Anda di halaman 1dari 21

2.

KONSEP EKOWISATA

Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK IPB


UNSUR DAYA TARIK WISATA

Something to see
(Ada yang dilihat) Something to do
(Ada yang dikerjakan)
Something to buy
(Ada yang dibeli)

Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK IPB


MOTIVASI WISATA
Motivasi fisik
1. istirahat fisik, ikut olahraga, rekreasi pantai, hiburan yang membuat tubuh tidak
tegang, dan pertimbangan kesehatan.

Motivasi budaya
2. keinginan mengetahui negeri lain, misalnya seni, adat istiadat, tari, lukisan dan
agama.
Motivasi antar pribadi
3. keinginan bertemu dengan muka-muka baru, mengunjungi teman atau sanak
saudara, melarikan diri dari kegiatan sehari-hari.

Motivasi status dan martabat


4. kebutuhan akan pengakuan, perhatian, penghargaan, dan reputasi.

Mayo dan Jarvis (1981)


Fredinan Yulianda, 2011
KLASIFIKASI WISATA (Brunn, 1995)

1. Wisata alam (nature tourism), merupakan aktifitas wisata yang


ditujukan pada pengalaman terhadap kondisi alam atau daya tarik
panoramanya.

2. Wisata budaya (cultural tourism), merupakan wisata dengan


kekayaan budaya sebagai obyek wisata dengan penekanan pada
aspek pendidikan.

3. Wisata Ecotourism, green tourism atau alternative tourism,


merupakan wisata berorientasi pada lingkungan untuk
menjembatani kepentingan perlindungan sumberdaya
alam/lingkungan dan industri kepariwisataan.
WISATA ALAM
Kawasan Pampang, Suku Dayak Kenyah

WISATA
BUDAYA
Kebudayaan Lompat batu dan tari perang (Fataele)
Suku Mentawai

Kebudayaan kampung doka Flores


EKOWISATA
A

D
B

G
F
Wiasat Alam Wisata Budaya

Ekowisata
Undang Undang No 10 Tahun 2009 tentang
Kepariwisataan

Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh


seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi
tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan
pribadi, atau mempelajari daya tarik wisata yang dikunjungi
dalam jangka waktu sementara. Sedangkan pariwisata adalah
berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai
fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat ,
pengusaha dan pemerintah
Ekowisata pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990 oleh
organisasi The ecotourisma Society : Suatu bentuk perjalanan wisata ke daerah
alami dengan tujuan mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan
dan kesejahteraan penduduk setempat.

Ekowisata adalah bentuk baru dari perjalanan yang bertanggung jawab


ke daerah alami dan berpetualang, serta dapat menciptakan industri pariwisata
(Eplerwood, 1999)

Ekowisata merupakan bentuk wisata yang sangat erat dengan prinsip


konservasi (Chafid Fandeli dan Mukhlison, 1999)

Ekowisata merupakan bentuk wista yang


dikelola dengan pendekatan Konservasi
(Yulianda, 2007)
KONSEP EKOWISATA PERAIRAN
Output

MANUSIA ALAM

Input Input

Hiburan,
pengetahuan
Konservasi
Output EKOWISATA
PERAIRAN Output
Tak
langsung Langsung

Yulianda, 2007
Pendekatan Ekowisata harus dapat menjamin kelestarian
lingkungan

1. Menjaga tetap berlangsungnya


proses ekologis yang tetap
mendukung sistem kehidupan
2. Melindungi keanekaragaman
hayati
3. Menjamin kelestarian dan
pemanfaatan spesies dan
ekosistemnya

Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK IPB


Dua aspek pengembangan Ekowisata
1. Aspek Destinasi : tidak
melakukan eksploitasi alam,
tetapi hanya menggunakan jasa
alam dan masyarakat unuk
memenuhi kebutuhan
pengetahuan, fisik dan
psikologis wisatawan (Bukan
menjual destinasi tetapi
menjual filosofi).

