Anda di halaman 1dari 33

PERSYARATAN EKSPOR

KE NEGARA ASEAN

INAS PERIKANAN DAN KELAUTAN


PROVINSI JAWA TIMUR
2014
PERSYARATAN NEGARA MITRA
UNI EROPA
•UPI memiliki HACCP (Grade A)
•UPI harus terdaftar (memiliki Approval Number)
•Produk disertai HC
•Official Control harus equivalen dengan UE

CANADA
• UPI memiliki HACCP (Grade min B)
• Produk disertai HC
• UPI yang terdaftar (Nomor Registrasi), mendapat
fasilitas pengujian maks 5%
• UPI yang tidak terdaftar, pengujian 15%

KOREA
• UPI memiliki HACCP (Grade min B)
• UPI harus terdaftar (memiliki nomor Registrasi), TIDAK
berdasarkan spesifikasi produk
• Produk disertai HC
• Diinspeksi setiap tahun oleh CA Korea
Lanjutan………
CHINA
• UPI memiliki HACCP (Grade min B)
• UPI harus terdaftar (memiliki nomor Registrasi),
BERDASARKAN spesifikasi produk
• Produk disertai HC
• Produk : hewan akuatik hidup, rumput laut & produk-
produknya.

RUSIA
• UPI memiliki HACCP (Grade min B)
• UPI harus terdaftar (memiliki nomor Registrasi)
• Produk disertai HC

VIETNAM
• UPI memiliki HACCP (Grade min B)
• UPI harus terdaftar (memiliki nomor Registrasi)
• Produk disertai HC
• Ruang Lingkup : seluruh hewan laut yang
dikonsumsi manusia, kecuali amphibi dan reptil laut
PERSYARATAN EKSPOR KE NEGARA-
NEGARA ASEAN
• SKP,
• HACCP (Grade C ) kecuali
Vietnam (Grade B +
Registrasi)
• Produk disertai HC
• Khusus Singapore : produk
Crab harus ada uji
Chloramfenicol
PERATURAN DI PORT ENTRY

NEGARA TUJUAN EKSPOR

NO MOU/MRA NON MOU/MRA


1. Uni Eropa USA
2. Kanada Jepang
3. China Australia
4. Rusia Brazil
5. Korea Negara Tujuan Ekspor
lainnya
6. Vietnam
1. Business to Business (B to B)

1.Sistem tidak melalui


pemerintah/ Otoritas Kompeten,
sistem hanya berlaku antara
Jepang ASEAN Buyer dan Produsen
Kecuali Vietnam
2.Inspeksi terhadap produsen
dilakukan langsung oleh pihak
buyer dan tanpa melalui
Otoritas Kompoten
2. Government to Business (G to B)

1. Produsen mendaftar ke
Otoritas Kompeten negara
USA importir (US-FDA)
sepanjang ada rekomendasi
dari Buyer

2. Inspeksi terhadap produsen


dilakukan oleh Otoritas
Kompeten negara importir

3. US-FDA tidak mewajibkan


produk yang diekspor
dilengkapi dengan HC
3. Government to Government (G to G)

1. Negara tujuan ekspor/negara importir telah


memiliki kerjasama (MRA/MOU) dengan
Uni Eropa Indonesia

Korea 2. Sistem inspeksi, sertifikasi (HACCP, HC),


pendaftaran UPI ke negara importir dan
Rusia kegiatan ekspor dilakukan oleh oleh
China pemerintah/Otoritas Kompeten

Vietnam 3. Hanya UPI yang telah memiliki sertifikat


HACCP dan terdaftar di negara importir yang
Kanada dapat melakukan ekspor.

