Anda di halaman 1dari 27

JENIS-JENIS GARDU

INDUK
GARDU INDUK

Gardu induk adalah suatu instalasi yang terdiri dari


peralatan listrik yang berfungsi untuk :
 Mengubah tenaga listrik tegangan tinggi yang satu ke
tegangan tinggi yang lainnya atau tegangan menengah.
 Pengukuran, pengawasan, operasi serta pengaturan
pengamanan sistem tenaga listrik.
 Pengaturan daya ke Gardu-Gardu Induk lain melalui
tegangan tinggi dan Gardu-Gardu Distribusi melalui gawai
tegangan menengah.
JENIS JENIS GARDU INDUK

Jenis Gardu Induk bisa dibedakan menjadi


beberapa bagian yaitu :
1. Berdasarkan layanannya (besaran
tegangannya. )
2. Berdasarkan pemasangan peralatan.
3. Berdasarkan isolasi yang digunakan.
4. Bedasarkan sistem rel (busbar).
1.GARDU INDUK MENURUT LAYANANYA

1.1. Gardu pembangkit,


1.2. Gardu Transmisi, yaitu gardu induk yang
melayani untuk TET dan TT
1.3. Gardu Distribusi, yaitu gardu induk yang
melayani untuk TM
1.4. Gardu induk mobile (Mobile Substation)
1.1. GARDU PEMBANGKIT

Merupakan gardu listrik yang menyalurkan listrik dari keluaran


generator pembangkit ke gardu transmisi atau bisa langsung ke
beban(yang jaraknya dekat dengan pembangkit).
Tegangan yang dihasilkan oleh pembangkit tenaga listrik besarnya tidak
sama dengan tegangan yang disalurkan pada sistem transmisi, akan tetapi
tegangannya masih berkisar antara 11 KV sampai dengan 13,8 KV untuk
pembangkit tenaga listrik yang menghasilkan daya kurang dari 400 MVA/unit.
Sedangkan pembangkit tenaga listrik yang menghasilkan daya di atas 400
MVA/unit, tegangan yang dihasilkan (output voltage) adalah antara 18 KV
sampai dengan 24 KV. Tegangan tersebut tidak langsung disalurkan
(ditransmisikan) ke pusat-pusat beban, akan tetapi masih dinaikkan terlebih
dahulu dengan menggunakan trafo penaik tegangan (step up transformer)
menjadi tegangan 150 KV atau 500 KV, tergantung pada transmisi yang akan
dimasuki. Dengan demikian di lokasi pembangkit tenaga listrik tersebut harus
ada gardu induk. Dari gardu induk inilah, selanjutnya energi listrik tersebut
disalurkan ke gardu induk di pusat-pusat beban melalui jaringan transmisi
SUTET 550 KV, SUTT 150 KV dan SUTT 70 KV.
Di dalam gardu induk pembangkit listrik ini selain terdapat energi listrik
yang ditransmisikan melalui sistem tegangan tinggi, juga terdapat energi
listrik tegangan menengah dan rendah untuk pemakaian sendiri, misalnya
untuk penerangan pada pembangkit tenaga listrik dan lingkungan sekitarnya,
untuk menggerakkan sistem proteksi dan juga untuk kepentingan lainnya, dan
untuk menunjang operasional pembangkit listrtik tersebut serta gardu
induknya.
1.2. GARDU INDUK TRANSMISI

Merupakan gardu listrik yang mentransmisikan listrik dengan


masukan daya dari saluran pembangkit suatu sistem tenaga
listrik untuk kemudian disalurkan ke Gardu Distribusi. Gardu induk
transmisi menggunakan transformator yang sangat besar untuk
mengubah tegangan generator ke tegangan yang sangat tinggi
untuk transmisi jarak jauh pada jaringan transmisi.
Peningkatan tegangan ini bertujuan agar arus listrik yang
mengalir pada saluran tersebut kecil sehingga dapat mengurangi
rugi energi. Karena jika arus listrik yang mengalir cukup besar,
dapat menyebabkan kawat saluran akan menjadi panas sehingga
terdapat rugi-rugi daya pada saluran tersebut.
Standar tegangan tinggi yang berlaku di Indonesia adalah : 30
KV, 70 KV dan 150 KV.Beberapa hal yang perlu diketahui:
 Transmisi 30 KV dan 70 KV yang ada di Indonesia, secara
berangsur-angsur mulai ditiadakan (tidak digunakan).
 Transmisi 70 KV dan 150 KV ada di Pulau Jawa dan Pulau
lainnya di Indonesia. Sedangkan transmisi 275 KV
dikembangkan di Sumatera.
 Transmisi 500 KV ada di Pulau Jawa.
1.3. GARDU INDUK DISTRIBUSI

