, Rubella, Sitomegalo virus, Herpes simpleks)
dapat menyebabkan kelainan pada janin, ketarak, bisu tuli,
mikrosefal, retardasi mental dan kelainan jantung kongenital.
g. Kelainan imunologi
Eritroblastosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan
darah antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi
terhadap sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta
masuk dalam peredaran darah janin dan akan menyebabkan
hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia
dan Kern icterus yang akan menyebabkan kerusakan jaringan
otak.
h. Anoksia embrio
Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi
plasenta menyebabkan pertumbuhan terganggu.
i. Psikologi ibu
Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/
kekerasan mental pada ibu hamil dan lain-lain.
B. Faktor Persalinan
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala,
asfiksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.
C. Faktor Pascasalin
a. Gizi
Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan
yang adekuat.

b. Penyakit kronis/kelainan kongenital


Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung bawaan
mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani.

c. Lingkungan fisis dan kimia


Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak
tersebut hidup yang berfungsi sebagai penyedia
d. Psikologis
Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak
yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang
selalu merasa tertekan, akan mengalami hambatan di
dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
e. Endokrin
Gangguan hormon, misalnya pada penyakit hipotiroid
menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan.
f. Sosio-ekonomi
Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan,
kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan
menghambat pertumbuhan anak.
g. Lingkungan pengasuhan
Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat
mempengaruhi tumbuh kembang anak.
h. Stimulasi
Perkembangan memerlukan rangsangan / stimulasi
khususnya dalam keluarga, misalnya penyediaan alat
mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota
keluarga lain terhadap kegiatan anak.
i. Obat-obatan
Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat
pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat
perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan
terhambatnya produksi hormon pertumbuhan.
PENGERTIAN
Keterampilan motorik halus (finemotor
skill) merupakan keterampilan -
keterampilan yang memerlukan
kemampuan untuk mengontrol otot-otot
kecil/halus untuk mencapai pelaksanaan
keterampilan yang berhasil.
Sebagai Contoh seorang bayi berumur 8 bulan oleh
ibu atau bapak dibawa ke Belay Kasi (Pos PAUD) di Bila sesuai
Belay Kasi, guru atau kader akan memeriksa Kontrol usia
pertumbuhan bayi, kemudian melakukan deteksi atau 12 bulan
pemantauan perkembangan. Apakah bayinya sesuai
perkembangannya atau ada keterlambatan
perkembangan. Mengacu Pada DDTK
perkembangan yang harus sudah dicapai bayi umur
8 bulan, (KHUSUS MOTORIK HALUS) yaitu sudah
Bila 1
bisa memegang balok atau benda berukuran segi perkembangan
empat 2 cm dengan seluruh permukaan tangannya ajarkan cara
menstimulasi
STIMULASI MOTORIK HALUS
0-3 Bulan
• Melihat, meraih, dan
menendang mainan
gantung.
• Memperhatikan benda
bergerak
• Melihat benda – benda
kecil
• Mampu memegang benda
• Meraba dan merasakan
bentuk permukaan
STIMULASI MOTORIK HALUS
3-6 Bulan
• Stimulasi yang perlu
dilanjutkan
• Memegang benda
dengan kuat
• Memegang benda
dengan kedua tangan
• Berlatih makan sendiri
• Mengambil benda-benda
kecil
STIMULASI MOTORIK HALUS
6-9 Bulan
• Stimulasi yang perlu
dilanjutkan
• Memasukkan benda
kedalam wadah
• Bermain ‘genderang’
• Memegang alat tulis dan
mencoret – coret
• Bermain mainan yang
mengapung di air
• Membuat bunyi – bunyian
• Menyembunyikan dan
mencari mainan
STIMULASI MOTORIK HALUS
9-12 Bulan
• Stimulasi yang perlu
dilanjutkan
• Menyusun balok/kotak
• Menggambar
• Bermain di dapur
STIMULASI MOTORIK HALUS
12-15 Bulan
• Stimulasi usia 9-12 bulan
perlu dilanjutkan
• Permainan balok
• Memasukkan dan
mengeluarkan benda
• Memasukkan benda yang
satu ke benda lainnya
STIMULASI MOTORIK HALUS
15-18 Bulan
• Stimulasi yang perlu
dilanjutkan
• Meniup
• Membuat untaian
STIMULASI MOTORIK HALUS
18-24 Bulan
• Stimulasi yang perlu
dilanjutkan
• Mengenal berbagai ukuran
dan bentuk
• Bermain puzzle
• Mengambbar wajah atau
bentuk
• Membuat berbagai bentuk
dari adonan kue/lilin
mainan.
STIMULASI MOTORIK HALUS
24-36 Bulan
• Stimulasi yang perlu
dilanjutkan
• Membuat gambar tempelan
• Memilih dan
mengelompokkan benda-
benda menurut jenisnya
• Mencocokkan gambar dan
benda
• Konsep jumlah
• Bermain/menyusun balok-
balok
STIMULASI MOTORIK HALUS
36-48 Bulan
• Stimulasi yang perlu • Menggambar/menulis
dilanjutkan • Menghitung
• Memotong • Menggambar dengan jari
• Membuat buku ceritra • Cat air
bertempel • Mencampur warna
• Menempel gambar • Membuat gambar tempel
• Menjahit
STIMULASI MOTORIK HALUS
48-60 Bulan
• Stimulasi yang perlu • Percobaan ilmiah
dilanjutkan • Berkebun
• Konsep tentang “separuh
atau satu”
• Menggambar
• Mencocokkan dan
menghitung
• Menggunting
• Membandingkan besar/kecil,
banyak/sedikit, berat/ringan
TERIMA KASIH