4. produk disertai HC (format ditetapkan negara


importir melalui persetujuan Otoritas
Kompeten NEGARA EKSPORTIR)

5. Inspeksi : Otoritas Kompeten negara importir


KE Otoritas Kompoten negara eksportir
(Inspeksi ke UPI SEBAGAI SAMPLING)
SISTEM JAMINAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN

SERTIFIKASI
Pakan/ CBIB SERTIFIKASI
Obat-obatan
CPIB
MONITORING
Bio Security

AQUACULTURE Supplier
NRCP
UNIT PENGOLAHAN PRODUK DISTRIBUSI
IKAN/ DAN PASAR
PERIKANAN
Tempat pendaratan Supplier INSTALASI
Kapal TANGKAP
/pelabuhan
(Kapal)

monitoring SERTIFIKASI (HC)


TRANSPORTASI SERTIFIKASI
SERTIFIKASI - Mutu dan keamanan
HACCP pangan hasil perikanan
CPIB

TRACEABILITY

No matter how good a company organizes one element of a chain,


if any other part of the chain doesn’t perform, the whole chain is contaminated
III. PERSYARATAN EKSPOR dan PROSEDUR
SERTIFIKASI

Memiliki Sertifikat
Penerapan HACCP
A. PERSYARATAN
DALAM NEGERI
Produk dilengkapi Diterbitkan :
Health Certificate Lembaga Inspeksi dan
(HC) Sertifikasi yang
diberikan
pendelegasian oleh
Otoritas Kompeten

HC hanya diterbitkan untuk UPI yang teregister/terdaftar


(UPI yang memiliki Sertifikat Penerapan HACCP)
1. SERTIFIKASI HACCP
A. JENIS SERTIFIKAT HACCP

1. Sertifikat Penerapan Persyaratan Dasar HACCP


UPI menerapkan GMP & SSOP (Persyaratan Kelayakan Dasar/ Pre Requisite Programme)

2. Sertifikat Penerapan HACCP


UPI menerapkan Sistem HACCP :
- GMP & SSOP
- Monitoring CCP
- Pengawasan CCP
- Traceability

BERDASARKAN
POTENSI BAHAYA/HAZARD YANG BERBEDA
PERSYARATAN PENGAJUAN SKP
Persyaratan dasar

: atau Izin Usaha di


Memiliki Izin Usaha Perikanan (IUP) dan
Bidang Perikanan yang diterbitkan oleh Bupati / Kepala
Daerah; Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Akta Notaris
Pendirian Perusahaan di bidang pengolahan, kecuali untuk
skala UMKM tidak harus dilengkapi akta notaris pendirian
perusahaan, dilengkapi dengan:
Foto copy KTP, TDP, Ket. Domisili, Surat Ket. Bebas
Gangguan/ HO.
Memiliki perjanjian sewa menyewa bila tempat usaha
adalah menyewa, bukan milik sendiri.
Memiliki dokumen dan menerapkan GMP dan SSOP secara
konsisten sesuai dengan Keputusan MKP KEP.52A/KEPMEN-
KP/2013 tentang Persyaratan Jaminan Mutu dan Keamanan
Hasil Perikanan pada Proses Produksi, Pengolahan dan
Distribusi.
Melakukan proses produksi secara aktif, minimal 12 hari
kerja dalam satu bulan.
PERSYARATAN PENGAJUAN SKP
Persyaratan umum:

 UPI memiliki tempat/unit yang melakukan


pengolahan, pengemasan, dan/atau penyimpanan

 Memperkerjakan sekurang-kurangnya 1 orang


penanggung jawab mutu yang mempunyai Sertifikat
Pengolah Ikan (SPI) atau tenaga terlatih. Untuk
Industri skala UMKM bisa diwakili oleh Pembina Mutu
Daerah
Prosedur Penerbitan SKP (2013)
UPI

Permohonan SKP UPI


NO
Pengecekkan Dinas KP
Persyaratan
Provinsi
Yes

Daerah
Tindakan Perbaikan NO Pembinaan
Awal (Pra-
Pembina
(max 3 bulan)
SKP) Mutu Daerah
Yes
Max 3 bulan
Dinas KP
Usulan ke Dirjen
Propinsi