Merupakan gardu listrik yang mendistribusikan listrik dengan


masukan daya dari saluran transimisi atau Sub transimisi suatu
sistem tenaga listrik untuk kemudian menyalurkan ke daerah
beban seperti (industri,kota dan sebagainya) melalui saluran
distribusi primer.
Dalam Gardu Distribusi ini Biasanya digunakan Transformator
distribusi yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik dari
jaringan distribusi tegangan tinggi menjadi tegangan
terpakai pada jaringan distribusi tegangan rendah (step down
transformator); misalkan tegangan 20 KV menjadi tegangan 380
volt atau 220 volt. Sedang transformator yang digunakan untuk
menaikan tegangan listrik (step up transformator), hanya
digunakan pada pusat pembangkit tenaga listrik agar tegangan
yang didistribusikan pada suatu jaringan panjang (long line) tidak
mengalami penurunan tegangan (voltage drop) yang berarti; yaitu
tidak melebihi ketentuan voltage drop yang diperkenankan 5% dari
tegangan semula.
1.4. GARDU INDUK MOBILE

Seperti namanya , gardu induk mobile adalah gardu induk


diatas roda (mobil /truk). Sistem ini digunakan ketika dibutuhkan
supply daya yang bersifat sementara. Peralatan yang terdapat
pada gardu induk ini adalah transformator, peralatan pendingin,
rangkaian proteksi tegangan rendah dan tinggi, metering, relay, AC
dan DC auxiliary power supplies dan proteksi surja.
Aplikasi dari gardu mobile adalah:

 Unit cadangan di Negara-Negara dengan gempa bumi, perang,


banjir, dan bencana lainnya
 Layanan yang berkelanjutan untuk program konstruksi,
pemeliharaan dan inspeksi yang direnanakan
 Digunakan saat terjadi kerusakan pada suatu gardu induk
 Sumber tenaga listrik didaerah terpencil
 Sumber daya untuk de-icing saluran tegangan tinggi di daerah
yang sangat dingin
 Dalam keadaan darurat ketika dibutuhkan urgent power supply
KOMPONEN-KOMPONEN UTAMA PADA GARDU INDUK MOBILE

 Bagian Tegangan Tinggi


 Transformator dan pendingin
 Bagian Tegangan Rendah
 Controls / Protection / Metering / Auxiliary Supply
 Trailer – special design features
2.GARDU INDUK MENURUT PEMASANGANNYA

2.1. Gardu Induk Jenis Pasang Luar (Outdor)


Gardu induk jenis Pasang Luar adalah gardu induk yang peralatan
tegangan tingginya.Seperti Transformator utama,peralatan penghubung
dan peralatan lainnya terletak di luar bangunan pengontrol.Sedangkan
peralatan pengontrol seperti meja hubung baterai diletakan di dalam
bangunan, gardu jenis ini biasanya biaya pembangunannya relative
lebih murah dan sistem pendinginya lebih mudah dibandingkan dengan
gardu induk jenis pasang dalam,Karena memerlukan tanah yang luas
biasanya gardu jenis ini di bangun di daerah pinggir kota yang harga
tanahnya relative lebih murah.
2.2.Gardu Induk Jenis Pasang Dalam (Indoor)
Gardu induk ini semua peralatanya baik peralatan tegangan tinggi
seperti trafo Utama peralatan penghubung serta peralatan kontrolnya
terletak di dalam bangunan.Gardu induk jenis ini biasanya terletak di
kota dimana harga tanahnya relative lebih mahal dan di daerah pantai
dimana ada pengaruh kontaminasi garam.Disamping itu gardu induk
jenis ini juga dipakai untuk menjaga factor estetika dengan daerah
sekitar,menghindari ganguan suara,serta menghindari kebakaran.
2.3.Gardu Induk Jenis Setengah Pasang Luar (Semi –Outdor
Substation).
Gardu induk jenis ini adalah gardu induk yang sebagian
peralatan tegangan tingginya berada di luar dan sebagian lagi
berada di dalam bangunan.Gardu induk jenis ini biasanya di
pakai dengan mempertimbangkan segi ekonomis,menghindari
ganguan suara dan ganguan-ganguan lainya.