2. Aspek Market : konsep product


driven; meskipun market
dipertimbangkan namun
macam, sifat, perilaku obyek
dan daya tarik wisata alam dan
budaya diusahakan untuk
kelestarian dan keberdaannya.
MISI EKOWISATA

 Mengembangkan kepariwistaan yang berbasis kepada alam


dengan tetap menjaga kelestarian alam.
 Mengangkat budaya setempat sebagai wisata budaya yang
mendukung wisata alam
 Mengembangkan kepariwisataan secara terpadu antara alam
dengan budaya
 Pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kepariwisataan
yang ramah lingkungan
Model Pariwisata
Wisata lama (Old/mass tourism) Wisata baru (New tourism)

Permintaan -Wisata paket -Perjalanan independen


(Demand) -Jalan-jalan (Sight seeing) -Mencari daya tarik

Pemasukan -Skala besar -Skala kecil


(Supplly) -Gaya barat -Gaya tradisional
-Pelayanan kota -Pelayanan pedesaan
-Modal asing -Kontrol pemilikan lokal
-Ketergantungan lebih besar -Ketergantungan lebih
kepada atraksi/buatan manusia besarkepada lingkungan dan
budaya asli
8 Prinsip Ekowisata
1. Mencegah dan menanggulangi dampak kegiatan wisatawan terhadap
alam dan budaya; pencegahan dan penanggulangan disesuaikan dengan
sifat dan karakter alam dan budaya setempat

2. Pendidikan Konservasi Lingkungan: Mendidik wisatawan dan masyarakat


setempat akan pentingnya arti konservasi.

3. Pendapatan langsung untuk kawasan; Restribusi dan pajak konservasi


dapat dipergunakan secara langsung untuk membina, melestarikan, dan
meningkatkan kualitas kawasan

4. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pengawasan, dan


pengembangan
8 Prinsip Ekowisata (lanjutan)
5. Peningkatan ekonomi masyarakat; Keuntungan yang nyata dari
kegiatan ekowisata terhadap ekonomi masyarakat melalui
keterlibatan masyarakat dalam kawasan

6. Menjaga keharmonisan dengan alam; Keaslian alam serta


keseimbangan alam tetap perlu dipertahankan,

7. Sesuai daya dukung lingkungan; Kegiatan ekowisata dikembangkan


sesuai kapasitas lingkungan sehingga kegiatan ekowisata akan
dipertahankan tidak melebihi daya dukung lingkungan

8. Peluang pengembangan bagi devisa negara dan pendapatan daerah


Kebijakan Pengembangan Ekowisata
Kebijakan umum

1. Konservasi Pengembangan wisata alam untuk


mewujudkan kelestarian
2. Edukasi sumberdaya alam hayati dan
3. Partisipasi masyarakat keseimbangan ekosistemnya
4. Ekonomi sehingga dpt mendukung upaya
peningkatan kesejahteraan
masyarakat dan mutu kehidupan
masyarakat
Kebijakan Operasional
• Pelaksanaan ke Pihak Ketiga
• Blok/Zona Pemanfaatan
• Mempertahankan Keaslian
• Ciri Pembangunan Tradisional
• Melibatkan masyarakat
• Pelaporan  Monitoring, pengendalian dan pembinaan
Strategi Pelaksanaan Kebijakan Operasional :
1. Mendukung kegiatan yang dilakukan oleh
masyarakat (pelaku ekonomi) berdasarkan
strategi konservasi yang akan mendukung
pendapatan masyarakat/daerah/negara untuk
kesejahteraan masyarakat.
2. Membuka lapangan kerja dan kesempatan usaha
bagi semua golongan dan lapisan masyarakat
3. Mendukung dan mendorong kegiatan kerajinan
rumah atu lainnya yang mendukung pariwisata
4. Memanfaatkan potensi kawasan atau
sumberdaya alam secara optimal, sehingga
keberadaannya dapat memberi arti dalam proses
kesinambungan pembangunan, khususnya sektor
pariwisata
5. Menciptakan kecintaan generasi muda terhadap
kelestarian lingkungan dan usaha konservasi,
sehingga akhirnya mempunyai keinginan untuk
berperan secara aktif dalam melestarikannya