NO Evaluasi Sekretariat
Administrasi Pantek SKP
Yes

Tindakan Supervisi Pembina Mutu Pusat Pembina


NO
terhadap Sistem Pembinaan
Perbaikan Mutu Pusat
Daerah
Yes

Evaluasi Tindakan Rekomendasi Pantek SKP


Pusat Perbaikan Penerbitan SKP Max 10 hari

Penerbitan SKP DIRJEN


Prosedur Pengajuan SKP

1.UPI mengajukan permohonan SKP Kepada Kepala Dinas Kelautan dan


Perikanan Provinsi dengan menggunakan format Surat Permohonan UPI
serta menyertakan kelengkapan dokumen.
2.Berdasarkan permohonan dimaksud huruf a dan selambat-lambatnya 5
(lima) hari kerja setelah surat permohonan diterima, Kepala Dinas
menugaskan pembina mutu daerah untuk melakukan pembinaan awal
terhadap UPI pemohon. Pembinaan dilakukan dengan menggunakan
kuisioner Supervisi SKP.
3.Pembinaan awal dilakukan mulai dari pertama kalinya pembina mutu
daerah melakukan kunjungan lapangan sampai dengan dokumen siap
direkomendasikan kepada Dirjen P2HP baik untuk pengajuan
baru/perpanjangan.
Contoh Surat Permohonan UPI
KOP SURAT
Tgl/Bln/Thn
Nomor :
Lampiran :
Hal : Permohonan (baru/perpanjangan*) Sertifikasi Kelayakan Pengolahan (SKP)

Kepada Yth. Kepala Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi …

Sehubungan dengan persyaratan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan perikanan No. PER.19/MEN/2010 Tentang SKP diterbitkan oleh Dirjen
P2HP sebagai hasil pembinaan terhadap UPI yang telah menerapkan Cara Pengolahan yang Baik dan memenuhi persyaratan Prosedur Operasi Sanitasi
Standar, maka dengan ini kami mohon untuk dilakukan supervisi Penerbitan SKP terhadap perusahaan kami,
Nama Perusahaan : ………………………………………………………………………………..
Alamat UPI : ………………………………………………………………………………..
Produk : ………………………………………………………………………………..
Tujuan Ekspor/ Negara Importir : ………………………………………………………………………………..
Sebagai kelengkapan dokumen, kami lampirkan legal aspek perusahaan sebagai berikut :
a. Izin Usaha Perikanan (IUP) atau Ijzn Usaha Pengolahan Ikan dari Kabupaten/kota
b. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
c. KTP NPWP, surat keterangan domisili
d. Akta Notaris Pendirian perusahaan di bidang pengolahan
e. Surat Perjanjian sewa-menyewa bangunan **
f. Data Umum perusahaan
g. Manual GMP – SSOP
h. * Mempekerjakan seorang penaggungjawab mutu yang bersertifikat SPI atau HACCP
Demikian Permohonan ini kami sampaiakan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

Hormat Kami,
Pimpinan PT/CV/…
Prosedur Pengajuan SKP lanjutan...

4. Apabila hasil pembinaan awal tidak memenuhi syarat maka UPI yang
bersangkutan diberi kesempatan untuk melakukan tindakan perbaikan
dalam kurun waktu maksimal 3 bulan sampai memenuhi syarat
5. Berdasarkan hasil pembinaan awal dan tindakan perbaikan, Kepala
Dinas mengusulkan UPI yang telah memenuhi persyaratan kepada
Dirjen P2HP c.q Direktur Pengolahan Hasil dengan menggunakan
format surat rekomendasi penerbitan SKP
6. Dirjen P2HP melalui Direktur PH menugaskan Sekretariat Pantek
SKP untuk melakukan evaluasi administrasi terhadap dokumen yang
diterima dari Kepala Dinas Provinsi, jika YA maka dilakukan supervisi
oleh Tim Pembina Mutu Pusat, Jika TIDAK maka permohonan
dikembalikan ke Dinas Provinsi untuk dilengkapi
Prosedur Pengajuan SKP lanjutan...
7. Tim Pembina Mutu Pusat melakukan kunjungan lapangan untuk melakukan
evaluasi terhadap hasil pembinaan daerah (Pra-SKP) melalui kegiatan
supervisi berdasarkan dokumen hasil pembinaan Pra-SKP.
8. Apabila hasil supervisi belum memenuhi syarat, maka UPI yang
bersangkutan diberi kesempatan melakukan tindakan perbaikan sesuai
yang disarankan pembina mutu pusat selama kurun waktu maksimal 3
bulan, dan menyampaikan hasil perbaikan kepada pembina mutu pusat c.q
sekretariat pantek SKP.
9. Tim Pembina mutu pusat mengevaluasi laporan tindakan perbaikan
kemudian melaporkan kepada Pantek SKP.
10. Berdasarkan rekomendasi Pantek SKP, Dirjen P2HP menerbitkan SKP.
11. Jangka waktu penerbitan SKP selambat-lambatnya sepuluh hari kerja,
terhitung sejak diterimanya dokumen hasil tindakan perbaikan yang telah
memenuhi persyaratan oleh Panitia teknis.
Contoh Surat Rekomendasi Penerbitan SKP dari Dinas KP Provinsi

