Anda di halaman 1dari 5

 A.

Anamnesis
 Hidung tersumbat, bergantian kiri dan kana,
tergantung pada posisi pasien. Terdapat rinorea
yang mukus atau serosa, kadang agak banyak.
Jarang disertai bersin, dan tidak disertai gatal di
mata. Gejala memburuk pada pagi hari waktu
bangun tidur karena perubahan suhu yang ekstrim,
udara lembab, juga karena asap rokok dan
sebagainya.
 Keluhan subyektif yang sering ditemukan pada
pasien biasanya nafas berbau (sementara pasien
sendiri menderita anosmia), ingus kental hijau,
krusta hijau, gangguan penciuman, sakit kepala,
dan hidung tersumbat.
 B. Pemeriksaan fisik
 Pada anak, hasil pemeriksaan fisik biasanya
menunjukkan adanya lingkaran hitam di bawah
mata (allergic shiners), adanya luka pada daerah
hidung yang disebabkan karena seringnya anak
menggosok hidung, pernapasan adenoidal, edema
nasal yang dilapisi dengan lendir jernih, serta
pembengkakan periorbital. Simptom fisik lebih
susah diamati pada orang dewasa
 C. Pemeriksaan penunjang
 -Pemeriksaan mikroskopik dari jaringan nasal biasanya
menunjukkan jumlah eosinofil yang sangat banyak.
Penghitungan eosinofil darah periferal dapat dilakukan,
tapi sifatnya kurang spesifik dan kegunaannya
terbatas. Uji radioallergosorbent (RAST) dapat
digunakan untuk mendeteksi IgE dalam darah yang
beraksi spesifik terhadap antigen tertentu, tapi uji ini
tidak lebih efektif ketimbang test perkutan
 -Rinoskopi anterior atau Endoskopi nasal Rinoskopi
anterior menggunakan spekulum dan cermin dapat
memberikan informasi penting mengenai kondisi
fisiologis pasien. Sementara endoskopi nasal
dibutuhkan untuk mengidentifikasi gejalagejala lain
dari rinitis seperti polip hidung dan abnormalitas
anatomik lainnya. Kedua metode diagnosa di atas
sering digunakan untuk penegakan diagnosis pasien
yang diduga menderita rinitis alergi persisten.
 e. Skin test Skin test atau skin prick test mampu
mengidentifikasi allergenspesific IgE dalam serum.
Test ini diperlukan bila simptom yang dialami
bersifat persisten dan/atau sedang sampai berat,
atau bila kualitas hidup pasien mulai terpengaruh.
f. Nasal challenge test Test ini dilakukan ketika
pasien diduga menderita rinitis alergi tipe
occupational. Test ini juga akan mengidentifikasi
sensitivitas pasien terhadap faktor pemicu tertentu
secara spesifik.