2.4.Gardu Induk Jenis Pasang Bawah Tanah


Pada gardu induk jenis ini hampir semua peralatanya dibangun
di bawah tanah,kecuali alat pendingin yang biasanya terletak
diatas Tanah. Gardu Induk jenis ini sering di jumpai di pusat
kota dimana daerah yang tanahnya sukar di dapat misalnya di
bagian kota yang ramai,kebanyakan gardu induk ini di bangun di
bawah jalan raya.
3.Menurut Isolasinya
3.1.Gardu induk yang menggunakan udara(AIS/Air Insulated
Switchgear)
Gardu induk dengan switchgear yang diisolasi dengan
udara (AIS) adalah sumber tegangan tinggi dengan
tegangan pengenal hingga 800 kV. Gardu induk dengan
isolasi udara ini dikenall dengan keandalan yang tinggi,
lebih ekonomis dibandingkan dengan GIS, dan perawatan
yang relative lebih mudah.
Beberapa Manfaat dari Gardu induk isolasi udara (AIS):
 Komponen dan sistem yang kuat sehingga dapat
bertahan lama
 Tingkat ketersediaan, keandalan, dan keselamatan
operasiional yang baik
3.2 Gardu Induk Yang Menggunakan Gas (GIS/Gas Insulated
switchgear)
Gas Insulated Switchgear atau Gas Insulated Substation biasa
disebut dengan istilah GIS, merupakan sebuah sistem penghubung
dan pemutus jaringan listrik yang dikemas dengan menggunakan
gas SF6 bertekanan sebagai material isolasi elektrik dan
pemadaman busur api.
GIS sendiri merupakan salah satu klasifikasi gardu induk yang
menggunakan isolasi Gas. Berdasarkan lokasi peletakannya, GIS
terbagi menjadi dua, yaitu di dalam ruangan (indoor) dan di luar
ruangan (outdoor). GIS biasa ditempatkan pada perkotaan karena
luas wilayah yang terpakai lebih kecil dibandingkan dengan yang
konvensional.
GIS menggunakan Gas SF6 ( Sulfur Hexafluoride )sebagai
media isolasi, menjadikannya sebagai sebuah teknologi yang maju
dan telah banyak dipakai di banyak gardu untuk melayani
kebutuhan listrik dimulai tahun 1960. Pada awalnya GIS
merupakan sebuah konsep dari “ ruang yang tertutup ” oleh bahan
logam pada tahun 1920 dimana minyak digunakan sebagai bahan
isolasi di dalamnya. Kemudian pada tahun 1930-an, digunakanlah
gas untuk pertama kalinya sebagai media isolasi , dimana
Freon merupakan gas pertama yang dipakai saat itu . Dengan
munculnya teknologi untuk menghasilkan Gas SF6, maka
digunakanlah gas SF6 sebagai media untuk mengisolasi sistem
tegangan tinggi pada GIS, yang kemudian mulai diperkenalkan ke
pasaran pada tahun 1968 sebagai pemadam busur api dan media
isolasi. Tonggak sejarah yang kemudian membuat semakin
berkembangnya teknologi GIS adalah pemasangan gardu 550 kV
GIS di Kanada dengan kapasitas pemutusan tertinggi yang pernah
dicapai senilai 100 kA. Kemudian adanya gardu 765 kV GIS di
Afrika Selatan dan bahkan baru – baru ini adanya gardu 1000 kV
GIS di Jepang.
Konsistensi dari penelitian, pembangunan, serta upaya yang
inovatif membuat teknologi ini berkembang pesat dengan
diciptakannya GIS yang bentuk nya semakin terpadu dan
dioptimalkan secara keseluruhan. GIS biasanya didesain modular (
dapat dirakit perbagian ) dan sudah diisi dengan SF6 dengan
kuantitas yang minimum per bagian ( compartment
KOMPONEN – KOMPONEN GIS
GIS memiliki berbagai macam komponen dimana komponen –
komponen tersebut memiliki fungsi dan tugas masing – masing
dalam kerja GIS . Beberapa komponen umum yang ada pada GIS
antara lain adalah :
 Pemutus Tenaga ( Circuit breaker )
 Saklar Pemisah ( Disconnecting switch )
 Saklar Pembumian ( Earthing switch )
 Trafo arus (Current transformer )
 Trafo Tegangan (Voltage transformer )
 Rel Daya (Busbar )
 Sambungan kabel (Cable connection )
 Panel control (Control panel
4. MENURUT REL

4.1. Gardu induk dengan satu rel (single busbar)


4.2. Gardu induk dengan dua rel (double busbar)
4.3. Gardu induk dengan dua rel sistem 1,5 PMT
(one and half circuit breaker)
4.1. Busbar Tunggal atau Single busbar,

semua perlengkapan peralatan listrik dihubungkan hanya pada


satu / single busbar pada umumnya gardu dengan sistem ini adalah
gardu induk diujung atau akhir dari suatu transmisi.
4.2. Busbar Ganda atau double busbar,
Adalah gardu induk yang mempunyai dua / double busbar . Sistem
ini sangat umum, hamper semua gardu induk menggunakan sistem
ini karena sangat efektif untuk mengurangi pemadaman beban
pada saat melakukan perubahan.
4.3. Busbar satu setengah atau one half
busbar

Gardu induk dengan konfigurasi seperti ini mempunyai dua


busbar juga sama seperti pada busbar ganda, tapi konfigurasi
busbar seperti ini dipakai pada Gardu induk Pembangkitan dan
gardu induk yang sangat besar, karena sangat efektif dalam segi
operasional dan dapat mengurangi pemadaman beban pada saat
melakukan perubahan sistem. Sistem ini menggunakan 3 buah
PMT didalam satu diagonal yang terpasang secara seri
Thank you
Daftar Pustaka
Sulasno, Ir. 1990.”Pusat Pembangkit Tenaga Listrik.” Semarang. Sw April

Cakiki, Aykut.2017.”Mobile Substation”. http://blog.kontrolmatik.com/mobile-


substation/A. diakses pada 26 juni 2018 pukul 18.40.