KOP SURAT
Tgl/Bln/Thn
Nomor:
Lampiran :
Hal : Surat Rekomendasi Sertifikasi Kelayakan Pengolahan (SKP)

Kepada Yth. Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan


c.q Direktur Pengolahan Hasil

Sehubungan dengan telah dilaksanakan pembinaan kelayakan dasar dalam rangka penerbitan SKP di UPI di Provinsi .... , dengan ini kami sampaikan
bahwa UPI sebagaimana terlampir telah layak untuk diterbitkan SKP. Sebagai bahan pertimbangan, kami lampirkan persyaratan sebagai berikut:
a. Daftar UPI yang direkomendasikan untuk mendapatkan SKP
b. Data umum perusahaan
c. Alur proses produk
d. Dokumen hasil pembinaan
e. Manual GMP – SSOP
f. Copy SKP yang sudah tidak berlaku *
g. Dokumen legal aspek perusahaan (IUP, SIUP, Akta Notaris dan Surat Penjanjian sewa menyewa*)
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan


Provinsi.....

…………………
Nama Lengkap
Masa Berlaku SKP

 SKP berlaku 2 tahun


 Perpanjangan SKP dilakukan melalui permohonan ulang
selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelumnya habis masa
berlakunya.
 Kunjungan lapangan dapat dilakukan sebelum
2 tahun apabila ada permintaan dari BKIPM
 Bagi UPI yang dinyatakan dibekukan dapat mengajukan
permohonan kembali sesuai proses pengajuan SKP dari awal
 SKP tidak dikenakan biaya
PERSYARATAN HACCP
 Memiliki unit/tempat kegiatan penanganan/pengolahan
 Memiliki SKP (pertama kali mengajukan Sertifikasi HACCP)

MASA BERLAKU : 1 TAHUN


Verifikasi tahunan oleh Competent Authority

KLASIFIKASI :
● Grade A : kritis 0, serius 0, mayor maks 5, minor maks 6
● Grade B : kritis 0, serius maks 2, mayor maks 10, minor maks
7; (jumlah mayor dan minor < 10)
● Grade C : kritis 0, serius maks 4, mayor maks 11, minor NA
B. PENGELOMPOKAN SERTIFIKASI HACCP BERDASARKAN
JENIS HAZARD

1. Berdasarkan Jenis Ikan/ 2. Berdasarkan Jenis Olahan


Bahan baku Segar
Ikan demersal Beku
 Ikan Pelagis Kaleng : pasteurisasi/sterilisasi
 Cephalopoda Kering
 Udang : tambak/laut dll
 dll

Hazard/Bahaya
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan makanan tidak
aman dikonsumsi atau merugikan konsumen baik
biologis, kimiawi maupun fisik
C. FAKTOR YANG DIEVALUASI DALAM INSPEKSI SISTEM HACCP

a. GMP dan SSOP

 Keamanan Air dan Es  Kesehatan dan kebersihan


karyawan
 Permukaan yang kontak langsung
dengan produk  Menghilangkan hewan
pengganggu dan unit pengolahan
 Pencegahan kontaminasi silang
 Pengendalian proses
 Fasilitas sanitasi
 Pengemasan
 Pelabelan, penyimpanan dan
penggunaan bahan kimia  Penyimpanan
berbahaya  Distribusi
 Transportasi

FISIK DAN PENERAPAN


b. HACCP manual dan Penerapannya
 Rancangan HACCP
 Personil (Tim HACCP)
 Penerapan HACCP
 Sistem Verifikasi

c. Komitmen Manajemen (Tim HACCP dan Management)


 Audit Internal
 Corrective Action (Tindakan Perbaikan)
 Kejujuran data dan rekaman penerapan HACCP
SERTIFIKASI
HACCP

TRACEABILITY

PENGAWASAN CCP

PENERAPAN CCP

PENERAPAN PROSEDUR SANITASI


(SSOP)

PENERAPAN CARA BERPRODUKSI YANG


BAIK DAN BENAR (GMP)
GRADE HACCP DAN NEGARA TUJUAN EKSPOR

JUMLAH PENYIMPANGAN
GRADE TUJUAN EKSPOR
Kritis Serius Mayor Minor

A 0 0 0–5 0–6 Semua negara

B 0 1–2 6 – 10 ≥7 Semua Negara


(Kecuali Uni Eropa)

C 0 3–4 ≥ 11 NA Negara yang tidak ada


MOU/MRA

D GAGAL
2. SERTIFIKASI HC

A. PRINSIP SERTIFIKASI (Penerbitan Health Certificate)

◙ UPI menerapkan dan memiliki sertifikat HACCP


◙ EPI (End Product Inspection) Vs IPI (In Process Inspection)

EPI IPI
 Mutu  Jaminan Mutu
 HC bisa diterbitkan untuk  Tidak dapat diterbitkan
trader untuk trader/forwader

 Sertifikasi oleh UPT di  Sertifikasi oleh UPTdi


Port Embarkasi wilayah UPI (survailen)

◙ Ditandatangani oleh Inspektur yang ditunjuk (ditetapkan oleh CA)


B. PROSEDUR PENERBITAN HEALTH CERTIFICATE(“IN PROCESS INSPECTION”)

Cek fisik & dokumen


Lembaga Inspeksi
SERTIFIKAT dan Sertifikasi
HACCP
Permohonan Health
Survailen (IPI) Certificate
Ekspor

UPI Proses Produksi


Produk
Siap Ekspor
Tidak
sesuai Tidak sesuai

Laboratory Dokumentasi
Penerapan HACCP ,  Re proses
Traceability, Internal/ Testing :  Tujuan penggunaan lain
HC tidak diterbitkan Process/End
Suspend External Audit  Dimusnahkan
Products
Sertifikat HACCP
dicabut

Sesuai
Sampling :
 Targeted sampling (Process)
Document :
 AQL 6.5 (End Products)
Survailen, Test Result
IV. DAMPAK PENERAPAN SERTIFIKASI TERHADAP MUTU DAN
KEAMANAN HASIL PERIKANAN

A. Jumlah UPI yang Terdaftar di Negara Mitra

NO NEGARA JUMLAH UPI LEGAL BASIS


TERDAFTAR
1 UNI EROPA 196 unit CD 94/324
(19 May 1994)

2 KOREA 398 unit MRA (2005)

3 CHINA 339 unit Cooperation


Agreement (2008)

4 RUSIA 166 unit MRA (2009)

5 KANADA 124 unit MoU (2002)

6 VIETNAM 155 unit Implementing


Agreement (2011)
@ 2011 Balai Riset dan Observasi Kelautan
STANDAR PANGAN
• UE : IFS, ISO 22000, • UE
HACCP, BRC, AMS , CMS • IFS : International Food
Euro Gap, Standar
• ISO 22000
• HACCP
• BRC :
• USA : HACCP, ISO 22000
• Indonesia : HACCP, MD, PIRT
• Halal, SNI, ISO22000,